Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Terkuak


__ADS_3

Seorang pria tampan terbaring di brangkar rumah sakit. Ia terlelap dengan nyaman tanpa peduli jika disampingnya ada seorang wanita yang menunggu nya sejak lama.


"Alan, bangun," ucap Anne.


Namun lelaki itu malah betah terpejam. Dia seperti bertemu seseorang didalam mimpinya.


"Ini semua gara-gara Daddy yang memukul Alan terlalu kuat," hardik Anne sambil menangis menatap Christoper dengan marah.


Christoper menghela nafas panjang. Harusnya dia yang marah karena Anne salah pilih pasangan. Sudah tahu sejak awal kalau Alan tidak mencintai nya. Masih saja memaksa lelaki itu menjadi suaminya.


"Anne, apa kau tahu bahwa kau memilih orang yang salah. Sudah berapa kali Daddy katakan ceraikan Alan," bentak Christoper marah. Sebagai seorang ayah tentu dia tidak terima ketika putrinya diperlakukan seperti itu oleh Alan.


"Tapi aku mencintai nya, Dad," sahut Anne dengan derai air mata.


"Kau mencintainya tapi dia tidak mencintai mu," ucap Christoper menggeleng tak habis pikir dengan anak nya tersebut.


"Ini semua gara-gara perempuan itu," ujar Anne dengan tangan mengepal kuat.


Entah kenapa Christoper tidak suka saat Anne menyalahkan Aerin? Ini bukan salah Aerin, bukankah sejak awal Alan memang tidak mencintai Anne, bahkan sebelum pertemuannya dengan Aerin.


"Jangan menyalahkan orang lain, introspeksi diri."


Setelah berkata demikian Christoper melenggang pergi. Sudah sering dia bertengkar dengan Aerin hanya karena Alan.


"Mommy."


Anne berhambur memeluk Emma, sang ibu. Wanita itu menangis apalagi melihat kondisi Alan yang belum sadarkan diri. Ayah nya benar-benar tega, memukul Alan sampai babak belur seperti itu.


"Sabar, Sayang," ucap Emma mengusap punggung Anne.


"Hiks hiks Daddy jahat, Mom. Kenapa Daddy tega menyakiti Alan?" renggek Anne.


Emma hanya bisa menghela nafas panjang. Dia tidak menyangka jika menantu yang dia lihat dingin dan tak tersentuh itu, ternyata berani menyembunyikan rahasia sebesar ini.


Emma tak bisa berbuat apa-apa. Dia memang tahu seperti apa suaminya itu kalau sudah marah. Christoper bahkan bisa membunuh hanya dengan jentikan jarinya. Tak heran jika dia ditakuti oleh banyak teman bisnisnya.


"Alan," lirih Anne. "Maafkan Daddy," ucap nya merasa bersalah.


Anne tak bisa melepaskan Alan karena dia sangat mencintai lelaki itu. Anne tidak tahu kenapa hatinya bisa sekuat ini pada Alan? Dia tidak mau kehilangan lelaki yang hampir 10 tahun menjadi suaminya tersebut.


.


.

__ADS_1


Agam terduduk lemah ketika melihat rekaman CCTV di restaurant. Laki-laki itu berpegangan pada kursi, tatapan mata nya sendu.


"Aerin," gumam nya. "Kemana mereka membawa Aerin?" tanya Agam melihat asisten nya.


"Seperti nya keluar negeri, Tuan. Tetapi tidak ada jejak nya. Tuan Alta sengaja menghilangkan semua jejak tentang Noan Aerin," jelas Yakob.


Agam menggelengkan kepalanya, lelaki itu tampak frustasi. Sekian lama mencari Aerin, ketika dia menemukannya dia malah kehilangan wanita itu lagi. Apa sebenarnya yang terjadi pada Aerin.


"Lalu Tuan Alan bagaimana?" tanya Agam lagi.


"Tuan Alan masih dirawat, Tuan," jawab Agam.


"Yakob, cari keberadaan Aerin. Pastikan Tuan Alta tidak melakukan sesuatu yang buruk padanya!" titah Agam.


"Baik Tuan."


Agam berdiri dari duduknya. Harusnya dia bergerak cepat sehingga bisa mendapati Aerin. Tetapi dia gagal untuk yang kesekian kalinya. Wanita itu pergi dan menghilang lagi.


"Yakob urus perusahaan, aku mau pulang," ucap Agam


"Iya Tuan."


Agam melenggang keluar dari ruangannya. Langkahnya terlihat lebar dengan suara sepatu yang menggema diatas lantai. Lelaki tampan tersebut menampilkan wajah datar dan juga dingin yang seolah menjadi ciri khasnya.


Agam masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya tersebut. Agam tak tahu kenapa dia bisa begitu dekat dengan Aerin?


Setelah sekian lama mengenal Aerin, Agam baru sadar bahwa wanita yang selama ini dia cintai dalam diam begitu mirip dengan Bunda-nya.


Sampai di mansion mewahnya, Agam turun dengan tergesa-gesa.


"Bunda," panggil nya.


"Ada apa, Son?" tanya Ratih menyambut kedatangan anaknya.


"Bunda....." Agam menghela nafas panjang.


"Ayo duduk dulu, biar Bunda buatkan minum," ucap Ratih lembut sambil menuntun anak lelaki nya itu duduk disofa.


Agam mengangguk sembari menghela nafas panjang.


"Kenapa Son?" tanya Robson pada anak nya itu.


"Dad, aku sudah menemukan wanita yang aku cari selama ini. Ternyata yang menghamilinya adalah Tuan Alan..." jelas Agam

__ADS_1


"Tuan Alan? Bukannya dia sudah menikah?" tanya Robson heran.


Ayah Alan adalah salah satu teman bisnis Robson, di masa muda mereka cukup dekat sebagai partner bisnis.


"Dia di jebak Dad," jawab Agam.


"Di jebak?" ulang Robson.


Agak mengangguk, ketika mengingat rekaman CCTV tadi. Hatinya benar-benar sakit melihat Aerin diperlakukan seperti itu. Agam ingin menindaklanjuti kasus ini, tetapi melawan Christoper sama saja membuang diri ke jurang.


"Minum dulu Son," ucap Ratih meletakkan segelas kopi tanpa gula diatas meja.


"Terima kasih Bunda," ucap Agam.


"Kau baik-baik saja, Son?" tanya Ratih yang bisa menangkap kekhawatiran di wajah putranya tersebut.


"Mom, apa Baby A itu Aerin?" tanya Agam menatap ibu nya.


Ratih berjingkrak kaget ketika Agam menanyakan tentang putrinya.


"Dari mana kau tahu, Son?" tanya Ratih tak menyangka. Dia tidak pernah menyebut nama Aerin didepaj Agam.


"Aku mengenal nya Bunda. Dia wanita yang sering aku ceritakan," jelas Agam.


Ratih mematung ditempatnya. Jadi gadis yang disukai Agam adalah putrinya sendiri, yang artinya adik tiri Agam. Mereka saudara tetapi tidak dalam aliran darah yang sama.


"Aerin," gumam Ratih.


"Apakah benar dia adikku, Bunda?" tanya Agam berkacamata.


"Iya Son, Aerin itu Baby A yang sering Bunda ceritakan padamu. Bunda sudah lama tidak bertemu dia, Nak," jelas Ratih. Dia tak mampu menahan lelehan bening dipipinya. Seandainya dia bisa membawa Aerin pergi, pasti dia akan bahagia.


Agam bersandar di sandaran sofa. Tubuh nya seketika melemah dan luruh begitu saja. Jadi wanita yang selama ini dia cintai, adalah adik tirinya sendiri. Kenapa Agam tak menyadari hal tersebut, padahal dia sudah lama bersama dengan Aerin?


"Son, dimana sekarang Aerin?" tanya Ratih. Robson mengusap punggung sang istri, dia tahu betapa sang istri menyanyangi anak perempuan nya tersebut.


Agam menggeleng, "Aku tidak menemukannya Mom. Dia nikahi oleh Tuan Alan, tetapi Aerin tidak tahu jika Tuan Alan sudah memiliki istri," jelas Agam.


Jujur Agam hancur ketika mengetahui hal ini. Seharusnya dia tahu sejak awal siapa Aerin, agar dia bisa membawa wanita itu tinggal bersama mereka. Sebab sang ibu sangat menyanyangi adiknya tersebut.


"Hiks hiks hiks hiks."


Tangis Ratih pecah. Robson merengkuh tubuh sang istri.

__ADS_1


Ratih benar-benar rapuh dan tak berdaya. Sekian lama ingin bertemu Aerin ksanoa justru ini yang terjadi?


Bersambung....


__ADS_2