
Seorang wanita paruh baya menatap kosong kearah taman. Hatinya hampa tak bertujuan.
"Bunda," panggil seorang pria tampan.
Wanita itu menoleh kearah anak sambungnya lalu tersenyum simpul.
"Bunda, kenapa?" tanya sang anak sambil duduk disamping sang ibu dan merangkul wanita paruh baya itu.
"Apa ada kabar tentang adikmu?" tanya nya sendu.
Pria tampan tersebut menghela nafas panjang. Pertanyaan yang sama dan harus dia jawab setiap hari.
"Belum Bun," jawabnya dengan nada sendu.
Wanita paruh baya itu menunduk sejenak menahan lelehan bening dipipi keriputnya. Sudah lebih dari lima tahun dia menanti kedatangan sang putri tetapi tak jua dia temukan. Apalagi dia meninggalkan putrinya itu sejak remaja.
"Bunda yang sabar, aku berjanji akan menemukan Baby A," ucap sang anak menenangkan wanita tersebut.
Wanita paruh baya ini bukan ibu kandungnya tetapi dia merasa nyaman dan terlindungi karena wanita ini begitu menyayangi dirinya.
"Terima kasih, Nak," ucapnya terdengar lirih.
Wanita paruh baya itu bersandar di bahu sang anak. Rasanya lelah menahan rindu yang kunjung menemui temu. Sejak remaja anak cantiknya itu sudah terpisah darinya karena salah paham mengira bahwa dirinya kabur bersama pria lain. Padahal dia diusir oleh suaminya karena orang ketiga, lalu bertemu dengan lelaki baik yang mau memunggut dan menikahinya.
.
.
Christoper Hathaway pria paruh baya berusia 58 tahun. Dia bukan pria muda tetapi terlihat masih gagah dengan otot-otot tubuh yang sengaja dia rawat. Mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dan sehat tentu bukan didapat dengan instan. Dia harus sering berolahraga dan menjaga pola makannya.
Lelaki yang masih tampan dan sering di juluki raja bisnis ini memang terkenal kejam bagi siapa saja yang berani mengusik kehidupan keluarganya terutama bersangkutan dengan Anne. Dia tidak tahu apakah dia menyanyangi putrinya itu atau tidak, yang jelas siapa saja yang berani mengusik kehidupan putrinya akan merasakan pembalasannya.
"Dad, aku menemukan jejaknya," lapor Alta.
Lelaki itu mengangguk dan menatap anak lelakinya dengan senyuman licik.
"Di mana dia?" tanya sang ayah.
"Selama ini mereka bersembunyi di Australia, semua akses sengaja di blokir agar kita tidak menemukan jejaknya. Tetapi baru saja anak buahku menerobos kesana," jelas Alta.
"Bagus." Christoper tersenyum licik.
"Dia melahirkan empat anak kembar," sambung Alta.
Sontak Christoper menatap kearah Alta. Benarkah wanita yang dia buang itu telah melahirkan empat anak sekaligus? Bukankah harusnya anak wanita itu meninggal?
__ADS_1
"Empat anak kembar?" ulang Christoper.
"Iya Dad," jawab Alta.
Sejenak Christoper terdiam, dia menghela nafas panjang. Harusnya dia semakin membenci wanita tersebut. Namun, kenapa hatinya malah terasa berdebar ketika mendengar kabar tersebut.
"Lalu bagaimana keadaan mereka?" tanya Christoper santai sambil menyesap kopi didalam gelasnya.
"Mereka baik-baik saja, Dad. Bahkan keempat anak itu memiliki kemampuan di atas orang dewasa," jelas Alta lagi.
Christoper terdiam, bayangan kejadian 5 tahun yang lalu masih terekam dengan jelas di kepalanya. Tatapan sendu wanita itu malah mengusik hatinya, tatapan itu seolah mengatakan keterikatan batin antara dirinya dan wanita tersebut.
"Apa kau sudah selidiki masa lalu nya?" tanya Christoper lagi. Walau banyak masalah, lelaki paruh baya ini tetap berwibawa dengan menampilkan wajah tenangnya.
"Sudah tetapi tetap aku tak menemukan apapun," sahut Alta.
"Apa ada orang yang sengaja menutup-nutupinya supaya kita tidak bisa melacak?" ujar Christoper mengira-ngira.
"Iya Dad, aku juga berpikir seperti itu," sahut Alta.
Kedua orang itu kembali terdiam. Keduanya nya sama-sama sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Christoper menatap kosong kearah jendela ruangan nya. Bayangan 30 tahun silam kini kembali terekam. Masih jelas bagaimana istri dan anaknya di usir dari rumah oleh keluarganya sendiri.
"Kenapa, Dad?" tanya Alta melihat ayahnya yang hanya melamun.
Alta terdiam, saat itu dirinya masih berusia 10 tahun. Dia pun masih mengingat hal yang sama, dirinya berteriak memanggil sang ibu dan malah dipaksa menjauh oleh kakek dan neneknya.
"Daddy, rindu mereka. Pasti kehidupan mereka susah sekali. Selama kurang lebih 25 tahun Daddy tak berani mencari mereka. Sebab Opa dan Oma mu pasti akan mencelakai mereka lagi," ucap Christoper dengan nada sendu dan hati yang begitu hancur oleh semua keadaan yang memaksanya harus berpisah dengan istri dan anaknya.
Alta menunduk mendengar ucapan sang ayah. Mengingat kejadian tersebut seperti kembali menguak luka-luka lama di hatinya, rasa sakit kehilangan dan perpisahan itu sangat menghantam dada.
"Apa kita sudah keterlaluan pada Alan dan Aerin?" tanya Alta menyeka sudut bibirnya.
Lagi-lagi Christoper terdiam sejenak, Aerin wanita yang telah merebut suami anak perempuannya itu. Ketika dia menampar wajah Aerin, rasanya Christoper merasa dirinya yang tertampar .
.
.
Rollies, lelaki paruh baya itu kini mengalami stroke ringan dan duduk di kursi roda. Entah apa yang sudah dia lewati selama 5 tahun ini sehingga menjadikan lelaki itu lemah tak berdaya.
"Hei, cepat tanda tangani," paksa Jasmine memberikan pulpen dan buku dokumen hal warisan pada Rollies.
Rollies menggeleng pelan tidak mau. Mulutnya kaku tak bisa bicara serta kaki dan tangan yang tak bisa bergerak.
__ADS_1
"Dasar lelaki tua," bentak Jasmine.
"Paksa saja, Mom," saran Lisa.
"Ide bagus," balas Jasmine tersenyum licik.
"Ayo cepat tanda tangani," sentak Jasmine.
Wanita itu memasangkan pulpen di tangan suaminya lalu memaksa lelaki itu mendatangi surat pengalihan harta warisan dan nama perusahaan. Rollies tak bisa menolak, seandainya dia bisa berjalan seperti orang normal pada umumnya sudah pasti dia akan memukul wajah istrinya.
Sementara Lisa tertawa penuh kemenangan.
"Dasar tidak berguna!" Jasmine mendorong kepala Rollies.
Jasmine menatap suaminya dengan jijik. Dia yang membuat lelaki itu sampai lumpuh.
"Setelah ini bawa dia ke pantai jompo," titahnya pada beberapa anak buah yang bekerja dengannya.
"Baik, Nyonya," sahut mereka.
Rollies lagi-lagi tak bisa melawan. Air mata yang jatuh menandakan bahwa dirinya lemah dan tak berdaya saat ini. Apakah ini hukum karma?
"Selamat berpisah suamiku tercinta. Mulai sekarang kau akan jadi penghuni tempat menjijikan itu," ledek Jasmine tertawa puas.
"Cepat bawa," titahnya.
"Kita kaya, Mom!" seru Jasmine.
"Tentu," jawab Jasmine tersenyum licik menatap surat yang sudah ditandatangani oleh Rollies.
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan vote ya guys...
Masukkan ke rak favorite kalian.
Yuk mampir ke karya author yang lain..
Menikahi Brondong
Love is Hurt (Poligami Pernikahan)
Follow akun medsos author...
IG ; _fitrianiyurikwon_
__ADS_1
FB ; Fitriani Yuri Kwon
TikTok : @fitrianiyuri.