Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Peringatan


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Alan dingin ketika melihat kakak iparnya itu ada diruangan nya.


"Tidak. Hanya ingin melihat-lihat perusahaan mu," sahut Alta.


Alan memincingkan matanya curiga. Sejak awal kakak iparnya ini tidak pernah menyukainya. Bahkan ini pertama kalinya Alta datang ke perusahaan Alan untuk sekedar bersilaturahmi. Jika sekarang Alta tiba-tiba datang bukankah sesuatu yang mencurigakan?


"Katakan, ada apa kau datang kesini?" ucap Alan tanpa basa-basi sambil duduk disamping Alta.


Alta tertawa lebar. Alan memang susah di kelabui. Lelaki ini cerdik dan juga cerdas. Terlalu cepat menangkap hal-hal yang mencurigakan disekitar nya. Jika Alan tak cerdik tidak mungkin hingga kini dia bisa menyembunyikan keberadaan Aerin.


"Hanya sekedar mengingatkan agar tidak bermain api di belakangku. Aku mengawasi pergerakan mu Alan," ucap Alta menatap adik iparnya dengan dingin.


Alan terdiam sejenak. Dia berusaha tenang agar tak ketahuan bahwa sekarang dia benar-benar cemas. Bagaimana kalau istrinya ditemukan oleh Alta? Alan tak bisa bayangkan bagaimana amukan keluarga Anne ketika tahu bahwa selama ini dirinya menikah secara diam-diam.


"Jangan berpikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan di belakang Anne, Alan," ucap Alta tersenyum devil.


Jantung Alan berdegup kencang. Seketika tubuhnya melemas. Apakah Alta sudah tahu tentang Aerin? Apakah Alta tahu bahwa Alan diam-diam menikah tanpa sepengetahuan keluarga Anne?


"Tidak perlu tegang begitu, Alan." Alta menepuk-nepuk pundak Alan dengan senyuman miringnya. "Kau seperti nya sangat takut jika aku tahu rahasia terbesar mu," ledek Alta.


Alta belum tahu apa yang disembunyikan oleh Alan karena anak buah yang dia suruh untuk mengawasi Alan tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Namun, Alta tahu jika ada yang tidak beres dari tatapan mata Alan. Terlihat lelaki ini ketakutan dan tegang.


Alta melipat kedua tangannya didada sambil melirik Alan yang terdiam seperti patung.


"Jika kau bermain menyakiti Anne. Maka bersiap-siaplah Alan untuk menerima kehancuran mu. Aku tidak akan segan-segan menghabisi orang-orang yang ada didekat mu, termasuk kedua orang tua mu," ancam Alta tersenyum devil. Dia suka sekali melihat wajah Alan yang ketakutan dan tegang seperti itu.


"Apa maksud mu?" tanya Alan menatap Alta tajam.

__ADS_1


"Aku rasa kau paham," sahut Alta santai. "Aku tahu kau tidak mencintai Anne. Tetapi bukan berarti kau bisa seenak hati menyakiti perasaan nya," ujar Alta menatap Alan tajam.


Alta adalah seorang kakak yang menginginkan adiknya bahagia. Dia ingin Anne di cintai oleh Alan. Namun, Alan seperti nya sama sekali tak menginginkan wanita itu ada dalam hidupnya. Sekian lama menikah, hubungan mereka tak ada perubahan sama sekali. Alan dan Anne semakin menjauh dan asyik dengan kehidupan mereka masing-masing.


"Aku peringatkan sekali lagi Alan, hidupmu ada ditanganku. Sekali saja kau menyalakan api perang, maka kau juga harus bersiap menerima serangan. Tak hanya dariku tetapi juga dari ayah ku. Kau tahu bukan seperti apa dia jika sudah marah?" bisik Alta.


Alan menatap wajah Alta dengan penuh kebencian. Benar saja jika selama ini kehidupan nya dijerat oleh kekuasaan keluarga Anne.


"Apa mau mu?" tanya Alan menatap Alta tajam.


"Tidak banyak. Serahkan sebagian saham mu padaku," ucap Alta duduk kembali dengan tenang.


Tangan Alan mengepal kuat. Rahangnya mengeras dengan mata memerah yang menandakan bahwa dia sedang marah. Jika saja bukan karena kedua orang tua nya atau Aerin, dia sudah pasti akan membalaskan semua ucapan Alta padanya.


.


.


.


Christoper tertawa mendengar pertanyaan teman sekaligus besan nya tersebut. Wajah Arkin terlihat tak tenang seperti menyembunyikan sesuatu.


"Memang nya salah jika aku ingin berkunjung kerumah besan ku?" Christoper tersenyum licik ketika melihat wajah Arkin yang terlihat gelisah. "Kau menyembunyikan sesuatu Arkin?" Christoper menatap Arkin dengan ejekan.


"Tidak," kilah Arkin.


Christoper menyesap teh manis yang disuguhkan oleh Arkin padanya. Dia mengenal Arkin bukan satu bulan atau bulan tetapi sejak mereka sederhana. Persahabatan mereka itulah yang telah membuat keduanya terikat dalam rahasia besar yang hanya diketahui oleh keduanya saja.

__ADS_1


"Kau tidak mau Alan tahu bukan siapa kau sebenarnya?" ucap Christoper santai.


Arkin mengepalkan tangan nya kuat. Nafas lelaki paruh baya itu memburu. Christoper tidak berubah sama sekali, hanya karena dendam lama membuat Arkin harus terjebak selamanya dalam permainan Alan. Untung istrinya tidak ada disini. Jadi Arkin masih bisa menenangkan hatinya.


"Apa mau mu Christoper?" tanya Arkin menatap Christoper tajam.


Arkin tentu kenal siapa Christoper, lelaki yang tak memiliki perasaan ini selalu mengancam nya dengan hal yang sama. Dia tidak tahu entah terbuat dari apa hati besannya tersebut.


"Katakan padaku, apa di sembunyikan Alan!" ucap Christoper


"Menyembunyikan apa?" tanya Arkin yang masih berusaha untuk terlihat tenang, meski sebenarnya dia sudah tahu apa yang di maksud sahabat lama nya itu.


"Aku tahu, kau tahu apa yang ku maksud," ucap Christoper. "Aku juga tahu kau dan Bella terlibat dalam permainan Alan," ujar Christoper.


Christoper adalah pria berkuasa yang tentu bisa tahu apa saja semudah menjentikkan jarinya. Dia memiliki banyak jaringan untuk mengawasi orang-orang yang masuk dalam daftar orang yang dia curigai, termasuk Alan dan Arkin.


Melihat sikap Alan yang tidak seperti biasa, tentu Christoper paham bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada menantunya itu. Gerak-gerik Alan yang mencurigakan, ditambah Christoper menemukan sebuah bukti bahwa beberapa waktu yang lalu Alan membeli sebuah mansion mewah yang terletak jauh dari kota. Kecurigaan Christoper semakin bertambah ketika mendapat laporan bahwa Alan meninggalkan Anne setelah pemotretan di Bali.


"Kau tidak bisa menyembunyikan apapun dari ku, Arkin. Denyut nadi mu saja diatur oleh kuasa ku. Jadi bagaimanapun kau menyembunyikan apa yang Alan lakukan, aku akan tahu pada waktunya," kata Christoper.


Perasaan Arkin mulai ketar-ketir. Dia tidak takut menghadapi apapun, hanya saja Arkin cemas jika menantu dan calon cucu nya ditemukan oleh Christoper. Entah apa yang akan dilakukan Christoper pada Aerin jika sampai keberadaan nya ditemukan.


"Kau memang berkuasa atas hidupku. Tetapi kau tidak memiliki hak untuk mengatur jalan takdir hidupku, Christoper," ucap Arkin dengan geram nya.


"Ya itu terserah padamu. Aku yakin setelah Alan tahu siapa dirimu, kau akan menjadi insan yang terlupakan. Aku tak sabar melihat Alan membenci ayah nya sendiri," ujar Christoper. "Bukankah ini permainan yang seru!" sambungnya.


"Jangan lupakan Christoper bahwa Anne dan Alta bukan anak kandung mu," balas Arkin pada Christoper.

__ADS_1


Tangan Christoper terkepal kuat. Dia menatap Arkin dengan tajam dan lebih kebencian. Mereka berdua seperti siapa berperang dengan saling ancam mengancam.


Bersambung.....


__ADS_2