
"Baby A," panggil Christoper masuk ke dalam ruangan rawat inap Alan.
Aerin memutuskan menginap di rumah sakit menjaga suaminya. Sedangkan si kembar pulang bersama Agam, Yoas dan Yoel karena suasana rumah sakit tidak baik untuk kesehatan mereka. Apalagi Shena yang belum benar-benar pulih, tidak hanya tubuhnya yang sakit tetapi jiwa gadis kecil itu juga terguncang.
Aerin setengah mati merayu ke-empat anaknya untuk menginap di rumah sakit. Dia takut anak-anaknya sakit karena bau obat-obatan yang menyengat.
"Ada apa?" tanya Aerin dingin.
Christoper duduk di kursi samping Aerin. Tampak Aerin mengenggam tangan Alan. Wanita itu sama sekali tak meninggalkan suaminya, dia menemani Alan dua puluh empat jam. Bahkan tidur saja dia berbantalkan kepala suaminya untuk melepaskan rindu yang mengembang di dalam dada.
"Daddy, minta maaf. Daddy sudah mencarimu sejak 30 tahun yang lalu dan Daddy tidak tahu bahwa kau adalah Baby A," ucap Christoper.
Aerin terdiam menahan lelehan bening di pipinya. Bayangan Christoper yang memukul suaminya tanpa belasan kasihan masih begitu terngiang-ngiang di kepala Aerin dan dia tidak bisa melupakan semua itu.
"Ini bukan tentang aku tetapi tentang Kak Alan. Daddy menyiksanya selama 15 tahun," ucap Aerin dingin.
Hati Christoper menghangat ketika Aerin memanggilnya daddy. Dia tidak akan menyerah dan akan membuktikan pada putrinya untuk menebus semua kesalahan yang dia lakukan selama ini.
"Maaf, Daddy hanya membela Anne," jawab Christoper menyesal. Anak yang dia anggap adalah putri kesayangannya malah menghancurkan kehidupannya.
__ADS_1
"Kenapa tidak Daddy bela saja anak Daddy itu?" tanya Aerin kesal.
"Dia sudah menerima hukuman yang sesuai dengan perbuatannya," jawab Christoper.
Aerin langsung diam dan bungkam. Entahlah, dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini? Dalam hati tak pernah terpikir jika pria yang menyebabkan penderitaannya adalah ayah kandungnya sendiri. Aerin pikir Rollies adalah ayah kandungnya, sejak remaja dia di asuh oleh lelaki itu. Walau tak memiliki hubungan darah tetapi Rollies begitu menyayangi Aerin tetapi sayang karena pengaruh dari Jasmine dan Lisa sehingga membuat dia gelap mata dan tega mengusir Aerin dari rumah.
"Kau dan Mommy di usir dari rumah karena orang tua Daddy tidak merestui hubungan kami," jelas Christoper dengan suara seraknya. Mengingat semua kejadian berat itu benar-benar menguncang jiwa rapuhnya.
Sementara Aerin terdiam sambil menunggu Christoper menceritakan masa lalunya. Dia memang belum sempat berbicara panjang lebar karena sibuk mengurus suami dan ke-empat anaknya. Namun, Aerin bersyukur karena ada Agam, Yoas dan Yoel yang mau turun tangan membantu dia merawat anak-anaknya. Walau hingga kini Aerin masih bingung kenapa Agam ada disini? Lelaki itu tampak peduli padanya, walau sejak dulu memang peduli. Tetapi Aerin merasa ada sesuatu yang aneh.
"Saat itu kau masih berusia 3 bulan. Daddy dan Kakak-mu tidak bisa berbuat banyak karena di ancam oleh Grandfa-mu. Ini semua ulah Ema," jelas Christoper lirih. "Setelah itu Daddy mencari kalian ke segala penjuru tetapi kau dan Mommy hilang bak di telan bumi dan bahkan Daddy tidak tahu di mana Mommy sekarang? Kenapa kau bisa terpisah dengan Mommy?" tanya Christoper melirik anak perempuannya. Dia baru menyadari jika wajah Aerin sangatlah mirip dengan mantan istrinya itu. Bukan mantan istri, mereka terpisah bukan sebab perceraian tetapi karena keegoisan orang tua Christoper.
"Aku punya ayah lain, namanya Ayah Rollies. Aku tidak tahu jika aku bukan anaknya. Lalu saat aku remaja, Bunda mendua dan ketahuan selingkuh. Ayah menceraikan Bunda dan mengusirnya dari rumah. Sejak saat itu, aku tidak pernah bertemu Bunda lagi, mungkin dia sudah melupakanku," jelas Aerin mengusap air matanya.
Sejak kecil dia sudah kehilangan sosok orang tua. Sang ayah sibuk dengan istri baru sementara sang ibu setelah menikah tidak terlihat batang hidungnyanya. Walau beberapa kali sang ibu menghubungi Aerin karena ingin bertemu tetapi rasa kecewa lebih besar dari rasa rindu sehingga membuat Aerin menolak bertemu dengan ibunya itu.
"Aku tidak tahu di mana Bunda sekarang. 15 tahun lamanya kami tidak bertemu. Entah bagaimana kabarnya? Entah dengan siapa dia?"
Bohong jika Aerin tak rindu sosok itu, dia tahu Ibunya adalah orang baik. Wanita lemah lembut yang selalu tipis menyanyanginya. Hanya saja Aerin tak habis pikir, bagaimana bisa wanita yang terlihat lemah lembut itu mendua dan menciptakan luka.
__ADS_1
"Aku kehilangan sosok Bunda sudah lama sekali. Aku rindu ingin bertemu tetapi aku selalu tak berani, aku takut membencinya," ucap Aerin lagi.
Christoper menatap anak perempuannya. Tangan lelaki paruh baya itu terulur mengusap punggung Aerin. Jantungnya selalu berdebar dan hangat saat menyentuh dan melihat Aerin.
"Aku hidup sendirian. Aku tidak punya siapa-siapa, aku merasa sebatang kara. Hingga malam itu aku di jebak oleh mantan kekasihku tidur bersama Kak Alan. Aku hamil dan di usir dari rumah," jelas Aerin menangis segugukan dia tidak mampu menahan air matanya memperjuangkan si kembar. Disanalah Aerin sadar betapa beratnya perjuangan seorang ibu.
"Daddy, aku tidak tahu jika Kak Alan sudah menikah. Aku pikir dia masih single dan aku menerima tawarannya menikahiku ketika tahu aku hamil. Apa aku pelakor Dad? Aku tidak bermaksud merebut Kak Alan dari Kak Anne! Aku... Aku...."
Aerin tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ada perasaan bersalah yang terselip di sela-sela rongga dadanya hingga mencipta rasa sakit dan perih yang menyeruak masuk di dalam sana.
"Daddy," renggek Aerin.
Christoper merengkuh tubuh anak perempuannya. Percayalah ini pertama kali dia memeluk Aerin setelah 30 tahun yang boleh berlalu. Terakhir kali dia mencium dan menggendong putrinya ketika Aerin berusia 3 bulan dan dia sudah dewasa serta memiliki buah hati.
Hati Christoper hangat dan nyaman tetapi juga sakit mendengar penderitaan hidup Aerin yang tak ada putusnya. Dia salah satu orang yang menyebabkan penderitan anak perempuannya itu.
"Kau bukan orang ketiga Baby A, sejak awal Alan tidak mencintai Anne dan terpaksa menikah dengan perempuan itu. Hanya Daddy yang memaksa dsn mengancam Alan karena Anne sangat mencintai Alan. Disini Daddy lah yang bersalah," ucap Christoper.
Tanpa sadar tangan Aerin melingkar di pinggang sang ayah. Dia memeluk pria paruh baya itu sambil meluapkan semua rasa sakit yang benar-benar membuat hatinya tak berdaya. Bayangkan sejak usia remaja hidup dalam kesederhanaan dan tidak ada tempat mengadu. Kekasih hati yang dia anggap sebagai tempat bersandar ternyaman ternyata malah tega menjebaknya. Dia tidur bersama pria asing, lalu hamil dan di usir dari rumah. Setelah ini di nikahi tersebut dan lagi ternyata pria itu sudah memiliki istri. Sampai akhirnya dia memilih pergi dan membesarkan ke-empat anaknya dengan bantuan dua mantan asisten sang suami.
__ADS_1
Bersambung....