
Christoper mengabrak-abrik barang-barang yang ada diatas mejanya. Bagaimana dia tak frustasi data perusahaan miliknya habis di retas oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.
"Temukan siapapun dia!" bentak Christoper pada anak buahnya.
"Ba-baik Tuan," jawab dua orang pria berjas hitam.
Pria paruh baya itu mengusap wajahnya dengan kasar. Dia ingin rasanya segera menemukan orang itu lalu menguluti tubuhnya serta memberikan pembalasan karena sudah berani bermain-main dengannya.
"Daddy."
Alta masuk ke dalam ruangan Christoper. Dia bingung sendiri melihat wajah sang ayah yang tampak kusut dan marah entah apa yang sudah di alami oleh ayahnya tersebut sehingga tak menunjukkan wajah bersahabat.
Christoper memijit-mijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit.
"Data perusahaan Daddy diretas," jawabnya.
Alta tampak terkejut, "Siapa yang meretasnya, Dad?" tanya Alta penasaran. Sebab sang ayah biasanya sangat menjaga data-data yang dia beri sistem keamanan. Namun, ada yang meretasnya, siapa dia? Siapa orang itu?
"Entahlah, Daddy sedang menyelidikinya," sahut Christoper menghela nafas panjang. "Ada apa kau kesini, Son?" tanya Christoper pada anak lelakinya.
"Aku sudah menemukan di mana Aerin," jawab Alta.
Tatapan Christoper terlihat lekat dan dalam pada sang anak. Entah kenapa jantungnya berdebar saat mendengar ucapan sang anak?
"K-kau sudah menemukan di mana Aerin?" ulang Christoper sekali lagi dan setengah tak percaya.
"Iya Dad. Selama ini mereka bersembunyi di Sidney. Aerin melahirkan empat bayi kembar," jelas Alta lagi.
Christoper langsung terdiam. Dia tidak paham ada apa dengan hatinya, kenapa dia bisa sesenang ini saat mendengar kabar Aerin ditemukan? Seolah sedang mendapat kabar putrinya yang hilang.
__ADS_1
"Lalu?" ucapnya menghembuskan nafas kasar.
"Anne sudah berangkat kesana untuk menemui Aerin, Dad," sahut Alta.
Christoper kembali melihat kearah anaknya, "Untuk apa Anne menemuinya?" tanya Christoper was-was.
"Entahlah Dad, aku juga tidak tahu," sahut Alta.
Wajah Christoper tampak gelisah tak menentu. Hatinya cemas dan juga khawatir jika Anne melakukan hal yang tidak-tidak pada Aerin.
"Alta, kirim pengawal untuk memantau Aerin. Daddy takut, jika adikmu melakukan hal-hal yang bisa menyakiti Aerin," titah Christoper.
Kening Alta mengerut, "Memangnya kenapa Dad?" tanya Alta tak habis pikir.
"Biarkan Daddy yang membalaskan dendam Anne," jawab Christoper asal. Wajahnya tampak gugup ketika melihat tatapan penuh selidik dari Alta.
"Iya sudah, ayo kita makan siang," ajak lelaki itu pada ayahnya.
Keduanya keluar dari ruangan kerja Christoper.
.
.
Agam menatap kearah tiga anak kembar itu dengan mata berkaca-kaca. Tak dia sangka ketiga anak ini adalah anak dari adik tirinya serta wanita yang dulu pernah membuat Agam tergila-gila.
"Son, ini Uncle," ucapnya terbata sambil berjongkok dan menyamakan tinggi badannya dengan ketiga pria kembar tersebut.
"Uncle!" seru Zanka dan Chana.
__ADS_1
"Sini, peluk Uncle dulu." Agam merentangkan tangannya agar ketiganya masuk ke dalam pelukan lelaki tersebut.
Zanka dan Chana berhambur memeluk Agam. Sementara Shaka menyeka air matanya setelah berpelukan dengan sang nenek. Jujur sebagai anak-anak normal dia begitu rindu sosok orang tua lengkap, memiliki ayah dan ibu serta kakek dan nenek yang menyayangi mereka.
"Wajah kalian benar-benar mirip," ucap Agam melepaskan pelukan kedua anak itu.
"Kami kembar Uncle," jawab keduanya.
Robson tersenyum melihat betapa bahagianya Agam dan Ratih ketika bertemu anak-anak Aerin. Dia merasa puas karena sudah mengembalikan senyum istrinya. Meski setelah ini dia tidak tahu apa yang akan terjadi ketika Christoper mengetahu keberadaan anak-anak Alan dan Aerin.
"Apa kabar Mommy kalian?" tanya Agam lagi seraya mengusap kepala Zanka dan Chana.
"Mommy baik-baik saja, Uncle," jawab Zanka.
Agam ingin segera bertemu Aerin. Tetapi Robson melarangnya agar tidak gegabah, sebab lelaki paruh baya itu takut jika pergerakan mereka di awasi oleh si iblis Christoper.
Bersambung....
Maaf guys cuma 500 kata..
Capek banget soalnya...
Jangan lupa selalu dukung kisah Alan dan Aerin...
Siapa nihh yang udah gak sabar mereka ketemu???
Yuk ikutin terus...
Jangan lupa selalu dukungannya...
__ADS_1