Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Kebenaran


__ADS_3

Aerin, wanita yang menggandung dengan usia kehamilan memasuki bulan ke-5 tersebut diam mematung ditempatnya.


"Aerin," lirih Alan.


Sementara Anne memeluk lengan Alan dengan posesif. Dia ingin tunjukkan pada Aerin bahwa Alan adalah miliknya.


Ada Alta juga disana. Alan memohon kepada Alta dan Anne agar tidak mengatakan tentang semua ini. Dia rela melakukan apa saja.


"Ayo Aerin, silahkan duduk Sayang," ucap Anne tersenyum devil.


Mata Alan tak beralih sama sekali, dia menatap istrinya dengan dalam. Rasa rindu dan bersalah seketika menyeruak masuk kedalam sana.


Aerin duduk disamping Alta, wanita itu menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. Apa suaminya menikah lagi? Kenapa Anne bisa memeluk Alan dengan erat seperti itu?


"Hubby," lirih wanita itu.


"Hai Aerin, perkenalkan namaku Anne. Aku istri pertama dari suami mu," ucap Anne mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Aerin


Deg


Bagaimana disambar petir siang bolong, seluruh tubuh Aerin membeku ditempatnya. Apa maksud Anne yang mengatakan jika dia istri pertama dari Alan? Apakah Alan menikah lagi, tetapi harus nya Aerin menjadi yang? Kenapa malah Anne yang jdi istri pertama? Apakah selama ini Alan memang sudah menikah, lalu menikahi dirinya.


"Kau tahu_"


"Anne hentikan! Biar aku yang jelaskan," tukas Alan memotong ucapan Anne.


Sementara Aerin terdiam mematung wanita itu seperti belum sadar dari keterkejutan nya. Seluruh dadanya serasa sesak mendengar penjelasan Anne. Apa sebenarnya yang terjadi?


"Oke, silahkan jelaskan," ucap Anne tersenyum miring. Setiba rahang Anne mengeras ketika melihat perut Aerin yang sudah membesar. Dia tak menyangka jika Alan benar-benar menikah secara diam-diam di belakang nya, begitu berani nya lelaki itu mengkhianati dirinya.

__ADS_1


Alta tak berkedip menatap kecantikan Aerin. Wanita ini benar-benar cantik. Lelaki itu mengusap dagu nya dan tersenyum licik, dengan kepala yang menggeleng. Ternyata Alan memiliki selera yang tinggi terhadap wanita.


"Sayang, tolong dengarkan aku," ucap Alan mengenggam tangan Aerin.


Aerin terdiam dengan lelehan bening yang berjatuhan dipipi nya. Apa sebenarnya yang sudah suami nya sembunyikan selama ini, kenapa dia bisa menjadi wanita kedua dirumah tangga orang lain?


Anne mengeram marah ketika Alan menggenggam tangan Aerin. Tetapi Alta segera menenangkan adiknya itu agar tidak memberontak.


"Sebelum kita bertemu, aku sudah menikah," jelas Alan.


Deg


Aerin mendengar tak percaya. Sontak wanita itu melepaskan genggaman Alan. Apa kata Alan tadi, sebelum bertemu dengan nya Alan sudah menikahi Anne? Apa selama ini Alan berbohong yang mengatakan jika dirinya bekerja dan kenyataan nya suaminya tersebut malah menghabiskan malam bersama istri pertamanya.


"Maafkan aku, aku tidak jujur dari awal karena aku tidak mau kau menolak untuk menikah dengan ku. Aku mencintaimu Aerin. Aku tidak mau kehilangan mu dan calon anak kita," ucap Alan.


"Ceraikan dia Alan!" sentak Anne.


Alan dan Aerin sontak melihat kearah Anne yang tampak marah. Sebelum nya Alan sudah diancam oleh Anne, jika dia tidak menceraikan Aerin. Maka Anne akan membunuh wanita itu agar tidak hadir dikehidupan Alan lagi.


"Aku tidak mau," tolak Alan menggeser tubuh Aerin dibelakang nya. "Aku mencintai nya Anne. Aku tidak akan menceraikan nya," tegas Alan.


Sementara Aerin hanya bisa menangis. Seperti nya restaurant tersebut memang sudah di sewa sehingga tidak ada pengunjung yang berada disana.


"Alan, kau sudah berjanji akan meninggalkan dia. Kau tahu 'kan Alan, apa akibat yang akan kau terima jika berani melawan ku," ucap Anne penuh amarah, apalagi ketika melihat Alan yang membela aerin. Dia yang notabene istri pertama saja tidak pernah dibela oleh suaminya itu.


Alta hanya diam menjadi penonton dengan tangan yang terlipat didada. Tatapan nya tertuju pada Aerin yang tampak ketakutan dan berkeringat dingin.


"Aku tidak peduli Anne. Silahkan lakukan apa yang ingin kau lakukan yang jelas, aku tidak akan pernah melepaskan Aerin," tegas Alan sekali lagi.

__ADS_1


"Alan!" teriak Anne marah. "Kali ini aku tidak akan bersabar lagi Alan. Aku akan bunuh dia," ancam Anne. Matanya menahan seolah hendak melahap tubuh Aerin yang sedang berbadan dua.


"Stop!" sergah Aerin bergeser.


"Anda tidak perlu takut, Nona. Saya akan melepaskan dia untuk Anda. Maaf, saya tidak tahu jika dia sudah menikah dengan Anda sebelum saya. Tetapi saya sadar, bahwa saya telah menjadi orang ketiga di hubungan kalian. Maka dengan ini, saya...." Aerin melepaskan cincin ditangannya. "Saya melepaskan cincin dan ikatan pernikahan kami," sambung Aerin meletakkan cincin itu ditelapak tangan suaminya.


"Aerin tidak. Aku tidak mau Aerin. Aku mencintaimu. Aku mohon, tolong jangan tinggalkan aku," mohon Alan sampai menangis. Lelaki itu tidak sanggup berjauhan dengan sang istri apalagi sampai berpisah dengan Aerin. Alan takkan biarkan hal tersebut terjadi.


"Saya mohon, Tuan. Lepaskan saya. Kembalilah pada istri, Anda. Saya bisa merawat anak ini seorang diri. Tolong Tuan," ucap Aerin juga memohon. Jujur Aerin takut jika Anne sampai mencelakai anak yang masih dalam kandungan nya tersebut.


"Ternyata sadar diri juga," sindir Anne.


Jauh didalam hati Aerin, dia benar-benar tak sanggup berpisah dengan Alan. Dia sangat mencintai lelaki itu. Tetapi Aerin sadar bahwa cinta nya salah. Tidak ada cinta yang benar, ketika mencintai suami orang. Bukankah selama ini dia memang salah yang tidak menyelidiki siapa lelaki yang menjadi suami nya tersebut?


"Tidak Aerin. Aku tidak mau," tolak Alan. Alan rela menyebarangi lautan atau bahkan mendaki gunung yang tinggi untuk melindungi Aerin.


"Jangan lupa dengan perjanjian mu Alan. Lepaskan dia dan kau akan bebas," sambung Alta yang sedari tadi diam.


"Aku tidak akan melakukan itu. Sekali pun aku di hukum, tidak masalah. Selama Aerin bersama ku. Dunia ku akan baik-baik saja," jawab Alan tegas.


Alta tersenyum mengejek. Dia menatap wajah Alan dengan penuh selidik, terlihat sekali jika Alan sungguh mencintai Aerin. Sebab tak pernah Alta lihat Alan mau membela orang sampai rela melakukan apa saja.


"Baiklah, jika itu mau mu. Kau tahu bukan? Jika Ayah ku mengetahui ini semua. Maka bersiap-siaplah untuk hancur," ujar Alta dengan enteng dan santai nya.


Tunggu, kenapa hati Alta sedikit terenyuh ketika melihat Aerin yang menangis. Apalagi dalam kondisi hamil, harusnya wanita itu tidak boleh stress.


Secepatnya Alta menggeleng, mengenyahkan segala perasaan aneh yang menjalar didalam hatinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2