
Anne masuk kedalam ruangan Alan. Dia kesal kerena beberapa hari terakhir suaminya itu tidak pulang ke rumah. Biasanya Alan akan menenangkan diri di apartemen atau di rumah kedua orang tua nya. Akan tetapu ketika Anne meminta para anak buahnya untuk menyelidiki di mana suami, malah tak ada yang menemukan di mana Alan.
"Alan," panggil Anne kesal.
Alan mengangkat pandangan nya, melihat wanita itu sekilas lalu kembali fokus pada berkas ditangannya. Dia seperti tak tertarik sama sekali dengan Anne. Semakin hari, dia makin jengkel pada wanita tersebut.
"Alan, kemana kau saja selama ini?" tanya Anne manja sambil menghentakkan kaki nya kesal.
Namun, Alan tak menjawab. Pertanyaan Anne seperti angin lewat begitu saja. Datang sekilas lalu tiba-tiba hilang.
"Alan," panggil Anne sekali lagi, sembari berjalan menghampiri suaminya.
"Ada apa?" tanya Alan dingin sambil meletakkan berkas ditangannya. "Bukankah sudah biasa aku tidak pulang?" ucap Alan dingin. Akan tetapi tidak dengan perasaan nya yang sudah ketar-ketir. Alan takut jika Anne mulai mencurigai nya.
"Aku mencarimu ke apartemen tidak ada. Ke rumah Daddy dan Mommy juga tidak ada. Jadi, kau pergi kemana?" cecar Anne.
Anne melihat gerak-gerik suaminya yang tak seperti biasa. Alan memang dingin padanya, tetapi lelaki tidak pernah menghilang beberapa hari lalu muncul tiba-tiba.
"Kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku 'kan, Alan?" Anne memincingkan matanya curiga.
"Sesuatu apa?" tanya Alan tenang dan santai. Namun, hatinya sudah gelisah bukan main. Belum lagi perasaan nya yang begitu rindu pada Aerin.
"Malam ini Daddy dan Mommy mengajak kita makan malam. Apa ka_"
"Aku tidak bisa," tolak Alan cepat.
Anne merenggut kesal. Alan selalu saja beralasan jika dia ajak mengunjungi kedua orang tua nya.
"Ayolah, Alan. Sekali ini saja," bujuk Anne. "Ini demi masa depan kita," ucapnya mengelus dada Alan dan menggoda lelaki itu.
"Singkirkan tangan kotormu dari dadaku, Anne!" bentak Alan.
Alan menepis tangan wanita itu. Entahlah, dia selalu jijik disentuh wanita lain kecuali Aerin.
__ADS_1
"Apa yang kau sembunyikan dariku, Alan? Kau tahu bukan? Bermain-main denganku akan membawamu pada titik kehancuran. Perusahaan mu, orang tua mu. Akan menjadi korban dari sikap mu ini," ancam Anne setengah berbisik ditelinga Alan.
Alan menatap Anne penuh kebencian. Jika bukan karena ancaman dari sang istri, mungkin saja Alan sudah menendang Anne sejauh mungkin dari hidupnya.
"Malam ini, kau harus menemani ku bertemu kedua orang tua ku," paksa Anne berbisik manja ditelinga Alan.
Aneh nya Alan tak pernah merasa terasang saat Anne menggodanya. Berbeda jika Aerin yang berbicara dengannya, melihat bibir wanita yang saat bicara itu saja dia bisa langsung merasakan kabut gairah.
Alan ingin menolak. Namun, saat ingat dengan wajah polos istrinya, Aerin. Lelaki itu mengiyakan. Alan benar-benar takit jika Anne menemukan jejak Aerin. Dia tidak mau jika istri yang dia cintai malah di celakai oleh wanita yang dia inginkan.
"Aku membawakan makan siang untukmu," ucap Anne meletakkan rantang nasi berisi makanan yang dia suruh pelan siapkan untuk suaminya.
Anne sangat mencintai Alan dan rela melakukan apa saja untuk lelaki itu. Namun, dia sendiri tak mampu menahan hasrat nya sehingga mencari lelaki lain. Sementara Alan tak pernah mau menyentuhnya. Jangankan berhubungan suami istri. Menyentuh kulit nya meski seinci saja, lelaki itu enggan.
"Ayo makan, Sayang," ajak Anne menarik tangan Alan.
"Jangan pegang-pegang Anne!" bentak Alan.
Bukan nya sedih wanita ini malah tersenyum miring. Alan sudah masuk kedalam perangkapnya. Maka seperti apapun kesalnya lelaki ini, tidak akan bisa menolak dirinya.
"Ayo, Sayang. Makan." Anne memberikan piring berisi makanan pada suaminya.
Alan makan dalam diam. Nasi yang dia telan terasa seperti batu dan tersangkut di tenggorokan. Tiba-tiba bayangan Aerin melintas dikepalanya. Rasa rindu pada istrinya itu kian teramat sangat.
'Aerin, apa kau sudah makan siang, Sayang? Jangan lupa jaga kesehatan, supaya kau dan buah hati kita sehat,' batin Alan.
Anne melirik suaminya. Sejujurnya, wanita tersebut curiga pada tatapan Alan yang tak seperti biasa. Entah, apa yang sedang disembunyikan oleh suaminya ini? Anne bukan wanita bodoh yang tidak bisa mencari tahu hal tersebut. Dia akan bongkar aib Alan, jika berani bermain-main dengannya.
.
.
"Ada apa?" tanya Alta, kakak Anne.
__ADS_1
"Kak," renggek Anne.
"Kenapa?" tanya Alta sekali lagi.
"Aku butuh bantuan, Kakak," pintanya bersandar nyaman sembari memeluk lengan pria tersebut.
"Apa?" tanya Alta menatap adiknya. Jika sudah meminta bantuan, pasti nya Anne hanya bermasalah dengan Alan.
"Aku curiga pada Alan," ucap Anne.
"Curiga apa?" Alta mulai penasaran dengan ucapan Anne. Anne adalah adik kesayangannya. Mereka hanya berdua saja, apalagi Anne wanita yang manja.
"Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku," sahut Anne.
Kening Alta mengerut, "Sesuatu?" ulang nya sekali lagi.
Sejujurnya Alta tak merestui pernikahan Alan dan Anne, karena Alta tahu jika lelaki itu tak mencintai adiknya. Namun, Anne dan keluarga nya malah memaksa pernikahan tersebut harus terjadi. Sebab itulah, Alta tak merasa heran jika Alan dingin pada Anne. Alta pun akan melakukan hal yang sama jika dirinya di paksa menikah dengan orang yang sama sekali tidak dia cintai.
"Entahlah, dia pernah tidak pulang tiga hari. Aku tidak menemukannya di apartemen atau rumah mertua. Dia juga tidak dalam perjalanan bisnis," jelas Anne menghela nafas panjang.
"Lalu?" kedua alis Alta saling bertautan heran.
"Aku ingin meminta bantuan Kakak menyelidiki Alan," pinta Anne.
Alta malah terdiam. Dia tidak tahu harus memberi respon apa. Sebab dia dan Alan tak sedekat. Sejak pernikahan Alan dan Anne, Alta sudah tak menyukai pria yang bernama Alan. Apalagi perlakuan Alan pada Anne. Penolakkan lelaki itu membuat Alta murka, sebagai seorang kakak tentu dia ingin yang terbaik untuk adik semata wayangnya tersebut.
"Bantuan apa?" tanya Alta ketus. Dia memang tampak dingin, tetapi rasa sayangnya pada Anne melebihi apapun.
"Kan sudah ku katakan tadi, selidiki Alan, Kak," sahut Anne kesal.
"Hmm, nanti Kakak pikirkan," sahut Alta dingin.
"Harus ya, Kak. Soalnya aku penasaran sekali. Apa yang dilakukan Alan beberapa hari ini? Kenapa dia bisa menghilang tiba-tiba tanpa alasan dan tanpa berpamitan," ucap Anne.
__ADS_1
Alta mengangguk. Dia akan melakukan apa saja agar adiknya bahagia, meski mungkin dia harus mengorbankan harga diri.
Bersambung.....