
🌿
🌿
🌿
Dan tak sengaja bibir mereka berdua saling menempel satu sama lain.Dan mungkin karena Doni sejak tadi sudah berusaha menahan diri ,tapi untuk saat ini ketika posisi mereka sangat dekat Doni tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan langsung melahap dan ******* bibir tipis Rania dengan penuh nafsu.
Entah sadar atau tidak Rania malah membalas ciuman Doni dan langsung mengalungkan tangannya di leher Doni.Doni yang sudah mulai terbakar api gairah pun terus melancarkan aksinya.Hingga tak terasa semua benang yang dipakai oleh Rania sudah terlempar dilantai.
Doni terus menyusuri setiap inci tubuh Rania,dan menciumnya dengan kobaran kabut gairah.Doni pun tak sadar jika Rania mampu membangkitkan jiwa kelelakiannya saat ini.Dan anehnya Rania pun ikut menikmati setiap sentuhan yang Doni berikan.Sampai satu desahan halus keluar dari bibir Rania.Ketika jari Doni berhasil menyentuh area sensitifnya namun Doni masih menyesap salah satu aset kembarnya.
Rania malah ikut membenamkan kepala Doni di Aset kembar miliknya.Sambil terus mendesah pelan,Karena Jari Doni terus menerobos masuk kedalam inti tubuhnya hingga Doni merasakan sesuatu yang basah keluar dari sana.
"Lagi om...!!!".Lirih Rania ketika Doni mulai menarik jarinya untuk keluar.
"Apa kau ingin merasakan yang lebih nikmat lagi dari yang ini Nona????".Bisik Doni pelan dan tanpa diduga Rania langsung mengangguk kan kepalanya.
"Lakukan lah om,Aku sudah tidak tahan!!!".Jawab Rania dengan suara beratnya.Awalnya Doni sempat terkejut karena Rania ternyata sudah sadar sejak tadi.Namun karena Doni pun sudah dipenuhi kabut gairah maka hal yang tidak terjadi akhirnya terjadi juga.
"Tunggu disini Nona!!!Om kunci pintunya dulu".Ucap Doni sambil mencium kening Rania dan dijawab anggukan kepala oleh Rania.
Dan Setelah berhasil mengunci pintu Doni kembali melanjutkan aksinya.Mencumbu dan menyusuri setiap inci lekuk tubuh Rania yang sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Tanpa Doni minta Rania membalas perlakuan Doni dan Doni sangat terkejut ketika Rania mulai bermain pada pentungan miliknya sampai Rania merelakan mulutnya menjelajahi keperkasaan milik Om Doni.
Doni semakin tak bisa menahan dirinya ketika miliknya sudah sangat berontak ingin membobol gawang milik Rania,dan ingin minta masuk secara paksa.Doni langsung menarik tubuh Rania hingga Rania terjerambah di atas ranjang kembali.Dan tanpa aba aba lagi Doni mulai memasuki gawang Rania.Cukup dengan tiga kali hentakan saja Akhirnya pertahanan Rania runtuh juga.Tadi yang awalnya Rania sempat menggigit bibir bawahnya karena menahan sakit,perih,linu dan sesak secara bersamaan kini mulai bisa merasakan nikmatnya surga dunia yang semestinya belum boleh mereka lakukan.
__ADS_1
"Ooomm...Akh...."Rania kembali mengeluarkan suara yang membuat Doni hilang akal kembali.
-
"Oh shittt...Ternyata seenak ini rasanya".Lirih Doni sambil terus menghentakkan tubuhnya.
Dan Doni pun tahu jika ini adalah yang pertama kali nya untuk Rania karena Doni bisa merasakan nya dan ditambah lagi ada sedikit bercak darah yang menempel pada sprei dan alat tempurnya.Malam panas ini mereka lalui bersama hingga waktu subuh menjelang Mereka berdua masih saja bercucuran keringat.Doni dan Rania sama sama baru pertama kalinya melakukan hal tersebut langsung tidak bisa berhenti.Bahkan keduanya sama sama menikmatinya.Hingga Sudah dua kali Doni memuntahkan lahar panasnya didalam rahim Rania.
"Om janji akan menikahimu Nona.Dan Om janji tidak akan pernah meninggalkanmu".Lirih Doni ketika Rania sudah terlelap seusai adegan panas yang terlarang itu.
Doni masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Setelah selesai mandi Doni langsung memakai pakaiannya kembali dan langsung keluar dari kamar Rania.Namun, sebelumnya Doni mengecup kening dan bibir Rania terlebih dahulu sebelum ia benar benar pergi dari kamar itu.
Doni langsung menemui Nani yang sudah ada didapur karena selesai sholat subuh Nani langsung masuk kedapur memasak sarapan untuk Nona mudanya dan Rania.
"Tuan Doni...Apa ada yang anda perlukan???".Tanya Nani ketika melihat Doni menghampiri nya.
"Baik tuan..Nanti akan saya siapkan".Sahut Nani sambil sedikit heran kenapa tiba tiba Doni bisa perhatian pada seorang wanita.
"Dimana Udin????".Sambungnya lagi.
"Ada didepan tuan bersama Abdu".Jawab Nani
Doni pun hanya beroh ria sambil pamit dan langsung melangkahkan kakinya menuju keluar vila.
"Bimo...Kita kembali kejakarta sekarang!!!.Kau bawa mobilku saja karena saya lagi malas menyetir!!!.Dan Heru bawa mobil kalian!!!.Untuk Udin dan Abdu tetap disini,jaga Nona Vanya dan Rania!!!.Jika ada sesuatu cepat hubungi aku atau tuan Alex!!!".Perintah Doni kepada para bodyguard nya.
Semuanya pun nampak paham, walaupun Udin sempat bingung kemana tidurnya Doni beberapa jam yang lalu.Sebab,setelah mereka sampai dari pukul dua dini hari sampai subuh.Udin tidak melihat Tuan Doni masuk dikamarnya.Bahkan Udin pun sudah mengecek jika kamar yang disiapkan untuknya tidak ditempati sama sekali.Udin juga dapat melihat Doni keluar dengan rambut yang masih terlihat basah karena Doni sudah mandi.Namun,rasa penasaran Udin tidak mampu ia utarakan dan tanyakan langsung pada Doni atasan Bodyguard mereka setelah Tuan Alex.
__ADS_1
Selepas keberangkatan Doni,ternyata Vanya pun sudah terbangun dan sudah menjalankan dua rokaatnya.Vanya keluar kamar dan langsung menuju ke dapur dimana disana sudah ada Nani.
"Morning Nani????".Sapa Vanya sambil duduk dimeja bar mengambil apel merah dan langsung menggigitnya.
"Pagi nona muda".Balas Nani namun tak lepas dari alat masaknya.
"Apa om Doni sudah pulang ke Jakarta????".
"Sudah Nona,barusan saja".jawab Nani lagi.
"Rania belum bangun ya????".Tanya Vanya sambil tersenyum penuh arti.
"Sepertinya belum nona,tadi Tuan Doni juga berpesan untuk memberikan vitamin segala untuk nona Rania".Jawab Nani jujur.
"Hahhaha,benarkah Nani????".Sahut Vanya sambil terkekeh
Yang dijawab anggukan kepala oleh Nani."Dasar om Doni ternyata jodohmu daun muda ya Om".Batin Vanya sambil terus tersenyum penuh arti.
"Apa jadinya ya kalau Daddy tahu".Lirih Vanya sambil terus terkekeh.
"Kenapa Nona????".Tanya Nani bingung
"Tidak papa Nani,lanjutkan saja masaknya!!!Dan sepertinya sebentar lagi om Doni bakal melepaskan masa lajangnya karena om Doni akan segera menikah".Celetuk Vanya sambil tertawa puas.
Nani semakin bingung dengan ucapan nona mudanya.Karena ia sama sekali tak paham apa maksud Vanya tiba tiba berbicara begitu.
"Kau siapkan saja kado untuk om Doni Nani!!!.Karena tidak akan lama lagi Bujang lapuk itu akan segera menyebar undangan pernikahan nya dengan Daun Muda!!!".Sambung Vanya lagi sambil tertawa...
__ADS_1
TBC