
🌿
🌿
🌿
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.Tapi tiba tiba Ghea kepingin makan cimol dan yang lebih parah nya lagi,Ghea minta Ricardo suaminya sendiri yang harus membuatnya.
"Sayang aku maunya mas sendiri yang bikinnya,nggak mau kalau beli".Rajuk Ghea sambil menarik narik lengan tangan suaminya
"Sayang,mas bukannya nggak mau tapi gimana cara bikinnya ???.Lagian itu makanan apa sih???,Mas baru kali ini dengarnya".Jawab Ricardo bingung
"Suruh chef Bambang aja ya,dia ahlinya pasti tau sayang!!!".Bujuk Ricard lagi
"Nggak mau,pokoknya harus mas sendiri yang buatin!!!".Rajuk Ghea kesal
"Tapi sayang....".Ucapan Ricard terpotong oleh bariton Suara dari arah ruang tamu,sedangkan Ghea sudah mulai menangis tersedu sedu
"Loh...loh ada apa ini Ricard???,kenapa menantu mami nangis begini????".Tanya mami Diana yang baru datang dari Amerika bersama sang papi Lucas
"Mami kapan datang???,Kok nggak kasih kabar dulu kalau mau ke kejakarta".Jawab Ricard tanpa peduli pertanyaan sang mami
"Mami nggak sempat telpon.Dan nggak penting juga,tanpa kamu mami juga bisa sampai Jakarta dengan selamat".Ketus sang mami dengan sorot mata tajam nya
Ricard hanya bisa kikuk mendengar jawaban sang mami,dan lebih memilih memeluk sang papi saja.Sedangkan Ghea makin sesegukan tapi masih sempat menyalami mertuanya.Dan ketika memeluk mami Diana Ghea malah semakin menangis dengan kencang.
"Waahhh,bakal jadi bumerang nih kalau ini bini ngadu sama mami".Batin Ricard makin ketar ketir gara gara cimol
"Sayang,kamu kenapa???, Ricard berulah???"Tanya mami Namun Ghea hanya menggeleng
"Ricard,selingkuh???.Tanya mami lagi.Tapi Ghea juga masih tetap menggeleng
"Ricard,nggak kasih uang bulanan???
__ADS_1
"Nggak perhatian ???Atau Ricard nggak bertanggung jawab????.Retetan pertanyaan mami Diana hanya dijawab gelengan kepala oleh Ghea.Tapi Papi Lucas hanya diam saja sambil menahan senyumnya sedangkan Ricard terus mendapatkan tatapan membunuh dari mami Diana.
"Terus apa sayang???,Kenapa kamu menangis???.Coba jelaskan ke mami!!!".
"Mas Ricard nggak mau bikinin Cimol mi.Hiks...hiksss".Lirih Ghea sambil terus tersedu sedu
"Aduuhhh Gusti...."Ucap sang mami sambil tepuk jidat.Namun sesaat kemudian Mami Diana malah balik bertanya."Apa itu cimol???".Sontak pertanyaan mami Diana malah bikin Ghea semakin menangis sampai sesegukan
"Ya ampun sayang,iya Ricard akan buatin kamu cimol sekarang jangan nangis lagi ya!!!!".Bujuk mami Diana
"Beneran mi,emang mas Ricard mau????.Tadi katanya nggak bisa".Sela Ghea sambil menghapus air mata buayanya
"Bisa kok,kata siapa nggak bisa,tadi Ricard cuma bercanda.Iya kan sayang???".Jawab mami Diana sambil melotot ke arah Ricard yang semakin ketat ketir sebagai tumbal sang mami.
Dan dengan sangat terpaksa Ricard akhirnya mau menuruti "Iya sayang mas bisa kok,Tenang aja".Jawab Ricardo sambil berusaha menampilkan senyum terbaiknya demi membujuk sang istri
"Ayo mas ,bikin sekarang!!!.Ghea langsung semangat empat lima dan menarik tangan suaminya menuju arah dapur.
Sedangkan papi dan mami mertuanya hanya bisa tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya.Namun beberapa saat kemudian mami Diana malah balik bertanya pada papi Lucas."Pi,cimol apaan ya????".
Sedangkan didapur sekarang Ricardo sudah memakai celemek,Dan siap membuat adonan Cimol dengan arahan chef Bambang.Tapi setelah adonan selesai dan sudah dibentuk bulat kecil sedikit pipih untuk siap digoreng.Tiba tiba chef Bambang mules dan terpaksa harus izin kebelakang untuk menuntaskan hajatnya.
Sekarang tinggal lah Ricardo dan Ghea yang ada di meja mini bar sambil makan buah apel.Dan memperhatikan suaminya untuk membuat cimol istimewa untuk dirinya.
Tapi karena penasaran dengan hasil adonan suaminya,serta memastikan bentuk cimol sesuai dan mirip tidak dengan bentuk cimol pada umumnya.Ghea berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri suaminya yang masih sibuk membentuk cimol.
"Wah,suamiku emang the best".Ucap Ghea sambil memeluk Ricard dari belakang setelah melihat hasil adonan Cimol suaminya yang sesuai harapan bumil.
"Hanya cimol aja kecil ,sayang.Dan jangan panggil Ricard kalau cuma sekedar cimol aja nggak bisa".Sahut Ricard mulai sombong dengan kerja kerasnya."So,saatnya menggoreng".Lanjut Ricard lagi sambil mencium kening istrinya
Dan inilah adegan yang ditunggu tunggu.Saat memasukkan cimol kedalam wajan penggorengan yang sudah di isi minyak dan minyaknya sudah panas.Sedetik kemudian cimol yang bentuknya bulat pipih itu malah meledak ledak tak karuan.Dan melompat lompat dari dalam wajan.
"Sayang awas.Lari sayang,cimolnya ngamuk nih".Ucap Ricardo panik dan langsung menarik istrinya untuk menjauh dari arah kompor.Ghea yang bersembunyi dibalik punggung suaminya hanya bisa mengintip keadaan cimol yang masih berterbangan tak karuan.
__ADS_1
"Astaga...Itu kenapa ????"Tanya mami yang baru masuk dapur karena ingin melihat Ricard bikin cimol
"Cimolnya ngamuk mi,Mungkin Mas Ricard bikinnya nggak ikhlas".Jawab Ghea asal
"Duh, papi,bik Iyem,chef Bambang,tolong cimol nya pada kesurupan nih".Teriak mami Diana panik melihat cimol yang pada berterbangan dengan bunyi meletus letus sampai sampai dapurnya penuh oleh percikan minyak goreng
"Sayang cimolnya kesurupan sampe berantem kayak gitu".Sambung Ricard
Dengan cepat semua Asisten rumah tangganya dan chef Bambang lari terbirit birit kearah dapur.Dan setelah sampai di dapur chef Bambang langsung mematikan api kompor dan para asisten membersihkan cipratan minyak dari ulah cimol.
Dan sekarang nampaklah cimol yang pada berhamburan tak tentu arah,malah ada pula yang nangkring dengan anggunnya di atas kitchen set.
"Chef Bambang,cimolnya pada kenapa kok bisa mereka pada berantem sampai kesurupan kayak gitu???".Tanya mami Diana
Para asisten rumah tangga keluarga Fernandez sampai sakit perut karena menahan ketawa.Sedangkan Ghea,Ricard serta mami Diana yang tadi sempat ketakutan setengah mati melihat adegan cimol pada meledak tak karu karuan.Hanya menatap bingung .
"Itu karena minyaknya terlalu panas dan api kompornya kebesaran nyonya.Seharusnya cukup dengan api kecil saja dan menggorengnya jangan sampai minyaknya terlalu panas seperti tadi".Chef Bambang menjelaskan
"Sayang,biar chef Bambang aja ya yang goreng cimolnya!".Pinta Ricard yang masih trauma dengan ledakan cimol
Ghea pun hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju yang terpenting bagi Ghea bisa makan cimol malam ini,Dan adonannya yang bikin suaminya sendiri,sedangkan chef hanya menggorengnya saja.
Akhirnya Ricard bisa bernafas dengan lega karena istrinya tak protes,sedangkan papi Lucas dan mami Diana pun hanya saling pandang.Bahkan papi Lucas membatin.
"Itu cimol,makanan atau bom ???,Kok bisa meledak begitu???".Lirih papi Lucas dalam hati
Begitupun dengan mami Diana yang memang sudah lama tinggal diluar negeri, walaupun mami Diana ada keturunan Indonesia dan asli Bandung tapi tidak tahu dengan cemilan yang namanya cimol yang lagi viral akhir akhir ini.Apalagi kalau ditambah bumbu cabe pedas mampus.Makin endul tuh cimol.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
TBC