
🌿
🌿
🌿
"Wah selamat ya Vanya.Dan sebentar lagi aku akan jadi seorang Uncle".Ucap Rion tak kalah bahagianya.
Sedangkan Vano langsung memeluk erat sang adik.Bahkan matanya sampai berkaca kaca.Rion pun ikut menepuk pundak Vano.
"Be Happy Honey".Lirih Vano."Abang sayang sama kamu sungguh demi apapun itu".Lanjutnya lagi
"Bang,Vanya juga sayang sama Abang.Karena Abang selalu jagaian Vanya selama ini.Sekarang walaupun ada kak Nio dihati Vanya tapi Abang masih tetap punya ruang tersendiri disini".Seru Vanya sambil menyentuh dadanya.
"Itu jantung dodol".Cibir Vano dan Vanya serta Rion pun terkekeh.
Kemudian pesenan mereka pun datang.Vanya nampak antusias dan terlihat tidak sabar untuk menyantap semua menu yang ia pesan tadi.Vano dan Rio nampak melotot sempurna melihat meja mereka penuh oleh semua pesanan Vanya.Bahkan yang lebih membuat Vano dan Rion terkejut lagi.Vanya makan dengan lahabnya bahkan ia makan tanpa menggunakan sendok lagi.
"Honey...Pelan pelan makannya!!!!".Ucap Vano sambil menyeka bibir sang adik menggunakan tisu karena Vanya makannya sampai belepotan begitu.
Rion sampai menelan salivanya dengan sangat susah.Melihat cara makan Vanya yang kini benar benar berubah 180 derajat.Bahkan Rion sampai merasa kenyang sendiri hanya dengan melihat Vanya makan.Begitupun Vano yang bergidik ngeri melihat nafsu makan sang adik.Bahkan Vano membayangkan hal jika kelak ia punya istri yang sedang hamil muda.Apa sikapnya akan sama seperti Vanya saat ini.
"Kamu sekarang bisa makan pedas honey????".Tanya Vano ketika ia mencicipi salah satu menu pesanan Vanya.
"No pedas no hot no nikmat bang".Jawab Vanya asal.
__ADS_1
Vano hanya geleng geleng kepala saja menatap sang adik.Tapi yang ditatap malah tak perduli.Bumil itu terus saja makan tanpa peduli jika saat ini ia jadi bahan tatapan dua pria tampan.
Setelah makan siang selesai,Ternyata Vanya masih mau minta ditemani sang Abang tercintanya.Vanya meminta untuk ditemani pergi ke Mall xxx.Dengan alasan saat ini ia sedang mau shoping bersama Vano.Itu pun sang baby jadi tumbal dan dijadikan alasan karena keinginan sang Baby.Dengan terpaksa Vano menyuruh Rion kembali kekantor seorang diri.
Disinilah Vano dan Vanya sekarang disebuah Mall terbesar di kota Jakarta.Dan tentunya itu Mall masih milik keluarganya.Banyak pasang mata yang memperhatikan Kakak beradik itu.Bagaimana tidak Saat ini Vanya terus bergelayut mesra dilengan kekar Vano.Bahkan Vano malah sama sekali tak terlihat risih ataupun menolak sang adik.
Vano malah sesekali memeluk sang adik.Mereka berdua seperti sepasang kekasih yang terlihat sangat Romantis.Tanpa mereka sadari ada paparazi yang memotret kebersamaan mereka saat ini.Vanya yang memang sedari dulu enggan terlihat publik sebagai anak dan keturuanan keluarga Fernandez.Bahkan acara pernikahannya dulu, walaupun digelar sedikit terbuka tapi Daddy Ricard hanya mengundang orang orang tertentu yang jelas orang orang yang berhubungan dengan mereka.Tentu saja sebagian besar karyawan dan kolega bisnisnya saja.Walau begitu Daddy Ricard tidak mengundang awak media untuk mengumbar pernikahan putrinya.Karena Daddy Ricard menyiapkan banyak penjagaan disekitar area pesta.
"Bang pengen makan es krim".Celetuk Vanya sambil memperlihatkan wajah manjanya.
"Oke...Kita beli.Mau rasa apa Honey????".Tanya Vano sambil tersenyum.Membuat Vanya langsung sumringah.
"Macca... Strawberry sama Vanilla bang".Sebut Vanya dengan berbinar.
"Siap Honey.Ayo!!!!".
"Udah cukup belum Honey????".Tanya Vano ketika Vanya sudah mendapatkan es krimnya.Dan bumil itu pun sudah belepotan karena memakan es krim dengan begitu Semangat nya.Vano pun mengambil tissu untuk menyeka sudut bibir sang adik.Tentu saja hal itu tidak lepas dari incaran kamera sang paparazi.
Selesai makan es krim Vano ditarik bumil memasuki sebuah butik terkenal.Bahkan Vanya memilih banyak pakaian disana,Tentu saja walaupun belanja sebanyak itu yang bawa bukan Vanya dan Vano.Melainkan para bodyguard yang selalu mengikuti langkah mereka kemana pun pergi.
Tak hanya satu toko yang Vanya masuki bahkan bumil itu selalu membeli barang setiap kali masuk kedalam toko.Bahkan uang mereka tidak akan habis walaupun belanja sebanyak itu.Tapi yang membuat Vano heran barang barang yang dibeli sebagian besar adalah perlengkapan anak anak.Bahkan Vanya membeli banyak pakaian,sendal,sepatu dan tas.Dan itu semua adalah barang barang branded.
"Honey... Sebenarnya barang barang ini buat siapa????". Akhirnya Vano kepo demi menghilangkan rasa penasaran nya.
"Nanti Abang juga bakalan tahu.Soalnya nanti Vanya juga mau minta Abang nganterin ke tempat yang tepat untuk memberikan semua ini bang".Seru Vanya sambil memilih buah buah segar.Karena sekarang mereka berdua sudah ada di lantai satu tepatnya di toko buah.
__ADS_1
Tanpa mau berdebat dengan sang adik Vano hanya bisa mengiyakan apapun yang dikatakan Vanya.Vano pikir itu semua ia lakukan agar calon keponakan nya senang.
Vano membantu Vanya memilih kebutuhan rumah tangga.Sembako bahkan sayuran juga.Walaupun Vano sangat kepo akan dibawa kemana semua belanjaan Vanya nanti.Tapi Vano tidak mau banyak tanya dengan sang adik.Sebab,percuma saja Vanya pasti akan tetap kekeh tidak akan memberitahunya.
Setelah dirasa cukup Vanya pun mengajak Vano segera pergi meninggalkan Mall itu.Tapi ketika akan keluar Vano dikejutkan oleh seorang wanita cantik yang saat ini sedang bergandengan tangan dengan seorang pria tampan.Nampak begitu sangat romantis.
Vano langsung bersikap acuh,seolah olah tidak melihat apapun.Sedangkan Vanya menyadari apa yang kini dirasakan oleh Vano.
"Apa Abang masih menyukainya????".Tanya Vanya tiba tiba.
"Hah...Apa???.Menyukai siapa Honey????".Elak Vano gugup.
"Hm...Masih saja disembunyikan juga".Ledek Vanya sambil memainkan kedua alisnya.
"Apaan sih Honey????.Jangan sok tahu deh".Sahut Vano sambil mentoyor kening sang adik.
"Cari aja yang lain bang.Dia udah jadi milik orang!!!.Lagian Abang sih telat nggak gesit.Keburu di ambil pria lain kan.Bahkan Abang ditinggalkan sebelum menyatakan perasaan Abang".Goda Vanya sambil memberi sedikit masukkan untuk sang kakak.
"Sok tahu kamu tuh Honey".Bantah Vano lagi.Tapi matanya masih curi curi Padang pada wanita yang pernah ia dambakan dan pernah sempat mencuri hatinya sejak pandangan pertama.Bahkan mungkin sampai sekarang masih ada.
Vanya mendengus sebal karena sang kakak masih saja menutupi masalahnya yang menambah perubahan sifat pada dirinya.Yaitu salah satu faktor utamanya adalah gadis cantik yang berprofesi sebagai dokter di rumah sakit miliknya.
🌿
🌿
__ADS_1
🌿
TBC