Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Kebetulan sama


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


"Ghevanya Ricard F".Lirih Nio pelan namun masih bisa didengar oleh kedua temannya.


"Kenapa Dia????".Tanya Ivan pada Rendi.Sedangkan Rendi hanya menggerakkan bahunya.


"Kenapa Nama itu sama dengan nama wanita yang akan dijodohkan dengan ku???".Batin Nio seketika mengingat kembali nama gadis yang telah dijodohkan dengannya."Ah,tidak mungkin jika ia gadis itu.Mungkin hanya kebetulan saja sama".Zinnio terus memikirkan nama Vanya dan nama calon istri yang telah dijodohkan untuknya.


Saat Zinnio sedang asyik bermonolog sendiri.Berbeda dengan Vanya yang terlihat sedang puas dan senang karena berhasil keluar dari kantor polisi tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.Dan tentunya karena Om Doni yang datang tepat waktu dan selalu ada jika dibutuhkan.


"Thanks you Om Don".Ucap Vanya ketika sudah berada didepan parkiran.


"Sama sama nona,Tapi Om minta tolong jangan kembali berulah Nona!!!.Karena om tidak mungkin bisa lagi membantu jika nona terus menerus menutupi kesalahan yang Nona muda lakukan".Doni berbicara setengah memohon kepada Vanya karena selama ini Doni lah orang pertama yang selalu dimintai bantuan oleh Vanya jika sedang membuat onar serta melakukan kesalahan agar keluarganya tidak tahu bahkan Kedua orang tuanya sendiri.


"Iya iya Om,aku paham".Jawab Vanya sambil sedikit acuh.


"Sekarang nona muda mau kemana????.Ini sudah sangat larut nona,tidak baik jika nona masih diluar apalagi dengan pakaian seperti itu".


"Kebogor Om,karena om botak udah sampe duluan di villa Daddy yang ada disana".


"Nona jangan bilang jika Abdu telah nona kerjai lagi".Tanya Doni sambil sedikit menelisik kebenaran apa yang telah ia khawatirkan karena Doni sangat paham akan sifat nona mudanya ini.


"Hahahha ...Om Doni cerdas.Vanya hanya memasukkan sedikit obat tidur di kopinya om botak saja Om Don".


"Nona...Om tidak akan ikut membantu Nona jika Abdu sudah melaporkan tentang Nona kepada Tuan Ricard Daddy Nona".Celetuk Doni sambil geleng-geleng kepala oleh kelakuan nona mudanya ini.


"Silahkan saja!!!.Kali ini Daddy tidak akan bisa marah.Om tenang aja ,aku sudah punya cara sendiri untuk menghadapi Daddy".Jawab Vanya santai sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Apalagi yang anda rencanakan Nona????".Guman Doni dalam hati


"Ayo om tolong antarkan kami kebogor sekarang!!!!".Ucapnya sambil masuk kedalam mobil Rania.


Doni pun mengikuti mobil Nona mudanya dari belakang dengan membawa mobilnya sendiri serta tiga orang anak buahnya yang sedaritadi hanya menunggu di mobil saja.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Langsung telpon aja men!!!.Daripada cuma lu pandangin doang tuh nomor ponsel secantik".Cibir Ivan karena Nio sejak tadi hanya memandangi secarik kertas yang tertera nomor ponsel Vanya.Dan entah apa yang ada didalam pikiran Vanya sehingga ia meninggalkan nomor ponselnya begitu saja pada pria yang sama sekali belum dikenalnya.Padahal selama ini Vanya sangat enggan berbagi nomor ponsel pada orang asing bahkan pria yang ingin mendekatinya sekalipun sangat sulit mendapatkan nomor ponsel nya.Tetapi tadi malah Vanya dengan mudahnya memberikannya pada Zinnio.


"Kalo lu kagak mau sini men biar gue aja yang nyimpen tuh nomor ponselnya sicantik".Sambung Rendi.


"Apaan sih lu pada.Memang ya lu berdua itu muka mesum.Kagak bisa lihat cewek bening dikit,Langsung keluar tuh sifat buayanya".Jawab Nio sambil geleng geleng kepala karena kedua rekannya itu memang terkenal playboy.


"Tapi men gue rasa sicantik tadi bukan wanita malam deh kayaknya".Celetuk Ivan sambil sedikit berpikir.


"Kenapa lu berpikir begitu????.Bukannya sudah jelas,tadi yang datang Sugar Daddy nya sicantik.Kayaknya Sicantik memang simpenan om om ya kan Nio????".Sahut Rendi meminta kebenaran dari Zinnio.


"Lu bener men,apalagi tadi komandan nampak menundukkan kepalanya pada Sicantik".Sambung Rendi lagi.


"Fix tuh Sicantik bukan orang sembarangan men.Dan Sicantik juga bukan wanita penghibur.Apa lu berdua kagak bisa lihat barang barang yang dipake oleh Sicantik tadi.Itu semua barang barang branded limited edition men.Dan apalagi body Sicantik masih fres dan kenceng men".Cerocos Ivan sambil mengingat bentuk tubuh Vanya dengan sedikit otak mesumnya.


"Woiii....Dasar otak kotor lu".Cibir Zinnio.


"Tapi yang dibilang Ivan ada benernya juga men.Menurut penerawangan gue tuh cewek masih virgin sih".Sahut Rendi sambil mengetuk ngetukkan jarinya kedagunya.


Sontak membuat Zinnio dan Ivan langsung melempar majalah kearah muka Rendi."Dasar mesum.Otak lu kagak jauh jauh pikirannya cuma sebatas ************ doang men".Ucap Nio dan Ivan secara bersamaan.


Rendi hanya bisa cengar cengir tak karuan mendapatkan cibiran dari kedua rekan sekaligus sahabatnya itu.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


"Akhirnya sampe juga".Lirih Vanya begitu sampai di villa keluarganya di Bogor dimana mereka telah menempuh perjalan satu jam lebih.


"Om Doni mau istrihat dulu???.Besok pagi aja kembali kejakarta nya!!".Saran Vanya


"Baik Nona.Mari saya bantu gendong nona Rania untuk istrihat dikamarnya".Ucap Doni yang dijawab anggukan kepala oleh Vanya.


Ketika Vanya akan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam villa.Ia dapat melihat wajah om botak yang sudah menunggunya bersama dengan Nani dan Udin didepan pintu.Karena tadi Doni sudah menelpon Udin untuk menyambut kedatangan nona mudanya.


"Selamat datang nona muda".Seru Nani sang pengasuh Vano yang kini sudah ditugaskan menjaga dan merawat villa keluarga di Bogor bersama sang suami si Udin.Namun,Udin juga lebih sering dijakarta untuk tetap menjadi kepala Bodyguard dirumah utama.


"Nani..."Vanya tak kalah serunya dan langsung memeluk tubuh Nani dengan sangat erat.Karena Vano dan Vanya memang sangat dekat dengan Nani sang pengasuh sejak mereka kecil.


"Mari Nona saya antarkan kekamar nona".Ajak Nani sambil melepaskan pelukan nya nona mudanya.


Sedangkan Doni sudah membaringkan tubuh Rania didalam kamar yang sudah disiapkan Nani untuk Rania sendiri."Nona Rania kenapa anda juga ikut ikutan membuat ulah bersama nona muda".Guman Doni sambil menutupi tubuh Rania dengan selimut.


Namun Rania yang masih dalam pengaruh Alkohol dan sedang tertidur itu,malah menyibak selimutnya dan secara tak sadar juga duduk sambil membuka jaket yang ia kenakan masih dalam posisi terpejam.


Doni yang melihat kulit mulus Rania terekspose secara nyata bahkan belahan dadanya pun sangat sedap dipandang mata.Membuat jiwa kelelakian Doni bangkit.Sebagai pria normal Doni pun bisa merasakan hal itu.Seketika tubuh bagian bawah Doni ikut menegang kala melihat Rania mulai juga membuka bra nya dan melemparnya secara asal.


Doni masih terperangah oleh kelakuan Rania ketika tidur.Dan Doni pria dewasa yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga,namun sampai saat ini Doni belum juga bisa menemukan wanita yang cocok untuknya.Tapi lebih tepatnya lagi,belum ada wanita yang mampu mencuri hatinya hingga saat ini.Oleh karena itu di usianya yang sudah 35 tahun ini Doni masih saja jomblo.Namun,kadar ketampanan wajahnya tidak luntur dan surut bahkan wajahnya saja masih seperti orang berusia 25 tahunan.


Doni yang sadar akan kondisi saat ini.Langsung kembali menutupi tubuh Rania dengan selimut kembali,dan ingin segera meninggalkan kamar Rania.Namun,entah Rania sedang mimpi apa dibawah alam sadarnya atau memang Rezki Doni saja.Rania tiba tiba menarik lengan Doni hingga Doni setengah jatuh diatas tubuh Rania.


Dan tak sengaja bibir mereka berdua saling menempel satu sama lain.Dan mungkin karena Doni sejak tadi sudah berusaha menahan diri ,tapi untuk saat ini ketika posisi mereka sangat dekat Doni tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan langsung melahap dan ******* bibir tipis Rania dengan penuh nafsu.


🌿


🌿


🌿

__ADS_1


TBC


__ADS_2