
🌿
🌿
🌿
Vanya membalikkan tubuhnya menghadap kearah Zinnio.Hingga kini mereka berdua saling berhadapan."Apa kamu ingin melewatkan malam ini sayang????".Lirih Vanya dengan khas suara menggodanya.
Tentu saja Zinnio sangat tidak tahan melihat pemandangan seindah itu jika dilewatkan begitu saja.Tanpa pikir panjang lagi Zinnio langsung membopong tubuh istrinya menuju arah ranjang.Dan meletakkannya dengan sangat pelan.
Vanya nampak mengulum senyumnya kala ia telah berhasil menggoda suaminya.Dan Vanya pun langsung menarik lengan suaminya.Hingga tubuh Zinnio ambruk diatasnya.
"Jangan salahkan aku sayang.Jika besok pagi kau tidak bisa berjalan dengan benar". Lirih Zinnio dengan senyum devilnya.
"Apa kau sekejam itu sayang pada istrimu yang cantik jelita ini????".Sahut Vanya sambil tersenyum.
"Aku tidak kejam sayang.Tapi aku hanya memberikanmu hukuman kecil saja".Jawab Zinnio sambil meraup benda kenyal bewarna merah muda milik Vanya.
Vanya pun ikut membalas apa yang dilakukan Zinnio padanya.Bahkan tubuh Vanya ingin mengharapkan lebih dari itu.Cukup lama keduanya saling sesap dan bertukar Saliva satu sama lainnya.Hingga tangan Zinnio pun ikut aktif dibawah sana,Memporak porandakan si Melati dengan sentuhan lembutnya.
Satu desahan halus tiba tiba keluar dari mulut Vanya.Tentu saja itu membuat Zinnio semakin bersemangat.Karena bagi Nio itu adalah energi positif untuk meluncurkan aksinya.Apalagi Nio sudah merasakan bahwa Saikoji miliknya pun sudah mulai berontak ingin segera keluar dan bertemu dengan melati.
Entah kapan Nio sudah menanggalkan semua benang yang melekat ditubuh nya.Hingga kini keadaannya sama sama polos dengan Vanya.Dan Zinnio berusaha mendorong Saikoji menemui si Melati yang sejak tadi sudah meresponnya dengan penuh semangat.
Dan tentu saja setelah tiga kali dorongan akhirnya Saikoji bisa berjumpa melati dengan membawa rasa nikmatnya.Sedangkan Vanya menggigit bibir bawahnya menahan rasa perih dan nyeri hingga melati merasakan penuh dan sesak oleh kunjungan Saikoji.
"Maaf aku tidak sabaran yank!!!".Lirih Zinnio pelan sambil mencium kening dan mengecup singkat bibir Vanya tanpa menggerakkan tubuhnya.
"Apa ini sakit yank???".Tanya Zinnio lagi
Vanya hanya menggelengkan kepalanya dan berkata".Sedikit yank".Lirih nya sambil berusaha tersenyum.Karena tadi dia sendiri yang memintanya.Padahal Zinnio sudah menyuruhnya untuk istrihat terlebih dahulu dan menunda malam pertamanya.
Zinnio hanya terkekeh pelan,Dan mulai menggerakkan tubuhnya pelan ketika melihat Vanya sudah mulai lebih baik.Suara desahan dan erangan menggema memenuhi seisi kamar itu.Untung saja kamar suite presidential itu kedap suara.Sehingga tidak kedengaran dari luar.Sebab Diluar kamar tepatnya didepan pintu ada para tetua yang sedang menguping dan kepo dengan malam pengantin sang cucu.Siapa lagi kalau bukan para Oma dan Grandma Diana.
"Aduh,kok nggak kedengaran sih????".Seru Oma Lia.
__ADS_1
"Mungkin belum mulai kali".Sambung Grandma Diana
"Kamar ini kan kedap suara Di.Mana mungkin bisa dengar dari sini".Sambung Oma Sofi lagi.
Mereka bertiga sama sama merapatkan telinga mereka hingga menempel di daun pintu kamar yang dihuni oleh Zinnio dan Vanya.Saking seriusnya ingin kepo dengan kegiatan cucunya mereka sampai tak menyadari jika sedang di awasi oleh seseorang dibelakang nya.
"Nggak kedengeran ya????".Tanya seorang pria dari arah belakang.
"Iya".Jawab para Oma dengan santainya.
"Coba telinganya ditempelkan didinding saja!!!!.Mungkin bisa kedengeran".Lanjut suara pria itu lagi.
Dan anehnya para Oma dan Grandma Diana malah menurut saja.Tanpa merasa aneh dan curiga ataupun sadar dengan suara yang memberi mereka usulan.Ketiganya langsung menempelkan telinga mereka rapat rapat kearah dinding.
"Mana kok masih nggak kedengaran sih????".Gerutu Grandma Diana.
"Kenapa nggak langsung masuk aja sekalian????.Kan ada kunci serepnya kamar ini".Usul bariton suara itu lagi.
"Itu nggak mungkin,Bisa ketahuan nanti sama Vanya dan Nio".Sahut Grandma Diana.
Sontak membuat para tetua itu langsung menoleh kearah belakang.Betapa terkejutnya mereka bertiga ketika sudah menoleh.Karena dibelakang mereka ada Ricard,Alex,dan para suami mereka yang menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Papi sayang....Kenapa ada disini????".Ucap Grandma Diana sambil tersenyum semanis mungkin dan langsung mendekati papi Lucas.
Ricard hanya geleng geleng kepala saja melihat mami,mama mertua dan mama besannya itu.Sedangkan Oma Sofi dan Oma Lia sudah mulai ketar ketir sendiri karena ditatap dengan tajam oleh suaminya juga.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan didalam kamar Vanya dan Zinnio masih Terengah engah karena baru saja selesai dengan olahraga ranjang nya.Baik Nio ataupun Vanya keduanya sama sama mandi keringat.
"Mau lagi sayang????".Goda Zinnio sambil mengulum senyumnya.
"What's???.Biarkan aku istrihat sebentar yank!!!".Seru Vanya sambil melotot tak percaya.Karena satu kali saja Zinnio benar benar membuatnya kualahan dan tepar seperti ini.Bahkan si Melati saja masih sangat sakit.Batin Vanya,Malah bisa bisanya Nio mau mengulangi nya lagi.
"Kenapa menyerah yank???.Bukannya tadi kamu yang ngebet duluan".Goda Zinnio lagi.
__ADS_1
"Dasar suami mesum".Cibir Vanya sambil tersenyum dan langsung masuk kedalam pelukan Zinnio.
Zinnio hanya terkekeh mendengar ucapan Vanya.Dan ia pun menjadikan lengan kekarnya alas kepala istrinya.Lalu memeluk erat pinggang ramping sang istri.Tak lupa ia pun sudah menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang sama sama masih polos.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di ruangan lain Kelvin dan Rafa nampak kesal karena Zinnio tidak datang dan tidak mengabari mereka sama sekali.Malah digantikan dengan Vano dan Rion yang sama sama berwajah datar.
"Sudahlah jangan ganggu Zinnio dan Vanya.Mereka mungkin sedang bersenang senang sekarang".Celetuk Rafa sambil terkekeh.
"Begitulah jika sudah punya istri,apalagi pengantin baru".Sambung Rion sambil meletakkan kartunya.
Sedangkan Vano dan Kelvin hanya diam saja,tanpa ekspresi.Mereka masih fokus pada kartu yang mereka pegang.Ya saat ini mereka berempat sedang main Kartu Domino.Bukan untuk berjudi,melainkan hanya untuk hiburan bahkan wajah mereka sudah ada yang terkena tepung.
Sedangkan wajah Kelvin dan Vano yang masih terlihat bersih.Yang paling parah wajah Rafa karena ia sejak tadi kalah melulu.Rion hanya ada tiga coretan tepung saja.
"Apa kita akan sampai pagi bermain ini????".Tanya Rafa.Karena ia sudah lelah melihat wajahnya yang penuh dengan tepung.
"Tenang men!!!.Kau masih punya leher untuk mengoles tepungny".Sahut Vano santai sambil mencibir.
Rafa hanya mendengus kesal.Sedangkan Kelvin masih tak bergeming ia tidak berniat menimpali ejekan anak tuan Ricard itu.
🌿
🌿
🌿
**TBC
Maaf ya gengsss bunda kepaksa edit ulang dan mengubah isi Bab🙏🙏🙏🙏Soalnya ketolak oleh pihak NT &MT nya.Masa dibilang mengandung konten pornografi 😭😭😭Padahal kan tidak mendetail 🤔🤔🤔Dan menurut bunda masih bisa dibilang wajar dan normal.Bunda juga kagak ngerti dengan pihak NT &MT nya gengs😢Masih banyak karya author yang lain yang lebih vulgar tapi dengan mudahnya lolos Review...
Tapi ya udahlah dengan sangat terpaksa mesti bunda skip🙏🙏🙏🙏Maaf untuk para Readers pasti banyak yang kecewa kan????.Dengan hasil dan isi bab ini.Padahal mungkin kalian udah pada penasaran banget dengan Malam pertama nya Zinnio dan Vanya😢Sama gengs bunda juga kecewa bingitz....
Alhasil bunda Badmood gengs,males buat Up😬😬😬Ambyar sudah ide ngehalu bunda dipatahkan begitu saja😭😭😭😭**
__ADS_1