
🌿
🌿
🌿
"Kenapa tidak mau pulang????.Apa jangan jangan kamu kabur dari rumah????".Telisik Vano.
"Ak...aku di usir dari rumah".Jawab gadis itu sedih dan ia pun sambil menyeka air matanya.
"Om...Tolong jangan kembalikan saya kerumah itu!!!.Saya mohon!!!!.Saya mau melakukan apapun dan saya juga mau jadi pelayan disini asalkan saya tidak kembali lagi kerumah itu". Ucap sang gadis sambil menangis kembali dan terlihat jelas ada ketakutan dan kesedihan di wajah dan mata gadis itu.
Tak ingin terlalu membuat si gadis tertekan Vano pun paham."Baiklah untuk sementara waktu sambil menunggu kondisimu pulih kau boleh tinggal disini!!!.Tapi,ingat hanya sementara".Ucap Vano prihatin.
Gadis itu langsung berbinar dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Vano.Ia pun menyeka dan menghapus air matanya.Bahkan Gadis itu nampak tersenyum saking senangnya.
Sungguh senyum yang indah dan menawan.Vano saja sampai terpukau sekian detik.Hingga akhirnya Vano sadar akan kebodohannya.Tiba tiba Vano merasakan hal yang aneh dalam dirinya.Jantungnya berdetak dan berdebar ketika melihat senyum yang terbit dari sang gadis itu.
Tak ingin berlama lama di dalam kamar hanya berdua dengan gadis itu.Akhirnya Vano pamit keluar,namun sebelum keluar Vano kembali berbalik badan."Siapa namamu????".Tanya Vano tiba tiba.
"Renata panggil saja Rere Om!!!".Sahut sang gadis sambil tersenyum.
"CK...Baiklah Rere aku keluar dulu.Kalau butuh apa apa panggil saja.Aku ada di ruang kerjaku di sebelah sana!!!".Tunjuk Vano kearah ruang kerjanya yang ada di samping kamar utama.
Gadis yang bernama Rere itu pun kembali mengangguk kan kepalanya."Terimakasih om".Teriaknya lagi ketika Vano ingin menutup pintu.Vano pun tak sadar mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.Sungguh ini adalah moment langkah seorang CEO muda yang terkenal angkuh,sombong dan Arogant tersenyum pada seorang gadis yang tidak memiliki hubungan darah ataupun hubungan spesial apapun dengannya.
Sepeninggal Vano Rere pun kembali istirahat dan mulai memejamkan matanya.Entah kenapa Rere merasa aman dan percaya kepada Vano.Yang sama sekali tidak dikenalnya.Dan karena ini adalah awal pertemuan mereka berdua.Sedangakan Vano masuk kedalam ruang kerjanya dan disusul oleh Erik.
Cukup lama Erik berada di dalam ruang kerja Vano.Dan setelah tiga puluh menit Erik kembali keluar dan kembali pada teamnya.Sedangkan Vano kembali berkutat pada layar laptopnya.Mengecek kembali email dan dokumen dokumen penting di perusahaan nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Suara adzan subuh membangunkan dua insan yang berbeda jenis.Dan berbeda kamar itu.Vano melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menjalankan sholat subuh.Begitupun dengan Rere yang ternyata sudah selesai dengan kegiatan mandinya.Dan segera sholat subuh.
Selesai sholat Rere keluar kamar dengan memakai baju santainya.Kaos yang sedikit longgar dan bawahan celana hot pants warna kaki.Rere melihat semua lampu masih mati hanya kamar tempatnya dan satu ruangan saja yang sudah menyala.Rere mencari saklar lampu dan menghidupkan lampu dapur.
__ADS_1
Jam masih menunjukkan pukul 05.15 wib.Rere memberanikan diri membuka kulkas.Karena perutnya terasa perih, Dilihatnya isi kulkas milik Vano banyak bahan makanan yang masih segar.Dan beberapa cake dan buah juga ada.Rere mengambil cake strawberry dan membawanya ke meja makan.
Vano yang baru keluar kamar karena ingin mengambil minum.Melihat Rere ternyata sudah bangun dan duduk di meja makan sambil melahab cake strawberry miliknya.
"Apa kondisi mu sudah lebih baik????".Tanya Vano sambil menuangkan air kedalam gelas di atas meja bar.
Gadis itu sedikit terkejut dan menjawab."Berkat om.Saya jauh lebih baik.Dan maaf saya lancang sudah mengambil cake didalam kulkas tanpa seizin om.Soalnya aku laper banget".Celoteh Rere sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Tidak papa.Makan saja!!!".Sahut Vano sambil ikutan duduk di meja makan.".Dan satu lagi jangan panggil saya Om!!!.Karena saya belum setua itu".Seru Vano lagi.
Rere hanya terkekeh."Baiklah.Jadi,Aku harus panggil apa???.Mas,Abang,kakak tampan?????".Tanya Rere antusias.
"Terserah kau saja!!!.Asal jangan om om".Sahut Vano sambil mengacak acak rambut panjang Rere gemas.
"Oke,kalau begitu kakak saja ya???".
"Hm".
"Silhakan habiskan cake mu!!!.Saya mau mandi dulu karena saya harus siap siap kekantor".Ucap Vano sambil berdiri dari duduknya.
"Emang kamu bisa masak????".Vano meremehkan.
"Kakak meremehkan keahlian ku???".Seru Rere.
"Aku hanya takut saja.Jika nanti dapurku kau buat berantakan".
"Is...Kita lihat saja nanti".Sahut Rere santai.
"Ya...Baiklah.Terserah kau saja!!!.Asal jangan bikin onar".Balas Vano.
"Oh ya...Tunggu kak!!!!".Seru Rere ketika Vano akan masuk kedalam kamarnya.
"Apalagi sih????".
"Nama Kakak siapa????.Kan kakak belum nyebutin nama".Tanya Rere sedikit berteriak karena jarak mereka sedikit jauh.
__ADS_1
"Vano..."Jawab Vano singkat sambil mengulum senyum.
Sedangkan Rere hanya tersenyum dan bergegas masuk kedapur untuk membuat sarapan.Rere menyiapkan beberapa bahan untuk membuat nasi goreng seafood.Karena tadi ia tidak menanyakan menu apa yang biasa Vano makan untuk sarapan.
Gadis itu cukup ceketan,dan terlatih menggunakan alat masak.Rere sibuk dengan kegiatannya dan fokus dengan nasi goreng seafood yang ia masak.Tanpa menyadari kedatangan Vano yang sudah memperhatikan gerak gerik nya sejak tadi.
"Astaghfirullah....Kak Vano.Sejak kapan kakak berdiri disitu????".Tanya Rere terkejut karena begitu menoleh ia melihat Vano yang berdiri di samping meja Bar sambil melipat kedua tangannya didada.Dan sudah rapi dengan setelan jas lengkap dengan dasinya.
Rere sempat melongo akan ketampanan Vano pagi ini.Tapi ia langsung mengalihkan pandangannya.Dan kembali fokus pada nasi goreng buatannya.
"Apa kau sudah selesai masaknya????".Tanya Vano tanpa menjawab pertanyaan Rere.Ia pun malah ikut memberikan pertanyaan.
"Kakak tunggu saja di meja makan!!!.Ini sudah mau selesai".Sahut Rere.
Vano pun langsung menuju meja makan.Dan tak lama Rere membawakan dua piring nasi goreng seafood dan memberikannya satu piring untuk Vano dan satunya untuk dia sendiri.
"Kakak mau aku buatkan kopi atau teh????".Tanya Rere.
"Kopi saja tapi jangan terlalu manis!!!!".
Rere pun mengangguk,lalu ia dengan lihainya membuatkan kopi untuk Vano.Tak menunggu lama kopi buatan Rere pun selesai.Dan Rere memberikan nya pada Vano.
"Silahkan dimakan kak sarapannya!!!!".Ucap Rere sambil meletakkan sendok dan garpu ke piring Vano.
"Gimana rasanya????".Tanya Rere begitu Vano sudah mengunyah nasi goreng seafood buatannya.
"Biasa aja".Sahut Vano datar.Rere hanya tersenyum.Sedangkan didalam hatinya Vano begitu memuji masakan Rere."Kenapa rasa masakannya bisa seenak ini sih????.Bahkan rasanya lebih enak dibandingkan masakan chef Bambang".Batin Vano sambil terus melahab nasi goreng seafood buatan Rere.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1