Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Kepergok Para Oma Rempong


__ADS_3

๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


Vanya langsung mengalungkan tangannya di leher Zinnio sambil menatap mata Zinnio dalam dengan tatapan menggoda.Sedangkan Zinnio sudah ketar ketir sendiri.Bagaimana tidak saat ini ia hanya memakai handuk saja.Zinnio takut jika ia pun tak bisa menahan diri jika Vanya Teru menerus menggodanya.


"Sayang....Please!!!!.Kamu mau ngapain????".Lirih Zinnio gugup.


Tanpa basa basi lagi Vanya langsung menjinjit dan melahap bibir Zinnio dengan sangat lembut.Zinnio yang sempat terkejut untuk kesekian kalinya oleh tindakan Vanya.Yang awalnya berusaha berontak tapi tidak mampu menolaknya begitu saja.Karena Vanya sungguh bisa membangkitkan jiwa kelelakiannya.


Zinnio pun lama kelamaan ikut membalas ciuman Vanya.Dan semakin lama ciuman itu berubah menjadi ciuman panas dan semakin menuntut.Tanpa sadar pun Zinnio ikut hanyut didalamnya.Hingga tangan kekarnya mulai menggerayangi aset berharga milik Vanya.Meremasnya dengan lembut.Dan membuat satu desahan halus lolos begitu saja dari mulut Vanya.Ketika Zinnio mulai aktif menggerakkan tangannya didalam baju Vanya.Sambil menurunkan ciumannya dibagian leher Vanya.Dan tanpa sadar telah meninggalkan stempel kepemilikan di bagian leher depan Vanya.


"Akh...".Vanya kembali mendesah ketika Zinnio meremas kembali aset berharganya.


Keduanya hanyut didalam permainan mereka sendiri.Sampai kini tangan Zinnio pun sudah berhasil menyentuh bokong Vanya.Karena Vanya menggunakan dres selutut hingga membuat Tangan Zinnio menyelinap masuk dengan mudah.


"Yaa Allah Gusti....".Teriak Oma Lia melotot sempurna


"Subhanallah".Teriak Grandma Diana sambil menutup mulutnya


"Aduh,salah Di".Ucap Oma Sofi sambil memukul lengan Grandma Diana.


"Terus aku mesti bilang apa????". Pertanyaan bodoh Grandma Diana


"Astaghfirullah Di!!!.Ah yaa Ampun kau ini.Sekarang aku jadi tahu menurun dari siapa bodohnya cucuku itu".Cibir Oma Sofi sambil menepuk jidadnya.


Suara para Oma dan Grandma mengejutkan Zinnio dan Vanya sontak membuat keduanya hanya bisa saling tatap dan membeku ditempat yang sama.Namun,Zinnio yang sadar bahwa dirinya saat ini masih hanya memakai handuk saja dan hampir melorot.Zinnio langsung membalikkan tubuh Vanya dan memeluknya supaya tubuh Vanya bisa menutupi tubuhnya yang setengah polos.


"Nio...Vanya apa yang kalian lakukan????".Oma Lia bertanya dengan sedikit panik.


"Oma ini tidak seperti yang ada dalam pikiran Oma dan Grandma pikirkan".Zinnio menjawab dalam keadaan gugup.


"Vanya sayang apa yang kamu rasakan????".Celetuk Grandma Diana.

__ADS_1


"Keras Grandma".Jawab Vanya cepat.


"Vanya apa yang ada dalam pikiran kamu saat ini????".Sambung Oma Sofi yang bingung dengan jawaban Vanya cucunya.


"Em...Panjang Oma".Sahut Vanya sambil sedikit berpikir sebelum menjawabnya.


Para Oma dan Grandma Diana saling tatap karena dibuat bingung oleh jawaban Vanya.Namun,Berbeda dengan Zinnio yang sedang berusaha menahan diri karena Alat tempurnya saat ini sedang di remas dan di tarik tarik oleh tangan Vanya.Karena tadi tubuh Vanya yang dibalikkan oleh Zinnio membuat Vanya Reflek menaruh tangannya dibelakang tubuhnya.Hingga tak sengaja tangannya menyentuh Si Pucuk milik Zinnio.Dan karena Vanya merasakan ada gerakan pada benda yang tersentuh olehnya.Hingga membuatnya penasaran dan terus mengelusnya tanpa henti.Sampai membuat si pucuk berubah jadi Anaconda raksasa.


"Nio kamu kenapa????".Selidik Oma Lia penasaran karena melihat raut wajah Zinnio sudah merah dan Zinnio terus merep melek sedangkan bibirnya seperti orang kepedasan saja.


Grandma Diana melangkah ingin mendekati Cucu dan calon cucu menantunya.Namun,langkahnya terhenti ketika Zinnio berteriak.


"Stop Grandma.Jangan mendekat!!!".Teriak Zinnio sambil mencengkram tangan Vanya yang masih saja menyentuh Si pucuk.


"Sayang hentikan gerakan tanganmu sekarang juga!!!!".Bisik Zinnio pelan pada Vanya.


"Kenapa kamu bisa tahu kalau tanganku sedang bergerak yank????".Vanya malah dengan bodohnya bertanya.


"Kamu telah membangunkan Pucuk ku sayang".Lirih Zinnio sedikit kesal karena Vanya ternyata masih polos dan lugu tidak mengerti maksud ucapannya.


"Membangunkan Pucuk????.Siapa Pucuk????".Lagi lagi Vanya bertanya.Malah kali ini ia berbicara dengan keras.


"Oma,kak Nio belum pake baju.Lebih baik Oma dan Grandma keluar saja dulu!!!".Seru Vanya santai.


"Tidak....".Jawab ketiga para Oma itu secara serentak.


"Ayolah Oma,Grandma Please!!!.Vanya tidak mau tubuh calon suamiku dilihat orang lain".Celetuk Vanya masih saja sambil berusaha menyentuh benda yang dipegangnya tadi.


"Vanya sayang...Oma dulu sering melihat tubuh Nio mu itu.Bahkan saikoji miliknya pun sudah sering Oma lihat dan Oma sentuh sebelum dan sesudah sunat".Sahut Oma Lia setengah berteriak.


"Oma..."Teriak Zinnio tak terima.


"Ah,sudah sudah...Lebih baik kita keluar dulu.Ayo!!!!".Ajak Oma Sofi yang masih sedikit waras dari kedua ketiga nenek itu.


"Dan kalian berdua.Terutama kamu Nio.Segera pakai bajumu dan temui Oma di ruang tamu!!!!".Lanjut Oma Sofi geram.

__ADS_1


"Baik Oma".Sahut Vanya sambil tersenyum.Sedangkan Zinnio hanya menggelengkan kepalanya karena melihat sikap calon istrinya yang memang tidak ada takut takutnya sama sekali.Padahal sudah ke gif sedang berbuat mesum sebelum halal didepan para tetua.


Zinnio langsung menarik tangan Vanya yang masih saja mau menyentuh Saikoji nya sama seperti yang dikatakan Oma Lia tadi.Ketika para tetua sudah keluar dari kamarnya."Berhenti menyentuhnya sayang!!!".Ucap Zinnio karena Saikoji miliknya sudah tegang daritadi.


"Menyentuh...menyentuh...menyentuh apaan sih yank??.Daritadi kamu selalu bilang berhenti menyentuh nya melulu".Ejek Vanya kesal.


Zinnio tak menjawab pertanyaan Vanya.Pria itu malah langsung menanggalkan handuknya didepan Vanya dan melemparnya ke atas ranjang.


"AW...Panjang dan berurat".Teriak Vanya sambil menutup matanya tapi masih bisa mengintip dari balik jari jarinya.


"Tidak usah berakting.Daritadi bukannya kamu sudah menyentuhnya bahkan sampai dia tegang begini".Seloroh Zinnio sambil meraih segitiga biru miliknya dan baju kaos untuk dipakainya.


"What's????.Jadi tadi...."


"Iya sayang.Ini tadi yang sedang kamu ajak bermain".Ucap Zinnio sambil meletakkan tangan Vanya kembali menyentuh Saikoji.


"Ah,tidak ....tidak...Aku tidak sengaja.Sayang berhenti mengatakannya.Atau kita akan dinikahkan mendadak".Ucap Vanya mengingatkan.


"Ide bagus sayang.Bukannya semakin cepat semakin baik buat kita".Goda Zinnio sambil tersenyum penuh arti.


Belum juga Vanya menjawab.Lagi lagi suara para tetua dari arah ruang tamu memekakkan telinga.


"Vanya...Zinnio....Jangan membuat Oma marah".Teriak Oma Sofi.


"Iya Oma,kami datang".Jawab Zinnio sambil memakai celana santainya.


Dan segera membawa Vanya keluar menemui Para Oma Rempong yang sudah siap menerkam mereka dengan banyak pertanyaan.


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


**TBC

__ADS_1


Dua bab ya gengs bunda udah Up siang ini๐Ÿ˜Nanti malam insyaallah di tambah lagi kalau bunda kagak kecapekan ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Hayooo yang belum vote dan belum like????.Monggo ditinggalkan jejaknya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2