Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Perjodohan


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Vanya langsung berlari kecil masuk kedalam rumah,ketika Mobil yang dikendarai oleh Alex sudah sampai dirumah utama kedua orang tuanya.Gadis cantik itu disambut hangat oleh para pelayan terutama Bu Choi yang kini usianya sudah setengah baya.


"Selamat datang kembali Nona muda".Sapa Bu Choi sambil sedikit membungkuk kan badannya.


"Thanks you Bucho".Jawab Vanya sambil tersenyum ramah pada Bu Choi dan semua pelayan yang berbaris rapi menyambut kedatangannya.Iya Vanya sejak dulu memang memanggil Bu Choi dengan sebutan Bucho.


"Dimana Mommy Bucho???".Tanyanya pada Bu Choi


Belum sempat Bu Choi mengeluarkan suaranya.Ghea yang sedang menuruni tangga langsung menjawab pertanyaan putri kesayangannya."Mommy disini sayang".Teriak Ghea.


Vanya pun langsung tersenyum sambil sedikit berlari menghampiri sang Mommy tercintanya.Karena sudah hampir enam bulan ini mereka tidak bertemu.


"Mommy,Miss you Mom".Ungkap Vanya setelah berhasil memeluk dan cipika cipiki dengan Mommy nya.


"Miss you too Sayang...Ah ternyata putri Mommy sudah mulai dewasa ya sekarang".Ucap Ghea bangga.


"Vanya emang sudah dewasa Mom,bukan mulai lagi".jawabnya sedikit tak terima.


"Hehehe,Iya sayang...putri Mommy juga semakin cantik".Puji Ghea sambil mencubit gemas hidung Vanya.


"Isss ...Mommy itu sudah mulai ketularan Daddy juga".Cibir Vanya.


"Karena Mommy istri Daddy,dan Daddy juga belahan jiwa Mommy sayang".Jawab Ghea dengan bangganya.


"Ah baiklah Madam Bucin.Karena Mommy memang sudah benar benar keracunan virus cintanya Daddy".Vanya semakin menggoda Mommy nya.


"Kamu benar sayang,karena virus cinta itu bahaya.Bisa menimbulkan efek kebucinan yang hakiki.Dan Mommy yakin kamu bakalan segera terserang virus cinta juga sama seperti Mommy dan Daddy.Apalagi setelah kamu bertemu dengan calon Suamimu nanti...."Ghea tiba tiba menutup mulutnya dan tidak melanjutkan kata katanya.

__ADS_1


"Calon suami...Apa Mom????.Kenapa Mommy tiba tiba diam dan tidak melanjutkan ucapan Mommy barusan????".Vanya nampak bingung danengeritkan keningnya.


"Apa Mommy menyembunyikan sesuatu dariku????".Atau jangan jangan Mommy mau menjodohkan ku????".Deretan pertanyaan tiba tiba keluar dari mulut Vanya.


"No,sayang...Mommy tidak bermaksud bilang begitu.Tapi kan kamu udah dewasa sayang,pasti suatu saat kamu bakalan bertemu dengan seorang pria yang akan menjadi kekasih dan menjadi calon suamimu.Itu maksud Mommy".Jelas Ghea sambil terkekeh.


"Mommy yakin tidak ada maksud lain????".Vanya coba menelisik.


"Iya sayang,Mommy tidak bohong".Jawab Ghea cepat.


"Ah,baiklah Mom Vanya percaya.Tapi jika Mommy mau menjodohkan ku dengan seoarang pria.Mungkin Vanya bisa memikirkannya Mom asalkan dia tampan dan keren seperti Daddy dan Abang Vano".sambung Vanya sambil terkekeh geli dengan ucapannya.


"Benarkah sayang,Kamu mau menerima jika kamu dijodohkan dengan seorang pria yang belum kamu kenal sebelumnya????".Ghea malah terlihat serius.


"Hahaha,Aku bercanda Mom,Mana bisa Vanya menerima perjodohan tanpa persetujuan dariku.Yang ada Vanya bakalan tolak langsung.Dan Vanya akan memberi saran supaya pria itu nikah aja sama orang yang jodohin Vanya".Jawab Vanya asal


Sedangkan Ghea nampak melotot tak percaya jawaban sang putrinya."Aduh Gusti,jika itu sampai terjadi,masak Grandma dan Oma nya yang harus disuruh menikah dengan pria pilihan Mami dan Mama".Batin Ghea dalam hatinya.


"Ah,iya sayang...Mommy tidak melamun,Ayo kita kemeja makan saja sayang.Karena chef Bambang sudah masak makanan kesukaan mu!!!".Ajak Ghea berusaha mengalihkan pembicaraan.


Vanya yang sudah kelaparan pun segera mengikuti langkah sang Mommy tanpa protes sedikitpun.Sedangkan Bu Choi sudah membawa koper milik nona mudanya kekamar Vanya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Saat Vanya sedang menikmati makan siangnya bersama sang Mommy.Di lain tempat dan tepatnya dirumah mewah namun tidak semewah kediaman keluarga Fernandez.Seorang laki laki tampan tampak sedikit lesu berhadapan dengan kedua orang tua nya dan Oma serta opanya.


"Nio Opa harap kamu menerima perjodohan ini!!!.Karena beliau adalah klien terbaik opa serta sudah opa anggap sebagai keluarga sendiri".Ucap sang Opa dengan tegas.


"Tapi opa,kenapa mesti Nio????.Dan kenapa harus ada perjodohan ini???".Bantahnya tak sedikit tak terima karena tiba tiba saja sudah dijodohkan oleh kedua orang tua Bundanya.


"Karena mereka ingin cucu perempuan nya hidup dengan laki laki yang tepat.Serta bisa membimbing cucu mereka dengan lebih baik.Dan laki laki itu kamu Nio.Pilihan mereka jatuh pada kamu cucu Opa dan Oma".Jelas Opa Hendra


"Nio sayang,Bunda bukannya berpihak pada opamu tapi Bunda pikir tidak ada salahnya jika kalian bisa mencoba saling kenal terlebih dahulu!!!".Sambung Bundanya dengan lembut.

__ADS_1


"Ayah juga setuju dengan opamu Nio.Karena mau sampai kapan kamu hidup melajang sedangkan teman temanmu saja sudah pada gendong anak.Usiamu sudah tidak muda lagi Nio.Mau sampai kapan menunggu kekasihmu yang sudah hilang tanpa kabar beritanya sampai sekarang ini".Desak sang Ayah dengan tegas.


"Yah,Nio baru 28 tahun yah.Dan Nio juga mau merintis karier Nio dulu di kepolisian.Ayah tahu sendiri kan sebagai seorang Anggota polri itu bagaimana???.Nio ingin memiliki satu istri saja dalam hidup Nio.Dan Nio juga tidak mau jika hasil perjodohan ini tidak sesuai dengan yang kalian harapkan".Nio masih saja tetap kekeh dengan pendiriannya.


"Apapun alasannya,kamu harus tetap menerima perjodohan yang sudah Opa setujui.Disamping demi kebaikan mu,Ini juga Opa lakukan agar kita tidak malu dengan keluarga teman Opa.Lagian gadis yang akan dijodohkan dengan mu juga gadis baik baik,karirnya bagus,lulusan Amerika.Cantik,sopan,dan ramah.Apalagi yang membuatmu tidak menyukai gadis itu????". Cerocos opa Hendra panjang lebar menjelaskan.


"Apa kamu tidak penasaran sayang dengan calon istrimu itu????".Akhirnya Oma Lia angkat bicara.


"Oma...Nio cuma".


"Cuma mencintai Clara.Itu yang ingin kamu katakan Nio????".Potong sang Ayah dengan nada yang sedikit tinggi karena menahan kesal dengan ambisi sang putra yang kekeh tetap ingin menunggu cinta pertama nya yang hilang bagai ditelan bumi selama empat tahun ini.


"Mas...Sabar!!!".Ucap sang bunda berusaha menenangkan suaminya.


"Baiklah terserah kalian saja!!!.Jika itu yang kalian inginkan dan jika itu yang membuat Ayah,bunda,opa Dan Oma bahagia.Nio akan berusaha menerima perjodohan ini.Tapi,jika suatu hari nanti pernikahan ini tidak berjalan sebagaimana mestinya maka Nio minta agar kalian semua menghargai keputusan Nio!!!".Jawabnya kemudian.


"Iya sayang,kami setuju".ucap sang Bunda tanpa menunggu persetujuan dari suami bahkan kedua orang tuanya.


"Opa...Boleh Nio minta alamat rumah calon istri Nio????".Tanyanya pada sang opa.


Walaupun nampak bingung opa Hendra akhirnya mau memberikan alamat tempat tinggal cucu dari sahabat nya sekaligus klien prima hukum miliknya yang saat ini di urus oleh keponakannya sendiri.


"Untuk apa kamu minta Alamat rumahnya Nio????".Tanya bunda Anna curiga jika sang putra merencanakan sesuatu.


"Nio cuma ingin mengenalnya lebih dekat lagi Bunda.Dan tentunya dengan cara Nio sendiri".Jawabnya sambil tersenyum penuh arti.


🌿


🌿


🌿


TBC

__ADS_1


__ADS_2