
🌿
🌿
🌿
"Kamu benar benar gila ya Van,Pokoknya aku nggak mau ikutan kena amuk Daddy kamu ya.Tapi aku juga mau menikmati pesta malam ini".Ungkap Rania sambil menyetir mobilnya membelah jalanan.
"Yeah,itu namanya kamu mau enaknya aja dong.Nggak setia kawan banget sih kamunya".Cibir Vanya
"Bodoh amat,Kan kamu tahu sendiri Daddy Ricard kalo marah kayak gimana???.Bisa musnah aku dari muka bumi ini".Ucap Rania
"Udah ah,nggak usah bahas Daddy.Urusan Daddy kita urus belakangan yang penting malam ini kita happy happy aja dulu.Aku udah lama tidak bebas seperti ini".Cerocos Vanya bahagia bisa terlepas dari pengawasan bodyguard Daddy nya.
"Siap nona Muda".Goda Rania sambil terus fokus pada jalanan dan setir mobilnya.
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit Akhirnya kini Vanya dan Rania sudah sampai di Mall xxx.Mereka berdua kalap memilih gaun yang cocok untuk mereka kenakan di acara reunian teman teman SMP nya dulu.
Saking asyiknya shoping keduanya sampai lupa waktu,Namun,Vanya segera masuk kedalam mushola Mall xxx untuk melaksanakan tiga rokaatnya dulu,sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat yang sudah disiapkan oleh teman teman nya.
Sehabis sholat Maghrib Vanya dan Rania langsung menuju ke toilet untuk berganti pakaian.Dan sedikit memoles wajah mereka dengan make up natural.Setelah selesai mereka berdua segera bergegas keluar menuju basemant untuk mengambil mobil mereka.Namun,sepanjang perjalan keluar Mall xxx Vanya dan Rania nampak menjadi pusat perhatian para pengunjung Mall.Bagaimana tidak selain kecantikan yang mereka miliki sejak lahir,saat ini mereka berdua mengenakan gaun yang sangat sexi ya walaupun Vanya menutupinya dengan jaket kulitnya.Nun,Rania sepertinya malah terang terangan membiarkan kulit tubuhnya terekspose didepan umum.
"Buruan jalannya Rani,Aku malu dengan tatapan semua orang disini".Lirih Vanya sambil mempercepat langkahnya yang di ikuti oleh Rania.
"Sabar Napa sih,kakiku pegel nih".Keluh Rania sambil terseok-seok karena menggunakan high heels dua belas sentimeter.
"Baju kamu tuh mengundang perhatian pengunjung".Celetuk Vanya sambil melirik ke arah Rania yang terlihat biasa saja mengenakan setelan dres mini nya dengan mempertontonkan lekuk tubuhnya dan belahan dada yang terbuka.
"Bukannya kamu juga beli gaun yang sama terbukanya dengan punyaku".Jawab Rania santai.
__ADS_1
"Iya,tapi kan aku sekarang masih pake jaket,jadi nggak kelihatan sexi amat.Lah kamu,coba lihat udah kayak wanita penggoda om om...Hahahha".Cibir Vanya sambil tertawa
"Sialan kamu Vanya...Eh bukannya di Club nanti emang banyak om om kurang layan ya".Sahut Rania
"Ember,Dan kamu bebas milih om om nya kalo kamu mau!!!!".Goda Vanya sambil terkekeh geli.
"Bisa wasallam hidup ku kalo aku berani tidur sama om om".Jawab Rania sambil membuka pintu mobil nya.Karena saat ini mereka sudah berada di depan mobil miliknya diarea basemant Mall xxx.
"Kalo aku sih cari aja om om yang masih perjaka,biar bisa minta kawinin sekalian.Apalagi kalo om om nya ganteng auto betah akunya....Hahaha".Ucap Vanya sambil membuka jaket yang dikenakannya,karena mereka berdua sudah berada didalam mobil milik Rania.
"Mimpi kali kamunya vany,mana ada zaman sekarang om om yang masih perjaka.Yang ada nih ya kamu bakalan dijadiin istri kedua,ketiga, keempat bahkan sampai ke sepuluh ya".Cibir Rania sambil tertawa lepas.
"Ogah banget,masa iya satu terong di elus gantian".Jawab Vanya memulai dengan obrolan tak berfaedah.
"Ya kali kamu mau gantian elusnya,biar enak kerjanya kalau rame rame.Atau kamu suruh istri tuanya yang elus elus,dan kmau tinggal ngangkang nya lalu masuk jleb...Langsung nikmatin *** *** kamunya".Sambung Rania dengan otak kotornya membayangkan hal yang tidak tidak.
"Hahaha...Tinggal ah..ah..ah aja ya nggak".Mereka berdua tertawa bersama dengan obrolan mesumnya.
"Kita udah sampe nih.Mau langsung masuk atau telpon yang lainnya dulu Vany???".Tanya Rania setelah memarkirkan mobilnya.
"Mending masuk aja deh kayaknya.Itu udah ada sandi.Ayo buruan turun!!!".Jawab Vanya sambil memanggil seorang pria yang memarkirkan mobilnya juga tak jauh dari mobil Rania.
"Sandi..."Teriak Vanya sambil melambaikan tangannya.
"Hey...Rani...Dan ini????".Tanya Sandi sambil menunjuk kearah Vanya yang memanggil namanya barusan.
"Vanya...masa kamu lupa????".Jawab Rania dengan sedikit malasnya.
"Lu benaran Vanya,gila makin cantik aja..gua aja ampe pangling loh sumpah".Sandi sambil melongo menatap kecantikan yang dimiliki Vanya nyaris tak ada cela.
__ADS_1
"Tutup tuh mulut,mangap aja kayak ikan nila".Cibir Rania pada sandi.
"Gua terpesona Rani lihat temen kita satu ini".Jawab Sandi sambil menampilkan senyum termanisnya.
"Eh,penjahat kelamin...Kamu itu bukan tipe Vanya,jadi nggak usah halu dan berpikir buat Deket dengan gadis seperti es batu datar kayak Vanya ini".Rania kembali mengeluarkan kata kata pedasnya.
"Payah lu Rani,gue juga kagak berani kali deketin Vanya yang cantiknya kayak bidadari gini".Jawab Sandi sambil nyengir kuda.
Sedangkan yang jadi topik pembahasan hanya diam saja tanpa ekspresi,Dan tak berniat untuk menanggapi obrolan kedua temannya.
"Udah,ayo masuk yang lain pasti udah pada didalem!!!!".Ajak Rania sambil menarik lengan Vanya dan di ikuti oleh Sandi.
Sesampainya mereka didalam,memang benar hampir seluruh teman teman sekolah sudah ada dan berkumpul disana.Riuh suara musik DJ menggema serasa memecahkan gedang telinga.Dan begitu Rania dan Vanya datang semua mata lelaki hidung belang tertuju pada mereka berdua terutama pada Vanya.Hingga mereka melewati banyak pengunjung dan menyapa teman teman nya dan kemudian masuk kedalam ruangan VIP yang sudah disiapkan Rangga untuk acara reuni mereka.Karena Rangga adalah pemilik club' tersebut.
Meskipun Vanya berasal dari keluarga kaya raya bahkan kekayaan keluarganya tidak terhitung lagi karena perusahaan sang Daddy sudah meraba ke mancanegara.Namun,teman teman Vanya disini tidak tahu akan hal itu.Selain Rania sendiri,sebab jangan ditanya lagi kenapa mereka tidak ada yang tahu tentang keluarga Vanya.Sebab Ricard memang sangat menjaga privasi keluarganya dari publik.
Vanya yang tak terbiasa dengan suasana riuh dan dentuman suara musik DJ yang berasa akan memecahkan gendang telinganya.Vanya juga mulai gerah karena hampir seluruh teman temannya sudah mabuk termasuk Rania.Vanya pun tadi ditawari minum wine oleh teman teman nya tapi bukan Vanya namanya kalau tidak cerdas.
Vanya yang melihat Rania mulai tak terkontrol hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat.Dan Terpkasa meminta bantuan pelayan club' untuk membawa Rania pergi meninggalkan Club' malam itu.
"Dasar gadis bodoh".Cibis Vanya kesal melihat Rania yang mudah sekali meminum minuman haram itu.
Vanya pun langsung menjalankan mobil Rania menuju arah Bogor,Karena Vanya tidak mau jika Daddy nya tahu kalau ia sudah membodohi para bodyguard Daddy nya demi pergi ke acara reuni yang tidak sesuai ekspektasi menurut Vanya.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
TBC