
🌿
🌿
🌿
"Hahaha".Biar tahu rasa tuh si Ricard.Salah sendiri ninggalin cucu ganteng Grandma sendirian dirumah terlalu lama".Cibir Mami Diana masih dengan kekehannya.
"Cucu Oma juga dong".Sahut mama Sofi tak mau kalah.
Sedangkan para suami hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat tingkah istri mereka.Yang sedang tertawa terbahak bahak membayangkan wajah Ricard yang sedang kelimpungan,cemas bahkan takut jika Vano benar benar akan dibawa ke Amerika.
Vano pun ikut tertawa bersama Oma dan grandma nya.Karena Vano yang hampir memasuki usia dua tahun itu sudah mulai paham.Dan itupun karena memang Vano tergolong anak yang cerdas,Makanya Vano sangat aktif Bahkan tubuhnya saja sudah seperti anak berusia tiga tahunan.Dan jangan lupakan wajah Tampan Vano yang sudah jelas terlihat sejak bayi.
"Assalamualaikum.Mi...mami...".Ucap Ricard ketika sudah berada di ambang pintu dengan menggandeng tangan Ghea.
"Waalaikumsalam".Jawab semua secara bersamaan.
Vano pun langsung berlari kecil ke arah Daddy dan Mommy nya.Sambil tersenyum riang,Ricard langsung menyambut Vano dan langsung merentangkan kedua tangannya.
"Uh,Jagoan Daddy.Kenapa kangen ya sama Daddy???".Seru Ricard sambil menciumi pipi gembul Vano.
Vano hanya terkekeh karena Ricard terus menciumi seluruh wajahnya,sampai ke dagu dan perutnya.Sampai sampai Vano terkekeh karena menahan rasa geli akibat ulah Daddy nya.
"Ricard..Sudah hentikan!!!.Nanti Vano mengigau ".Ucap Mami Diana.
Sedangkan Ghea sudah duduk disamping mama dan mami mertuanya.Namun,sebelumnya Ghea sudah menyalami kedua orang tuanya dan kedua mertuanya.
"Sayang,Apa kalian tidak mau lihat jenis kelamin adiknya Vano????".Tanya Mami Diana karena ia pun ikut penasaran dengan jenis kelamin cucu keduanya itu.
"Mi,kami sebenarnya juga penasaran,tapi kata Mas Ricard biarlah jadi kejutan saja nanti pas sudah lahiran.Lagian kami juga sudah dua kali USG,tapi hasilnya nihil mi.Adiknya Vano selalu menyembunyikan identitasnya".Ungkap Ghea
"Benarkah begitu sayang????".Mami Diana sampai tak percaya akan ulah sang cucu kedua padahal masih didalam kandungan.
Ghea hanya menganggukkan kepalanya saja,Begitupun dengan Ricard."Mungkin dia akan memberikan kita kejutan Mi".Sambung Ricard sambil menurunkan Vano dari gendongannya.
__ADS_1
"Kalau begitu Mami semakin semangat untuk tinggal lebih lama di Jakarta".Tutur sang Mami Diana sambil tersenyum.
"Itu lebih baik Mi".Seru Ghea menimpali.
"Iya Di,jadi Kita bisa lebih sering kumpul".Tambah Mama Sofi gembira.
"Itu mah memang yang mama inginkan".Sahut papa Heru sambil terkekeh.
"Iya,Biar mereka berdua bisa menghibah".Lanjut Papi Lucas
Mami Diana dan Mama Sofi hanya cengengesan saja,sedangkan Ghea dan Ricard terkekeh mendengarkan ucapan papi dan papa nya untuk mencibir para istri mereka.
"Kalau begitu Ghea ganti baju dulu ya ma,mi,pa,Pi".Ucap Ghea dan dijawab anggukan kepala oleh mereka.Sedangkan Ricard juga ikutan pamit pada para tetua untuk menemani sang istri.Dengan Alasan membantu Ghea dan ingin berganti pakaian juga.Padahal dalam hatinya Ricard sengaja menyusul sang istri ke kamar.Dengan tujuan yang lain.
"Mungkin saja bisa dapat DP servisan sebelum makan malam".Batin Ricard .
Namun sebelum Ricard naik ketangga,Suara Mami Diana membuat langkahnya terhenti sejenak.
"Ingat Ricard,hanya ganti pakaian!!!.Jangan kau tambah lagi adonan yang sudah berkembang!!!.Lagian ini masih sore".Sergah sang Mami sambil sedikit berteriak.
"Cih,Dasar bule cabul".Cibir Mami Diana.Dan disambut gelak tawa oleh semua orang.
🌿🌿🌿🌿🌿
Ditempat yang berbeda tepatnya di sebuah rumah mewah,namun masih lebih mewah dari rumah utama tempat tinggal Ricard dan keluarganya.
Angel yang sudah sampai dirumah di antar oleh Dian sang bodyguard Ghea.Kini sudah mendaratkan bokongnya duduk di sofa ruang tamu.Karena Angel memang akhir akhir ini sering mudah lelah.Apalagi dengan kondisi hamil delapan bulan ini.Kadang Angel sering merasakan kram diperutnya.
Dian yang tadi ditawari Angel untuk mampir kerumahnya dan di ajaknya untuk menemani nya ngeteh.Karena suaminya masih berada dikantor jadi Angel dirumah cuma bersama pelayan saja.Hal itu kadang membuat Angel bosan,karena biasanya Angel akan ikut suaminya bekerja sebagai sekretaris suaminya sendiri.Namun,semanjak usia kandungan nya menginjak tujuh bulan Angel sering mengeluh.Jadi Rommy tidak mengizinkan Angel untuk bekerja sementara waktu sampai ia melahirkan nanti.
Seorang pelayan datang membawakan teh pesanan majikannya.Dan tak lupa ada cemilan untuk menemani Angel dan Dian bersantai sore ini.Karena jam masih menunjukkan pukul lima sore.
"Dian,silahkan diminum tehnya!!!.Jangan sungkan ya anggap aja rumah sendiri!!.Aku mau ke toilet sebentar".Ucap Angel lalu langsung beranjak dari tempat duduknya.
Sedangkan Dian hanya menjawab dengan anggukan kepala dan senyum manisnya.
__ADS_1
Angel pun langsung pergi ke arah kamar mandi yang didekat dapur,karena ingin buang air kecil.Namun saat Angel mengambil tisu untuk mengelap tangannya.Tanpa sengaja Angel menjatuhkan sabun cair kemasan dan sabun cair itupun tumpah kelantai kamar mandi.Angel sedikit kesusahan mengambil bungkus sabun cair tersebut karena Angel saja susah untuk berjongkok.Namun,Naas ketika Angel akan meraih benda itu tiba tiba kakinya tak sengaja menginjak lelehan sabun cair yang berserakan dilantai kamar mandi tersebut.Alhasil Angel terpleset dan tak sengaja perutnya membentur ujung Bathub kamar mandi itu dan.
Bug...Angel terpental kelantai kamar mandi sambil meringis kesakitan.
"AW..."Pekik Angel karena merasakan sakit serta kram dibagian punggung dan perutnya.
Namun,sesaat kemudian Angel dapat melihat dengan jelas ada banyak darah yang keluar dari pangkal pahanya.
"To...Tolong..."Suara Angel terbata bata karena menahan rasa sakit dibagian perutnya.
Namun Angel terus berusaha bangkit membuka handle pintu kamar mandi.Dan setelah terbuka tubuh Angel langsung limbung karena darah yang keluar dari area pangkal pahanya begitu banyak.Sampai sang pelayan yang kebetulan ada didapur sempat mendengar teriakan sang majikan.Dan langsung berlari menuju sumber suara.Betapa terkejutnya sang pelayan kala melihat Nyonya nya bersimbah darah sambil hampir ambruk didepan pintu.
Dian yang masih duduk di ruang tamu rumah Angel sambil memainkan ponselnya.Tiba tiba dikejutkan oleh suara teriakan dari arah belakang.
"Tolong...Tolong...Nyonya Angel".Teriak sang pelayan.
Pelayan yang lain pun ikut berlarian ke arah kamar mandi.Begitupun dengan Dian.
"Nyonya kenapa???.Cepat siapkan mobil!!!!.Suruh mang Edi,cepat!!!".Perintah pelayan satunya khawatir dengan kondisi majikannya.
"Bawa kemobil saya saja.Biar saya yang antar kerumah sakit".Sri Dian dan langsung membantu pelayan mengangkat tubuh Angel menuju mobi yang dibawanya tadi.
"Bibik ikut saya!!!.Dan jangan lupa hubungi suami Nyonya Angel juga!!!".Ucap Dian dan langsung masuk kedalam mobil untuk segera membawa Angel kerumah sakit terdekat.
"Anakku...selamatkan Anakku!!!".Lirih Angel pelan.
"Iya Nyonya,bertahan Nyonya!!!!.Kita akan segera sampai Kerumah sakit".Jawab Dian sambil fokus pada kemudinya.
Beruntung Rumah Angel tidak begitu jauh dari rumah sakit.Dan hanya memakan waktu sekitar lima belas menit.Tapi berhubung yang membawa mobil adalah Dian.Jadi cukup memakan waktu sepuluh menit,Angel sudah sampai dirumah sakit xxx.Dan Dian langsung turun memanggil perawat dan Angel segera dibawa keruang UGD untuk segera ditangani.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
TBC