
Setelah selesai makan siang yang penuh drama kebucinan dari seorang Vanya.Dari minta suapin sampai makannya habis,bukannya Zinnio yang di layani malah Vanya sendiri sibuk minta perhatian dari Zinnio.Bahkan sampai di area parkiran saja Vanya terus bergelayut mesra dilengan Zinnio.
"Maaf ya aku tidak bisa ikut mengantarmu ke Bandara".Ucap Zinnio ketika mereka sudah berada di area parkir polres.
"Coba di ulang kata katanya sepertinya kamu menghilangkan kata penting tadi".Jawab Vanya sambil terlihat mengintimidasi Zinnio.
"Apa????.Aku minta maaf karena tidak bisa mengantar mu Ke Bandara".Ulang Zinnio
"Ganti kata kamu dengan kata sayang!!!!".Ucap Vanya sambil tersenyum semanis mungkin.
"Hehehe..."Zinnio hanya terkekeh kecil mendengar ucapan Vanya barusan.
"Kenapa????.Ada yang salah????.Ya sudah kalau tidak mau.Aku tidak akan pulang ke Jakarta dan langsung terbang ke Amerika kembali sampai kuliah ku selesai".Ancam Vanya seolah sedang merajuk.
Zinnio hanya terperangah,dan sedikit berpikir karena terpengaruh ucapan Vanya."Bukannya kemarin kamu bilang ingin cepat cepat menikah dengan ku???.Kenapa sekarang jadi berubah pikiran???".Tanya Zinnio sedikit kesal.
"Iya aku berubah pikiran sekarang karena tunangan ku belum mencintaiku.Dan aku tidak akan menikah dengan laki laki yang tidak mencintaiku".Jawab Vanya cepat dan serius.
Zinnio mengerutkan keningnya dan berkata."Apa rasa cinta seseorang harus di ungkapkan dengan kata-kata agar orang tersebut percaya????.Aku rasa wanita yang sekarang ada dihadapan ku tidak sebodoh itu".Zinnio malah meledek Vanya sambil tersenyum penuh arti.
"Dasar tidak ada romantis romantisnya jadi laki laki.Kau itu seperti kanebo kering saja".Terang Vanya kesal.
"Kenapa kamu mau dijodohkan dengan kanebo kering?????".Lanjut Zinnio sambil terkekeh.
"Karena aku khilaf Zinnio Andrean putra".sahut Vanya cepat dan langsung melepaskan tangannya pada lengan Zinnio.
Namun,Zinnio langsung menarik kembali tangan Vanya sehingga gadis itu tersentak kaget karena kini tubuhnya berada dalam pelukan Zinnio.Dan....
Cup....Satu kecupan singkat mendarat di kening Vanya.Membuat si empunya malu.
__ADS_1
"Hati hati....Jangan lupa kabari aku jika sudah sampai nanti!!!!.Dan cepat kembali kejakarta calon istriku!!!!".Lirih Zinnio pelan sambil tersenyum.
Vanya pun reflek menganggukkan kepalanya dan membalas senyum Zinnio dengan rasa yang bercampur aduk.Antara bahagia,malu,dan tersentuh menjadi satu saat ini.Zinnio memang laki laki kaku akan keromantisan tapi ia punya cara sendiri untuk membuat orang yang ia sayangi bahagia.Seperti yang ia lakukan pada vanya saat ini.
"Maaf nona muda...Pesawat akan berangkat 20 menit lagi".Seru Om botak setelah menerima telpon dari Doni yang sudah menunggu nona mudanya di Bandara bersama sang kekasih.Siapalagi kalau bukan Rania.
Vanya hanya menganggukkan kepalanya sambil masih fokus pada wajah tampan tunangan nya."Aku pergi dulu.Jaga hatimu untukku!!!!.Jangan coba coba berani dekat dengan wanita lain!!!".Seloroh Vanya
Cup...cup...cup....
Tiga kecupan mendarat di kening,pipi,dan terakhir dibibir Zinnio.Sedangkan Zinnio hanya diam saja menerima kecupan singkat dari Vanya.Sampai ia lupa jika saat ini ada beberapa Anggota polisi yang memperhatikan mereka termasuk om Botak.
Vanya melambaikan tangannya pada Nio yang masih berdiri didepan pintu mobilnya.Lalu dengan senyum merekah keduanya sama sama terbawa suasana kebucinan yang baru saja mereka mulai.
"Kenapa ia pergi ke Singapore semendadak ini????.Apa mungkin bukan sekedar urusan Shoping???".Batin Zinnio ketika mobil yang ditumpangi oleh Vanya menghilang di jalan raya.
Persingkat saja ya gengs🤭🤭🤭
Tak memerlukan waktu yang lama untuk sekedar terbang ke Singapore apalagi menggunakan jet pribadi sendiri.Kini Vanya,Doni dan Rania sudah berada di Negara Singapore.
Anak buah Doni yang ada di Singapore sudah menyiapkan mobil serta fasilitas yang mereka perlukan ketika berada disana.Karena Vanya memang sudah mempunyai apartemen sendiri di Singapore jadi ia tidak perlu menyewa hotel lagi.Begitupun dengan Doni yang mempunyai akses sendiri ketika sedang berada di luar negeri.Karena setiap negara keluarga Fernandez memang punya tempat untuk sekedar tempat istirahat.Baik hotel,villa, maupun Apartemen.Jadi tidak perlu biaya tambahan untuk sekedar menginap.
"Om Don...Aku ingin langsung kerumah sakit!!!".Ucap Vanya ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Baik Nona".Jawab Doni singkat,sedangkan Rania sibuk dengan gedget nya.Tanpa ikut angkat bicara.
Dan hanya memakan waktu sekitar dua puluh menit.Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Rumah sakit xxx dimana tempat seorang wanita yang Vanya selamat kan empat tahun yang lalu dirawat.
"Selamat sore nona muda".Sapa anak buah yang Doni sewa untuk menjaga wanita itu didepan ruangan kamar vip tersebut.
__ADS_1
"Sore...Apa semuanya aman????".Tanya Vanya pada anak buahnya.
"Aman nyonya.Tapi barusan ada seorang wanita yang menanyakan dan mencari pasien dengan ciri ciri seperti wanita yang ada didalam Nona".Jelas sang bodyguard yang disewa Doni.
"Terus????".
"Tapi semua sudah kami urus Nona sesuai dengan perintah Bos Doni dan Nona Muda.Dan semua dokter serta karyawan rumah sakit sudah kami beritahu dan merahasiakan indentitas pasien".Terang sang Bodyguard itu.
"Bagus...Awasi dan jaga pasien yang ada didalam ruangan ini dengan baik !!!!.Jangan sampai kita kecolongan!!!.Karena sepertinya orang yang kita hadapi ini bukan orang sembarangan.Apalagi ia sangat menginginkan wanita itu".Ucap Vanya panjang lebar.Dan dijawab anggukan kepala oleh para Bodyguard nya. Sedangkan Rania hanya sebagai pendengar setia sambil bergidik ngeri melihat sikap Vanya yang berubah 90 derejat dari biasanya,Sisi lain seorang Vanya bak seperti seorang mafia wanita yang tegas dan garang.
"Ini belum seberapa sayang."Lirih Doni begitu melihat ekspresi wajah bingung kekasihnya."Nona muda bisa lebih dingin dan kejam lagi jika ia sedang serius.Apalagi menghadapi musuhnya".Sambung Doni sambil tersenyum.
Vanya lalu masuk kedalam ruangan yang dihuni oleh seorang wanita cantik.Yang sedang menikmati potongan buah segar dibantu oleh seorang pelayan yang ditugaskan Vanya untuk mengurusi kebutuhan wanita itu.
Ceklek...Suara pintu kamar dibuka oleh Vanya.
"Nona muda".Sapa Pelayan itu sambil sedikit membungkuk kan badannya.
Namun gadis cantik yang sedikit lebih dewasa dari Vanya hanya memandang dengan tatapan bingung."Nona,Ini Nona Muda yang menelpon kemarin.Dan Nona muda juga yang sudah membantu dan menolong nona selama ini".Jelas sang pelayan
"Terima kasih Nona muda.Terima kasih sudah bersedia menolong ku dan merawatku selama ini".Ucap gadis itu tulus.
"Maaf saya belum bisa mengingat kembali masa lalu saya".Sambungnya lagi sambil mulai berkaca kaca.
"Hei,jangan bersedih!!!.Aku akan membantumu menemukan keluargamu nanti.Sekarang lebih baik pikirkan kesehatan mu dulu!!!.Jangan terlalu dipaksakan untuk mengingat masa lalumu!!!.Dan aku juga akan mendatangkan dokter hebat untuk membantu memulihkan ingatanmu".Jelas Vanya sambil menyentuh punggung tangan gadis itu
"Terima kasih Nona muda,anda sudah banyak membantuku dan saya juga sudah sangat merepotkan Anda,saya malu karena saya akan menjadi beban buat anda nantinya.Biaya rumah sakit selama saya koma sudah anda tanggung,Apalagi biaya berobat saya nanti.Pasti sangat mahal nona".
"Sudah jangan pikirkan masalah biaya nya.Keluargaku sangat kaya raya.Jadi uangnya tidak akan pernah habis.Apalagi cuma untuk sekedar menyembuhkan orang Amnesia dan Koma".Sahut Vanya membanggakan harta keluarganya sambil terkekeh.
__ADS_1