Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
21 tahun kemudian


__ADS_3

Seorang gadis yang memiliki paras cantik,berjalan dengan anggun dengan menyeret sebuah koper ditangannya.Dan jangan lupakan kacamata hitam nya yang bertengger cantik menyangkut pada hidung mancung nya.


"Jakarta I'm coming".Lirih gadis itu sambil menampilkan senyumnya.


Sepanjang koridor turun dari pesawat sampai kini keluar Bandara gadis itu selalu jadi pusat perhatian semua orang.Bahkan semua mata tertuju padanya, Apalagi bagi laki laki normal ini adalah sebuah pemandangan indah.Bagaimana tidak gadis itu saat ini mengenakan celana jeans warna hitam,yang dipadukan dengan tantop warna putih,sedangkan jaketnya sengaja ia lepas dan diletakkan di lengan tangannya.


Tubuh tinggi langsing,kulit putih mulus rambut panjang yang dikucir kuda,melihatkan leher jenjang nya yang sangat menggoda bagi kaum Adam.


Namun tatapan nanar semua orang tak membuat gadis itu peduli.Ia terus saja melangkahkan kakinya menuju keluar Bandara.Sampai ia disambut dengan seorang laki laki setengah baya yang terlihat masih tampan dan berekspresi datar.


"Uncle Alex".Seru gadis cantik itu dan langsung berlari kecil mendekati Alex.


"Apa perjalanan mu menyenangkan Nona????".Tanya Alex sambil mengusap pucuk kepala gadis cantik itu,karena ia sudah mendekap erat tubuh Alex.


"Membosankan Uncle lebih tepatnya".Sahut Gadis itu sambil memanyunkan bibirnya.


"Itu demi keamanan dan kenyamanan nona muda.Mari Nona Uncle antar pulang kerumah karena Mommy mu sudah menunggumu dirumah utama".Ucap Alex sambil membukakan pintu mobil untuk gadis itu.


"Apa Daddy tidak merindukanku juga Uncle????".Tanya gadis itu.


"Siapa bilang Daddymu tidak merindukan mu.Dia bahkan jauh lebih merindukan putri bungsunya yang sangat keras kepala dan manja ini".Cibir Alex sambil tersenyum.


"Ah,Uncle dan Daddy memang sama saja.Sama sama menyebalkan".Balas gadis itu lalu terkekeh.


Iya gadis cantik itu adalah Ghevanya Ricard Fernandez.Adik dari Ghevano Ricard Fernandez dan sudah pasti putri bungsu dari pasangan Ghea Atmajaya dan Ricardo Lucas Fernandez.


"Nona ,kenapa kau memakai pakaian terbuka seperti itu??".Tanya Alex sambil sedikit melirik nona Mudanya karena Alex sedang fokus menyetir.


"Ah,ayolah Uncle ini belum seberapa dibandingkan dengan gaya pakaian di Amerika.Dan bisakah Uncle memanggilku tanpa embel embel nona????.Itu sangat formal Uncle".Pinta Vanya sambil menatap kearah Alex.

__ADS_1


"Itu sudah panggilan sewajarnya Nona,sebaiknya anda jangan protes lagi".Sahut Alex dengan ekspresi datarnya.


"Ah,baiklah Uncle ALEXANDER GRAHAM BELL".cibir Vanya


Alex hanya bisa geleng geleng kepala saja mendengar ucapan Nona mudanya yang menambahkan nama lengkapnya dengan menyamakan nama seorang ilmuwan yang menemukan telpon.


"Stop didepan sebentar Uncle!!!!".Ucap Vanya tiba tiba menyuruh Alex untuk memberhentikan mobilnya.


"Nona mau apa???,Kita belum sampai rumah utama Nona".Alex bingung dengan tingkah nona mudanya yang menyuruhnya berhenti tiba tiba.


"Apa Uncle ada uang cash????".Tanya Vanya dan Alex semakin bingung,tapi tak urung Alex mengeluarkan dompetnya untuk memberikan uang kepada nona mudanya.


"Apa segini cukup Nona????". Tanya Alex sambil mengambil sepuluh lembar uang seratus ribuan.


"Apa Uncle Alex cuma memiliki uang satu juta aja didompetnya????".Vanya malah menggoda Alex.


"Bukan begitu Nona tapi tidak aman membawa uang cash begitu banyak didalam dompet".Jawab Alex menjelaskan.


Alex pun langsung menyerahkan sepuluh lembar uang ratusan ribu tadi pada Vanya.Vanya pun langsung membuka pintu mobil untuk turun.Namun sebelumnya Vanya meminta Alex untuk cukup menunggunya di dalam mobil saja karena ia hanya sebentar.


Alex yang bingung oleh sikap nona mudanya hanya mengawasi dari dalam mobil untuk sementara.Sedangkan ia pun sudah mengirim pesan pada bodyguard yang ada dibelakang untuk tetap memantau nona mudanya dari kejauhan.Sebab,sekarang Vanya sedang berjalan di pinggir trotoar jalan.


Alex yang tetap fokus pada Vanya tiba tiba Alex dibuat takjub oleh sifat Vanya.Karena ternyata Vanya menghampiri seorang kakek penjual kerak telor yang ada didepan gang.Dan memberikan uang cash yang ia minta tadi pada dirinya.


"Nona,ternyata anda sangat baik dan murah hati".Batin Alex sambil tersenyum bangga pada nona mudanya.


Setelah mengobrol sebentar dengan kakek penjual kerak telor itu,Vanya langsung pamit dan kembali masuk kedalam mobil Alex.Tanpa banyak komentar Alex pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah utama.


"Uncle... Bolehkah aku mampir keperusahaan Daddy????".

__ADS_1


"Nona,anda sudah tau jawabannya".sahut Alex tanpa menoleh dan tetap fokus pada setir dan jalan raya.


"Okay Uncle,itu demi kebaikan dan keamanan saya kan???".Cibir Vanya sambil mendengus kesal.


"Good girl".Lirih Alex


Vanya pun lebih memilih fokus menatap ponsel miliknya,sambil membalas chat Rania yang sejak tadi ternyata sudah diabaikannya.


"Uncle,Apa Nani sudah benar benar pulang kekampung halamannya????".Tanya Vanya kemudian.


"Nani ada di Bogor Nona,ia sekarang ditugaskan menjaga dan merawat villa keluarga yang ada disana".Jelas Alex.


"Hm,apa menurut Uncle aku akan di izinkan oleh Daddy dan Mommy jika mau menginap di villa itu????".


"Tentu Nona,Dan pasti Nona sangat menyukai keadaan Alam disana.Karena udaranya masih sangat asri Nona".Alex kembali menjelaskan pada nona mudanya.


"Really Uncle????.Dan dijawab anggukan kepala oleh Alex.


"Aku akan mengajak Rania juga jika kesana".Cicit Vanya sambil membayangkan hebohnya jika sudah kumpul dengan Rania sahabat kecilnya yaitu anak dari Rommy dan Angel.


Sedangkan Riondra anak Alex dan Ririn saat ini masih Paris melanjutkan S2 nya disana.Dan untuk Rania sendiri gadis itu lebih memilih lanjut kuliah S2 nya di Jakarta saja,Dengan alasan ingin dekat dengan kedua orang tuanya.Karena S1 nya sudah jauh dari Mama dan papa nya.Sebab Rania kuliah S1 di Inggris.


Dan jika ditanya kemana Vano abangnya Vanya.Tentu saja Vano sekarang masih tahap proses menyelesaikan studi S2 nya yang tinggal beberapa bulan lagi di Amerika.Dan jika Vano hanya kuliah S2 saja di Amerika saat ini karena S1 Vano di Australia.Dan berbeda dengan Vanya yang memang sejak SMA sudah diboyong grandma nya ke Amerika.Dan tentunya itu juga memang dasar kehendak dari Vanya sendiri.Oleh sebab itulah Ghea merasa sangat kesepian.Apalagi jauh dari anak anak nya,Namun hampir setiap bulan Ghea dan Ricard selalu terbang ke Amerika untuk menemui Putra dan putrinya.


Jadi,jangan salahkan Vanya jika sekarang Vanya lebih suka berpakaian terbuka.Karena memang Vanya sudah terbiasa memakai pakaian yang minim dan terbuka.Walaupun grandma nya sangat cerewet soal pakaian yang dikenakan Vanya.Itu tak membuat Vanya terusik,Namun Vanya juga bisa tahu batasan yang harus ia jaga.Karena Vanya juga selalu diawasi oleh bodyguard kemana pun pergi.


🌿


🌿

__ADS_1


🌿


TBC


__ADS_2