
🌿
🌿
🌿
Satu Minggu kemudian
Sebuah pesta sederhana di hotel mewah milik keluarga Fernandez tepatnya di hotel bintang lima yang memiliki 95 lantai.Saat ini tepatnya disebuah ruangan khusus yaitu aula hotel di lantai 27.Sudah disulap menjadi ruangan megah,elegan dan berhiaskan gemerlap lampu dengan riasan bak sebuah istana.
Namun tamu undangan yang hadir tak jauh beda dengan pesta seperti sebelumnya.Yaitu hanya dihadiri oleh kerabat dekat,dan beberapa kolega bisnis kepercayaan keluarga Fernandez,keluarga Mahesa,Keluarga Atmajaya dan keluarga Suhendra.Dan tak kalah ketinggalan keluarga Nugraha serta keluarga Pratama.
Sejak pertemuan makan malam waktu itu.Kedua keluarga memutuskan untuk melanjutkan acara pertunangan kedua cucu mereka.Dan disinilah sekarang mereka berada untuk menyaksikan pertunangan Zinnio dan Vanya.
Penjagaan ketat di sekitar hotel baik pintu masuk maupun pintu keluar serta diluar dan didalam gedung.Semua bodyguard Keluarga Atmajaya dan Keluarga Fernandez telah disebar diberbagai sudut hotel.Walaupun hanya pertunangan yang dihadiri oleh orang orang terdekat saja,tak membuat Tuan Ricard teledor bahkan ini juga acara pesta untuk pertama kalinya diadakan diluar kediaman mereka.Meskipun hotel yang mereka pilih adalah hotel milik mereka sendiri,Namun Ricard tetap waspada.
Saat ini semua orang sedang memandang lurus didepan panggung dimana pandangan mereka tertuju pada seorang gadis cantik dan pria tampan yang menjadi pusat perhatian semua orang.Bukan cuma untuk menyaksikan pertukaran cincin saja.Namun,semua tamu undangan dibuat terpesona bahkan memuji keduanya.Sepasang sejoli yang membuat semua orang iri,Gadis dan pria itu benar benar menghipnotis semua tamu.Wajah tampan dan imut Zinnio,ditambah lagi kecantikan dan keanggunan Vanya.
Riuh suara tepuk tangan ketika mereka berdua sekarang sudah sah menjadi tunangan karena acara tukar cincin sudah mereka lakukan.Banyak doa dan ucapan selamat yang mereka terima.
Vanya tersenyum melirik cincin yang melingkar di jari manisnya.Dan kemudian melirik ke arah cincin yang melingkar dijari manis Nio.
"Sekarang kita sudah sah menjadi tunangan.Dan sebentar lagi kita akan menikah.Benarkan????".Tanya Vanya sambil mengedipkan matanya kearah Nio.
"Aku sudah tahu.Dasat genit".Jawab Nio sambil mencibir Vanya tunangan.
"Tapi kamu suka kan sayang????".Vanya terus menggoda Nio yang berada disampingnya sambil mentoel toel lengan tangan Nio.
"Kau akan menyesal jika terus menggodaku seperti itu".Ancam Zinnio tegas.
"Benarkah????.Apa kau juga tidak sabar ingin menghabiskan malam bersamaku sayang???".Vanya malah semakin semangat menggoda Zinnio,Bukannya takut dengan ancaman Zinnio.
__ADS_1
"Jangan buat kesabaran ku habis Vanya!!!".Lirih Nio ketika tangan Vanya sudah menjalar ditekuk lehernya.
"Dia tidak akan takut dengan ancaman siapapun bro".Seru Vano dari samping Zinnio dan menghampiri sepasang sejoli yang sudah sah menjadi tunangan dan bahkan belum sempat menjalin kasih.
"ISS...Dasar pemgganggu".Cibir Vanya kesal.
"Hei...Honey...Kau itu perempuan kenapa kau sangat jahil sekali menggoda tunangan mu????.Kau tahu Zinnio ini laki laki normal peak.Kau mau dia khilaf dan memakan kamu habis habisan".Cerocos Vano sambil mentoyor kening sang adik.
"Memang itu yang aku inginkan Bang".Jawab Vanya santai bahkan Zinnio terlihat sangat terkejut hingga membulatkan matanya dengan sempurna.
"Dasar gadis nakal".Cibir Vano sambil geleng geleng."Yang ada Tunangan mu akan kabur jika kau masih saja bar bar dan gila seperti ini".Ledek Vano lagi.
"Sabar ya Bro!!!!.Adikku memang sedikit mesum sama seperti Daddy".Lirih Vano pada calon adik iparnya.Sedangkan Zinnio hanya tersenyum kaku menanggapi omongan Vano yang memang ada benarnya jika Vanya bukan sedikit tapi sangat mesum.
"Vanya memang mesum sejak lahir kali bang".Sambung Rania yang baru mendekat bersama Om Doni.
"Ciee...cieee...Yang lebih mesum sudah main gandeng gandeng aja nih".Vanya malah menggoda Rania balik bukannya kesal dengan ucapan Rania yang mengatainya tadi.
"What's????.Om Don dan Rania akan menikah????".Ulang Vano lagi saking terkejutnya.Sedangkan Zinnio hanya terlihat datar tanpa ikut menimpali.
"Yups...Abang tahu kenapa mereka memutuskan untuk menikah cepat???".Lirih Vanya pada sang kakak.
"Why????".Sahut Vano cepat.
"Vanya...Nona muda".Selah Rania dan Doni serentak.Namun Vanya malah terkekeh dan tak menghiraukan tatapan tajam dari Rania.
"Karena mereka sudah buka segel duluan bang".Jawab Vanya dan semakin terkekeh.
"What's????.Om Don kenapa bisa ketularan mesumnya Vanya sih om???.Dan kalau Rania aku sih tidak kaget lagi karena otak nya sama saja dengan isi otak Vanya".Vano malah blak blakan didepan calon Adik iparnya.
Doni hanya menggaruk tekuk kepalanya yang tidak gatal.Sedangkan Rania cuma bisa tersenyum kikuk.
__ADS_1
"Halah...Abang bisa berbicara seperti itu.Karena Abang belum aja ketemu sama yang pas.Coba aja nanti kalo udah klob,Vanya yakin mesumnya Abang melebihi Om Don".Cibir Vanya tanpa Tedeng Aling Aling lagi.
"Eh,udah jangan pada ribut disitu!!!.Nio,Vanya ayo turun sayang!!!.Daddy mau bicara sama kalian berdua".Ucap Mommy Ghea .
"Vano tidak di ajak Mom???".Tanya Vano
"Kamu juga ayo ikut Mommy!!!!.Doni,Rania Mommy tinggal sebentar ya".Ucap Ghea
"Iya Mom,Iya Nyonya".Sahut Doni dan Rania serentak.
"Kenapa masih panggil Mommy Ghea dengan sebutan Nyonya Om????".Tanya Rania pada calon suaminya.
"Karena Tuan Ricard adalah bos om Sayang".Jawab Doni sambil tersenyum.
"Ah iya Om benar".Sahut Rania sambil mengeratkan gandengan nya pada lengan Doni.Dan entah sejak kapan mereka berdua berubah menjadi sepasang kekasih yang sepertinya sudah lama menjalin kasih.Mungkin sejak kejadian awu awuan malam itu keduanya langsung nyaman satu sama lain.
"Apa kamu mau kita pesan kamar dulu sayang????".Tanya Doni pada Rania.Dan dengan cepat Rania langsung mengangguk kan kepalanya.
"Tapi Papa dan mama gimana????".
"Itu urusan Om sayang".Jawab Doni santai."Sekarang mending kamu duluan aja keluarnya supaya mereka tidak curiga!!!.Dan Om akan bicara dulu sama Tuan Alex".Lanjut Doni memberi intruksi.
Rania pun langsung mengangguk kemudian menghampiri kedua orang tuanya dan pamit izin entah kemana,Dan benar saja Angel yang asyik ngerumpi dengan Ririn dan Ghea tak terlalu memperdulikan Rania.Sedangkan Rommy yang masih berbicara dengan kolega bisnis nya pun nampak cuek.Jadi hal ini membuat Rania tersenyum lebar.Dan bebas keluar tanpa harus takut ketahuan oleh kedua orang tuanya.
🌿
🌿
🌿
**TBC
__ADS_1
Hallo gengss,Bunda udah Grazy Up nih dari kemarin jadi jangan pelit buat like dan vote karya bunda ya gengsss 🙏🙏🙏**