
πΏ
πΏ
πΏ
"Beby...."Lirih Vano sambil menggenggam tangan Rere dan melirik ke wajah cantik istrinya yang sudah mengisi kekosongan hatinya selama ini.
Namun Rere hanya tersenyum tipis saja,demi menutupi kesedihannya didepan suaminya.Membuat Vano menepikan mobilnya karena sejak tadi mereka sudah berada didalam mobil untuk pulang ke Apartemen.
"Ada apa Hem????".Tanya Vano sambil menatap wajah istrinya.
"Tidak ada apa apa by".Tepisnya lirih."Kenapa kita berhenti disini by???.Bukannya masih jauh ya???".Rere mencoba mengalihkan pertanyaan Vano yang akan membuat dirinya semakin bersedih.
"Katakan!!!.Ada apa????".Tanya Vano lagi penuh penekanan dan intemidasi.Bahkan ia tidak menggubris pertanyaan sang istri.
Karena tidak tahan Rere langsung menitikkan air matanya.Dan sontak membuat Vano langsung menarik tubuh ramping istrinya dan mendekapnya erat bahkan Vano menepuk pelan dan penuh kasih sayang punggung istrinya."Katakan Beby!!!.Jangan dipendam sendiri!!!".Ucap Vano sambil terus mendekap tubuh sang istri.
"Apa aku bukan anak yang diinginkan by???.Kenapa aku dibuang oleh orang tuaku by???....Kenapa???.Bahkan sejak kecil dan sampai sekarang kenapa aku selalu diperlakukan buruk dan dibully...Hikss....Hiksss...."Suara Rere semakin tercekat kala mengingat kembali masa masa kecil dan sampai ia bisa kuliah sekarang ini dan sebelum bertemu dengan Vano.
"Mengapa mereka tega kepadaku by???.Apa aku memang orang yang tidak layak untuk dicintai dan disayangi....A...Aku capek by...Dan aku takut..."Ucapan Rere tertahan karena Isak tangisnya semakin terdengar pilu.
Vano hanya bisa diam mendengarkan dulu keluh kesahnya yang dirasakan istrinya saat ini.Dan Vano pun tidak menyangka jika sosok wanita kuat seperti Rere ternyata menyimpan banyak kesedihan.Dan Vano semakin mencintai wanitanya ini.
"Apa suatu saat nanti Hubby juga akan membuang ku sama seperti apa yang dilakukan mereka????.Aku ...
"Hussstttt....!Jangan bicara seperti itu Beby!!!"Vano melonggarkan pelukannya dan menatap wajah sendu istrinya yang masih saja menangis dan menitikkan air matanya."Aku tidak akan pernah melakukan kebodohan yang sama dilakukan oleh mereka.Dan aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu apapaun yang terjadi dan apapun kondisinya sampai maut lah yang memisahkan kita beb. I'm promise". Ucap Vano lagi sambil mengecup bibir istrinya dengan lembut.
"Tapi by benar apa kata mereka.Aku ini tidak pantas bersanding dengan mu By...A...aku hanya anak terbuang".
"Jangan dengarkan kata orang lain Beb!!!.Siapa bilang kamu tidak pantas????.Malah bagiku justru kamu lebih pantas dan lebih baik dari wanita diluar sana untuk menjadi istriku".Terang Vano jujur dan Vano juga berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan selalu memberikan yang terbaik dan akan membahagiakan Rere seumur hidupnya.Membuatnya merasakan hidup yang layak dan tak akan pernah merasakan kekurangan kasih sayang.
__ADS_1
Vano pun kembali menenggelamkan Rere kedalam dekapan ternyaman nya.Sembari mengecup pucuk kepala Rere dengan lembut."Mulai sekarang mulailah percaya diri jika kamu pantas menjadi nyonya Ghevano Ricard Fernandez!!!".Ucap Vano tulus.
"Terimakasih by".Ucap Rere sambil menyeka air matanya.
Vano mengurai pelukannya dan menatap wajah cantik istrinya yang sudah sembab akibat menangis."Berterima kasih untuk apa Beby????".
"Terimakasih karena sudah memilihku menjadi pendamping mu , Terimakasih kasih sudah mencintai ku dan terimakasih untuk....
Cup...."Vano langsung mengecup bibir istrinya dan ********** hingga Rere tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi.
"Aku yang seharusnya berterima kasih padamu Beby"...cup...cup...cup....Vano sambil menghujani wajah Rere dengan kecupan nya.
"Hubby....Iihhh".Rere tersipu malu karena terus menerus di kecup oleh Vano.
"Kenapa beb???.Apa Mau yang lebih dari ini,Hem???".Goda Vano sambil mengedipkan matanya.
"Byyyy...."Rere makin salting saja akan tingkat kemesuman suaminya.Bahkan Rere baru tahu jika seorang Vano bisa bersikap cabul sejak menikahinya.
Dilain tempat saat ini Vanya sedang duduk santai di taman belakang sambil menikmati jus strowberinya.Hamil tua membuat Vanya semakin susah untuk bergerak.Namun,tak membuat Vanya bermalas malasan.
"AW ..."Lirih Vanya ketika ia merasakan sakit dan kram secara bersamaan di area perutnya.
"Sayang...Kenapa????.Ada yang sakit????.Dimana???".Zinnio yang baru saja pulang dari perusahaan namun begitu ia ingin menghampiri sang istri tiba tiba melihat Vanya sedang menahan sakit sambil meringis memegangi perutnya.
"Cuma kram aja yank".Jawab Vanya sambil tersenyum.
"Beneran yank nggak papa?".Zinnio masih terlihat panik
Vanya hanya menganggukkan kepalanya."Mas kok udah pulang???.Bukannya tadi katanya mau ada meeting???".
"Udah di handle sama asisten mas kok yank.Hari ini mas mau nemenin istri mas aja".
__ADS_1
Vanya tersenyum melihat wajah menggoda suaminya.Namun tiba tiba Vanya kembali merasakan kram dan mules.Namun kali ini rasanya lebih sering dan semakin membuatnya meringis.Sampai sampai Vanya mengeluarkan keringat di pelipis matanya.
"Kenapa yank???.Apa perutmu kembali kram???".Zinnio pun ikut bingung dan panik secara bersamaan.
"Iya yank..Tapi rasanya makin ngilu aja...Ah...Mas..."Vanya kembali meringis menahan rasa kram diperutnya.
"Kita kerumah sakit aja ya yank???".Usul Zinnio khawatir
Tanpa menunggu persetujuan dari Vanya,Zinnio langsung menggendong istrinya dan menyuruh assten rumah tangganya menyiapkan perlengkapan Vanya.Sedangkan didepan sopir pun sudah siap didepan mobilnya.
Disepanjang perjalanan Vanya terus saja merintih.Bahkan keringat sudah membajiri wajahnya.Zinnio semakin panik ketika Vanya tanpa sadar sudah menggigit bahunya.Zinnio hanya merasakan sakit dalam diamnya.
Hingga sampai dirumah sakit Zinnio langsung disambut oleh brankar dan dokter yang menangani Vanya selama masa kehamilan.Sedangkan kedua orang tua Vanya dan Nio saat ini masih didalam perjalanan menuju rumah sakit.Karena tadi dijalan Nio sudah menghubungi Ayah dan bundanya beserta mertuanya.
Zinnio semakin tegang ketika dokter Obgin mengatakan jika Vanya sudah bukaan tujuh.Dan dokter pun segera membawa Vanya kedalam ruangan bersalin.Vanya memang ingin melahirkan secara normal.Dan walaupun menurut perkiraan masa kelahiran Vanya akan sekitar 2 mingguan lagi.Tapi semua tak menutup kemungkinan bisa lebih ataupun kurang.
Sudah satu jam Nio menemani Vanya didalam ruang bersalin.Tapi,belum juga ada tanda tanda Zinnio junior akan keluar.Vanya juga sudah hampir menyerah, begitupun dengan Nio yang sudah perih disana sini.Karena jambakan dirambut dan cangkararan kuku Vanya dilengan dan belum lagi gigitan Vanya di tangannya.Penampakan Zinnio saat ini benar benar kacau,Bahkan kancing kemejanya sudah ada yang terlepas karena ditarik oleh Vanya.
uweekkk...uweekkkk....Suara tangisan bayi akhirnya terdengar membuat Zinnio terperangah,haru dan senang bahkan sakit secara bersamaan.Begitupun dengan semua orang yang diluar ruangan bersalin nampak tersenyum dengan ekspresi wajah masing masing begitu mendengar suara tangisan bayi.
"Selamat tuan, Nyonya..Bayi pertamanya laki laki".Ucap sang dokter.
πΏ
πΏ
πΏ
**TBC
satu bab dulu ya gengs,bunda masih buanyak banget kerjaan yang menunggu πππMaaf gengs buat novel atunya insyaallah besok bunda baru bisa Up kembali yaπππMohon maaf kesibukan bunda didunia nyata akhir akhir ini lagi bludak gengs ππ**
__ADS_1