
🌿
🌿
🌿
Satu jam telah berlalu kini Ririn nampak bernafas dengan lega,Karena meeting berjalan lancar bahkan klien nya pun sudah setuju untuk bekerjasama dengan perusahaan nya.
"Sebaiknya ibu makan malam dulu!!!!.Sebab satu jam lagi masih ada rapat yang harus Bu Ririn hadiri".Ucap Mira mengingatkan atasannya
"Baiklah".Sahut Ririn singkat,Karena Ririn juga sudah sangat lapar.Dari tadi dia belum sempat makan karena ketiduran.
Ririn dan Mira masuk kedalam lift menuju lantai satu Dimana restoran hotel xxx berada.Mereka memilih duduk di kursi paling pojok karena malam restoran hotel nampak ramai pengunjung.Ada yang berpasangan entah pasangan suami istri sah atau istri simpanan.Dan atau hanya sekedar sepasang kekasih.Yang kekasih bayaran atau kekasih sungguhan.Jelas hotel itu padat pengunjung karena ini adalah weekend jadi waktunya orang orang liburan.Namun,Ririn tetap saja kerja di malam minggunya.
Ririn pun tak mau ambil pusing dengan kegiatan mereka.Walaupun ada beberapa pasang mata yang sempat memperhatikan dirinya dari pertama masuk restoran hingga saat ini Ririn memesan menu makan malam nya yang disodorkan pelayan restoran.
Setelah menunggu beberapa saat kini semua pesanan Ririn dan Mira sudah datang.Ririn nampak makan dengan lahapnya,Tanpa peduli dengan area sekitarnya.
"Besok kita langsung pulang ke Jakarta ,Tolong siapkan penerbangan siang saja mir!!!.Karena aku ingin berkeliling dulu di kota ini".Ucap Ririn dan dijawab anggukan kepala oleh Mira sekretaris nya yang selalu menaninya jika keluar kota.Bahkan didalam kota apalagi kalau meeting penting seperti sekarang ini.
Selesai makan malam,Ririn kembali menuju ruang rapat yang sudah disediakan untuk rapat dengan petinggi perusahaan di hotel xxx inilah.Rapat dadakan yang di adakan oleh Ririn membuat sebagian orang yang menjabat sebagai petinggi perusahaan Pratama group yang merasa berbuat curang sedikit kalang kabut.
"Berkasnya sudah siap mir????".Tanya Ririn pada sekertaris nya
"Sudah Bu,dan bukti penggelapan dana pun sudah saya siapkan".
"Bagus mir,kamu memang bisa saya andalkan".Puji Ririn pada Mira sambil terus melangkah kan kakinya menuju Ruang rapat yang ada di lantai empat.Dengan kembali menaiki lift kedua tak harus menunggu lama.
Ting....pintu lift pun kembali terbuka,Ririn berjalan dengan Anggunnya di iringi sekretaris Mira dibelakang nya.Namun saat sudah masuk kedalam ruangan rapat.Wajah Ririn berubah menjadi dingin.
Bahkan semua orang tak menyangka jika Ririn yang nampak kalem,lemah lembut,serta cantik nan Anggun bisa setegas ini.Jika dalam urusan perusahaan, Apalagi saat ini Ririn mempunyai bukti kecurangan yang dilakukan manager keuangan nya langsung.
__ADS_1
Setelah menghadiri rapat yang agak alot,Ririn nampak semakin kesal saja.Karena orang yang membuat onar di perusahaan nya tidak hadir.Dengan alasan sedang dirawat di rumah sakit.
Sedangkan tadi waktu Ririn dan Mira keluar restoran dan sebelum menuju ruang rapat.Ririn dapat melihat dengan jelas bahwa pak Wira yang menjabat sebagai manager keuangan dicabang perusahaan nya di Surabaya ini.Sedang masuk ke salah satu kamar hotel dengan menggandeng seorang wanita.
"Tunda kepulangan kita kejakarta besok mir!!!.Karena kita akan mengunjungi perusahaan yang ada disini besok pagi".Ucap Ririn sedikit Geram
"Baik Bu".Jawab Mira yang sudah tau mood Bu bosnya itu sedang tidak baik.
"Pergilah duluan mir,dan kamu boleh istirahat!!!.
"Baik Bu,kalau perlu apa apa telpon saya!!!!".Ucap Mira
"Hmm".Jawab Ririn singkat
"Kalau begitu saya tinggal Bu".Yang dijawab anggukan kepala oleh Ririn.
Setelah kepergian sang sekretaris Ririn mengepalkan tangannya."Wiratama...."Geram Ririn penuh emosi.
Saat Ririn masih memikirkan cara yang akan dia lakukan untuk menguak kecurangan seorang Wiratama yang sudah membuat perusahaan nya mengalami kerugian.Dan berkahir Ririn sendiri yang harus turun tangan terbang ke Surabaya di hari weekendnya.
Tiba tiba pintu ruangan rapat di ketuk dari luar.
Tok...tok...tokkk
"Maaf Bu,ini saya mengantarkan teh hangat untuk ibu Ririn".Ucap seorang pelayan laki laki yang memakai seragam hotel.
"Saya tidak pesan teh hangat".Jawab Ririn
"Tadi sekretaris ibu yang pesan,katanya disuruh anter kesini".Sahut sang pelayan hotel sambil tersenyum
"Oh,yasudah bawa kemari teh nya!!!".
__ADS_1
Sang pelayan hotel pun meletakkan teh hangat beserta cemilan di meja samping Ririn duduk.Setelah itu pelayan hotel langsung pamit keluar ruangan.
"Terimakasih".Ucap Ririn pada sang pelayan hotel dan dijawab anggukan kepala oleh pelayan hotel itu.
Karena tadi Ririn sangat emosi dan membuat kerongkongannya kering menahan amarah.Hingga ia menenggak habis air mineral didalam botol yang dibawakan pelayanan hingga habis.Begitupun dengan teh hangat nya.Sampai tandas tak bersisa,Itulah Ririn jika mood nya sedang tidak baik.Maka dia akan melampiaskan nya pada makanan atau minuman yang ada didepan matanya.
Namun sesaat kemudian,Ririn merasa sedikit gerah bahkan kepalanya terasa pusing.Lalu Ririn ingin menelpon Mira sekretaris nya.Namun ponselnya ketinggalan didalam kamarnya karena tadi masih di chargernya.
Ririn bangkit dari tempatnya duduk.Lalu pergi meninggalkan ruang rapat dengan sedikit sempoyongan.Ririn masuk kedalam lift menuju lantai tujuh dimana kamarnya berada.Saat Ririn sudah masuk kedalam lift,seseorang dibalik tembok mengawasinya dengan tersenyum penuh arti.Lalu orang itu langsung menelpon seseorang.
"Sudah beres bos".Ucap Seorang pria yang sedang mengawasi gerak gerik Ririn sejak tadi.
Ririn yang mulai merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya,Hampir tak bisa menahan diri,ingin rasanya Ririn membuka pakaiannya saat ini juga.Namun otak Ririn masih mampu bekerja dengan waras.Hingga Ririn tidak melakukan hal konyol didalam lift.
Ting lift terbuka...
Ririn berjalan dengan sempoyang menahan rasa aneh ditubuhnya.Dan Ririn masuk kedalam kamar tanpa harus membukanya terlebih dahulu.Karena setengah tak sadar menahan rasa gerah dan aneh didalam tubuhnya.Ririn sampai salah kamar.
Tadi di lift menekan tombol delapan bukan tujuh.Dan yang lebih konyolnya lagi sekarang dia berada didalam kamar no 102 bukan 201.
Ririn pun tak sempat berpikir bahwa ini bukanlah kamarnya.Karena yang ada didalam pikiran Ririn saat ini adalah membuka seluruh pakaiannya sebab tubuhnya merasa sangat gerah dan semakin panas saja.
Seorang pria yang baru masuk kedalam kamarnya setelah melakukan panggilan telepon di balkon hotel.Nampak terkejut bahkan sangat nampak emosi ketika ada seorang wanita di dalam kamarnya sedang melepaskan blazernya.Namun rasa bingung serta emosi tadi seketika berubah menjadi sebuah senyuman setelah melihat wajah gadis itu adalah Ririn.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1