
🌿
🌿
🌿
Saat ini Nio dan Vanya baru saja menginjakkan kakinya dirumah sakit xxx.Tepatnya rumah sakit milik keluarga Vanya sendiri.Mereka disambut hangat oleh pihak rumah sakit,begitu mereka masuk kedalam rumah sakit tersebut.Iya bagaimana tidak sekarang hampir semua publik tahu jika Vanya adalah anak bungsu dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja saat ini.
"Selamat sore tuan dan nona muda".Sapa dokter Vina selaku pihak manager rumah sakit yang tak lain adalah sahabat dari Vano sendiri.
"Sore dokter Vina".Sahut Vanya ramah.Begitupun dengan Nio yang terlihat menampilkan senyumnya.
"Ada yang bisa saya bantu nona tuan muda????".Tanya Dokter Vina.
"Ah,iya begini dok saya mau menemui dokter kandungan".Sahut Nio semangat dan sedaritadi juga Nio tidak melepaskan tautan tangannya pada Vanya.
"Dokter kandungan????".Ulang dokter Vina sambil melirik ke arah Vanya."Apa jangan jangan sudah ada calon cicit junior keluarga Fernandez".Tebak dokter Vina.
Vanya pun langsung tersenyum namun tak menjawab pertanyaan dokter Vina.
"Doakan saja dok!!!"Zinnio akhirnya menimpali
"Aamiin...Ah mari saya antarkan keruangan dokter Risa".Lanjut dokter Vina sambil mengajak anak pemilik rumah sakit menuju ruangan dokter obgin yang bernama dokter Risa.
Vanya dan Nio pun disambut hangat oleh dokter Risa.Dan dokter Vina pun masih setia berada diruangan dokter Risa.Sedangkan Vanya kini sudah berbaring di atas brankar untuk melakukan USG.
Mata Zinnio bahkan sampai tak berkedip melihat layar monitor yang menampilkan janin yang dikandung Vanya masih sebesar biji kacang polong.
"Janinnya sehat nona.Dan usianya sudah memasuki 11 Minggu".Terang dokter Risa sambil tersenyum.
"Yank aku beneran hamil".Seru Vanya wajahnya bahkan terlihat sangat bahagia begitupun dengan Nio.
"Selamat ya Tuan dan Nona muda".Ucap Dokter Vina
__ADS_1
"Terimakasih dokter Vina".Jawab Nio dan sambil membantu Vanya bangun dari Brankar lalu menuju meja kerja dokter Risa.
"Apa ada keluhan selama ini Nona????".Tanya Dokter Risa pada Vanya.
Vanya menggelengkan kepalanya".Tidak ada dok,tapi malah nafsu makan saya semakin meningkat iya kan yank????".Sahut Vanya sambil meminta pembenaran dari Suaminya.
Dokter Risa hanya tersenyum begitupun dengan dokter Vina."Bagus itu biar janinnya tidak kekurangan nutrisi.Tapi tetap saja asupan gizi dan lebih baik makan makanan yang sehat".Ucap Dokter Risa sambil menuliskan resep untuk bumil satu ini.Vanya hanya manggut manggut saja mendengar penjelasan dokter Risa.
Dan dokter Risa pun banyak menjelaskan seputaran kehamilan.Dan apa saja yang boleh dan tidak bolehnya.Apalagi saat ini usia kandungan Vanya masih masuk bulan ketiga.Tapi Dokter Risa pun salut pada Vanya karena kandungannya sangat kuat.Dan bumil satu ini juga terlihat biasa saja tanpa keluhan apapun.
Setelah banyak mendengarkan masukan dari dokter Risa.Vanya dan Nio pun memutuskan untuk segera pulang.Karena saat ini sudah mau maghrib.Namun,ditengah perjalanan tiba tiba Vanya menyuruh suaminya berenti.
"Mas ..."
"Iya sayang????".
"Mau pecel lele".Seru Vanya sambil bergelayut mesra di lengan suaminya.
"Nggak mau direstoran yank.Mau nya di warung tenda aja".Sahut Vanya sambil terlihat memohon pada suaminya.
"Tapi...yank".Zinnio berusaha membujuk istrinya yang sekarang lebih doyan makan di warung warung kecil apalagi sekarang warung tenda yang dimaksud Vanya adalah warung yang ada di pinggir pinggir jalan.Yang menurut Nio itu sangat tidak memungkinkan untuk Vanya.Apalagi sekarang Vanya lagi memgandung anaknya.Nio tidak yakin jika makan diwarung tenda kebersihannya terjamin.Sebab banyak kendaraan yang berlalu lalang belum lagi debu dan banyaknya para pengunjung.
"Boleh ya yank!!!.Maunya di warung tenda yang ada di ujung jalan itu!!!".Tunjuk Vanya sambil terus membujuk Suaminya.
"Yank kamu boleh makan dimana aja, direstoran mahal manapun asal jangan di sana ya".Bujuk Nio khawatir jika nanti akan berdesak desakkan dengan pengunjung lainnya.Karena ditempat yang Vanya tunjuk sering terlihat ramai.
"Nggak mau yank.Maunya di warung tenda itu".Vanya masih tetap kekeh.
Zinnio menghela nafasnya berat."Beneran yank mau tetap disana????.Itu rame loh yank.Ini juga mau maghrib".Nio masih berusaha membujuk istrinya.
"Baby...Daddy jahat ya.Padahal kan ini maunya Baby juga.Baby mau makan pecel lele di warung tenda depan ya sama Mommy.Tapi Daddy nggak kasih izin honey".Vanya malah berbicara sendiri sambil mengelus perutnya yang masih datar.
Zinnio nampak menghela nafasnya kembali.Akhirnya dengan berat hati ia mau menuruti permintaan istrinya yang mulai saja aneh aneh baginya.
__ADS_1
"Yaudah...Oke kita beli pecel lele nya disana ya yank.Tapi makannya dirumah aja ya yank!!!".Bujuk Zinnio sambil mengelus punggung tangan istrinya.
"Benarkah sayang.Boleh beli diwarung tenda itu????".Vanya langsung berbinar.
"Iya yank.Tapi nggak boleh makan disana ya".Ucap Nio sambil melirik ke arah istrinya
"Iya sayang....Makasih Daddy".Seru Vanya sambil mencium pipi kiri Zinnio.
Nio menatap istrinya sekilas lalu kembali beralih fokus pada setir dan jalan raya.Nio nampak gemas melihat Vanya seperti itu.Bahkan sekarang Vanya terlihat semakin manja saja.
Dan setelah sampai diwarung tenda yang diinginkan Vanya.Nio dengan cekatan langsung turun dari mobil untuk memesan apa yang diinginkan oleh istrinya.Tak hanya satu pesanan saja,Vanya memilih menu yang terpampang nyata di spanduk yang ada diwarung tenda tersebut.
Tapi Nio dengan sabaranya mengiyakan keinginan Vanya.Nio turun dari mobil masih dengan memakai seragam lengkapnya.Yaitu seragam polisnya,Banyak mata memandang kearah Zinnio.Terutama para gadis gadis baik remaja maupun dewasa yang ada di warung tenda tersebut.Bahkan sampai ada yang tak berkedip.Vanya menyaksikan itu semua dari dalam mobil.Ia terlihat kesal melihat mata genit para wanita diluar itu.
Dan dengan rasa sebal dan kesalnya Vanya ikutan turun dari mobilnya.Dan menghampiri suaminya yang masih memesan makanan untuknya.
"Yank aku mau sate Padang juga".Seru Vanya ketika sudah ada dibelakang suaminya.Bahkan Vanya menggenggam tangan suaminya.
"Loh yank.Kenapa nggak tunggu dimobil aja??.Kenapa ikutan turun juga????.Kamu nggak gerah disini rame yank".Cerocos Nio.
"Udah mesennya yank????.Ayo beli sate Padang di warung sebelah yank".Vanya malah tak menggubris pertanyaan sang suami.Vanya masih jengkel dengan banyaknya pasang mata yang melirik ke arah suaminya.
"Aku nggak suka yank mereka ngelihatin kamu kayak gitu".Gerutu Vanya ketika mereka sudah diluar warung tenda itu.
"Hahahha....Jadi kamu bela belain turun karena cemburu sama mereka yank????".Nio malah terkekeh.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1