Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Gila Makan


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


"Stop yank!!!!".


Sontak membuat Nio bingung bercampur kaget."Ada apa yank????". Tanya Zinnio tak mengerti karena tiba tiba saja Vanya minta memintanya berhenti.


"Mau beli rujak yank..."Seru Vanya sambil nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi putih nya.


"Rujak????".Zinnio mengulang kata kata istrinya.


Vanya langsung menganggukkan kepalanya cepat."Bentaran aja yank,kayaknya seger".Seru Vanya lagi sambil membayangkan potongan buah segar yang dicocol bumbu rujaknya begitu masuk kedalam mulutnya.


"Mau kemana????".Zinnio kembali bertanya ketika Vanya hendak membuka pintu mobil.


"Mau turun yank kan mau beli rujak".Sahut Vanya sambil tersenyum.


"Tutup lagi pintunya!!!".Ucap Zinnio,Sontak membuat Vanya mendelik."Kamu tunggu dimobil aja yank!!!.Biar Aku yang beli rujaknya".Jelas Zinnio karena paham arti tatapan sang istri.


Membuat Vanya langsung sumringah.Dan tersenyum manis.Zinnio pun mengecup bibir Vanya sekilas sebelum ia turun dari mobil untuk membelikan Vanya rujak yang dijual pedang gerobak di pinggiran trotoar jalan raya.


Vanya hanya duduk manis didalam mobil sambil melihat suaminya memesan rujak buah lewat kaca mobil.Setelah sekitar lima menit akhirnya Zinnio datang membawa dua cup rujak buah segar.Yang sangat menggugah selera seorang Vanya.


Vanya sangat senang dan sangat antusias menerima bungkusan rujak buah yang diberikan oleh Nio.Dengan raut wajah bahagianya ia sudah tidak sabaran untuk segera melahab potongan buah buahan segar itu.


"Mau langsung di makan sekarang yank????".Tanya Nio lagi karena melihat Vanya langsung membuka cup berisi potongan buah segar ditambah potongan mangga dan buah kedondong.


"Iya yank.Soalnya pengennya sekarang".Jawab Vanya santai.

__ADS_1


Nio hanya ngilu melihat istrinya begitu rakus melahap potongan buah mangga muda dan kedondong.Bahkan Vanya sedikitpun tidak merasakan asam.Terlihat ekspresi wajah Vanya malah biasa saja.Karena penasaran akan rasanya Akhrinya Zinnio memutuskan untuk mencicipi potongan buah mangga itu.Dan betapa ngilunya Zinnio begitu tahu rasanya.


"Yank ini asem banget Lo yank.Kamu kok bisa sih makannya???".Tanya Zinnio heran.


"Enak kok yank.Seger".Seru Vanya sambil terus melanjutkan makan rujaknya.


Zinnio sampai bergidik ngeri melihat istrinya makan buah mangga muda itu.Karena menurut Nio itu buah tidak layak untuk dimakan.Tapi,anehnya Vanya malah terlihat sangat lahap.Bahkan ia sudah membuka satu cup lagi.Zinnio tak mau ambil pusing ia pun kembali melajukan mobilnya.Sedangkan Vanya masih saja ngemil rujak buah disepanjang perjalanan.


Saat di pertigaan jalan mata Vanya kembali melihat makanan yang menggugah selera nya lagi."Yank,mau beli seblak".Seru Vanya lagi.


"What..????.Yank kamu masih belum kenyang????".Celetuk Zinnio kembali berteriak.


Diluar dugaan Vanya malah langsung menangis tersedu sedu.Membuat Zinnio kebingungan sendiri dan dengan terpaksa menghentikan mobilnya kembali."Yank kenapa????.Kok kamu malah nangis sih????".


"Hiks ...Hiksss....Habisnya kamu ngebentak aku yank.Padahal kan aku cuma mau minta beli seblak doang yank....Hikss....Hiksss".Jawab Vanya sambil terus menangis.


"Astaga bini gue kenapa sih ???? .Kok makin hari makin aneh aja sikapnya???".Guman Zinnio didalam hati sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Seketika itu juga wajah Vanya nampak bahagia dan ia pun langsung menghapus air matanya."Beneran yank boleh????".Tanyanya Antusias.


"Iya yank.Apa sih yang nggak boleh.Asalkan kamu nggak ngambek plus nggak pake acara nangis segala kayak tadi".


Vanya manggut manggut cepat.Dan cup....cup..cup...Tiga kecupan mendarat dibibir Nio "Makasih sayang...."Seru Vanya senang.


Zinnio hanya terkekeh dan geleng geleng kepala saja melihat sikap dan perilaku istrinya yang nampak aneh baginya.


Dan akhirnya Zinnio kembali memesankan seblak untuk Vanya dengan level mematikan.Kebayang nggak tuh rasanya gimana.Sampe ubun ubun pastinya.


Zinnio aja sampai bergidik ngeri dengan level seblak yang istrinya beli.Walaupun Zinnio ingin melarang percuma karena Zinnio takut Vanya akan kembali menangis lagi seperti tadi.Alhasil Zinnio hanya bisa diam dengan menahan sedikit amarahnya.


Sepertinya Zinnio akan selalu di uji kesabarannya oleh tingkah istrinya setiap harinya.Entah sampai kapan Vanya bersikap seperti itu.

__ADS_1


Kini Zinnio pun sudah memarkirkan mobilnya didepan rumahnya.Begitu turun Zinnio menenteng banyak sekali kantong kresek di tangan kanan dan kirinya.Jangan ditanya apa isi kantong kresek yang dibawa oleh Zinnio.Karena itu semua makanan dan cemilan yang dibeli Vanya disepanjang perjalanan pulang kerumah tadi.


Bukan hanya seblak saja,Tapi Vanya membeli banyak cemilan yang dirasanya enak untuk dimakan.Dengan rute perjalanan yang seharusnya sampai dirumah sejak lama karena jarak tempuhnya hanya sekitar 30 menit.Ini sudah satu jam lebih,karena Vanya selalu saja menyuruh suaminya untuk berhenti di tengah jalan.


Vanya juga membawa bingkisan yang berisi cake.Karena tadi Vanya malah menyuruh Zinnio untuk putar balik demi membeli cake di toko kue langganan mereka.


"Assalamualaikum".Salam Vanya ketika ia sudah ada di ambang pintu.Dan dari arah belakang bik Sri pun menjawab salam majikannya.


"Tolong bantu suami saya bawa belanjaannya ke meja makan ya Bi!!!!".Ucap Vanya sambil tersenyum dan melenggang pergi ke meja makan.


Nio pun menyerahkan kantong kresek yang ia bawa kepada Bik Sri.Lalu Nio pun ikut masuk ke ruang makan,Nio tak habis pikir makanan sebanyak itu apa bisa habis dengan Vanya sendirian.Bahkan sejak tadi istrinya itu tidak berhenti ngemil.


Bik Sri aja sampai terbengong bengong melihat majikannya yang membeli makanan sebanyak itu.Tentu saja saat ini Vanya sedang menyantap seblak nya.Dan anehnya gadis itu tidak merasakan pedas . Walaupun Vanya makannya banyak mengeluarkan keringat.


"Yank...Jangan dihabiskan ya.Nanti kamu bisa sakit perut".Ucap Nio khawatir.Karena Nio tahu berapa banyak cabe dalam mangkuk seblak yang dimakan oleh istrinya itu.


"Mubazir dong yank kalo nggak habis".Sahut Vanya dengan santainya.Kini Vanya malah sambil menggigit pisang Mozarella nya yang ia beli tadi juga barengan dengan si seblak.


"Sayang selera makan kamu kayaknya meningkat sekarang.Apa kamu tidak takut gendut???".Goda Zinnio.Soalnya Vanya sangat tidak mau dibilang gendut karena Vanya selalu menjaga pola makannya selama ini.


"Yang penting sehat yank.Dan kalo aku gendutan berarti aku bahagia dong yank hidup sama kamu".Jawaban yang benar benar di luar nalar dan tak sesuai harapan Nio.


Lagi lagi Nio dibuat tercengang atas jawaban sang istri.Entah kesurupan apa Vanya saat ini.Mungkin itulah yang dibatin Zinnio.Karena Vanya benar benar seperti sosok asing baginya beberapa hari ini.Dan hari ini adalah hari yang membuat Zinnio kehabisan kata kata.Karena hari ini Vanya terlihat gila makan.


🌿


🌿


🌿


TBC

__ADS_1


__ADS_2