
🌿
🌿
🌿
Satu Minggu sudah setelah acara pertemuan keluarga,Kini Zinnio pun masih belum bertemu langsung dengan calon istri pilihan keluarganya.Ia bahkan tetap menjalankan rutinitas sehari-hari seperti biasanya.Sedangkan Vanya yang katanya hanya berlibur selama tiga hari di Bogor malah sampai seminggu ini masih ada di villa nya di Bogor.Namun,Rania karena harus kuliah terpaksa gadis itu pulang ke Jakarta dua hari yang lalu.
Pagi ini Vanya dengan berat hati juga harus meninggalkan Bogor, Dan harus pulang kejakarta karena Daddy dan Mommy nya sudah menyuruhnya kembali.Ditambah lagi sang Oma serta Grandma nya yang tidak sabaran ingin berjumpa dengan cucu perempuan mereka.Sebab,memang sejak tiba dijakarta Vanya belum sempat berkunjung kerumah Oma dan Opa nya.
"Hati hati di jalan Nona!!!!".Ucap Nani ketika Vanya sudah masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Sopir pilihan Daddy nya.
Vanya pun hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya."Aku akan sering kesini nantinya Nani".Seru Vanya senang.
Nani pun ikut melambaikan tangannya kepada nona mudanya.Bersamaan dengan lajunya mobil yang di naiki Vanya membelah jalanan menuju kota Jakarta.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 wib.Vanya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu,Karena untuk sampai di rumah masih memakan waktu sekitar empat puluh lima menit lagi.
"Om botak,Kita cari restoran terdekat untuk makan siang,Soalnya perutku udah laper banget nih!!!".Seru Vanya
"Baik Nona muda".Sahut Abdu sang bodyguard sekaligus sopir untuk Vanya.
Dan akhirnya kini sampailah Vanya disebuah restoran yang terletak ditepi jalan raya ,Yaitu restoran dengan berbagai olahan seafood.Vanya melangkahkan kakinya masuk kedalam restoran di iringi dengan Abdu dibelakangnya.
"Om botak... Silahkan cari tempat aja dulu!!!.Aku mau ketoilet sebentar".Ujar Vanya dan dijawab anggukan kepala oleh Abdu sang Bodyguard.
Sebenarnya Abdu canggung jika harus satu meja dengan nona mudanya.Namun karena Vanya memaksa untuk menemani nya makan siang.Dengan sedikit terpaksa Abdu menuruti permintaan nona mudanya.
Setelah Vanya keluar dari toilet dan hendak melangkahkan kakinya menuju meja dimana sang Bodyguard nya berada dan telah duduk disana.Tiba tiba pandangan matanya tertuju pada seorang pria sedang menikmati makan siangnya dengan seorang wanita cantik tak jauh dari tempatnya berdiri.Dan dengan seringai liciknya Vanya mulai memiliki ide untuk mengerjai pria itu.
"Waktunya mengerjai siganteng nih".Guman Vanya sambil melangkahkan kakinya menuju meja Zinnio dengan seorang wanita cantik.
"Sayang ternyata kamu disini".Ucap Vanya sambil melingkarkan tangannya dibahu Zinnio.
Hal itu sontak membuat Zinnio membulatkan matanya dan sangat terkejut begitu melihat wajah cantik Vanya yang tiba tiba saja terlihat sangat menggemaskan dan sangat manja bergelayut di bahunya.Bagai seorang kekasih yang sedang dimabuk cinta hingga tak tahu tempat untuk bersikap romantis.
__ADS_1
"Nio siapa dia????".Tanya gadis cantik yang tadi sedang makan bersama Zinnio.
"Di...dia ini".Jawab Zinnio masih terkejut bercampur gugup
"Kenalkan saya kekasihnya Zinnio".Seru Vanya sambil menyodorkan tangannya kearah gadis yang terlihat sangat terkejut dengan ucapannya.
Gadis itu pun ingin meraih uluran tangan Vanya,Namun belum sempat terulur Vanya langsung menurunkan tangannya kembali.
"Aduh maaf sayang...Tadi aku kesini sama om botak.Aku tinggal dulu ya".Ucap Vanya sambil terus bergelayut manja di bahu Zinnio.Dan anehnya Zinnio pun tidak berniat untuk melepaskan pelukan tangan Vanya dipundaknya.Namun,tak dapat Zinnio pungkiri jika saat ini perasaan Zinnio jadi campur aduk antara panik,terkejut,dan gugup menjadi satu.Zinnio yang masih memakai seragam dinasnya lengkap dan didepan seorang gadis yang sejak tadi duduk satu meja dengannya.Apalagi hampir setiap pengunjung melirik kearahnya saat ini.
Belum habis rasa gugup yang Zinnio rasakan,Malah kini Vanya kembali berulah dengan tanpa aba aba lagi Vanya langsung mencium pipi Zinnio.Hal itu membuat wajah Zinnio bersemu merah menahan malu serta rasa terkejutnya secara bersamaan.Bahkan gadis cantik didepan nya pun ikut menutup mulutnya saking terkejutnya melihat tingkah Vanya terhadap Zinnio.
Dan tanpa menunggu jawaban dari Zinnio Vanya pun langsung meninggalkan Zinnio yang masih diam mematung serta wajah yang bersemu merah karena mendapat serangan dadakan dari Vanya.
Sedangkan Vanya nampak mengulum senyumnya sambil terus melangkahkan kakinya menuju meja yang telah dipilih Abdu.Tanpa peduli dengan tatapan orang orang kepadanya.
"Apa yang anda lakukan Nona muda".Batin Abdu sambil menggelengkan kepalanya.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Alex...Apa dia Vanya putri kesayanganku????".lirik Ricard sambil menonton video Vanya mencium pipi seorang laki laki yang Ricard sendiri sudah mengenal lelaki tersebut siapa.
"Apa tuan tidak bisa mengenali Nona muda ".Jawab Alex sambil menahan tawanya.
"Alek....Sepertinya kamu sudah bosan hidup".Ancam Ricard dengan nada tegasnya.
"Maaf tuan".Jawab Alex lagi
"Untung saja laki laki yang dicium putriku adalah calon suaminya sendiri.Kalau tidak sudah habis laki laki itu ditangan ku".Lirih Ricard sambil menggelengkan kepalanya.
"Tuan...Ternayata nona muda sudah saling kenal dengan tuan Muda Zinnio.Karena dilihat dari caranya mereka sudah sangat akrab".Ucap Alex
"Iya kau benar Lex.Tapi saya pikir perkenalan mereka seperti ada yang aneh".Cicit Ricard berkata.
"Apa perlu saya menyelidikinya tuan".
__ADS_1
"Lakukanlah Lex!!!!.Dan jangan sampai Vanya tahu soal ini!!!!.Karena pertunangan mereka akan diadakan bulan depan,Saya ingin Vanya menerima perjodohan ini bukan karena terpaksa".Ucap Ricard lagi sambil terus melihat tingkah laku putrinya yang berhasil membuat seorang polisi yang dingin, Arogant dan tegas seperti Zinnio bisa bersemu merah dan gugup oleh ulahnya.
"Baik tuan".Jawab Alex singkat."
Alex pun langsung pamit keluar ruangan Ricard,sedangkan Ricard pun kembali fokus pada laptopnya dan beberapa berkas yang ada dimeja kerjannya.
"Vano,sepertinya jagoan Daddy akan terlangkahi oleh Vanya adikmu sayang".Batin Ricard sambil menggelengkan kepalanya.
Saat Ricard sedang fokus pada pekerjaannya.Tiba tiba pintu ruangannya diketuk dari luar.
"Masuk!!!".Ucapnya dari dalam karena Ricard bisa melihat siapa yang ada dibalik pintu ruangannya saat ini.
"Maaf tuan menganggu waktunya sebentar".Ucap Doni dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Ada apa Don????.Cepat katakan!!!!".
"Tuan...Saya akan menikah".Kata Doni dengan mantap.
Ricard merasa sangat terkejut dengan ucapan Doni orang kepercayaan nomor dua setelah Alex.Namun Ricard juga sangat bahagia mendengarnya."Apa kau serius Doni???.Siapa wanita malang itu????".Ledek Ricard sambil terkekeh
"Anda sangat mengenalnya tuan".Jawab Doni sedikit gugup
Ricard nampak mengerutkan keningnya,Sambil mengetuk ngetukkan jarinya di meja kerjanya.
"Nona Rania tuan,Anak dari Nyonya Angel dan tuan Rommy".Jelas Doni lagi karena tahu arti tatapan sang bos.
"What's????.Kamu tidak sedang bercanda kan Don????".Ricard sangat terkejut.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1