Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Putra sulung tuan Ricard


__ADS_3

"Kok kamu malah ketawa sih yank????".Vanya memanyunkan bibirnya.


"Habisnya kamu ngegemesin kalo lagi cemberut gitu yank".


Vanya semakin mencebikkan bibirnya."Jangan pancing aku untuk bertingkah konyol disini yank!!!!".Bisik Nio Kemudian.


"Ishh...Kau itu dasar cabul dan mesum".Sentak Vanya sambil memeluk lengan suaminya.Bahkan wajah Vanya nampak bersemu merah.


🌿🌿🌿🌿🌿


Disaat Vanya dan Zinnio lagi bahagia bahagianya karena saat ini Vanya dinyatakan positif hamil dan Nio yang mulai kelabakan karena ulah bumil muda itu.Di lain tempat dan diwaktu yang berbeda juga seorang pria tampan dan bahkan terkenal dengan begitu dingin dan kakunya.Sedang berkutat dengan banyaknya berkas di atas meja kerjanya.


Sungguh menjadi seorang CEO itu menguras banyak pikiran dan tenaga.Walaupun sang Daddy masih tetap ikut andil dalam mengelola perusahaan.Tetap saja dialah sekarang yang harus ekstra bekerja keras,dengan selalu didampingi oleh sahabatnya dan bahkan sudah seperti saudara sendiri.Pria tampan nan dingin dan kaku itu sudah berhasil menunjukkan taringnya.


Siapa lagi dia kalau bukan Ghevano putra sulung tuan Ricard.Bahkan pria itu sekarang terlihat semakin kaku saja.Aura dinginnya melebihi sang Daddy.Tidak ada yang menyangka jika Vano sangat berubah sekarang.Tidak seperti dulu yang masih bisa terlihat hangat dan suka konyol sama seperti adiknya.


Vano hanya bersikap hangat cuma dengan orang orang tertentu saja,.Bahkan Vano sekarang lebih memilih tinggal di Apartemen miliknya sendiri.Hanya Rion yang tahu penyebab pria tampan itu berubah menjadi sangat dingin seperti sekarang ini.Bahkan semua karyawan tak ada yang berani menatap wajah CEO mereka itu.Vano juga dijuluki pria sombong dan Arogant.


Sekarang yang di otak pria itu hanya kerja kerja dan kerja saja.Vano juga melupakan masalah cinta,ia hanya fokus pada dunia bisnisnya.Rion sebagai asisten kepercayaan sekaligus sahabat untuk Vano pun hanya bisa menatap iba pada bos nya itu.Rion tidak mau banyak bicara lagi karena bagi Rion saat ini Vano memang butuh waktu untuk berpikir dengan jernih.


Walaupun Rion sudah sering bicara pada Vano,tapi sepertinya sahabat nya itu masih enggan untuk menerima saran darinya.Rion tak menyalahkan keadaan dalam permasalahan yang dialami oleh Vano.Semua itu sudah menjadi jalan dan takdir untuk Vano.Mungkin Tuhan punya rencana tersendiri untuk Vano.


"Tuan lebih baik anda makan siang dulu!!!.Ini sudah waktunya jam istirahat".Rion mulai bicara karena Kalau sudah kerja Vano sekarang sampai lupa waktu.Jadi,sebagai sahabat dan orang kepercayaan Rion selalu mengingatkan Vano.Ya walaupun itu sering di abaikannnya oleh Vano.


"Tidak usah seformal itu lah Rion!!!.Kita hanya berdua diruangan ini".Jawab Vano tapi matanya masih fokus pada file file di atas mejanya.

__ADS_1


"Baiklah,kalau begitu kita makan siang dulu saja".Ajak Rion lagi.


Vano pun menghentikan aktivitas nya.Lalu ia menanggalkan kaca matanya.Lalu pria itu menutup berkas yang tadi ia pelajari.Kemudian tanpa banyak bicara Vano meraih jas nya dan langsung melangkah pergi keluar ruangan.Dengan sigap Rion juga ikut melangkah mengikuti tuannya.


"Apa jadwalku setelah makan siang Rion?????".Tanya Vano ketika mereka berdua sudah ada didalam lift khusus CEO.


"Ada meeting dengan dewan direksi pukul dua siang Van".Sahut Rion menjelaskan.


Vano menjawab hanya dengan deheman saja.Dan kemudian pintu lift pun terbuka.Keduanya langsung melangkah menuju keluar.Semua karyawan menunduk memberi hormat pada atasan mereka.


Sedangkan diluar mobil mewah bewarna hitam sudah terparkir didepan pintu keluar.Menunggu sang CEO datang.Rion dengan cekatan langsung membukakan pintu mobil untuk tuannya.Setelah itu ia duduk di kursi kemudi.Dan langsung melajukan mobil itu membelah jalanan.


"Gue mau makan siang di restoran xxx Rion".Ucap Vano sambil menatap layar ponselnya.


"Siap men".Sahut Rion sambil tetap fokus pada jalanan.


Vano melangkah sambil mengedarkan pandangannya.Mencari sosok yang tadi mengirimkan pesan padanya.Vano terlihat sedikit menarik sudut bibirnya ketika ia sudah menemukan sosok yang ia cari.


"Vanya".Lirih Rion ketika ia mengikuti arah pandang milik Vano.Dan disana Vanya pun langsung melambaikan tangannya.


"Aku pikir Abang tidak akan mau menemani ku makan siang disini".Celoteh Vanya manja.Vano terkekeh melihat tingkah sang adik.Karena hampir satu bulan ini Vano dan Vanya tidak ketemu.Padahal hanya beda rumah dan lingkungan saja di kota yang sama.


"Mana mungkin Abang mengabaikan adik konyol dan mesum seperti kamu".Ledek Vano sambil memeluk erat tubuh sang adik.Sungguh ini pemandangan yang sangat langkah bagi orang lain.Karena Vano ternyata bisa bersikap santai dan hangat jika bersama keluarga dan orang orang terdekat nya.Apalagi jika bersama Vanya adik kesayangannya ini.


"Rion,ayo silahkan duduk!!!".Ucap Vanya ketika sudah merasa cukup berpelukan dengan abangnya si Vano.

__ADS_1


"Kau tidak ingin memeluk juga honey????".Goda Rion sambil terkekeh.


"Ah tayang.Sorry aku lupa".Seru Vanya sambil merentangkan kedua tangannya dan disambut hangat oleh Rion.Vano malah menggelengkan kepalanya dan menjitak belakang kepala Rion.


"Shitt".Upat Rion sambil memegangi kepala belakangnya yang di jitak oleh Vano."Why men????".Tanya Rion


Vano hanya mengangkat kedua bahunya saja.Dan dengan acuhnya langsung duduk dikursi didekat Vanya berdiri.Vanya pun menarik tangan Rion untuk ikutan duduk disampingnya juga.Dengan posisi Vano dikanan dan Rion dikirinya.


Setelah itu datang seorang pelayan dengan membawa buku menu.Vanya pun dengan cepat langsung memilih menu yang ia rasa enak dan diinginkan olehnya.Vano dan Rion sampai bersitatap mendengar semua pesanan Vanya.Tapi mereka berdua enggan untuk bertanya karena tidak akan menang berdebat dengan Vanya.


"Nio kemana honey???.Dan kamu kemari di antar siapa????".Vano bertanya sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Adik iparmu sedang ada giat bang.Dan katanya ia akan pulang malam".


Vano hanya beroh ria Sedangkan Rion hanya menjadi pendengar setia."Bang ada kabar gembira untuk Abang".Seru Vanya sambil tersenyum.


"Apa honey????.Jangan bikin aku penasaran!!!!".Sahut Vano sambil memegang tangan sang adik.


"Aku sekarang sedang mengandung bang.Dan sebentar lagi Abang dan Rion akan jadi Uncle tampan untuk anak ku bang".Jelas Vanya sambil menunjukkan wajah bahagianya.


"Benarkah????.Ada baby disini????".Tanya Vano sambil menyentuh perut datar Vanya.


Vanya mengangguk kan kepalanya cepat."Dan usianya baru jalan 11 Minggu bang".Lanjut Vanya.


"Wah selamat ya Vanya.Dan sebentar lagi aku akan jadi seorang Uncle".Ucap Rion tak kalah bahagianya.

__ADS_1


Sedangkan Vano langsung memeluk erat sang adik.Bahkan matanya sampai berkaca kaca.


__ADS_2