
🌿
🌿
🌿
Empat Bulan Kemudian....
Hari dan waktu berlalu begitu cepat.Tak terasa kini usia kandungan Vanya sudah masuk bulan ke tujuh.Seluruh anggota keluarga besar Vanya dan Nio sangat menunggu dan menanti bulan kelahiran sang cicit dan cucu pertama mereka.Bahkan Vanya dijaga sangat ketat oleh keluarganya.Semua keperluan calon baby juga sudah mulai disiapkan.
Hari ini adalah jadwal Vanya untuk periksa kehamilan dan sekaligus USG kembali.Semenjak Vanya dinyatakan mengandung bayi kembar pada bulan sebelumnya.Anggota keluarga sampai histeris saking senang dan bahagianya.Bagaimna tidak Vanya tidak hanya mengandung dua Bayi saja melainkan tiga sekaligus.
Oleh sebab itulah nafsu makan Vanya naik drastis.Apapun ia makan bahkan makanan yang tidak ia sukai selama ini pun ia makan.Tapi,terkadang Vanya juga alergi dengan beberapa makanan laut.Tidak urung sekarang Vanya sedikit berisi bahkan pipi Vanya pun sudah terlihat Cubby.
Zinnio sengaja mengosongkan jadwalnya hanya untuk menemani sang istri kerumah sakit untuk memeriksa keadaan baby.Karena selama Vanya hamil Nio baru dua kali ini bisa menemani istrinya.
"Pelan pelan yank jalannya!!!".Ucap Nio khawatir sambil menggandeng tangan Vanya menyusuri koridor rumah sakit.Karena Vanya jalan dengan langkah cepat walaupun dengan keadaan perut yang sangat buncit.Bagaimana tidak ada tiga nyawa berada didalam rahimnya saat ini.
"Aku tidak sabar yank ingin melihat dan mengetahui jenis kelamin baby baby kita".Sahut Vanya antusias.
Nio hanya bisa menghela nafas nya saja.Sambil terus menuntun sang istri menuju ruangan dokter obgin yang biasa menangani istrinya selama ini.Memang benar selama ini setiap kali USG Zinnio junior itu selalu saja menyembunyikan identitas mereka.Jadinya sampai detik ini Vanya dan Nio belum mengetahui apa jenis kelamin sang baby.
Disana rupanya sang dokter dan dengan dua orang perawat sudah menunggu mereka berdua.Dokter pun tersenyum ramah dan sedikit menundukkan kepalanya sopan begitupun dengan perawat itu.Menyapa dan memberi salam pada tuan dan nona mudanya.
__ADS_1
Nio dan Vanya pun membalas dengan senyum yang tak kalah ramah dan hangatnya.Setelah dipersilahkan masuk dan saat ini Vanya sudah tiduran di atas brankar yang ada diruangan dokter itulah.Kemudian sang dokter pun mengusapkan jelly di atas permukaan perut buncit Vanya.Lalu mulai menggerak gerakkan alat untuk mendeteksi keadaan janin.
"Baby nya sehat,dan normal serta sudah lengkap dan sempurna".Ucap sang dokter sambil menatap ke layar monitor memperlihatkan tiga janin disana.
Vanya dan Nio pun tak pernah berpaling dari layar monitor menatap sang buah hati mereka.Yang terlihat samar samar disana.Namun,detik berikutnya Vanya mulai mengeluarkan suaranya".Apa jenis kelamin mereka dokter????".Tanya Vanya penasaran.
"Iya dok.Cewek apa cowok????".Sambung Zinnio juga.
Dokter pun tidak langsung menjawab karena sedari tadi ia masih sibuk mengarahkan kusor untuk mencari jenis kelamin baby."Sepertinya baby nya malu tuan nona muda".Lirih sang dokter.
"Malu...????".Ulang Vanya dan Nio serentak.
"Iya...Karena mereka mungkin akan kasih kejutan buat Tuan dan Nona muda nantinya.Karena saya sudah cari tapi saya belum menemukan dan memastikan jenis kelamin mereka apa".Ucap sang dokter bingung.
"Nggak papa yank.Biar jadi surprise nanti buat kita semua".Jawab Vanya sambil tersenyum.
"Kayaknya baby kita banyak nurunin sifat kamu deh yank".Celetuk Zinnio.Membuat Vanya mengerutkan keningnya.
"Kenapa????".
"Iya belum lahir aja udah jahil apalagi kalo udah brojol nanti yank".Sahut Zinnio sambil terkekeh."Siap siap aja manjangin leher yank.Soalnya para baby bakal bikin kita melatih kesabaran deh".Lanjut Nio sambil mencium bibir sang istri yang tidak tahu tempat itu.Bahkan dokter dan dua perawat itu senyam senyum sendiri melihat tingkah Tuan dan Nona mudanya itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Vanya lagi bahagia nya menanti sang buah hati.Dilain tempat Vano juga sedang bahagia karena sudah mulai kasmaran kembali dengan seorang gadis cantik yang sudah empat bulan ini mengisi hari hari nya.Bahkan Vano bersikap sangat hangat dengan gadis cantik itu.
Siapa lagi kalau bukan Renata Alias Rere.Semenjak pertemuan tak disengaja waktu malam itu.Rere sampai sekarang masih tinggal di Apartemen milik Vano.Bahkan Rere selalu membantu Vano menyiapkan segala keperluannya.Dari mulai sarapan,baju kerja,makan siang,makan malam,bahkan sampai menyiapkan air hangat buat Vano mandi ketika Vano pulang terlambat.Rere selalu menunggu dan menyambut nya dengan senyum yang hangat dan tulus.
Mereka berdua sudah seperti sepasang suami istri saja.Namun,Vano sama sekali tak menyentuh Rere ,Mereka tidur dikamar terpisah masih sama seperti di awal pertemuan mereka.Bedanya sekarang keduanya sudah tidak canggung lagi.
Bahkan Rere juga sudah kuliah kembali di kampusnya.Vano juga tidak keberatan untuk mengeluarkan uang hanya untuk memenuhi kebutuhan Rere.Walaupun awalnya Rere menolak karena merasa tidak enak hati.Dan tidak mau menjadi beban Vano orang yang baru dikenalnya.Bahkan Rere sempat ingin berhenti saja kuliah dan berniat mencari pekerjaan.Tapi hal itu dilarang Vano.
Dengan alasan yang tak masuk di akal.Tapi,karena Vano itu cerdas jadi akhirnya Rere menurut saja.Dan ternyata Rere itu seorang Mahasiswi yang mendapatkan beasiswa untuk kuliah di universitas ternama di kota Jakarta.Dan saat ini sudah masuk semester 7 dengan mengambil jurusan kedokteran.Tepatnya dokter bedah.
Awalnya Bukan tanpa alasan Vano mau menolong dan membantu Rere.Sebab,yang awalnya hanya kasian dan tak tega lama lama jadi nyaman.Mungkin karena terlalu sering bersama membuat seorang Vano yang dingin bagaikan es batu dan bermuka tembok itu bisa luluh dengan perhatian dan ketulusan serta kepolosan seorang Rere.
Flashback On....
Malam itu setelah menyuruh Rere untuk istirahat Vano memanggil Erik masuk keruangan kerjanya.Dan ternyata Vano menyuruh Erik untuk mencari informasi tentang gadis yang ditolongnya tadi.
Dan tak perlu menunggu waktu yang lama Erik sudah berhasil mengumpulkan data tentang Rere.Dan langsung menyerahkannya pada Vano di perusahaan nya sesuai dengan perintah Vano.Vano langsung membuka berkas yang diberikan Erik disana pun ada Rion tentunya.
Setelah membaca seluruhnya Vano nampak berpikir dan merasa iba dengan apa yang di alami oleh Rere.Ternyata Rere adalah seorang anak angkat dan lebih parahnya lagi keluarga yang mengangkatnya anak tidak pernah memperlakukan Rere dengan layak dan baik.Bahkan sang ibu angkat pun sering menghukum dan memukul Rere tanpa berprikemanusiaan.
🌿
🌿
__ADS_1
🌿