Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Kesanggupan Zinnio


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Suasana ruangan nampak tegang ketika tatapan Tuan Ricard menatap tajam kearah putri bungsunya dan calon menantunya yaitu Zinnio.Namun,Vanya dan Zinnio tidak terlihat takut ataupun merasa bersalah sedikitpun.Bahkan keduanya selalu saja saling menggenggam tangan tanpa berniat untuk melepaskannya.


Sedangkan,para Oma,opa,Grandma, Grandfa.Bahkan kedua orang tua Zinnio sedikit khawatir akan kemarahan Daddy Ricard terhadap Zinnio dan Vanya.


"Segera urus pernikahan kalian!!!!".Ucap Daddy Ricard tegas.


"Baik Dad.Kami akan mengurusnya ".Sahut Zinnio mantap.


"Daddy kasih waktu dua hari dari sekarang.Sebab lusa langsung kita adakan resepsinya".Sambung Daddy Ricard masih dengan tatapan tajam nya.


"Baik Dad".Ucap Vanya dan Nio secara bersamaan.


"Tapi Nio,Kamu juga harus daftar nikah kantor dulu.Dan itu tidak bisa selesai secepat itu".Sahut Bunda Anna yang tahu betul proses nikah kantor seorang polisi karena ia pun sudah pernah menjalaninya sendiri.


"Sayang,apa tidak buru buru????.Kita bisa adakan resepsinya setelah acara wisuda Vano saja.Lagian,Nio juga harus mengurus berkas dan mendaftar kan sidang pranikahnya di kantornya".Ghea ikut menimpali karena daftar nikah kantor untuk anggota polisi harus melewati beberapa tahap.Tidak bisa hanya dengan waktu sehari saja.


"Resepsi nya harus dilaksanakan sebelum kita berangkat ke Amerika untuk acara wisuda Vano.Dan untuk Masalah nikah kantor itu urusan Nio.Dia bisa mengurusnya sendiri".Jawab Daddy Ricard santai.


"Baik Dad,itu memang tanggung jawab saya untuk mengurusnya.Dan saya pastikan besok juga aku dan Vanya sudah bisa sidang pranikah di kantor".Sahut Zinnio tak kalah santainya.


Andrean tersenyum mendengar jawaban Zinnio,karena Nio juga tak kalah tegasnya dengan Tuan Ricard yang terkenal dingin, Arogant,dan sedikit Angkuh itu.Andrean menepuk pundak putranya.


"Ayah percaya padamu Nio".Lirihnya sambil tersenyum.


"Tapi yah....".Lirih Anna sedikit khawatir.


"Bunda tenang saja,Zinnio pasti bisa dipercaya dan bisa di andalkan".Jawab Andrean memberi ketenangan pada sang istri untuk tidak khawatir tentang putranya.


"Ricard,kau itu kenapa mesti buru buru sih????.Lagian Zinnio dan Vanya belum ngapa ngapain juga".Sela Grandma Diana.

__ADS_1


"Justru itu Mi,sebelum mereka berbuat lebih.Lebih baik mereka nikah".Jawab Ricard lagi.


"Halah,bilang aja kamu takut jika Vanya melakukan hal seperti yang kalian lakukan dulu".Sahut Grandma Diana santai.


"Mami....".Teriak Ricard dan Ghea serentak.


Grandma Diana hanya melotot dan bersikap acuh.Namun,tidak melanjutkan kata katanya lagi.Karena ia sadar jika Grandfa Lucas dan Besannya sudah menatapnya dengan tajam.


"Grandma,tidak usah khawatir Nio bisa mengatasinya".Seru Zinnio meyakinkan semua orang.


"Iya,Grandma percaya.Jika Calon cucu menantu Grandma memang yang terbaik".Puji Grandma Diana bangga.


Dan setelah disidang oleh Daddy Ricard,Dan semua keluarga pun sudah setuju jika Zinnio dan Vanya akan menikah lusa.Jadi,Para Oma sudah mulai menyibukkan diri mereka untuk ikut andil dalam persiapan pesta.Sebab,kali ini Daddy Ricard sedikit mengalah untuk mengadakan pesta pernikahan yang mewah,dan banyak mengundang para tamu.


Awalnya Daddy Ricard tidak setuju dengan pesta sedikit publik itu.Namun,karena para tetua bersikeras dan sedikit memaksa sambil memohon kepada Tuan Ricard.Akhirnya Tuan Ricard pun setuju untuk mengadakan pesta besar besaran walaupun dengan sangat terpaksa.


Tentu saja hal itu bagai angin segar bagi para Oma.Sedangkan Kedua orang tua Zinnio Andrean Dan Anna,serta Mommy Ghea hanya bisa pasrah.Tapi,itu juga tentunya masih dalam pengawasan dan pantauan Tuan Ricard.Karena Ricard pasti akan menyiapkan dan menjaga pesta itu dengan para Bodyguard terlatihnya.Karena Tuan Ricard tidak akan mudah kecolongan dan membiarkan keluarganya dalam bahaya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Vanya saat ini sudah masuk kedalam kamar nya sambil terus mengembangkan senyumnya.Karena setelah pembicaraan antara dua keluarga tadi Zinnio langsung pamit untuk langsung ke kantor karena Zinnio ingin mengurus berkas pengajuan sidang pranikahnya.


Saat Vanya sedang asyik tersenyum sambil berkhayal tentang malam pertamanya dengan Zinnio.Tiba tiba dering telepon miliknya membuyarkan isi lamunan di kepalanya.


"Ah,ganggu orang ingin mengkhayal saja".Gerutu Vanya sedikit kesal.Namun tak urung juga ia segera meraih ponselnya yang ada di atas nakas.


"Hm...Si Ratu mesum rupanya".Lirih Vanya ketika sudah melihat nama orang yang menelponnya.


"Apaan????".Tanya Vanya ketika ia sudah menggeser tombol hijau dilayar ponsel miliknya.


"Woiii....Santai aja kali.Nggak usah ngegas segala!!!.Lagian seharusnya aku yang kesal sama kamu.Bukannya malah sebaliknya".Cerocos Rania dari balik telpon.


"Aku salah apa sama kamu????.Sampai sampai kamu punya hak buat kesal sama saya".Sahut Vanya acuh.


"Wah....wah...Anak sultan ternyata semakin menyebalkan ya".Ejek Rania dari seberang sana.

__ADS_1


"Bodoh".Jawab Vanya sambil terkekeh.


"Puas ya....Enak yang udah tinggal tunggu jam aja bersanding di pelaminan".Gerutu Rania kesal."Aku aja yang udah hamil gini mesti harus menunggu lagi buat ijab qobul.Lah kamu belum nyelup aja udah mau dinikahin".Cerocos Rania panjang lebar dan sedikit tak terima.


"Salah kamu juga,Ngapain coba mesti tanem benih sebelum halal".Cibir Vanya sambil terkekeh.


"Bisa ya sekarang ngomong kek gitu.Coba aja ntar kalo udah ngerasain nikmati di ajak main kuda kudaan.Nagih nagih deh kamu".Balas Rania


"Emang seenak itu rasanya ML".Vanya malah terlihat antusias dan penasaran


"Kagak enak.Mending jangan deh.Datipada kamu nantinya sangean terus kayak aku".Jawab Rania sambil terkekeh.


"Idih ...itu mah kamunya aja yang nggak tahu tempat.Maunya pegang burung Om Doni terus".Ledek Vanya mengejek.


"Berani taruhan nggak kalo nanti kamu juga bakal ketagihan sama burung Zinnio ".Seru Rania puas.


"Ogah....".Jawab Vanya mendengus kesal.


"Tuh kan...Bilang aja kamu takut mengakui .Padahal sudah jelas kalau kamu sedikit tahu tentang ****.Walaupun kamu belum pernah pacaran.Setidaknya kan kamu punya otak cerdas yang bisa tahu tentang hal itu dengan sekedar teori doang".Cerocos Rania lagi.


"Iya...ya...yaa...Puas Bumil mesum????.Mending kamu urus tuh pernikahan kamu sama om Doni!!!!.Daripada ngomel ngomel nggak jelas.Masa iya rela aku duluin".Cibir Vanya lagi.


"Siapa bilang akunya rela.Nggak ada!!!.Tapi berhubung Calon suamiku adalah anak buah Daddy Ricard.Ya mau nggak mau kita pasrah aja didahuluin Ama anak bosnya".Ungkap Rania


"Hahhaha....Anggap aja ini ujian cinta kalian berdua".Seru Vanya sambil terkekeh.


"Puas kamu ya????.Byeee...."Rania langsung menutup telponnya secara sepihak.Tapi Vanya malah tertawa puas.Karena telah berhasil membuat Sahabatnya itu kesal.


🌿


🌿


🌿


TBC

__ADS_1


__ADS_2