
"Vanya Disini Grandma".Jawab Suara seorang wanita dari balik pintu.
Sontak semua mata tertuju pada arah pintu dimana disana berdiri seorang gadis cantik memakai gaun warna putih dengan melirik kearah seorang pria yang melongo karena terkejut melihat wajah wanita yang akan menjadi tunangan dan bahkan sebentar lagi akan menjadi calon istrinya.
Zinnio masih tetap duduk ditempatnya dengan raut wajah yang setengah syock.Sedangkan anggota keluarganya sangat mengagumi sosok gadis yang akan menjadi pendamping hidup anak serta cucu kesayangan mereka.
Entah apa yang ada dalam pikiran Nio saat ini,antara kaget dan bingung bercampur jadi satu.Apalagi rasa tak percayanya.Ketika Keluarga memperkenalkan gadis yang bernama Ghevanya Ricard Fernandez yang ada dihadapannya saat ini adalah benar calon istrinya.Dia adalah gadis yang sama yang sudah mencium nya didepan umum tempo hari.Dan Vanya juga adalah gadis sugar baby menurut pemikirannya.Dan Nio juga tak habis pikir kenapa keluarganya bisa menjodohkan dirinya dengan wanita seperti Vanya.Bahkan Nio berpikir bahwa saat ini pun Vanya berani mengajak Sugar Daddy nya ikut hadir dalam acara makan malam keluarga mereka.
"Zinnio...Dia calon tunangan mu dan sebentar lagi akan jadi istrimu juga".Terang Grandma Diana bangga.
Vanya langsung tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Zinnio yang masih diam mematung dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak.
"Hai calon suami...Apa kabar????".Ucap Vanya tanpa basa basi lagi sambil terus tersenyum merekah.
Walaupun masih nampak kebingungan dalam pikiran Nio saat ini.Namun,tak dapat di pungkiri jika Nio juga mengagumi kecantikan Vanya.Dan Nio pun langsung menyambut uluran tangan Vanya.Setelah itu Vanya juga menyapa kedua orang tua Zinnio dan Opa serta Omanya.Yang sangat mendukung hubungan cucunya dengan cucu sahabat nya.
"Vanya sayang...Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya????".Celetuk Daddy Ricard karena sedaritadi Ricard selalu memperhatikan gerak gerik keduanya.Dan Ricard pun tahu jika Vanya sudah pernah mencium Nio disebuah restoran waktu itu.
"Hm...Tidak Om".Jawab Nio gugup."Kami belum pernah bertemu".Sambungnya lagi.
"Hei calon suami..Kenapa kamu berbohong???.Bukankah kita memang sudah pernah bertemu??.Bahkan sudah dua kali,iya kan om Don????".Sahut Vanya sambil memberi kode pada Doni yang sekarang menjadi pusat perhatian semua keluarga.
Bahkan Zinnio pun ikut menatap ke arah Doni yang mana Doni di anggap sebagai sugar Daddy oleh Zinnio.
"Doni....".Suara Ricard semakin membuat Doni semakin gugup saja.
__ADS_1
"Ah,i...iya tuan.Nona dan tuan Nio sudah pernah bertemu tapi pertemuan mereka berdua sangat tidak menyenangkan".Ungkap Doni jujur.
"Memangnya kenapa????".Tanya Oma Sofi penasaran dan dijawab Anggukan kepala oleh yang lainnya.Sedangkan Vanya hanya terlihat santai sambil terus menatap wajah tampan calon suaminya.
Zinnio semakin salah tingkah dibuatnya.Dan bahkan Nio pun lupa akan menyanggah ucapan Doni.Yang akan membongkar cerita pertemuan dirinya dan calon istrinya.
"Begini tuan,Nyonya....".Ucap Doni pelan dan pada akhirnya Doni pun menceritakan awal pertemuan kedua majikan mudanya.Namun,Doni pun masih menutupi kesalahan nona mudanya.Tapi Ricard langsung menatap tajam kearah Vanya.
Vanya yang sadar arti tatapan sang Daddy hanya bisa nyengir kuda."Daddy tenang saja,Vanya tidak aneh aneh Dad.Cuma Rania yang berulah dan berakhir...."Vanya hampir saja keceplosan bilang jika Rania dan Doni sudah menyatu malam itu.
"Sayang....jangan mengintimidasi anak kita seperti itu!!!".Lirih Ghea sambil mengelus punggung tangan suaminya.Dan sontak membuat Ricard luluh seketika karena emosinya mulai stabil jika sudah berhadapan dengan sang istri.
Dan tak menunggu lama ada beberapa pelayan restoran sudah menyajikan beberapa menu makanan yang sudah dipersiapkan untuk menjamu keluarga Fernandez,keluarga Atmajaya dan keluarga Suhendra.Vanya sengaja duduk disamping Zinnio.Dimana posisi Vanya ada disamping kiri pria itu.
Saat para tetua sedang asyik mengobrol sambil menikmati makan malamnya.Vanya malah meluncurkan ide jahilnya kembali.Vanya dengan sengajanya menjatuhkan sendok makannya ke kolong meja.
"Uupss...Jatuh".Lirih Vanya dengan santainya sambil menyentuh bibir tipisnya dengan ujung jari nya.
"Nio...Bantu calon istrimu mengambil sendoknya yang jatuh dilantai!!!!".Anna ikut menimpali.
Sebelum Nio ingin mengambilkan sendok yang senagaja dijatuhkan Vanya.Vanya lebih dulu mengatakan."No Kak!!!.Biar aku saja.Bunda Vanya bisa ambil sendiri kok".Bantahnya lembut dan dengan sengaja memanggil Anna dengan sebutan Bunda juga.
Hal itu tentu saja membuat Zinnio mengerutkan keningnya,Apalagi Vano yang tahu betul akal bulus sang adik yang sering kali bikin ulah.Namun,Vano tak ikut menggubris dan malah membiarkan Vanya melancarkan aksinya.
"Please nona muda!!.Jangan bertingkah konyol dalam keadaan seperti ini!!!!".Batin Doni dalam hati sambil melirik kearah Vanya.
Dan benar saja saat Vanya mencari sendok yang tepat berada di antara kedua kaki Zinnio.Gadis itu bukannya langsung mengambil sendoknya.Malah dengan seringai liciknya ia malah menjalari paha milik Nio.Sontak membuat Zinnio kaget karena adanya rabaan halus di pahanya.
"Nio kamu kenapa????".Tanya Bunda Anna karena melihat ekspresi wajah sang putra berubah karena keterkejutan nya akan ulah Vanya dibawah sana.
__ADS_1
"Ti...tidak papa Bun hanya tersedak saja".Elak Nio sambil berusaha menyingkirkan tangan Vanya yang masih menggerayangi nya.
"Vanya sudah dapat belum sendoknya????".Tanya Mommy Ghea karena mulai paham apa yang dilakukan Vanya dibawah sana.
"Hampir Mom".Jawab Vanya sekenanya.
"Sial...Hampir dia bilang....Iya hampir saja dia menyentuh alat tempurku.Dasar gadis nakal.Awas saja kalau kau sudah sah jadi istriku nanti,Akan kubuat kau menyesal telah berani menggodaku"Batin Nio dalam hati.
Karena Nio sekarang sudah tahu jika Vanya dan Doni bukanlah Sugar Daddy dan sugar baby yang ada dalam pikirannya waktu itu.Melainkan hanya sebatas anak bos dan orang kepercayaan keluarga calon mertuanya nantinya.Sebab,semua keluarga pun tadi sudah saling menjelaskan.Bahkan Mommy Ghea sudah menceritakan betapa jahilnya anak gadisnya yang akan menjadi istri Nio ini.
"Sayang...Sudah tidak usah di ambil lagi sendoknya.Ambil saja yang baru!!!!!".Ucap Oma Lia.
"Iya Oma,Lagian sendoknya udah kotor kok".Jawab Vanya sambil berdiri dan kembali duduk di kursinya sambil tersenyum puas.
"Ricard dan Vano hanya bisa geleng-geleng kepala saja karena sadar sejak tadi,Apa yang dilakukan oleh gadis itu dibawah sana.Sedangkan Nio berusaha mengontrol dirinya akibat ulah tangan Vanya tadi.Sempat membuat gelenyar aneh dalam dirinya.Bahkan sialnya alat tempur Nio merespon sangat cepat.Membuat tubuhnya meremang seketika.
"Maaf Semuanya...Saya izin ketoilet dulu".Pamit Zinnio sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan khusus dan pergi keluar menuju toilet.
"Baru segitu aja udah nggak bisa nahan.Apalagi kalau lihat bagian tubuhku yang lainnya.Bisa bisa aku bakal dilahap habis olehnya.Ah jadi tidak sabar untuk menikah".Batin Vanya sambil tersenyum geli.
"Vanya apa yang kau pikirkan????".Tanya Ricard tiba tiba
"No Daddy...Aku cuma sedang bahagia saja".Jawabnya santai sambil mengulum senyum
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
TBC