
🌿
🌿
🌿
Mata Vano berbinar ketika melihat gadis yang sudah mengusik hatinya sampai sekarang.Namun,Vano hanya mengulum senyum sesaat saja untuk menghindari pertanyaan dari Daddy dan Mommy nya yang saat ini juga ada dihadapannya.Tapi,sayangnya tingkah Vano tadi sempat terlihat oleh Rion.
Namun,Rion juga hanya menyimpannya dalam diam.Agar Daddy nya dan Daddy Ricard tidak ikutan curiga pada Vano.Sebab,Rion juga sudah tahu dari Daddy Alex jika Vano boleh mendekati wanita ataupun punya kekasih jika Vano sudah siap dan mapan.Serta bisa memimpin perusahaan dengan baik.
Sebab,Vano lah nantinya yang akan menggantikan sang Daddy untuk mengelola perusahaan.Sedangkan Vanya sudah ada bagian nya sendiri.Daddy Ricard tidak mau jika Vano salah langkah dan mungkin akan khilaf seperti dirinya dulu.Oleh sebab itu Daddy Ricard dan Mommy Ghea selalu antisipasi terhadap anak anaknya.Bahkan baik Vano ataupun Vanya selama ini selalu mereka awasi dari jauh.
Vano kembali fokus pada perbincangan Daddy Ricard dan kolega bisnis nya.Bahkan Vano berlagak tidak menoleh ke arah Gadis yang bernama Tata itu.Saat dokter cantik itu lewat didepan matanya.Vano hanya melirik kearah Vina sahabatnya yang sempat tersenyum padanya.
Saat Vano sedang berusaha menetralkan indera penglihatan nya pada dokter cantik yang sudah berhasil mengusik hatinya.Di atas pelaminan,Vanya malah asyik menggoda Zinnio suaminya.
"Sayang...".
"Hmm...Apa yank????".Sahut Zinnio sambil tersenyum pada tamu undangan yang masih antri untuk memberikan mereka ucapan selamat.
"Tamunya kapan habisnya sih???.Aku sudah tidak tahan nih".Serunya sambil tersenyum jahil.
"Kamu capek yank???.Duduk aja nggak papa!!!".Usul Zinnio yang salah mengartikan ucapan Vanya.
"Aku bukan tidak tahan berdiri yank.Tapi...Aku sudah tidak tahan untuk melakukan itu????".Lirih Vanya sambil sedikit berbisik.
__ADS_1
Zinnio yang saat ini otaknya sedang waras.Jadi,ia tidak nyambung dengan ucapan sang istri."Apa sih yank,Melakukan apa????".Tanya Zinnio polos.
"Malam pertama di kamar pengantin kita sayang".Bisik Vanya sambil terkekeh geli.
Zinnio sampai melotot sempurna saking terkejutnya mendengarkan ucapan Vanya.Bahkan ia pun saat ini hampir saja melupakan malam pertamanya dengan istrinya .Sebab,di otak Zinnio saat ini cuma ingin cepat cepat menyudahi pesta dengan segera.Sebab,tadi Kelvin sempat bilang jika mereka akan menginap di hotel yang sama dengan nya.Dan tentu saja hal itu membuat seorang Zinnio senang.Karena sudah lama ia tidak kumpul dengan kedua sahabatnya itu.
"Kenapa kamu terlihat tidak senang begitu yank????".Telisik Vanya
"Bukannya tidak senang yank.Tapi...Aku sudah janji dengan Kelvin dan Rafa.Bqgaimana kalau malam ini kita tunda dulu ya yank malam pertamanya.Aku janji deh aku akan ambil cuti untuk kita pergi Honeymoon saja.Sekalian menghadiri acara wisuda Vano Abang kamu".Usul Zinnio tulus.
"Lagian pasti kamu capek kan yank,seharian ini kita belum istirahat".Lanjut Zinnio memohon.
Setelah sedikit berpikir Vanya akhirnya menyetujui usulan dari Zinnio suaminya.Bahkan Vanya terlihat tidak protes,Zinnio jadi kegirangan melihat istrinya setuju dan menerima usulannya tadi.
"Good Girl.Istriku emang smart".Puji Zinnio senang karena seorang Vanya bisa menurut juga dan tanpa dalih berdebat terlebih dahulu.Sedangkan Vanya hanya tersenyum semanis mungkin dihdapan Zinnio bahkan tidak menunjukkan sama sekali rasa kecewanya.
"Oke sayang.Kamu emang paling mengerti".Sahut Zinnio cepat dan tampak sekali di wajah Zinnio jika ia sedang bahagia.
"Enak saja mau melewatkan malam pertama denganku demi memenuhi undangan dua sahabat yang tidak ada akhlaknya itu.Kita lihat saja nanti sayang.Apa yang akan aku lakukan padamu.Apa nanti kau tetap bersama sahabat mu itu atau lebih memilih tinggal dikamar bersamaku????".Batin Vanya dengan seringai licik diwajahnya.Tapi sayangnya Zinnio tidak melihat ekspresi wajah Vanya karena Vanya masih menyenderkan kepalanya di lengan Zinnio.
"Apa lagi yang kau rencanakan Nona muda????".Guman Om Doni ketika tak sengaja melihat seringai licik diwajah Vanya karena Rania dan Doni berdiri tidak jauh dari tempat Vanya dan Zinnio.
Dan benar saja setelah acara selesai dan para tamu undangan pun sudah banyak yang pada pulang.Sekarang hanya tersisa para sanak keluarga dan para sahabat Vanya dan Zinnio saja.
Setelah dapat wejangan dari para tetua dan kedua orangtuanya bahkan Daddy Ricard pun ikut menasehati.Kini Zinnio sudah digandeng Vanya menuju kamar pengantin mereka yang sudah disiapkan oleh para Oma tentunya.
__ADS_1
Tanpa rasa curiga sedikitpun Zinnio ikut masuk kedalam kamar suite room presidential itu.Dan bahkan didalam kamar itu sudah dihiasi layaknya kamar pengantin serta banyak bunga mawar merah yang sudah dibentuk simbol love diatas tempat tidur dengan sprei bewarna putih.Lampu kamar yang sengaja telah dimatikan sebelumnya.Dan cuma ada cahaya dari lilin yang sudah ditata sedemikian rupa.
"Wah...Ini pasti kerjaannya Oma dan Grandma".Seru Vanya
"Kenapa para Oma terlihat lebih antusia begini yank????".Celetuk Zinnio sambil membuka kancing jasnya.
"Mungkin mereka tidak sabar ingin menimang cicit dari kita yank".Sahut Vanya tersenyum devil.
"Hahahha ..Ada ada saja kelakuan mereka ini.Tentu saja kita akan membuatkan mereka cicit.Tapi,tidak malam ini kan yank????".Zinnio mengingatkan.
"Iya sayang.Aku tidak lupa jika kamu sudah ada janji dengan Kelvin dan Rafa".Sahut Vanya cepat setelah ia menghidupkan lampu dikamar itu dan sambil berusaha melepaskan gaun yang ia kenakan saat pesta tadi.
"Yank...Tolong bantu aku membuka resleting gaun ini!!!!".Ucap Vanya santai.Dan tanpa banyak bertanya dan rasa curiga sedikitpun Zinnio langsung bangkit dari sofa mendekati Vanya yang ada didepan meja rias.
Zinnio langsung menurunkan resleting gaun yang dipakai Vanya tanpa ragu.Saat resleting itu terbuka Zinnio malah diam mematung melihat pemandangan indah didepan matanya saat ini.Bahkan Zinnio tidak berkedip sedikitpun,Membuat Vanya semakin bertambah jahil.
Diturunkannya Gaun itu hingga tandas dari tubuhnya.Dan gaun itupun jatuh kelantai tepat dibawah kakinya.Kini tubuh Vanya hanya terbalut pakaian dalamnya saja.Bahkan lekuk tubuh sexi,kulit putih susu nan mulus terpampang nyata didepan Zinnio.
Zinnio bahkan sangat susah menelan salivanya sendiri."Glekkkk....."Zinnio berusaha menahan gejolak dari dalam dirinya.Apalagi Saikoji miliknya benar benar merespon dengan cepat ketika melihat lekuk tubuh seorang Vanya.
Vanya membalikkan tubuhnya menghadap kearah Zinnio.Hingga kini mereka berdua saling berhadapan."Apa kamu ingin melewatkan malam ini sayang????".Lirih Vanya dengan khas suara menggodanya.
🌿
🌿
__ADS_1
🌿
TBC