Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Perihal Nasi Padang


__ADS_3

๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


"Enak kok yank".Seru Nio sambil menyodorkan satu sendok berisi sup ayam kepada istrinya.


Dengan cepat Vanya menggelengkan kepalanya dan ia pun segera menutup mulutnya.Karena tiba tiba saja perutnya terasa mual begitu mencium aroma sup ayam yang disodorkan suaminya.


"Kenapa yank????".Lagi lagi Nio bertanya begitu melihat ekspresi wajah Vanya yang berubah dan sambil menutup mulut dan hidungnya.


"Jauhin yank!!!.Baunya nggak enak".Celetuk Vanya tiba tiba.


Zinnio pun mencium aroma wangi sup ayam buatan bik Sri."Tapi kenapa Vanya bilang baunya tidak enak".Batin Nio tidak mengerti.


Sedangkan bik Sri yang mendengar ucapan Vanya merasa tidak enak,dan merasa bersalah karena sup buatannya membuat istri majikannya tidak berselera makan.


"Jadi mau makan apa yank????".Zinnio yang masih tak paham akan istrinya akhirnya melontarkan pertanyaan yang membuat Vanya tiba tiba sumringah.


"Mau nasi Padang yank".Jawab Vanya cepat sambil menampilkan senyum manisnya.


"Nasi padang'.Ucap Zinnio mengulang kata kata istrinya.


Vanya menganggukkan kepalanya cepat."Tapi mau makan di tempat yang jualnya langsung".Seru Vanya sambil menopang dagunya dengan tangannya.


"Beneran yank mau makan nasi Padang????".Tanya Nio lagi yang makin aneh dengan kelakuan istrinya saat ini.Yang setahu Nio Vanya sangat menghindari makanan yang banyak mengandung santan atau makanan berminyak selama ini.Istrinya itu memang lebih menyukai makanan sehat dan makanan ala barat.Mungkin karena Vanya selama ini tinggal di Amerika dan lidahnya sudah terbiasa dengan makanan barat.


"Iya yank.Ayo...!!!!".Ajak Vanya sambil menarik tangan suaminya.


"Oke,Tapi ganti baju dulu ya yank!!!.Masa mau keluar pake baju kayak gitu".Sambil melirik istrinya yang hanya memakai hot pants saja dengan tantop warna putih saja.

__ADS_1


Vanya langsung paham dan mengangguk tanda setuju.Tanpa membuang waktu keduanya langsung naik ke lantai atas.Menuju kamar untuk berganti pakaian.Namun, sebelumnya Zinnio meminta Bik Sri untuk membereskan meja makan terlebih dahulu.Dan menyuruh bik Sri untuk membungkus semua masakan hari ini untuk dibawa pulang saja.Karena Nio tahu Vanya tidak akan memakannya nanti.


Saat ini Nio dan Vanya sudah dalam perjalanan untuk menuruti keinginan sang istri yang ingin makan nasi Padang ditempatnya.Saat Nio sudah memarkirkan mobilnya di sebuah restoran yang khusus menjual masakan Padang.Vanya lagi lagi membuat Zinnio menghela nafasnya dengan kasar.


"Yank kok kesini sih????".Ucap Vanya sedikit kecewa.


"Loh katanya mau makan nasi Padang.Ini kan restoran yang menjual masakan Padang yank.Apalagi restoran ini cukup terkenal yank".Jelas Nio meyakinkan istrinya.


"Cari tempat lain aja yank!!!.Aku nggak mau makan disini".Tutur Vanya membuat Zinnio semakin aneh akan tingkah istrinya itu.Biasanya Vanya sangat teliti dan tidak mau makan sembarangan tempat.Istrinya itu selalu memilih restoran ternama dan bersih untuk sekedar makan.


"Terus maunya dimana yank???".Zinnio hampir lelah akan sikap istrinya akhir akhir ini.Namun Nio berusaha untuk tetap sabar demi membahagiakan istrinya.


"Di ujung jalan itu!!".Seru Vanya sambil menunjuk ke arah warung Padang yang ada di perempatan jalan.Lebih tepatnya warung sederhana yang ada di emperan toko pinggir jalan.Yang jaraknya tidak begitu jauh dari Restoran terkenal tempat Nio memarkirkan mobilnya.


"Kamu yakin yank mau makan disana".Tanya Nio sedikit tak percaya.Kalau Nio sih tak masalah harus makan dimanapun asalkan tempatnya bersih dan makanannya enak tentunya.Tapi istri nya itu sama sekali tidak pernah makan di pinggir jalan seperti itu.


"Ayo yank!!!!.Please ya...".Sambil memasang wajah imutnya.


"Yaudah kita makan disana".Sahut Nio pasrah.


Sontak membuat Vanya senang bahkan ia mengecup bibir suaminya beberapa kali saking senangnya."Makasih sayangku..Cup...cup...cup..."Ucap Vanya sumringah


"Jangan mulai deh yank.Atau kamu mau aku melakukannya disini".Goda Zinnio sambil tersenyum.


"Mau yank".Sahut Vanya sambil mengulum senyumnya.


"Yank...".Seru Zinnio tak percaya karena istrinya itu selalu saja membuatnya kehabisan kata kata.Dan istrinya itu tidak pernah menolak jika di ajak mesum.Bahkan akhir akhir ini Vanya juga terlihat lebih agresif dan selalu meminta duluan.


Vanya hanya nyengir kuda tanpa dosa sedikitpun.Malah ia terlihat antusia menunggu suaminya melakukan hal bodoh yang sudah ia harapkan.


"Mau makan nasi Padang atau pulang nih????".Ucap Zinnio karena tahu betul tatapan sang istri yang mulai mesum itu.

__ADS_1


"Nasi Padang yank".Jawab Vanya sambil cemberut.


"Yaudah,nasi Padang dulu.Ntar kalau udah langsung pulang ya.Kita lanjutin pikiran mesum kamu".Ledek Zinnio sambil terkekeh.


Dan lagi lagi Vanya kembali memgangguk patuh.Bahkan ia bergelayut manja di lengan suaminya.Hingga turun dari mobil pun Vanya masih bergelayut manja di lengan Zinnio.Vanya bahkan tak perduli dengan tatapan orang orang.Karena saat ini warung Padang yang Vanya inginkan sangat ramai pengunjung.


Vanya dan Nio memilih tempat duduk yang ada di pojok karena tinggal itulah meja yang tersisa.Keadaan dan suasana warung itu sangat pengap karena hanya ada kipas angin sebagai penyejuk ruangan yang sedang ramai pengunjung itu.


Setelah semua hidangan di sajikan di atas meja.Vanya langsung berbinar dan tidak sabaran untuk melahab semua lauk yang tertata rapi di atas meja itu.Dengan memulai dari Ayam pop dan ditambah sambal ijo serta rebusan daun singkong bahkan Vanya sudah menumpuk rendang dan gulai tunjang kedalam piringnya.


Zinnio sampai melotot sempurna melihat isi piring istrinya yang sudah penuh dengan macam macam lauk.Dan Zinnio makin tak percaya apa yang ia lihat Vanya dengan cepat sudah mulai melahab isi piringnya.Zinnio sampai sudah kenyang duluan melihat reaksi makan istrinya saat ini.


"Pelan pelan yank makannya!!!".ucap Zinnio sambil geleng geleng kepala.


"Ini baru enak tank".Jawab Vanya sambil menumpahkan kuah gulai ke dalam piringnya.Bahkan gadis itu makan tanpa menggunakan sendok.


Zinnio kembali terperangah ketika Vanya memesan kembali Rendang dan Ayam pop.Tanpa ingin merusak mood makan istrinya Zinnio hanya bisa menggelengkan kepalanya.Dan fokus pada piringnya sendiri yang sejak tadi bagai tak berkurang karena sibuk memperhatikan sang istri.


Tanpa menunggu lama piring kedua Vanya kembali tandas tak bersisa.Bahkan Zinnio juga baru bisa menghabiskan satu piring itupun masih tersisa.Vanya terlihat puas dan bahagia karena salah satu keinginannya saat ini sudah tercapai.


Setelah membayar semua pesenan makanan yang dipesan Vanya,Kini suami istri itu pun langsung pulang kerumah.Namun di dalam perjalan pulang lagi lagi Vanya membuat Zinnio dengan terpaksa menghentikan mobilnya.


"Stop yank!!!".seru Vanya.


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


**TBC

__ADS_1


tiga Bab dulu ya gengs ๐Ÿ˜Nih bunda udah bela belain demi kalian gengs๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜Dengan kondisi yang sedikit puyeng otak bunda masih bisa berfungsi buat ngehalu ๐Ÿคญ**


__ADS_2