
Diluar pintu kamar dua sejoli yang baru saja sah menjadi tunangan.Kini sedang berselisih paham.Sebab,Vanya terus saja menggedor pintu kamar itu dengan sangat kuat.Sedangkan Zinnio yang bingung dan tidak tahu penghuni kamar itu siapa.Sedang sibuk melarang Vanya dan berusaha menghentikan sang tunangan nya yang selalu saja bikin ulah itu.
"Vanya...Sudah !!!.Lebih baik kita pergi saja!!!.Jangan mengganggu orang lain!!!".Cegah Nio sambil menarik tangan Vanya.
"No...Sebentar saja sayang.Aku hanya ingin melihat wajah penghuni kamar ini".Bantah Vanya sambil tersenyum yang tak bisa di artikan.
"Berhentilah bertingkah konyol Vanya!!!!"Ucap Zinnio sedikit kesal.
"Ah,kenapa kau begitu menggemaskan sayang".Vanya malah mencubit gemas pipi Zinnio sambil tersenyum semanis mungkin.
Zinnio benar benar di uji kesabarannya oleh tingkah Vanya yang sudah resmi menjadi tunangan beberapa jam yang lalu.
"Yasudah terserah kamu saja!!!.Lebih baik aku pulang duluan".Ancam Zinnio karena Vanya masih saja tak mendengarkan ucapannya.
Namun,saat Zinnio akan melangkah meninggalkan Vanya,Pintu kamar terbuka dan menampilkan Doni yang cuma sekedar memakai boxer Spiderman saja.
"Haiii Om".Seru Vanya sambil tersenyum memperlihatkan gigi putih dan rapinya.
"Apa yang anda lakukan disini Nona????".Tanya Doni sedikit gugul
"Kenapa om Don terlihat gugup seperti itu???.Apa Om belum selesai main kuda kuda Anya????".Seloroh Vanya sambil terkekeh geli.
"Nona..Lebih baik anda pulang saja!!!.Saya akan siapkan mobil untuk mengantar nona muda pulang".Elak Doni sambil masih memunculkan kepalanya saja karena baru sadar jika ia tidak memakai baju saat ini.
"Aku tidak mau pulang om.Aku ingin melihat kamar om Don dulu.Sepertinya ada yang menarik didalam".seru Vanya sambil mendorong pintu kamar dan ia segera masuk kedalam tanpa menunggu persetujuan dari Doni.
Sedangkan Zinnio yang tau apa yang ada didalam otak sang tunangannya,Langsung ikutan masuk kedalam kamar milik Doni.Doni bahkan nampak mengusap wajahnya kasar karena Nona mudanya selalu saja punya ide untuk membuat orang malu.Dan sekarang apalagi ada tuan muda yang ikutan masuk kedalam kamarnya.
Doni yang baru ingat jika tadi Rania belum memakai pakaiannya,Langsung ikutan masuk dan menyusul Nona dan tuan mudanya kedalam.
"Nona Muda...Tunggu".Seru Doni sambil berlari masuk kedalam kamar.
"Wah...Sepertinya tadi disini memang terjadi pertempuran ya Om????".Celetuk Vanya santai.
__ADS_1
"Nona apa yang anda lakukan????.Disini tidak ada siapa siapa".Bohong Doni karena ia tidak melihat Rania ada di atas ranjang.
"Benarkah????".Tanya Vanya menelisik dan tentu saja Vanya tahu jika Om Doni sedang berbohong karena Vanya sudah melihat Gaun yang di pakai Rania tadi ada di lantai serta tas kecil Rania pun ada di atas nakas.
"Vanya ayo kita keluar!!!!".Ajak Zinnio lagi
"Sebentar sayang aku belum menemukan sesuatu yang menarik perhatianku disini".Ucap Vanya sambil terus menyisir ruangan suite room Doni.
Doni sudah was was jika Vanya menemukan Rania tanpa pakaian apalagi ada tuan muda nya disini.Begitupun dengan Rania yang sudah gugup didalam kamar mandi sana.
Vanya pun tersenyum penuh arti ketika melihat kearah kamar mandi.Dan gadis itu langsung melangkahkan kakinya menuju pintu kamar mandi.Namun,Dengan cepat Zinnio langsung menghalangi langkahnya.
"Kita pulang sekarang atau....!!!".Zinnio belum melanjutkan kata katanya karena Vanya langsung memotong ucapannya.
"Atau apa ...????".Tanya Vanya cuek."Minggir sayang aku ingin melihat isi kamar mandinya!!!!".Vanya berusaha menyingkirkan tubuh kekar Zinnio dari depan pintu kamar mandi.
"Berhenti Vanya!!!!.Atau Aku akan menciummu disini!!!".Ancam Zinnio tiba tiba karena ia kehabisan kata kata untuk menghentikan Vanya.Sedangkan Doni hanya melongo tak percaya atas ucapan calon tuan mudanya itu.
"Jangan menguji kesabaran ku Vanya!!!!".Terang Zinnio semakin kesal karena Vanya sedikitpun tak terlihat takut akan ancaman nya.
"Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan sayang!!!!".Ucap Vanya sambil tersenyum remeh."Minggir aku cuma ingin memastikan yang ada didalam kamar mandinya!!!".Vanya masih saja tak takut akan ancaman Zinnio.
"Jika kau tidak mau mendengarkan ucapanku.Maka jangan salahkan aku jika aku akan memperkosa mu sekarang juga dihadapan Om Doni orang kepercayaan Daddy".Zinnio sudah geram dengan ulah Vanya saat ini apalagi Vanya mengabaikan perkataan nya.
"Hahhaa...Coba saja kalau kamu berani!!!!. Lakukanlah!!!!".Vanya masih saja meremehkan Zinnio.
Tanpa menunggu lama karena Zinnio sudah sangat geram dan emosi akan ulah tunangannya itu.Zinnio langsung menarik tekuk leher Vanya dan melahab habis bibir tipis Vanya dengan sangat rakus.Menyesapnya dan memaksa Vanya membuka mulutnya.Vanya berusaha berontak dan melepaskan ciuman Zinnio,namun Zinnio makin menekan tekuk lehernya dan semakin memporak porandakan mulut Vanya dengan ciuman penuh amarah dan penuh nafsu itu.Karena jujur saja Zinnio sudah tidak bisa lagi menahan dirinya.Apalagi ketika sudah mencicipi bibir ranum tipis milik Vanya beberapa detik tadi.
Yang awalnya Zinnio cuma ingin mengancam sang tunangan malah dirinya terbawa dan terjebak oleh permainnya sendiri.Doni saja sampai melongo dan tak bisa bersuara bahkan Doni sampai urung mencegah keduanya karena gerakan tangan tuan mudanya yang memberi kode jika ia jangan menghentikannya.
Doni bahkan memalingkan wajahnya ketika tangan Zinnio terlihat meremas aset kembar milik Vanya secara kasar.Vanya antara menikmati dan terpaksa menjadi satu saat ini.Entah antara malu juga Vanya masih tak bisa memberontak akan ulah Zinnio padanya.
"Tuan muda,Apa kalian akan meminjam kamar kami ini????".Suara Doni menghentikan kegiatan Zinnio pada tubuh sang tunangan nya.Yang hampir saja berkahir dengan adegan panas di atas ranjang jika saja Doni tidak ikut bersuara.
__ADS_1
"Kita pulang sekarang sayang!!!!".Ajak Zinnio lembut sambil mengelap bibir Vanya dengan ibu jarinya.
Vanya hanya mengganggukkan kepalanya tanpa bisa bersuara sedikitpun karena ia sangat malu dengan kegiatannya tadi didepan Om Doni.Bahkan pipi Vanya terlihat bagai kepiting rebus.
"Antarlah pulang Rania Om!!!!".Kata Zinnio ketika ia berada tepat dihadapan Doni.Bahkan Doni pun sampai tercengang atas ucapan Tuan mudanya yang tahu bahwa saat ini ia sedang bersama Rania.
Sedangkan Vanya sudah tidak bisa berkata lagi,Gadis itu terus saja menundukkan kepalanya sambil merangkul lengan Zinnio.Apalagi ia teringat terus akan kata Zinnio yang untuk pertama kalinya Zinnio memanggilnya dengan panggilan sayang.
Zinnio hanya tersenyum melihat Vanya yang masih saja diam membisu bahkan sampai di dalam lift pun Vanya masih tak bersuara sama sekali.
"Kenapa????.Apa kamu mau melanjutkan yang tadi????".Goda Zinnio sambil mengangkat dagu Vanya
Vanya menatap manik mata Zinnio dan otaknya sudah treveling kembali,ia ingin menjawab tidak namun tanpa sadar kepalanya mengangguk.
Zinnio makin terkekeh karena ternyata tunangannya ini benar benar mempunyai otak mesum."Kau memang mesum sayang".Ketus Zinnio sambil mentoyor kening Vanya."Kita baru tunangan,dan masih dua tahun lagi baru kita akan sah menjadi suami istri".Lanjut Zinnio sambil memasukkan Vanya dalam pelukannya.
"Kenapa harus tunggu sampai dua tahun????.Aku tidak yakin bisa menahannya selama itu".Celetuk Vanya tiba tiba angkat bicara
"Sekarang saja kamu sudah mengambil ciuman pertamaku.Bahkan sudah menyentuh dadaku".Cibir Vanya mulai dengan sifat aslinya yang sudah keluar kembali.
"Hahhaa...Makanya jangan keras kepala!!!!.Kalau kamu tidak tahan nanti kita bicarakan pada keluarga kita saja,Supaya kita bisa menikah secepatnya".Solusi Zinnio dan mengecup kening Vanya dengan lembut.
Vanya yang untuk pertama kalinya diperlakukan seperti itu oleh seorang laki laki.Apalagi laki laki itu sudah menjadi tunangan nya yang dijodohkan oleh keluarganya.Vanya merasa sangat bahagia cintanya bisa tumbuh secepat ini.Dan sudah merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Zinnio.
"Aku tidak akan pernah menyesal menerima perjodohan ini Zinnio.Dan Aku tidak akan pernah melepaskanmu dan Aku juga tidak ingin melihatmu dekat dengan wanita lain".Batin Vanya sambil memeluk tubuh maskulin milik Zinnio.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1