
πΏ
πΏ
πΏ
Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh dua jam lebih,karena cuaca yang kurang stabil kini Mami Diana dan papi Lucas akhirnya sampai juga di kota Jakarta.Mami Diana yang sudah tak sabaran ingin bertemu sang cucu, sepertinya sudah tak mengenal lelah lagi.Terlihat begitu semangat nya ketika keluar dari Bandara.
"Ayo pi,buruan!!!.Itu anak kesayangan Mami sudah menunggu kita daritadi".Ucap mami Diana sambil menarik lengan papi Lucas dan berjalan kearah Alex yang sudah standbay didepan mobil.
Mami Diana memang lebih care kepada Alex,dibandingkan dengan Ricard.Sebab Alex tak pernah sekalipun membantah sang mami.Berbeda dengan Ricard yang selalu bikin darah tinggi mami Diana.Namun, walaupun begitu mami Diana juga menyayangi keduanya.
"Kau memang anak yang bisa diandalkan sayang".Puji mami Diana ketika Alex segera membukan pintu mobil untuk mami Diana dan papi Lucas
Alex hanya tersenyum menanggapi omongan mami Diana,sedangkan papi Lucas hanya geleng geleng kepala saja.
"Kita langsung kerumah sakit apa ke rumah utama dulu Tuan,Nyonya????".Tanya Alex memastikan
"Apa Ghea masih dirumah sakit????".Mami Diana malah bertanya balik
"Masih Nyonya,dan sore nanti baru akan pulang kerumah utama".jelas Alex
"Kalau begitu kita kerumah sakit saja dulu Lex!!!".Jawab mami Diana dengan semangat nya
"Baik nyonya".Ucap Alex sambil melajukan mobilnya
"Alexander..."Seru mami Diana."Kau itu sudah berapa kali saya bilang jangan panggil nyonya!!!. Panggil saja mami seperti Ricard.Kau juga anak kami dari dulu sampai sekarang.Dan mami tidak mau tahu mulai sekarang kau harus terbiasa dengan panggilan itu!!!!.Apa kau mengerti Lex????".Ucap mami Diana sedikit penuh penekanan.
"Baik mi".Sahut Alex agak kaku
"Nah begitu baru oke".mami Diana sambil mengacungkan jempolnya."Dan jangan lupakan papi juga ya!!!".sambung mami Diana lagi
Alex hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.Dan kembali fokus pada setir mobil nya.Sedangkan papi Lucas hanya tersenyum bahagia melihat istrinya yang tidak pernah membedakan kasih sayang antara Ricard dan Alex.Meskipun Alex tidak ada hubungan darah dengan mereka.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Ghea yang baru selesai memberikan ASI kepada baby Vano.Kini menatap wajah putranya dengan penuh kasih sayang.Sedangkan Ricard masih diperusahaan saat ini.
"Uh,cucu Oma ternyata tidak bobok ya".Ucap mama Sofi yang baru keluar dari dalam kamar mandi.Karena sejak tadi pagi sebelum Ricard pergi mama Sofi sudah datang kerumah sakit bersama papa Heru.Tapi berhubung papa Heru ada meeting penting dikantor jadi papa Heru hanya bisa mampir sebentar demi menyapa sang cucu.
__ADS_1
Saat Ghea masih bermain bersama baby Vano dan baby Vano nampak tersenyum seperti sudah paham,Bahwa mommy nya mengajak bercanda.
Tiba tiba pintu ruangan terbuka,dan menampakkan wajah sumringah sang mami Diana.Mama Sofi langsung menoleh ke arah mami Diana yang terlihat sangat berbinar-binar.
"Etsss...Mau kemana????".Ucap mama Sofi dan langsung menahan tubuh mami Diana ketika mami Diana ingin langsung melihat baby Vano yang ada dipangkuan Ghea.
"Mau ketemu cucuku.Sofi kamu apa apaan sih,pake ditahan segala????"protes mami Diana pada besannya sekaligus sahabatnya itu
"Cuci tangan dulu sana!!!.Apabila perlu mandi sekalian biar bersih dan jauh dari kuman dan virus bakteri".Ucap mama Sofi
"Ah,iya kamu benar sof.Saya kan dari perjalanan jauh".Mami Diana tampak berpikir dan tak urung langsung masuk ke dalam kamar mandi .Sedangkan papi Lucas hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala saja melihat tingkah istrinya yang sudah lama kocak.
"Tuan Lucas,mari silahkan masuk!!!".Kata mama Sofi ramah begitu melihat suami besannya ada di ambang pintu
Papi Lucas pun mengangguk dan menyapa mama Sofi dan Ghea sambil melirik ke arah baby Vano yang juga menatap ke arahnya.
"Ini Cucuku???".Ucap papi Lucas gemas dan tersenyum bahagia
"Iya Pi,laki laki namanya GHEVANO RICARD FERNANDEZ".Sahut Ghea sambil tersenyum
"Wah ,nama yang bagus.Dan sangat tampan".Ucap papi Lucas bangga
"Jangan dulu sayang,kasian cucuku,papi masih banyak kumannya".Teriak sang mami dari balik pintu kamar mandi
Ghea hanya tersenyum begitu pun dengan papi Lucas yang belum bisa menyentuh sang cucu padahal didalam hatinya sangat ingin mencium dan mencubit pipi gembul baby Vano.
Kemudian Alex pun masuk kedalam ruangan rawat Ghea sambil menenteng paperbag.
"Pi ini pakaian ganti mami dan papi,Semuanya ada disini".Ucap Alex kemudian meletakkan paperbag itu di atas meja sofa yang ada diruangan itu.
Papi Lucas pun hanya menganggukkan kepalanya.Dan setelah itu Alex pun izin pamit untuk pergi keperusahaan kembali,karena majikannya sudah menelepon nya.
"Mana baju gantinya Pi????".Teriak mami Diana lagi
Dan dengan cepat papi Lucas langsung memberikan paperbag itu kepada mami Diana yang hanya menampakkan tangannya saja sambil melambai lambai dibalik pintu kamar mandi.
Mama Sofi hanya terkekeh geli melihat tuan Lucas ,yang memilki tampang dingin dan sedikit sangar,Namun begitu cekatan menuruti kemauan istrinya.Begitupun dengan Ghea yang menahan senyumnya ketika melihat papi Lucas.Sama Persis dengan Ricard yang selalu menuruti apapun keinginannya.Walaupun konyol sekalipun.
Mami Diana keluar kamar mandi dengan wajah yang lebih segar.Dan langsung mendekati sang cucu,Karena daritadi sudah tidak sabar ingin menciumi nya.Sedangkan papi Lucas kini yang berada dikamar mandi untuk membersihkan diri juga.
__ADS_1
"Hallo sayang,cucu ku yang tampan...Uuuh,,gemesnya".Cerocos Mami Diana
"Cucuku juga "Sahut mama Sofi tak mau kalah
"Iya ...iya...Aku tahu Sofi".
"Dia pasti Oma mu kan sayang.Dan ini grandma ya".Ucap mami Diana sambil menunjuk mama Sofi lalu kembali menunjuk kearahnya .Baby Vano seperi paham saja,dia pun tersenyum.
"Kenapa dia sangat tampan begini????".Seru mami Diana lagi."Padahal Daddy mu buluk sayang,menyebalkan,dan selalu membangkang".Lanjut mami Diana sambil menggendong baby Vano
"Siapa yang menyebalkan dan pembangkang mi????".Sahut Ricard yang baru masuk kedalam ruangan rawat Ghea
"Wah,panjang umur yang jadi topik pembahasan".Celetuk mami Diana."Semoga cucu grandma tidak tengil seperti Daddy mu ya sayang".Cibir mami Diana lagi
Mama Sofi hanya tersenyum sedangkan Ghea terkekeh pelan mendengar ucapan mami mertuanya.Ricard yang tidak terima hanya mendengus kesal.
"Mami tahu darimana ketampanan cucu ku ini.Pasti didapat dari menantu kesayangan mami yaitu mommy kamu sayang".Puji mami Diana sambil menciumi seluruh wajah baby Vano
"Itu karena Ricard pandai memilih istri mi".Jawab Ricard kesal."Coba kalau Ricard menerima perjodohan mami dengan Viola waktu itu,akan seperti apa anak Ricard nanti".Lanjut Ricard tanpa sadar dengan ucapan nya.
Ghea yang mendengarnya nampak kaget, begitupun dengan mami Diana.
"Eh tunggu,siapa yang menjodohkan kamu dengan Viola???.Mami tidak pernah mengatakan hal itu Ricard".Elak sang mami karena sudah ditatap dengan tajam oleh mama Sofi besannya.
"Bukannya waktu itu mami menyuruhku pulang ke Amerika untuk membahas perjodohan dengan Viola????".Ulang Ricard masih tak sadar kalau Ghea sudah menahan emosinya
"Ricard,mami tidak pernah bilang begitu.Mami hanya mengatakan pada Viola terserah bukan berarti mami setuju kamu menikah dengan nya.Vioalanya aja yang salah sangka.Sebab mami bosan melihatnya bolak balik kerumah terus dan merengek minta dikawinin kamu".Bantah mami Diana
Ghea menatap tajam ke arah suaminya.Sedangkan Ricard yang baru sadar akan ucapannya kini hanya bisa tersenyum kikuk pada istrinya.Apalagi sekarang Ricard bisa melihat dengan jelas bahwa Ghea sedang menahan emosinya.Dan Ricard kembali teringat bagaimana Ghea menampar dan mencekik Viola serta bagaimana Ghea menghajar dan memukuli orang orang suruhan Viola waktu itu.
πΏ
πΏ
πΏ
**Selalu tinggalkan jejak kalian yaaa gengssπππ
Like coment dan votee sebanyak banyaknya πππ Biar bunda juga makin semangat buat up ππ
__ADS_1
TBC**