
🌿
🌿
🌿
"Berani menyentuh sedikitpun Nyonya Ririn.Maka kupastikan hari ini terakhir kau melihat matahari".Ancam Udin dengan tatapan membunuhnya.
Dimas masih tak menghiraukan ucapan Udin.Walaupun sebenarnya Dimas merasakan ada kejanggalan dengan kehidupan Ririn yang sekarang.Apalagi begitu melihat para bodyguard yang ada disekeliling sang mantan kekasihnya itu.
Karena dengan posisi Ririn yang duduk merapatkan tubuhnya kemeja makan.Membuat perut buncitnya tertutup oleh meja,Jadi Dimas belum sempat memperhatikan ke arah perut buncit Ririn dan kawan kawan.
Dan selama ini juga Dimas memang berada di luar negeri,jadi Dimas pun tidak tahu kalau Ririn dan dua Bengek sudah pada menikah dan sekarang dalam keadaan hamil.
"Wah...wah... Ternyata Pak Bayu Pratama sudah menyewa orang orangan sawah untuk menjaga putri kesayangannya".Ledek Dimas sambil menghempaskan cengkraman tangan Udin.
Saat Udin ingin kembali bertindak untuk menghentikan Dimas mendekati Ririn.Gerakan Udin terhenti ketika melihat kode dari Ghea.Ririn pun masih santai menghadapi Dimas yang pernah mengisi hatinya.
"Dasar tidak punya malu".Cibir Angel mulai Geram.
"Orang seperti dia mana ada rasa malu lagi".Sambung Ghea
Dimas hanya tersenyum menanggapi cibiran teman teman Ririn.Dan terus menatap Wajah Ririn dengan intens,Dimas mulai menyusuri tatapan nya pada tubuh Ririn.Apalagi kini Ririn memang tampak berisi karena usia kehamilan nya yang sudah masuk bulan ketujuh.Membuat bagian dadanya semakin bulat dan padat.Hal itu tentunya tak luput dari pandangan mata liar Dimas.Yang notabenenya memang tipe pria hidung belang.
Saat tangan Dimas ingin menarik lengan Ririn.Tiba tiba tangan Dimas dicengkram kuat oleh tangan kekar seorang pria dari arah belakang.Sontak membuat Dimas berdecak kesal dan langsung emosi.Karena berani mengganggu kegiatannya,Namun begitu Dimas menoleh emosinya yang tadi hampir meluap luap.Sirna sudah dan nyalinya langsung ciut ketika tatapannya beradu pandang dengan tatapan membunuh laki laki yang bernama Alexander.
"Jangan coba coba berani sedikitpun menyentuh istriku!!!.Atau kau akan kehilangan tanganmu ini".Bentak Alex dengan tatapan membunuhnya sambil menghempaskan tangan Dimas.
Tubuh Dimas sampai terhuyung kesamping karena begitu kuatnya tenaga Alex menghempaskan tangan Dimas.
"Istri".Guman Dimas bingung.
"Iya wanita yang kau tatap dan ingin kau sentuh tadi adalah Istriku Ririn Pratama".Jawab Alex penuh penekanan.
__ADS_1
Dimas terperangah mendengar ucapan Alex yang dia ketahui Alex adalah orang yang sangat kejam,Dingin dan Arogant.Pengusaha yang sudah dikenal sepak terjangnya sampai kemancanegara.Dan tidak ada satupun orang yang berani berbuat curang ataupun mengusik kehidupannya jika mereka semua masih sayang dengan nyawanya.Itulah kabar burung yang didengar oleh Dimas.
Tapi Dimas baru sekali ini bertatap muka langsung dengan Alex.Membuat bulu kuduknya langsung bergidik ngeri,Hanya menatap matanya saja.Apalagi dibelakang Alex ada sosok pria yang terlihat lebih menyeramkan dan sedang menatap dirinya dengan tatapan tajamnya.
Saat Dimas masih berusaha menyeimbangkan tubuhnya.Dan berusaha menahan kegugupan nya didepan dua manusia yang sama sama terlihat datar,dingin dan sangar menurutnya.Tiba Tiba Dimas kembali dibuat kaget ketika melihat Ririn berdiri dengan perut buncitnya dan langsung memeluk tubuh Alex.
"Honey,Kenapa kamu bisa ada disini???".Tanya Ririn sambil bergelayut mesra dilengan suaminya.
Ghea langsung saling tatap dengan Angel melihat tingkah Ghea yang sangat geli menurut mereka berdua.
"Apa dia mulai tidak waras lagi".Gerutu Ghea pelan.
Ricard melirik ke arah Ghea istrinya yang sibuk menggerutu kesal.Ricard geleng kepala melihat mulut Ghea yang komat Kamit tak jelas sambil terus pandangan nya tertuju pada Ririn.
"Bawa Curut itu keluar dari sini!!!!".Perintah Ricard pada Udin dan para bodyguard nya.Dimas pun hanya bisa berontak sambil menatap Trio Bengek sedikit tak percaya karena ketiganya sama sama dengan perut buncitnya masing masing.
Udin pun langsung bertindak dan menyeret Dimas untuk keluar dari restoran itu.Ghea,Angel,Ririn pun baru sadar jika restoran yang tadi ramai pengunjung,namun saat ini hanya ada mereka saja dan para Bodyguard nya.
"Loh kemana pengunjung yang lainnya???".Lirih Ghea
Ghea hanya bisa tersenyum dan geleng geleng kepala karena lagi lagi ini ulah dari suaminya.
"Ayo kita pulang sekarang!!!".Ajak Ricard
"Dian.Kamu antar Angel pulang kerumahnya!!!.Karena Saya akan pulang bersama dengan istriku".Ucap Ricardo dan dijawab anggukan kepala oleh Dian.Begitupun Angel yang hanya bisa menurut apalagi Ricard langsung berlalu pergi begitu saja sambil merangkul istrinya.
Alex pun tak mau kalah cepat,Alex langsung menarik lengan istrinya meninggalkan restoran itu.Tanpa bicara sepatah katapun dengan Ririn,bahkan pertanyaan Ririn sedaritadi tidak dijawabnya sama sekali.
"Honey ,pelan pelan jalannya!!!.Aku ini sedang hamil mas".Cerocos Ririn ketika melihat ekspresi tak biasa pada Suaminya.
Alex menghela nafasnya dengan berat,Lalu menoleh ke arah Ririn yang memang terlihat sedikit ngos ngosan.
"Apa kamu baik baik saja honey???".Tanya Alex yang mulai t
__ADS_1
sedikit khawatir dengan istrinya.
"I'm Okay honey".Sahut Ririn sambil meremas punggung tangan suaminya.
"Baiklah,Kita pulang sekarang ya".Ucap Alex mulai rilex tanpa emosi.
Ririn pun hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju sambil tersenyum manis pada suaminya.Membuat Alex mulai mabuk dibuatnya.Ingin rasanya Alex melahap bibir tipis milik istrinya yang sudah bagai candu untuknya.
"Ayo Honey....!!!".Seru Alex sambil menekan pintu Lift menuju basemen mall xxx.
Sedangkan Ghea yang sudah berada didalam mobil bersama sang suami kini tak kalah mesranya dengan Ririn dan Alex.Ghea malah sibuk membelai dada bidang suaminya yang membuatnya nyaman sampai sekarang.
"Sayang,jangan pancing mas untuk memakan mu disini".Ucap Ricard sambil menahan tangan istrinya.
"Lakukan saja mas!!!!,aku tidak akan menolaknya"Balas Ghea sambil berbisik ditelinga suaminya.
"Dasar nakal.Sudah semakin pandai menggoda rupanya ya???".Jawab Ricard sambil menarik hidung Ghea.
"Aku serius mas,anak kita minta dikunjungin katanya"Ucap Ghea sambil mengedipkan matanya.
Ricard yang memang imannya cetek ketika berhadapan dengan sang istri.seketika tubuhnya meremang dan langsung tersenyum devil ke arah istrinya.
"Sedikit lebih cepat Udin.Kita ke apartemen saja dulu!!!!".Perintah Ricard pada Udin yang sebagai sopir dan telah mendengar obrolan sedikit absure kedua majikannya tadi.
"Baik tuan".Hanya itu kata yang mampu Udin keluarkan.
"*Nasib Nasib jadi jomblo,dan punya bos yang sama sama mesum.Sabar sabar Udin nanti juga ada masanya" Batin Udin terus menguat kan dirinya.
🌿
🌿
🌿*
__ADS_1
TBC