Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Tragedi Tawon


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Ghea pun langsung memanggil kepala pelayan.Untuk menyuruh chef Bambang membuatkan bumbu rujaknya.Dan tak lupa memanggil bodyguard nya untuk mengambilkan buah mangganya.


Ririn sangat bersemangat kala sang bodyguard masuk ke halaman belakang ingin mengambilkan mangga muda untuk Nyonya Muda dan Ririn sahabatnya.


"Itu Din.yang di ujung buahnya lebih besar".Teriak Ghea pada bodyguard bernama Udin yang sedang ada di atas pohon mangga.


"Di atas kepala mu Din,sebelah kanan juga besar".Ririn tak mau kalah berteriak kepada Udin.Karena posisi mereka masih berada di teras saja sedangkan pohon mangganya ada dipojokan dekat tembok.


Udin yang bingung dengan sigap memetik buah mangga yang ada dihadapannya dan yang di atas kepalanya seperti intruksi para Nyonyanya.Namun naas saat Udin berusaha menjangkau buah mangga yang ada di atas kepalanya.Tiba tiba ada binatang kecil yang menyengat pangkal hidung dan pelipis matanya.


Udin tersentak dan berniat memeriksa hidung dan pelipis matanya.Namun sesaat kemudian Udin limbung dan terus berusaha menepis binatang kecil nan imut yang terus menyengat hampir seluruh dahi dan kepalanya.


Begitu Udin mendongak ke atas ternyata ada rumah tawon sebesar bola basket di ujung ranting kering pohon mangga itu.Sontak membuat Udin kalang kabut,dan menjatuhkan diri beserta buah mangga yang ikutan terjatuh bersama tubuhnya yang kekar.


"Udin kenapa kamu malah main terjun saja ???".Ucap Ghea ketika melihat si Udin jatuh dari pohon mangga.


"Ah,Udin kagak asyik,kan mangga yang itu belum di ambil".Gerutu Ririn


Sedangkan Udin yang merasakan tubuhnya sakit disana sini cuma bisa meringis menahan sakitnya sengatan tawon serta sakitnya terjatuh dari pohon mangga.Masih untung pohon mangganya tidak begitu tinggi untuk ukuran seorang Udin.


"Nyonya Udin jatuh,bukan terjun".Serkah kepala pelayan menjelaskan


"Hah...Apa...Jatuh????".Ucap Ghea terkejut


"Udin kamu jatuh ????".Teriak Ririn malah mengajukan pertanyaan yang tak membutuhkan jawaban.


Kepala pelayan langsung memanggil teman teman Udin.Untuk membantu Udin.Karena melihat para Nyonya Ricard dan Alex sepertinya sedikit telmi.


Namun ketika Heri,dan Rian sampai dibawah pohon mangga untuk membantu Udin.Mereka dikejutkan dengan segerombolan tawon yang mengelilingi pohon mangga.

__ADS_1


Heri dan Rian pun langsung menarik Udin untuk ikut lari bersama mereka sambil berteriak.


"Tawon...Tawon....Tawon....".Seru Rian sambil berlari dengan Udin dan Heri.


"What's...????.Tawon...".Lirih Ghea masih dengan mode bingungnya.


"Nyonya lari ada tawon!!!!".Pekik Heri karena Nyonya Muda,Ririn masih berdiri mematung di depan teras.Sedangkan Baby Vano malah tertawa lepas melihat ke arah para bodyguard itu.


"Nyonya,ayo cepat masuk!!!.Rian bilang mereka dikejar Tawon".Ucap Kepala pelayan dan menarik Nyonya Muda serta Ririn untuk segera masuk kerumah.


Sedangkan baby Vano ikutan heboh dengan terus meracau dan tertawa terbahak bahak sendiri.Apalagi ketika melihat muka Udin yang sudah bengkak sana sini.Baby Vano yang awalnya sempat terdiam sesaat kemudian langsung kembali tertawa.Seolah sedang mengejek muka Udin yang tak berbentuk lagi.Bahkan mata Udin pun ikutan tak terlihat.


"Udin...Mukamu kenapa jadi seperti itu????".Ghea pun antara bergidik ngeri dan lucu menjadi satu dalam pikirannya.Namun Ghea juga berusaha tidak tertawa melihat kondisi Udin saat ini.


"Tolong telpon dokter Wahyu!!!".Ucap Ghea pada kepala pelayan


"Udin tunggu...!!!".Teriak Ririn ketika Udin dipapah pergi bersama Heri dan Rian.


"Mangganya sini!!!!".Ucap Ririn ketika Udin berhenti melangkah dan Udin pun langsung memberikan satu tangkai buah mangga yang berisikan lima buah yang masih sempat Udin bawa ketika berlari tadi.


Ghea pun langsung memanggil Nani untuk menjaga baby Vano.Sedangkan mereka berdua langsung mengeksekusi mangga muda yang dibawakan Udin di meja makan.


Seorang pelayan datang dengan membawakan potongan buah mangga muda untuk Nyonyanya beserta bumbu rujak yang sudah dibuatkan oleh chef Bambang.Semua itu sesuai request para Nyonya Ricard dan Alex.


Tentu saja dengan rasa yang berbeda.Ghea yang sangat menyukai pedas sedangkan Ririn ingin bumbu rujak yang tanpa Cabe.


Para pelayan yang melihat Ghea dan Ririn nampak lahap memakan rujak mangga muda.Yang rasanya sangat asem,hanya bisa menahan air liurnya sendiri sendiri.Karena mereka tahu betul rasa buah mangga yang ada di belakang rumah itu bagaimana.Namun kedua Nyonya Muda itu sedikitpun tidak merasakan masam sama sekali.


"Bik tolong ambilin susu dong!!!".Ucap Ghea karena mulai kepedasan.


"Rin,Loe yakin nggak mau cicip sambel punya gue???".Tanya Ghea karena daritadi Ririn begitu menikmati sambel tanpa cabe buatan chef Bambang.


"Nggak,enakan punya gue lagi.Dibanding sambel setan punya loe".Cibir Ririn sambil mengunyah potongan mangga didalam mulutnya.


"Loe itu aneh ,Sejak kapan loe berhenti makan cabe???".Ghea tak kalah kepo

__ADS_1


"Nggak tahu kapan.Mungkin semenjak menikah".Jawab Ririn menerka nerka.Karena dia sendiri pun bingung sejak kapan ia tidak makan cabe lagi.


Ghea hanya manggut-manggut saja menanggapi jawaban Ririn.Yang menurutnya tidak masuk akal jika Ririn benar benar tidak mau makan cabe lagi.


Dan disaat keduanya sedang asyik makan rujak.Tiba tiba Dua orang pria tampan masuk dan menyapa istrinya masing masing.


"Sayang,kalian lagi ngapain???".Tanya Ricard ketika melihat wajah Ghea yang putih mulus terlihat merah sambil berkeringat.


"Mas udah pulang???".Ghea malah balik bertanya dan ingin mencium pipi suaminya.


"No...Sayang.Kamu lagi makan sambel".Ucap Sambil menjauhkan diri dari istrinya.


Sedangkan Alex sudah lebih dulu mencium dan mengecup bibir Ririn istrinya.Karena Alex sudah paham kalau Ririn cuma makan rujak sama kecap dan bumbu lainnya tanpa cabe sedikitpun.


"Ah sayang...Apa kamu tidak merindukan ku???".Keluh Ghea manja


"Aku sangat merindukanmu sayang.Tapi kamu lagi makan cabe sekarang.Nanti wajahku bisa panas dan perih".Jelas Ricard


"Kamu benar sayang,Aku akan memaafkan mu kali ini".Ucap Ghea sambil terus mencomot potongan mangga yang ada dipiringnya.


"Dimana Udin????".Tanya Ricardo tiba tiba karena sejak sampai didepan Ricard tidak menemukan Udin,Heri dan Rian berjaga didepan rumah.


"Oh,Udin ada di kamarnya sayang.Sedang istiraht,Karena tadi muka Udin berubah jadi badut gembul habis disengat tawon".Jawab Ghea


"Tawon????".Tanya Ricard bingung


"Iya tawon yang ada di pohon Mangga belakang,sayang".Jelas Ghea lagi.


"Maaf tuan,ini ".Alex lupa memberikan rekaman video ketika Udin naik pohon mangga hingga terjatuh dan sampai bagaimana gemasnya baby Vano menertawakan Udin.Semua itu di rekam oleh ketua pelayan secara diam diam.


🌿


🌿


🌿

__ADS_1


TBC


__ADS_2