Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Undangan Pesta


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Saat sepasang suami istri yang sama sama mesum masih asyik didunia perkasuran.Tanpa peduli dan teringat akan kehadiran Vano sang kakak yang masih dirumahnya.


Tanpa mau tahu apa yang dilakukan oleh sang adik dan suaminya.Vano langsung meninggalkan kediaman Vanya dan Nio.Namun,sebelum pergi Vano berpamitan dengan pak satpam untuk bilang ke majikannya kalau dirinya sudah pulang.


Vano langsung pulang ke Apartemen nya ketika menerima telpon dari Rion yang mengingatkan dirinya.Jika malam ini Vano ada undangan pesta pernikahan anak dari kolega bisnis nya.Untung saja Rion kembali mengingatkan nya,jika tidak pasti Vano saat ini masih menikmati tidurnya di rumah sang adik karena kalau tentang pesta Vano tidak begitu peduli tapi kalau meeting dan menyangkut bisnis Vano lah ahlinya.


Setelah sampai di apartemen Vano langsung bergegas membersihkan dirinya.Dan kemudian Vano menjalankan kewajiban tiga rokaat nya terlebih dahulu,karena suara adzan Maghrib sudah berkumandang.Selesai menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim Vano masuk ke dalam walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan setelan jas yang menambah ketampanan nya berkali kali lipat.Membuat siapapun enggan untuk berpaling menatapnya.Namun,tak mengurangi karakter cool dan dinginnya.


Tepat setelah Vano selesai merapikan penampilannya.Dari arah luar Rion pun sudah datang menjemputnya.Untuk menemani Vano di pesta pernikahan sang anak salah satu kolega bisnis nya.Yang saat ini sedang menjalin hubungan kerjasama proyek barunya.


"Kau itu selalu saja on time men".Ucap Vano ketika sudah membukakan pintu untuk Rion.


"Itu sudah menjadi kewajiban ku juga men.Kalau tidak maka semua kegiatan mu akan kacau".Cibir Rion.

__ADS_1


"Kenapa tidak Daddy dan Uncle Alex atau Uncle Doni saja yang hadir di pesta pernikahan putri tuan Edo????".Vano memang kurang menyukai yang namanya pesta.


"Kau lupa jika sekarang kau lah CEO nya bukan Daddy Ricard lagi men.Berhentilah pura pura pikun!!!".Ledek Rion.


"CK...Kau itu sama saja dengan para tetua men.Sama sama menyebalkan".Balas Vano sambil meraih kunci mobilnya.Dan melemparkannya pada Rion."Bawa Mobilku saja!!!.Dan jangan lupa kunci pintunya!!!!".Sambil melirik pintu apartemen nya sedangkan dirinya sudah melangkah duluan keluar Apartemen.


Rion sudah biasa menghadapi sikap menjengkelkan hati dan pikiran.Bilang orang menyebalkan tapi tidak sadar jika dirinyalah yang paling menyebalkan.Untung saja Rion yang seumuran dengan Vanya itu memiliki sikap dewasa dan sabar yang luas.Sama seperti Daddy Alex,Padahal usia Vano lebih tua dua tahun daripada Rion.Tapi,semakin kesini Vano semakin menguji kesabaran orang lain.Bahkan sikap Arogant nya itu sangat mendominasi apalagi semenjak ia tahu bahwa Pujaan hatinya yang belum sempat ia menyatakan perasaan nya.Sudah melabuhkan hatinya pada pria lain.Dan bahkan sudah bertunangan pula.


Ironis bukan kisah percintaan yang di alami oleh Vano seorang diri.Oleh sebab itulah Vano semakin Dingin dan Arogant.Bahkan ia terkenal dengan sikap kejamnya.Ia tidak akan pernah mengampuni orang orang yang mencoba berkhianat dibelakangnya.Bahkan ia tak pernah pandang bulu,semua gadis yang mendambanya hanya bisa menyimpan perasaan mereka sendiri.Tak punya keberanian untuk mendekati atau sekedar menatap wajah putra sulung tuan Ricard itu.


Rion mengendarai mobil mewah keluaran terbaru milik Vano menuju di sebuah hotel mewah di kota Jakarta.Setelah sampai ditempat setelah melakukan perjalanan sekitar tiga puluh menit.Kini kedua pria tampan itu langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel.Tepatnya di dalam Aula khusus pesta.


Tak jauh dari Vano dan Rion selalu saja ada bodyguard yang selalu mengikuti kemana pun mereka pergi.Karena Vano lebih teliti dan jelih begitupun dengan Rion.Mereka berdua tidak ingin terjadi Kesalahan sedikitpun.


"Inilah salah satu alasan ku tidak Sudi ada disebuah pesta ".Lirih Vano pada Rion.


"Ku pikir kau lebih suka di puja banyak orang men".Sahut Rion datar.


"Cih....Kau itu.Aku tidak suka pandangan semua orang begitu kepadaku apalagi para gadis gadis centil dan genit seperti mereka itu".Bisik Vano sambil sedikit melirik beberapa wanita lajang yang sibuk memasang gaya begitu Vano dan Rion berjalan di hadapan mereka.

__ADS_1


"Hahah....Ingin aku pilihkan satu untukmu men????.Agar kau bisa sesekali mencicipi salah satu tubuh wanita.Siapa tahu setelah itu kau bisa langsung mencari kekasih atau sekalian menikah saja".Rion malah meledek Vano.


"What????.Gue masih waras men.Lagian tak Sudi juga gue menghilangkan keperjakaan gue hanya untuk wanita seperti mereka...CK...Apa kau sudah gila Men????".Dengus Vano sedikit kesal.Bahkan mood nya sudah semakin hancur saja.


Rion hanya terkekeh dan tak begitu peduli akan ocehan Vano.Hingga suara seseorang menyapa keduanya.


"Selamat datang tuan Vano dan Tuan Rion.Suatu kehormatan bagi saya atas kehadiran tuan tuan muda di pesta pernikahan anak saya ini".Ucap Tuan Edo kolega bisnis nya.


"Anda sangat berlebihan tuan Edo.Terima kasih untuk penyambutannya".Jawab Rion.Sedangkan Vano hanya mengangguk kan kepalanya saja.Ia langsung kembali bersikap datar dan Arogant ketika berhadapan dengan orang lain.


Vano dan Rion duduk di meja VIP yang sudah disiapkan oleh tuan rumah.Selama pesta berlangsung banyak orang dari perusahaan perusahaan lain yang mencoba mendekati CEO muda dan terkenal itu.Tapi,Vano tidak sedikitpun menunjukkan rasa hanngatnya pada orang orang yang mencari muka itu.Bahkan hanya dengan melihat ekspresi wajah datar Rion saja mereka sudah ketar ketir apalagi melihat wajah dingin dan Arogant nya Vano.


Vano sangat jenuh dengan pesta ini.Ia bangkit dari tempat duduknya."Gue mau ke toilet sebentar.Silahkan kau tangani dan nikmati pestanya tuan Rion!!!".Ledek Vano sebelum pergi meninggalkan mejanya.


Rion hanya mendengus kesal.Ia sudah tahu apa yang ada di dalam otak Vano saat ini.Dengan beralasan ke toilet sudah bisa ditebak jika Vano tidak pulang maka ia akan menghabiskan waktu di luar gedung pesta sambil menunggu pesta usai seperti sebelum sebelumnya.


Rion langsung memberi kode pada Bodyguard nya untuk tetap mengikuti sang CEO.Karena Vano dan Rion selalu membawa bodyguard lebih dari 4 orang setiap pergi kemanapun.


Dan benar saja seperti yang di pikirkan Rion.Jika saat ini Vano malah pergi keluar hotel.Dengan santainya Vano melangkahkan kakinya menuju taman yang ada disamping hotel.Tanpa peduli dengan tatapan gagum orang orang yang berlalu lalang dihadapannya.Pria itu dengan angkuhnya lewat tanpa ingin tahu apa yang dibicarakan orang orang di belakangnya.

__ADS_1


"CK....Dasar wanita wanita caper.Tidak pernah melihat orang tampan saja".Cibir Vano dalam hati.


__ADS_2