
πΏ
πΏ
πΏ
"Sayang,kamu mau Vanya tahu jika ia sudah dijodohkan dengan laki laki pilihan Mami dan Mama???.Apa kamu lupa sayang jika besok keluarga laki laki itu akan berkunjung kerumah kita???.Kalau Vanya ada dirumah dan tahu jika ia akan menikah di usia mudanya.Maka semua rencana kita akan hancur berantakan sayang.Kamu tahu sendiri betapa pemberontak dan keras kepala nya Putri kita itu".Ricard panjang lebar menjelaskan pada istrinya.
"Ah,iya mas benar.Kenapa aku tidak kepikiran sampai kesana ya mas.Kan bisa brabe urusannya jika Vanya langsung menolak laki laki tampan yang akan dijodohkan dengannya.Apalagi ditolak mentah mentah didepan keluarganya.Kan tragis banget nasibnya".Seloroh Ghea
"Tapi mas,aku sedikit ragu dengan rencana ini.Bagaimana jika Vanya tahu kalau ia sudah dijodohkan.Takutnya nanti Vanya malah kecewa mas".Lanjut Ghea lagi.
"Sayang,sebenarnya mas juga sedikit khawatir.Tapi mas juga tidak bisa membantah Mami apalagi Mama juga sekarang malah jadi ikut ikutan ditambah Papi dan papa juga mendukung.Jadi kita bisa apa????".
"Iya sayang aku paham.Semoga saja Vanya mau menerima nya Dan semoga laki laki pilihan Mami dan Mami adalah laki laki yang tepat untuk putri kita ya mas".
"Aamiin...Mas percaya sayang dengan pilihan Mami dan Mama.Karena mereka tidak akan salah menilai orang".Ricard berusaha meyakinkan istrinya yang terlihat ragu dengan perjodohan putri kesayangannya dengan laki laki yang belum pernah mereka kenal sebelumnya.
"Aamiin..."Jawab Ghea pelan sambil berusaha tersenyum.
Ghea juga sebenarnya takut jika Vanya yang mempunyai sifat keras kepala itu akan semakin berontak,Jika ia tahu bahwa grandma dan Omanya sudah menyiapkan calon suami untuknya.Bukan tanpa alasan mereka menjodohkan cucu mereka dengan cucu sahabat suaminya itu.Karena mereka ingin Vanya jatuh pada pria yang tepat.Dengan sifat Vanya yang suka berontak dan tidak mau dikekang.Membuat Grandma nya sedikit kewalahan.Apalagi Grandma Diana sengaja membawa Vanya ikut ke Amerika karena dijakarta Vanya mulai salah pergaulan.Sebab kedua orang tuanya sama sama sibuk mengurus perusahaan.Ghea juga sudah terjun langsung keperusahaan Papa Heru semenjak usia Vanya sudah lima tahun.
Dan ketika Vanya menginjak bangku SMP,Vanya mulai tak terkontrol.Walaupun Vanya dijaga dengan bodyguard tapi tak kalah para bodyguard itu sering kecolongan karena begitu banyak cara Vanya mengalihkan perhatian mereka.
Sebenarnya Vanya juga bisa menjaga dirinya sendiri.Karena tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya Vanya juga sudah menguasai sabuk hitam semenjak dibangku SMP.Oleh sebab itulah Vanya selalu tak begitu takut walaupun tanpa bodyguard.
Setelah mengganti pakaiannya dan mengambil ponsel serta tas bahunya.Vanya langsung berpamitan dengan Daddy dan Mommy nya untuk menjemput Rania dirumah nya terlebih dahulu.Sedangkan Sopir yang sudah disiapkan oleh Daddy Ricard sudah standbay disamping mobil halaman depan rumah mewah itu.
"Hati hati sayang.Dan ingat jangan bikin ulah kamu disana!!!".Ghea kembali mengingatkan putri kesayangannya.
"Oke Mommy siap".Jawab Vanya sambil mengangkat tangannya seraya memberi hormat.
__ADS_1
"Honey,Daddy akan selalu mengawasi mu!!!".Ungkap Ricard
"Yes Daddy,Aku mengerti itu.Karena orang orang Daddy mempunyai mata dimana mana".Jawab Vanya sedikit kesal.
"Good Girl".Sahut Ricard lagi sambil memeluk sang putri kesayangannya.Begitupun dengan Mommy nya.
Vanya pun melambaikan tangannya ketika ia sudah berada didalam mobil bersama sopir yang mengendarai mobil mewah itu.Tentunya bukan sekedar sopir biasa yang dipekerjakan oleh Ricard itu.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya Vanya sampai juga dirumah Rania.Kebetulan saat ini Rania sedang dirumah sendirian cuma ada pelayan ,tukang kebun,dan pak satpam saja dirumahnya.Sedangkan Mama dan Papa nya sedang berada di luar kota urusan pekerjaan.Karena Angel masih setia menjadi sekretaris sang suami dikantornya.
"Vanya.... Akhrinya kita ketemu lagi".Seru Rania ketika melihat sahabatnya sedari kecil itu keluar dari mobil.
"Are you Oke Rania???".Cibir Vanya
"Tentu saja,dan aku ada kabar gembira Vanya".Ucap Rania sedikit berbisik.
"Katakan!!!!".Jawab Vanya datar.
"Ide bagus.Tapi yang Ono kamu yang urus deh!!!".Saran Rania sambil melirik kearah sang sopir Vanya tadi.
"Aman,itu sih bisa diatur cuma masalah kecil".Jawab Vanya sambil menjentikkan jari kelingkingnya.Dan itu berarti Vanya sudah memiliki ide untuk mengurus serta mengelabuhi orang kepercayaan Daddy nya.
"Hahahha,Okey aku percaya 100% sama kamu.Tapi jika sampai ketahuan oleh Daddy,aku tidak ikutan".Jawab Rania sedikit bergidik ngeri jika Daddy Ricard sudah marah.
"Jangan khawatir Rani,Aku bisa mengatasi nya".Sahut Vanya sambil tersenyum penuh arti.
"Baiklah aku akan mengikuti saranmu.Dan berhubung ini masih jam lima sore,lebih baik kita pergi shoping dulu aja buat persiapan nanti malam.Apa kamu mau tetap berpakaian seperti ini".Tunjuk Rania dengan baju yang dikenakan oleh Vanya.Karena memang Rania saat ini memakai pakaian tertutup.
"Tentu saja tidak.Dan lebih baik kamu siap siap sana.Biar aku urus dulu mata mata Daddy".Bisiknya pelan pada Rania supaya sang sopir tidak mendengar nya.
__ADS_1
Rania pun langsung mengangguk setuju.Lalu langsung menuju kekamarnya.Dan Vanya pun mengikuti langkah Rania untuk mengambil sesuatu dari kamar Rania.
"Kamu yakin Vanya ini akan berhasil???".
"Kau tenang saja,aku tidak akan pernah gagal".Jawabnya dengan sangat percaya diri.
Lalu langsung ke luar dari kamar Rania,Dan menuju kearah dapur meminta pelayan untuk membuatkan kopi untuk sopirnya.Dan setelah pelayan selesai membuatkan kopi Vanya langsung meminta kopinya supaya ia saja yang memberikannya pada sang sopir didepan.
"Om botak Maafkan Vanya ya".Lirih Vanya sambil meletakkan nampan berisi secangkir kopi serta cemilan dimeja ruang tamu.
"Om botak...Masuk dulu!!!.Vanya udah minta pelayan bikin kopi buat Om".Ucap Vanya pada Bodyguard sekaligus sopir yang dipilihkan Daddy nya.
"Santai saja dulu om,kita berangkatnya habis manghrib aja,soalnya Vanya sama Rania mau shoping dulu bentar ke Mall".Kata Vanya menjelaskan dengan orang kepercayaan Daddy nya yang di utus menjadi sopi untuk dirinya.
"Baik Nona muda".Jawab sang bodyguard tanpa curiga sedikitpun.
Dan saat bodyguard itu sudah meminum kopinya Vanya nampak tersenyum penuh kemenangan.Dan langsung memberi kode kepada Rania karena sang bodyguard sudah mulai mengantuk.
Rania yang paham langsung mengerti maksud kode yang diberikan oleh Vanya.Dan langsung menyuruh pelayan rumahnya membantu memasukkan Om botak kedalam mobil yang ditumpangi Vanya tadi.Namun,sebelumnya Vanya sudah menelpon seorang jasa pengemudi untuk membawa mobilnya dan om botak menuju Bogor tepatnya ke villa milik keluarganya.
Sedangkan Vanya dan Rania pergi dengan mengendarai mobil pribadi milik Rania.Dan menuju arah lain.
"Akhirnya bisa bebas juga dari orang orangan sawah Daddy".Seru Vanya sambil tertawa lepas.
"Kamu benar benar gila ya Van,Pokoknya aku nggak mau ikutan kena amuk Daddy kamu ya.Tapi aku juga mau menikmati pesta malam ini".Ungkap Rania sambil menyetir mobilnya membelah jalanan.
πΏ
πΏ
πΏ
__ADS_1
**TBC
Bagi yang penasaran dengan visual Zinnio nanti bakal bunda hadirkan Di Episode selanjutnya ya gengs,maka dari itu lengketkan jempol kalian dong gengss πππ€**