Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Akhirnya


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Pesta pun berlalu .Semua tamu undangan sudah pamit pulang.Kedua orang tua Vano juga sudah meninggalkan hotel.Begitupun juga dengan yang lainnya.Vano dan Rere pun sudah berada didalam kamar presidential suite room.Yang sudah disediakan khusus untuk mereka.


"Kakak mau langsung mandi????".Rere bertanya pada Vano yang kini sudah Sah menjadi suaminya.


"Hmm..Apa kamu mau mandi bersama Baby????".Goda Vano dengan senyum devilnya.


"Ah...a...aku...Kakak duluan aja deh.Nanti gantian".Jawab Rere gugup.


"Oke..Baiklah.Tapi jika kamu berubah pikiran.Susul saja kedalam!!!.Soalnya pintunya tidak akan aku kunci".Seru Vano sambil mengedipkan matanya.


Lalu Vano berlalu pergi ke kamar mandi sambil menahan kekehannya.Karena melihat wajah bersemu merah milik Rere yang tak lain adalah sang istri.


Setelah melihat Vano masuk kedalam kamar mandi


Rere segera melepaskan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya dengan terburu buru.Karena sungguh Rere sangat malu dan belum terbiasa tubuhnya dilihat oleh seorang laki laki.Walaupun saat ini Rere sadar jika Vano memang sudah sah menjadi suaminya Dimata hukum dan agama.Tapi,Rere merasa sangat canggung dalam keadaan seperti itu.Bahkan sejak tadi detak jantung Rere sudah tak beraturan lagi.


Ceklek....Pintu kamar mandi kembali terbuka.Menampakkan dada bidang bidang dengan enam roti sobek.Tubuh tinggi dan tegap.Membuat Rere diam tak bergeming melihat keindahan tubuh maskulin milik Vano.Apalagi Vano keluar cuma memakai handuk yang dililitkan sebatas pinggang dan sisa air pun masih nampak jelas di kulit dan rambutnya.


"Baru lihat bagian atas saja ekspresi wajah mu sudah seperti itu Baby".Goda Vano yang sadar akan tatapan lapar serta takjub milik istrinya.


Rere langsung mengatupkan mulutnya dan langsung gelagapan.Rere langsung cepat cepat memalingkan pandangannya.Dan ingin segera masuk kedalam kamar mandi.Namun,Langkahnya terhenti oleh pegangan tangan Vano.


"Apa kau ingin melihat yang bagian bawah sekarang Baby????".Bisik Vano sambil menyeringai .

__ADS_1


Deg....Jantung Rere kembali dibuat turun naik.Pikiran Rere sedetik kemudian berpikir keras hingga jiwa traveling nya tiba tiba berotak mesum.Membayangkan hal mengenakan.Dan kenikmatan tentang apa yang akan terjadi pada ia saat ini.


Rere kembali menggelengkan kepalanya disaat ia sedikit sadar akan pikiran kotornya.Yang sejak tadi telah terkontaminasi oleh godaan halal dihadapannya saat ini.Membuat Vano menyunggingkan senyum begitu melihat wajah Rere yang terlihat seperti menginginkan sesuatu.


Vano semakin mendekatkan tubuhnya hingga kini hampir tidak ada jarak di antara mereka.Rere sampai membulatkan matanya dan menelan salivanya sendiri dengan susah payah.Kala wangi maskulin dan dada bidang bertubuh kekar itu semakin tak berjarak dari pandangan matanya.


"Sexy..."Lirih Rere tanpa sadar kata itu lolos begitu saja dari mulutnya.


Membuat Vano semakin gencar menggoda Rere yang sudah sah menjadi istrinya."Kita mulai sekarang Baby????".Bisik Vano lagi sambil tersenyum licik.


Rere semakin dibuat gelagapan ia bahkan tak mampu bergerak kala Vano semakin menghimpit tubuhnya hingga terpojok dan terduduk di sofa.


Vano langsung mensejajarkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Rere sang istri.Kemudian dengan gerakan cepat Vano langsung menarik tekuk leher Rere dan menyambar bibir istrinya.********** dengan perlahan,Entah Rere mendapatkan bisikan dari mana sampai ia pun berani membalas ciuman Vano.Hal itu justru membuat Vano tersenyum senang didalam hati.


Tangan Vano terus bergerak mulai menyusuri benda kembar yang membuatnya ingin segera menyentuhnya.Dan tak terduga Rere bisa mengeluarkan satu suara aneh yang membuat Vano semakin bersemangat.


"AW..."Teriak Rere terkejut karena Vano menarik paksa piyama tidur yang tadi sudah dipakai Rere dan membuat semua kancingnya terlepas.


"Oh shit".Upat Vano ketika ia merasakan pusakanya sudah on fire dengan sempurna.


Dan dengan cepat Vano menggendong tubuh Rere menuju tempat tidur.Walaupun Rere sempat terkejut tapi ia lebih menikmati ciuaman panas sang suami.Lalu Vano merebahkan tubuh setengah polos sang istri di atas ranjang king size nya.


Vano terlihat sangat bergelora dan bagaikan singa kelaparan saat ini.Apalagi begitu ia sudah melepaskan dengan cepat semua benang yang melekat ditubuh sang istri.Rere sempat kaget begitu pandangan matanya tak sengaja tertuju pada kutilang jumbo Vano apalagi saat ini pusaka itu sedang hidup sehidup hidupnya.


"Wow..."Lirih Rere nyaris tak terdengar.Namun ia semakin tak bisa berkutik ketika Vano kembali membungkam bibirnya dengan ciuman panasnya.Bahkan Vano terus memberikan sentuhan pada bukit kembarnya dan juga menyesapnya dengan sangat rakus.Dan entah sudah berapa banyak tanda kepemilikan yang ada dileher dan tubuh Rere saat ini.


"Akh....Kak".Lirih Rere ketika ia merasakan inti tubuhnya terasa perih dan ngilu.


"Belum masuk Baby".Ucap Vano menjelaskan karena memang itu baru pangkalnya saja tapi Rere sudah kalang kabut.

__ADS_1


Dorongan pertama...Kedua...Ketiga....Dan keempat nya baru Vano berhasil.Dan membuat Rere menitikkan air matanya.


"Sorry Baby...Apakah sesakit itu????".Vano sedikit menjeda dan belum tega untuk menggerakkan miliknya.


"I'm oke Hubby".Sahut Rere sambil tersenyum.Bahkan ia memanggil Vano demgan sebutan baru.


"Really????.Apa ingin berhenti saja dulu Baby!!!.Kita bisa lanjutkan lagi nanti".Usul Vano sedikit khawatir karena ia tidak tega dengan istrinya yang saat ini sedang menahan sakit karena Rere terlihat meringis.


"No...Tanggu By.Masa cuma dapat sakitnya aja.Enaknya enggak".Seru Rere tanpa malu.Hal itu justru membuat Vano terkekeh dan langsung mengecup kening dan bibir Rere dengan gemas.


"Okay Baby.Bersiaplah!!!.Kita akan merasakan nya bersama".Ucap Vano kembali semangat.


Akhirnya malam ini gawang Rere berhasil di bobol oleh Vano.Membuat keduanya sama sama baru pertama kalinya merasakan surga dunia.Bahkan ini pengalaman pertama bagi Vano dan Rere.Tapi,Vano nampak seperti berpengalaman saja.Tenaga pria itu benar benar menuruni kedua orang tuanya.Bahkan Rere sampai kewalahan dibuatnya.


Satu jam telah berlalu namun Vano belum menunjukkan tanda tanda akan berakhir.Sedangkan Rere sudah tak tahu yang keberapa kalinya.Hingga didetik kelima belas Vano baru mencapai puncaknya.


"Ah...Ternyata begini rasanya kalau ada lawan mainnya"Guman Vano dalam hati.


Vano menatap wajah istrinya yang sudah sama sama banjir keringat sama dengannya.Lalu Vano mengecup kening serta bibir sang istri yang masih ngos ngosan itu.


"Thank you Baby.Sudah menjaganya"Lirih Vano sambil tersenyum.


Sedangkan Rere hanya mengangguk pelan dan tak mengeluarkan suaranya lagi karena sungguh ia sangat lelah hari ini.Apalagi gempuran suaminya sungguh mengurasa tenaganya.Padahal ini baru awal bagaimana nanti kedepannya nasibnya.


🌿


🌿


🌿

__ADS_1


TBC


__ADS_2