Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Pemeriksaan


__ADS_3

๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


Bacanya malam hari saja,atau sudah buka puasa ya gengs ๐ŸคญKarena bunda tidak ambil resiko jika kalian ikutan halu๐Ÿ”ž


Alex membuka pintu kamar nya,dan langsung melepaskan dasi serta jasnya.Lalu membuangnya kesembarang arah.Dilihatnya Ririn yang duduk di tepi ranjang sambil menatapnya tanpa berkedip.


Ririn melihat tubuh sixpack milik suaminya langsung menahan salivanya dengan sangat susah.Apalagi kini pikiran kotornya langsung coneck dengan otak mesumnya.


Alex yang melihat tatapan mesum dari istrinya pun langsung tersenyum devil.Dan langsung mendekati sang istri dengan bertelanjang dada.


"Mas mau mandi???.Biar aku siapkan dulu airnya".Ucap Ririn gugup karena sambil menahan pikiran kotornya.


Alex tak menjawab hanya senyuman manis yang ia lontarkan untuk istrinya.Ririn langsung beranjak dari ranjang dan ingin langsung masuk ke dalam kamar mandi.Namun, langkahnya terhenti ketika tangan kekar milik suaminya,Langsung menarik pinggangnya.Hingga kini Ririn berhadapan dengan wajah suaminya.Sedangkan jantungnya terus berdegup tak karuan,hal itu selalu terjadi padanya padahal ini bukan untuk pertama kalinya bagi Ririn berhadapan langsung dengan suaminya.Namun entah kenapa Ririn selalu merasakan hal yang sama tiap kali ia dan Alex dalam posisi yang intim.


"Mau kemana????".Tanya Alex sambil menaikkan alisnya.


"Ak...aku..Ingin menyiapkan air mandi untukmu mas".Jawab Ririn sambil berusaha menutupi kegugupannya.


"Nanti saja Honey.Aku ingin memeriksa tubuhmu dulu".Sahut Alex sambil tersenyum devil.


"Memeriksa tubuhku???.Ada apa dengan tubuhku mas???".Jawab Ririn bingung.


"Buka bajumu Honey!!!".Seru Alex tanpa menjawab pertanyaan sang istri.


Ririn masih bingung bercampur terkejut dengan apa yang di ucapkan Alex.Karena merasa istrinya tak merespon dan tak kunjung menuruti perintah nya.Alex dengan sigap langsung menurunkan dress Ririn tanpa meminta persetujuan istrinya terlebih dahulu.


"Mas..."Pekik Ririn


"Husstt,Kecilkan suaramu Honey!!!.Aku masih bisa mendengar dengan jelas.


"Apa Curut tadi menyentuh ini????".Ucap Alex sambil membelai lembut wajah istrinya.Ririn pun menggelengkan kepalanya.


"Kalau ini???".Sentuh Alex pada bahu Ririn.Dan dengan cepat Ririn kembali menggelengkan kepalanya.


"Lantas bagian mana yang sempat Curut itu sentuh Honey????".

__ADS_1


"Tidak ada Mas,Dimas tidak sempat menyentuhku".Lirih Ririn sambil menahan rasa geli di ceruk lehernya oleh ulah suaminya.


"Berani kamu menyebut nama laki laki lain di hadapanku".Selah Alex sambil menyeringai licik.


"Ak...aku...AW"Pekik Ririn ketika merasakan remasan dibagian dadanya.


"Kamu akan rasakan hukuman mu Honey".Bisik Alex ditelinga istrinya.


Sontak membuat seluruh tubuh Ririn meremang,bukan karena ucapan Alex namun karena sentuhan tangan dan kecupan lembut sang suami.Yang membuat Ririn tak bisa menahan dirinya.


"Akh..."Satu desahan halus akhirnya lolos juga dari mulut Ririn.Yang membuat Alex semakin bersemangat melanjutkan aksinya.Apalagi pisang Ambon nya sudah sedari tadi berontak ingin keluar dari sarangnya.


Dan tanpa menunggu lama karena Alex sudah melihat sang istri mulai semakin bergairah.Alex langsung melepaskan sisa kain ditubuhnya dan kalau punya Ririn jangan ditanya lagi.Karena entah sejak kapan Alex telah menanggalkan semua pakaian istrinya.


Alex selalu menikmati setiap sensasi yang sama sama mereka ciptakan.Dan entah sudah berapa lama mereka bermain,Karena cuma lenguhan serta desahan yang sejak tadi terdengar memenuhi seluruh ruangan kamar itu.


Setelah puas mereka berdua menyudahi olahraga panas itu.Dan Ririn pun sudah mulai memejamkan matanya.Karena suaminya benar benar menghukumnya.


Alex mengecup kening dan bibir Ririn,lalu kemudian ia pun ikut berbaring disamping istrinya.Sambil mengelus perut buncit istrinya.Alex tersenyum ketika merasakan tendangan janin didalam perut Ririn begitu ia mengelusnya.


"Anak Daddy".Lirih Alex sambil masih mengelus perut istrinya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


"Mas...Pelan pelan...Akhh".Lirih Ghea ketika merasakan hentakan tubuh suaminya semakin cepat.


"Sebentar lagi sayang,Tahan...!!!".Balas Ricard dengan suara beratnya menikmati rasa yang begitu sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


Ghea terus mendesah mengeluarkan suara erotisnya.Yang menjadikan nyanyian syahdu bagi telinga Ricard yang mendengar nya.Dan hal itu justru membuat Ricard semakin bersemangat untuk terus memompa tubuhnya.Dan membenamkan nya semakin dalam.


Setelah satu jam barulah Ricard mencapai klimaksnya,Dan entah yang keberapa buat Ghea.Namun memang fisik Ghea juga tak kalah hebatnya dengan suaminya.Walaupun sudah beberapa kali ia mencapai puncak nya.Tak membuat Ghea menyerah,wanita itu mampu mengimbangi permainan suaminya yang sangat menggilai tubuhnya.


"Sayang,nanti kalau udah lahir dan udah dewasa jangan mesum seperti Mommy ya".Ucap Ricard sambil mengelus perut buncit Ghea.


"Sayang yang mesum itu Daddy bukan Mommy".Ghea tak mau kalah.


"Iya.Bukannya Mommy dan Daddy memang sama sama Mesum".Jawab Ricard sambil menirukan suara anak kecil.


Dan mereka berdua akhirnya terkekeh bersama akan kekonyolan yang mereka ciptakan.

__ADS_1


"Mas...".


"Iya sayang".


"Apa mas tidak penasaran dengan jenis kelamin anak kedua kita???".Tanya Ghea sambil mendongak kan kepalanya menatap wajah suaminya.


"Jelas penasaran sayang.Tapi,biarlah ini menjadi kejutan buat kita nanti.Dan apapun jenis kelamin nya mas akan selalu menyayangi kalian".Jawab Ricard sambil tersenyum dan mengelus elus perut istrinya.Yang menimbulkan pergerakan didalam sana.


"Wah,dia bergerak sayang".Seru Ricard Antusias."Semoga saja anak Daddy perempuan".Batin Ricard berdoa dalam hatinya.


Ghea hanya tersenyum,sambil menatap wajah suaminya yang terlihat sangat bahagia melihat pergerakan sang baby.Namun,kesenangan Ricard jadi buyar ketika mendengar ponselnya berdering.


Seketika Ricard nampak mengerutkan keningnya ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya yang menyala.


"Kenapa mas????".Tanya Ghea penasaran.


"Mami".Jawab Ricard pelan.


"Halo mi,ada apa???".Ketika Ricard sudah menggeser tombol hijau di layar ponselnya.๐Ÿ“ž


"Dimana kalian???.Cepat pulang!!!.Mami tunggu dirumah".Seru Mami Diana๐Ÿ“ž


"What's???.Kapan Mami sampainya???.Kenapa tidak memberitahu Ricard dulu kalau Mami ke Jakarta".Tanya Ricard sedikit panik๐Ÿ“ž.


"Jangan banyak tanya!.Buruan pulang !Kalau tidak sampai dalam 1 jam,Mami akan bawa Vano pergi ke Amerika!!!".Ancam Mami Diana.๐Ÿ“ž


"No,Mami...Okey kami akan pulang".Jawab Ricard ๐Ÿ“ž


Dan telpon pun langsung terputus.Ricard langsung beranjak dari tempat tidurnya.Sambil membantu Ghea bangun.


"Kita harus pulang sayang.Mami ada dirumah.Dan Mami mengancam Mas jika dalam waktu satu jam kita belum sampai rumah.Maka Vano akan Mami bawa ke Amerika".Ucap Sambil membantu Ghea berdiri.


Ghea yang terkejut atas ucapan suaminya,langsung segera masuk kedalam kamar mandi di ikuti oleh Ricard.Mereka berdua membersihkan diri terlebih dahulu.Sebelum pulang kerumah.


Sedangkan dirumah utama Mami Diana dan Mama Sofi nampak tertawa lepas,karena berhasil membuat seorang Ricard kelimpungan serta ketakutan karena baby Vano akan dibawa ke Amerika.Sedangkan Mami Diana datang ke Jakarta untuk menantikan persalinan cucu keduanya nanti.Yang berarti Mami Diana akan berada di Jakarta dengan waktu yang lama.


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ

__ADS_1


๐ŸŒฟ


TBC


__ADS_2