Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Istriku 2


__ADS_3

๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


Ricardo dan Ghea sekarang sudah berada di dalam kamarnya.Seperti yang dikatakan oleh Ricard tadi kalau saat ini mereka berdua sedang melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda didalam mobil tadi.


"Pelan pelan sayang!!!".Lirih Ricardo dengan deru nafas yang Terengah engah sambil terus berusaha mengimbangi permainan istrinya


Namun Ghea tetap menggerakkan dan menaik turunkan pinggulnya,Malah semakin lama semakin tak karuan saja dengan diselingi desahan desahan halus yang keluar dari mulutnya.


Karena saat ini Ghea yang berada di atas tubuh suaminya.Jadi dengan lincah dan bebasnya Ghea terus menggerakkan tubuhnya.Sedangkan Ricardo hanya bisa mengerang sambil sesekali ikut hanyut dalam permainan Ghea.Bahkan Ricardo juga tak mau kalah dengan istrinya yang seperti orang kesetanan jin mesum itu.


"Hmpppp...Aaahhh". Akhirnya kata kata itu lolos juga dari mulut mungil Ghea


"Lagi...Sayang!!!!".Ucap Ricardo


Tanpa menunggu persetujuan istrinya,Ricardo kini membalikkan posisi dengan sekarang Ricardo yang memimpin permainan.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Alex yang masih berada di lantai bawah rumah tuan bosnya.Bersama Dian yang sedang duduk di sofa ruang tamu.Alex tetap fokus pada laptopnya sementara Dian hanya bisa selonjoran karena masih merasa nyeri dibagian perutnya,Serta baru di olesi salep pereda nyeri dan lebam.


Tiba tiba ponsel Alex berdering,Dan ketika Alex melihat ke arah ponselnya yang terletak di atas meja.Ternyata itu adalah panggilan dari Tuan bosnya.Dengan gerak cepat Alex langsung meraih ponselnya dan menggeser tombol hijau.


"Halo tuan".Ucap Alex ketika panggilan sudah tersambung


"Baik tuan".Lanjut Alex lagi


Dan setelah itu panggilan telpon langsung terputus.Alex pun langsung menatap kearah Dian.


"Dian... Bagaimana kondisimu????,Apa sudah enakan????".Tanya Alex

__ADS_1


"Jauh lebih baik".Jawab Dian jujur


"Oke,kalau begitu mari saya antar pulang.Karena tuan Ricard dan nyonya Ghea tidak akan keluar rumah lagi".Ucap Alex sambil mematikan laptopnya


Dian pun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.Kemudian Alex dan Dian pun pamit kepada asisten rumah tangga untuk pulang.Sementara didalam kamar utama dua sejoli masih tetap pada posisi sebelumnya.


"Cepat selesaikan sayang!!!!".Ucap Ghea sambil berpegangan pada ujung ranjang.


"Tahan sayang,sebentar lagi".Jawab Ricardo sambil melempar ponselnya di atas ranjang.


Bagaimana tidak tadi Ricardo melakukannya sambil menelpon Alex.Dan walaupun demikian Ricardo tidak sedikitpun menghentikan gerakan tubuhnya sama sekali.Malah sambil terus memompa miliknya agar lebih dalam.


Lenguhan dan erangan terus menerus mengisi isi ruangan kamar mewah itu.Sampai keringat dan peluh bercucuran.Entah sudah berapa kalinya Ghea mengeluarkan pelepasannya.Tapi Ricardo tetap saja bersemangat menguasai tubuhnya.


Hingga akhirnya Ghea bisa bernafas dengan lega karena suaminya sudah mencapai klimaksnya yang kedua kalinya.Sedangkan dirinya sudah berkali kali.


Dan dua sejoli itu kini sudah tinggal terlelap bersama setelah olahraga panas beberapa menit yang lalu.Karena jam masih menunjukkan pukul 16.00 wib.Ghea juga sudah kelelahan akibat gempuran suaminya sendiri.Hingga tak menunggu waktu lama bumil itu sudah pergi ke alam mimpi dalam pelukan Suaminya.


Ricardo membelai lembut rambut istrinya sambil sesekali menciumnya."Terimakasih sayang"Lirih Ricardo sambil mengecup sekilas bibir Ghea.


Kemudian Ricardo meraih ponselnya,dan menelpon Alex sang Asisten.


"Bagaimana Lex???"....Tanya Ricardo sambil berjalan kearah balkon kamarnya.


"Kurangajar, ternyata wanita sialan itu tidak jera juga".Geram Ricard


"Kau tau Lex,apa yang harus kau lakukan sekarang???".Ucap Ricardo lagi


"Bereskan semuanya Lex,termasuk orang orang yang mendukung wanita sialan itu!!!".Perintah Ricardo lagi


Setelah selesai berbicara dengan Alex lewat sambungan telepon.Kini Ricardo langsung balik menghampiri Ghea istrinya.Dan kembali memeluk erat tubuh polos Ghea.


"Tak ada satu orang pun yang bisa melukaimu sayang . Apalagi calon anak kita ini".Lirih Ricard."Dan jika mereka masih berani bertindak lebih jauh lagi,Maka akan aku bakar mereka hidup hidup".Batin Ricard lagi.

__ADS_1


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Saat Ricardo masih tahap bucin bucinnya dengan Ghea.Dan sedang di mabuk Asmara.Berbeda dengan Ririn yang masih bersedih karena tak terima diputuskan begitu saja oleh Dimas sang kekasih.


Karena merasa sangat jenuh Ririn memutuskan untuk menghibur dirinya sendiri.Niat awalnya ingin mengajak Angel namun Angel saat ini sedang bersama Rommy.Jadi dengan terpaksa Ririn pergi sendirian.


Ririn pergi ke Mall xxx untuk sekedar belanja dan menyegarkan otaknya yang lagi kalut.Setelah lelah berbelanja barang barang yang tidak perlu.Akhirnya Ririn berbelok arah menuju sebuah cafe untuk sekedar ngopi ngopi cantik seorang diri.


Disinilah Ririn sekarang sedang duduk di cafe xxx,yang nampak ramai pengunjung dan banyak anak anak muda nya.Ririn duduk seorang diri di meja pojok.Sambil menikmati Latte nya, sesekali Ririn melirik kearah meja pengunjung.Banyak orang yang datang di cafe ini dengan membawa pasangan nya masing masing,Tapi tidak untuk Ririn.Gadis cantik ini malah duduk seorang diri tanpa pasangan.


Karena waktu sudah hampir Maghrib Akhirnya Ririn memutuskan untuk pulang.Tapi begitu sampai di pintu keluar cafe,Ririn tak sengaja menabrak seorang pria yang bertubuh tinggi Atletis dan tampan.


"Aww..."Pekik Ririn yang tak sengaja kepalanya terbentur dada bidang pria itu."Aduhhh maaf mas,saya tidak sengaja!!!".Sesal Ririn sambil menyatuka kedua telepak tanganya memohon.


"Saya ngak lihat tadi mas,soalnya saya jalan sambil cari kunci mobil saya didalam tas".Jelas Ririn lagi namun belum berani menatap wajah pria yang ada dihadapannya.


Tapi Pria itu hanya diam saja sambil memperhatikan gerak gerik Ririn.


Karena tak ada jawaban dari pria yang ada dihadapannya itu.Kini Ririn pun memberanikan diri untuk menatap wajah pria tersebut.Dan betapa terkejutnya Ririn ketika melihat pangeran kodok ada didepannya saat ini.


"Tampan".Satu kata yang keluar dari bibir mungil miliknya dan dengan polosnya juga telah memuji ketampanan pria tersebut.


Pria itu hanya mendelik mendengar ucapan Ririn yang memujinya tanpa berkedip.Ingin rasanya pria itu tertawa tapi pria itu mampu menahan diri.


"Kenapa saya jadi salting begini sih hanya mendengar ucapan gadis ini.Dan kenapa aku bisa bodoh seperti ini???.Padahal aku juga tidak mengenal gadis ini".Gerutu pria itu


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


**Tinggalkan jejak kalian gengsss ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™,Dan maaf ya Readers Bunda nggak bisa grazy Up soalnya bunda juga harus bagi waktu buat dunia Nyata gengs๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ.Jadi tingkat Halu bunda terbatas๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ Mohon dimaklumi ya gengss,yang penting tiap hari bunda bisa UP๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Sekali lagi bunda ingetin kalian gengs,jangan sampai terlena oleh cerita nya,jadi lupa buat tinggalkan jejak kan bunda sedih gengsss๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Apalagi kalian pelit Votee๐Ÿคญ๐ŸคญPadahal bunda rela bagi waktu buat kalian gengs๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜œ


#TBC**#


__ADS_2