Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Villa


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


"Selamat malam nona muda".Sapa Alex ketika rombongan Vanya sudah sampai di sebuah villa yang jauh dari pusat kota Jakarta.Villa yang sudah disiapkan oleh Alex dan itu pun masih milik keluarga Fernandez.


"Malam uncle.Maaf harus merepotkan dan melibatkan Uncle juga".Ucap Vanya dengan sedikit tak enak hati.


"Tidak papa Nona,ini juga masih termasuk tanggung jawab saya untuk menjaga Nona muda".Jawab Alex lagi.


"Sebaiknya kita langsung masuk saja Nona!!!!".Ajak Alex sambil mempersilahkan Vanya dan terutama wanita asing yang dibawa oleh Vanya.Begitupun dengan Rania dan Doni.


Tentu saja Vanya membawa Rania untuk ikut bersamanya menginap dan tinggal semenatra di Villa itu.Sebab,Vanya tidak mau jika Daddy dan Mommy nya curiga kalau ia hanya pergi ke Singapore beberapa jam saja.


Saat sudah masuk kedalam villa Vanya mempersilahkan Wanita itu untuk istrihat dikamarnya yang sudah disiapkan.Dan di antar oleh seorang pelayan yang memang sudah diperkerjakan oleh Ricard untuk mengurus villa tersebut.Begitupun dengan Rania yang sudah kelelahan karena hari ini mereka cuma bolak balik Jakarta Singapore saja.


Sedangkan Alex mengajak Vanya dan Doni menuju satu ruangan kerja di dalam villa tersebut.Setelah Doni dan Vanya duduk,Barulah Alex membuka percakapan.


"Nona ini bukan masalah sepele.Saya pikir akan lebih baik Tuan Ricard tahu masalah ini.Agar kita bisa leluasa bertindak sebelum mafia itu mencelakai nona mud".Saran Alex kemudian,Karena tak dapat dipungkiri jika Alex juga merasa sangat khawatir dengan keselamatan nona mudanya.


"Jangan dulu Uncle Vanya mohon jangan beritahu Daddy !!!!.Karena aku juga melakukan kesalahan pada kakak cantik itu".Lirih Vanya pelan.


"Maksud nona muda????. Kesalahan apa????". Tanya Alex penasaran.

__ADS_1


Vanya melirik ke arah Doni dan dijawab anggukan kepala oleh Doni.Agar Nona mudanya tidak ada keraguan pagi untuk berterus terang kepada Alex saat ini.


"Sebenarnya akulah yang sudah bikin kakak cantik itu Amnesia Uncle.Aku yang sudah menabraknya waktu itu.Aku yang bersalah Uncle".Lirih Vanya menyesal dan merasa bersalah.


"Tapi Nona muda tidak sengaja tuan.Kecelakaan itu diluar dugaan.Itu murni kecelakaan.Wanita itu yang tiba tiba saja menabrakkan diri kemobil nona.Dan kepalanya terbentur trotoar jalan.Itulah sebabnya wanita itu bisa Amnesia".Jelas Doni panjang lebar.


"Dan kau yang menghilangkan jejak atas kecelakaan itu Doni.Bahkan kau menghapus rekaman cctv yang ada dijalan itu.Dan kau pula yang memalsukan identitas wanita itu kan".Ucap Alex datar.


"Be...betul tuan.Saya yang melakukan itu semua atas perintah dari nona muda sendiri".Jawab Doni jujur dan sedikit gugup didepan Alex.


"Dan jangan tanya darimana saya bisa tahu!!!.Karena saya sudah menyelediki semuanya sendiri.Perlu kalian ketahui sebenarnya saya sudah tahu masalah ini sebelum kalian cerita padaku.Tapi,aku sengaja untuk tetap diam,Sebelum nona muda sendiri yang bicara".terang Alex lagi.


"What's...????.Uncle memang berbakat dan sangat cocok menjadi detektif".Seru Vanya sedikit kesal.Begitu pun dengan Doni,ternyata mereka bisa kecolongan dari Alex.


"Assalamualaikum sayang".Ucap Vanya ketika sudah tersambung dengan si penelepon.Sambil berjalan mengarah ke kamarnya tanpa pamit pada Alex dan Doni.


"Waalaikumsalam.Maaf sayang tadi masih giat dilapangan".Sahut Nio diseberang telpon meminta maaf karena sempat tak menjawab panggilan telpon dari Vanya.


"It's Oke Sayang.Apa sekarang masih sibuk????".Tanya Vanya sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya setelah masuk kedalam kamarnya yang sudah disiapkan pelayan.


"Alhamdulillah sudah tidak,ini mau siap siap ke kantor lagi dan setelah itu langsung pulang ke Aspol.Kenapa????.Kangen ya????.Atau mau pulang kejakarta sekarang????".Goda Nio sambil terkekeh pelan.


"Sayang aku sudah pulang.Dan sekarang ada di salah satu villa milik Daddy.Bersama Rania,Uncle Alex dan Om Doni juga".


"Apa...???.Kenapa tidak bilang daritadi sih????.Dan kenapa harus ke villa,bukannya langsung pulang ke rumah????.Bla....blaaa...blaaa....".Zinnio langsung melontarkan begitu banyak pertanyaan pada Vanya.

__ADS_1


"Sayang satu satu kalau bertanya!!!.Aku jadi bingung harus menjawab yang mana dulu.Dan nanti aku bakal ceritain semuanya sama kamu yank.Besok kamu boleh datang ke villa di jalan xxx.Tapi aku mohon jangan cerita sama orang lain dulu, terutama keluarga kita ya!!!.Waktunya belum tepat".Ucap Vanya panjang lebar.


"Oke...Tunggu aku disana!!!!...Tut...Tut..tuttttt...."telpon langsung terputus sepihak.


"Ah,dasar kanebo kering.Tidak ada romantis romantisnya sedikitpun".Gerutu Vanya sambil melempar ponselnya di atas tempat tidur.Dan ia pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sedangkan Alex sudah pergi beberapa menit yang lalu meninggalkan villa setelah memberi intruksi kepada para bodyguard yang berjaga di sekitar villa.Kalau Doni jangan ditanyakan lagi dimana pria dewasa itu berada saat ini.


Begitu Alex pergi Doni langsung menyelinap masuk ke dalam kamar Rania.Dan jangan ditanyakan juga apa yang sedang mereka lakukan saat ini sudah pasti olahraga ranjang.Karena Rania sama mesumnya dengan Vanya otak mereka selalu memikirkan hal hal vulgar.Tapi bedanya Vanya yang mesum masih bisa menahan dirinya.Apalagi tunangan Vanya yang selalu bisa mengimbangi kemesuman seorang Vanya.Sedangkan Rania sangat tidak bisa menghindar dari seorang Doni yang hobby memberikan rangsangan dan selalu memancing birahi seorang Rania.


Vanya yang sudah mandi dan merasa lapar ingin pergi kedapur untuk mengambil makanan.Namun,langkahnya terhenti ketika melewati kamar Rania karena pintu kamarnya tidak tertutup dengan benar.


"Akh....Akhh...Akhhh..."Suara erotis Rania menggema di ruangan kamar itu.


Karena jahil Vanya yang sudah tahu apa yang sedang terjadi didalam sana.Vanya ingin sekali mengerjai Om Don dan Rania sahabat nya itu.Yang selalu saja tidak bisa menahan diri dan selalu saja bercinta jika ada kesempatan.


"Pintunya dikunci dulu Om!!!!.Main genjot aja.Ntar aku videoin loh".Goda Vanya sambil berlalu pergi tanpa menoleh kedalam kamar.Karena vanya juga tidak mau melihat adegan panas didalam sana.


Doni dan Rania tersentak dan sempat menjedah pergulatan panans mereka beberapa detik.Namun,karena api gairah yang semakin membuncah keduanya masih enggan melepaskan penyatuan mereka.Dan Rania yang berada di atas tubuh Doni malah terus menaik turunkan pinggulnya semakin tak terkendali.


"Dasar mesum tingkat akut".Cibir Vanya karena masih berada di ujung pintu kamar yang di huni Kakak cantik.


TBC


"

__ADS_1


__ADS_2