
"Ah,baiklah sayang.Kalau begitu Daddy kekamar dulu.Ingat jangan bikin ulah lagi apalagi sampai menganggu Daddy dan Mommy!!!".Sambung Ricard sambil tersenyum.
"Siap Daddy".Sahut Vano sambil mengacungkan jempolnya.Dan langsung berlari keluar kamar dengan di ikuti oleh Nani.
Ricard hanya geleng geleng kepala saja melihat tingkah putra sulungnya.Dan sedetik kemudian Ricard teringat pada sang istri yang menunggunya dikamar.
Ricard pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya dimana Ghea sudah menunggunya disana sesuai perintahnya tadi.Namun, sebelumnya Ricard sudah memastikan jika terlebih dahulu bahwa Vano benar benar sudah berada di lantai bawah bersama pengasuhnya.
Ghea tersenyum manis ketika Ricard sudah masuk kekamar dan sudah mengunci pintu nya.Ricard pun tersenyum devil ketika mendapati sang istri duduk dipinggiran ranjang sambil menatap wajahnya.
"Sayang aku merindukanmu".Cicit Ghea sambil berdiri dan langsung memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.
"Mas juga sangat merindukanmu sayang".Balasnya sambil membalas pelukan sang istri.
"Apa mas sudah mengurus anak anak terutama putramu itu sayang????".Tanya Ghea sambil mendongakkan wajahnya agar bisa menatap wajah suaminya.
"Aman sayang,Vano tidak akan berulah sampai ia bosan dengan mainan barunya".Jawab Ricard santai.
"Jadi mas bawa oleh oleh untuk Vano sebagai Hadiah supaya ia mau nurut????".
"Itu hanya trik mengalihkan perhatian Vano saja sayang...Hehehe".Ricard terkekeh
"Ah,aku jadi paham kalau Vano memang mewarisi sifatmu sayang".Cibir Ghea.
__ADS_1
"Itu karena dulu waktu cetak adonan Vano hanya mas yang bekerja keras,sedangkan kamu sedikit Terpkasa namun menikmatinya sayang".Goda Ricard sambil mengecup bibir istrinya.
"Is,kau itu mas..."Sahut Ghea sedikit tak terima dengan ucapan Ricard namun sesuai faktanya.
"Sayang,apa mas sudah bisa menyentuh ini lagi????".Tanya Ricard sambil menelusupkan tangannya dibawah dres yang dipakai istrinya dan sudah merogoh inti tubuh Ghea dengan jarinya.
Ghea hanya menganggukkan kepalanya karena jari suaminya sudah bermain dengan liciknya dibawah sana."Lakukanlah sayang!!!".Lirih Ghea sambil sedikit melebarkan kakinya.
"Dengan senang hati sayang".Jawab Ricard sambil tersenyum penuh arti.
Ricard langsung menerkam bibir tipis Ghea dengan penuh nafsu,Dan jangan lupakan jarinya yang terus mengotak Atik inti tubuh istrinya.Bahkan Ghea mulai tak tenang sebab gelenyar gelenyar dalam tubuhnya mulai merespon atas ulah suaminya.
"Akh...Sayang...."Desah Ghea karena kini ciuman suaminya sudah turun dileher jenjang miliknya Bahkan Ricard pun sudah meninggalkan bekas kemerahan disana tak hanya cukup satu Ricard terus membuat stempel nya disana.
Hingga Ghea tak bisa menahan sesuatu yang akan keluar dari tubuhnya.Sampai akhirnya sesuatu memang benar benar lolos.Ghea mendesah sedikit panjang,Namun Ricard malah tersenyum Devil melihat sang istri sangat menikmati permainan nya yang cuma sekedar pemanasan baginya.
"Ini baru awalnya saja sayang".Bisik Ricard pada sang istri.
Ricard kembali mendorong tubuh sang istri secara perlahan hingga kini Ghea sudah berbaring di tempat tidur.Sambil menyingkap dres milik sang istri.Ricard kembali mengecup dan meraup lekuk tubuh istrinya dengan penuh hasrat.Ricard juga cekatan dalam menanggalkan benang yang menyangkut ditubuhnya.Dan entah sejak kapan Ricard melakukannya hingga kini tubuh mereka berdua sudah benar benar polos tanpa sehelai benang pun.
Sedangka Ghea hanya pasrah dan menerima dengan senang hati apapun yang suaminya lakukan pada tubuhnya saat ini.Bahkan hampir semua kulitnya sudah penuh dengan stempel kepemilikan milik Ricard,Karena kulit Ghea memang putih jadi gambar yang dibuat Ricard sudah seperti kulit macan tutul karena berpadu dengan warna kulit Ghea.
Tapi Ghea tak peduli dengan warna ditubuhnya saat ini.Yang ada dalam pikiran Ghea hanya enak,nikmat,dan mendesah saja.Hingga ia sampai tersentak ketika miliknya sudah ditubruk oleh pentungan sang suami yang katanya sebesar pisang Ambon itu.Sesaat erangan dan desahan kembali memenuhi seisi ruangan kamar yang kedap suara itu.
__ADS_1
Dan entah sudah berapa kali Ghea sudah pelepasan,Namun Ricard masih saja belum ada tanda tanda untuk selesai.Sepertinya Ricard benar benar tidak menyiakan kesempatan yang ada dengan terus memompa tubuh istrinya.Dan tak hanya dengan satu gaya saja,bahkan tubuh Ghea sudah di bolak balik bak menumis sayur kangkung saja supaya matangnya merata.
Ghea pun tak keberatan dengan apa yang dilakukan suaminya.Sebab Ghea juga paham karena sejak baby Vanya lahir dan sekarang usia baby Vanya sudah masuk satu bulan setengah,Ricard belum meminta haknya lagi karena ia harus berada di Jerman urusan pekerjaan.Jadi,tidak salah jika saat ini Ricard benar benar menikmatinya.
Entah sudah berapa lama mereka bergulat diatas ranjang itu.Hingga akhirnya kini Ricard pun sudah mencapai klimaksnya dengan sempurna.Dengan deru nafas yang tersengal sengal kedua saling tatap dan tersenyum bahagia.
"Lagi sayang???".Goda Ricard ketika ia sudah menormalkan nafasnya kembali.
"Ayolah mas,jangan menggodaku seperti itu!!!.Biarkan aku istrihat terlebih dahulu!!!".jawab Ghea sambil memejamkan matanya.
Ricard pun langsung terkekeh mendengar penuturan sang istri yang sudah benar benar kelelahan akibat ulahnya.Dikecupnya singkat bibir dan kening Ghea ,Hingga akhirnya ia pun ikut terlelap disamping sang istri.
Dan ternyata Vano memang bisa di percaya dan menurut dengan perintah Daddy nya.Terbukti sudah sejak kedua orang tuanya masuk kedalam kamar dan kini sudah nampak sore Vano pun tidak menampakkan batang hidungnya,Bahkan tidak menggedor pintu kamar orang tuanya.Begipun dengan baby Vanya yang sangat anteng ditangan pengasuhnya.
Ghea terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul lima empat sore.Namun,ia merasa lega karena Bu Choi ataupun Vano mencari keberadaan nya.Hal itu bisa Ghea tebak bahwa anak anaknya aman.Dilihatnya wajah suaminya yang masih tertidur pulas disampingnya.Ghea nampak menampilkan senyum nya.Senyum kebahagiaan yang ia rasakan semenjak Ricard hadir dalam hidupnya.Dan sebuah kebahagiaan setelah menjadi istri dari seorang CEO yang terkenal kejam,dingin,dan Arogant tapi Bucinnya sangat akut jika bersamanya.
Bahkan Ghea tak pernah membayangkan sebelumnya tentang kehidupan nya setelah menjadi istri.Tapi ia juga sangat bersyukur bisa menjadi bagian penting di keluarga Fernandez.Apalagi sekarang mereka sudah diberikan keturunan anak anak yang tampan dan cantik,yang cerdas,sehat,dan pintar tentunya.Ghea berharap anak anaknya bisa menjadi kebanggan keluarga dan Sholeh serta Sholehah.(Mari aminkan doa Ghea gengs).Tak terasa Ghea pun menitikkan air matanya dalam artian air mata kebahagiaan.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
**TAMAT**