Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Salah Kamar


__ADS_3

Seorang pria yang baru masuk kedalam kamarnya setelah melakukan panggilan telepon di balkon hotel.Nampak terkejut bahkan sangat nampak emosi ketika ada seorang wanita di dalam kamarnya sedang melepaskan blazernya.Namun rasa bingung serta emosi tadi seketika berubah menjadi sebuah senyuman setelah melihat wajah gadis itu adalah Ririn.


Namun senyumnya memudar dan berubah dengan rasa tak percaya ketika Ririn menoleh ke arahnya dengan tatapan yang tak biasa.Pria itu menegang seketika ,Apalagi Ririn dengan ganasnya langsung melahap bibirnya dengan rakus.


Bahkan Ririn sudah menanggalkan semua benang yang melekat di tubuhnya tinggal menyisahkan dalamnya saja yang bewarna hitam.


Namun karena dia pria yang normal,Apalagi jika sekarang Ririn sudah menarik tubuhnya menuju arah ranjang dan menindih tubuhnya sambil terus melakukan serangan pada bibirnya.


Seketika tubuh pria itu menegang bagai tersengat aliran listrik dengan tegangan tinggi.Tanpa sadar karena ikut terbakar gairah,pria itu pun membuka sisa kain yang menempel di tubuh Ririn.


Dengan susah pria itu menelan salivanya sendiri ketika melihat tubuh polos Ririn yang menampakkan dua sikembar yang saling bersisian dengan bentuk yang indah.Pria itu berusaha menahan diri namun Ririn terus mencubunya tanpa henti.


"Panas...panass...".Erang Ririn ketika tubuhnya merasakan hawa panas yang tak bisa ditahan lagi.


Dan pria itu pun menyadari bahwa Ririn pasti sudah terpengaruh obat perangsang.Saat Pria itu bangkit dan akan membawa tubuh Ririn untuk berendam di dalam bathtub.Ririn dengan sigap meraih benda keramat miliknya.


Pria itu berusaha melepaskan cengkraman tangan Ririn.Karena seketika benda keramatnya ikut bergetar dan mulai terjaga dari tidurnya.


"Hentikan Sayang!!!!.Jangan sekarang...!!!!".Lirih pria itu sambil berusaha melepaskan cengkraman serta menjauhkan tubuh Ririn dari dirinya.


Namun sia sia saja,Ririn yang sudah sangat tak terkontrol menggigit kecil leher pria itu hingga meninggalkan bekas kemerahan disana.


Saat itu juga pria itu pun ikut menanggalkan kemeja yang ia pakai serta menurunkan celana panjangnya.Ririn malah tersenyum sumringah begitu melihat tubuh sixpack pria itu.Bukannya takut Ririn yang sudah terpengaruh obat perangsang yang di berikan di dalam minuman nya tadi.Sampai tak bisa berpikir jernih yang ada dalam otaknya saat ini hanyalah kepuasan saja.


Ririn menggigit bibir bawahnya ketika sikembar di remas dengan lembut oleh pria itu.Bahkan pria itu seperti sangat menikmati setiap inci tubuh Ririn.


Ririn terasa terbang ke awan menikmati setiap sentuhan lembut pria di atas tubuhnya saat ini.Bahkan Ririn tak berhenti mendesah ketika pria itu menyentuh area sensitifnya.


"Bagaimana sayang????".Lirih pria itu


"Lagi....lagi...lagi... dan lagi".Itulah jawaban Ririn yang selalu keluar dari mulut mungilnya.


Pria itu pun tersenyum sambil terus memainkan jarinya ke inti tubuh Ririn,semakin dalam dan dalam.Hingga akhirnya Ririn terkulai lemas tak berdaya lagi dibuatnya.


Pria itu menghela nafas nya dan segera berlalu kekamar mandi menuntaskan hasratnya dengan solo karier.


Setelah tiga puluh menit pria itu keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih yang dililitkan sampai dibagian pinggang saja.Dilihatnya tubuh Ririn yang masih polos ,Dan demi menghindari pikiran mesumnya.Pria itu menutupi tubuh Ririn dengan selimut miliknya,lalu mengecup singkat kening Ririn yang nampak tertidur lelap akibat ulahnya tadi.


"Selamat malam sayang,semoga mimpi Indah".Lirih pria itu dan mendaratkan ciuman dibibir mungil Ririn.

__ADS_1


Pria itu memakai pakaiannya kembali,dan mengambil ponselnya .Lalu menelpon seseorang sambil mengunci pintu kamarnya.Dia berlalu pergi meninggalkan Ririn yang masih tertidur lelap.


🌿🌿🌿🌿🌿


Malam semakin larut bahkan kini jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.Pria dengan wajah yang dingin serta sangat tegas kini masih mengumpulkan seluruh pegawai hotel bahkan sang manajer nya .Nampak semua karyawan sangat ketakutan.


"Bagaimana kerja kalian????.Sampai bisa kecolongan seperti ini.Hah."Ucapnya dengan nada tinggi


"Maaf tuan,kami sungguh tidak tahu jika ada seseorang yang menyamar menjadi pelayan hotel".jawab sang manajer


"Kalian bisa kerja tidak sih????.Jika hal ini terjadi kembali.Saya akan pecat kalian semua tanpa ada pesangon sedikitpun".Tegas nya sambil dengan tatapan tajam


Semua karyawan nampak mengangguk pelan dan sangat ketakutan.


"Kalian boleh pergi sekarang,lanjutkan pekerjaan !!!!.Dan awasi setiap tamu yang datang!!!!". Ucapnya kemudian lalu segera pergi ke kamarnya kembali.


Iya beberapa saat yang lalu pria itu pergi melihat cctv.Dan menemukan orang yang memberi obat perangsang kepada Ririn.Tak butuh waktu lama untuk tahu siapa orangnya dan pelaku dibalik itu semua.


Tapi pria itu baru menangkap anak buahnya saja.Sedangkan dalangnya ia biarkan tetap bebas sementara waktu.


Pria itu membuka kamar suite room miliknya.Yang biasa ia pakai ketika ada di Surabaya dan melihat gadis cantik yang bernama Ririn masih tertidur dengan lelapnya.Tanpa terusik sedikitpun ketika pria itu terus menciumi seluruh wajahnya.


"Kau sangat menggemaskan sayang".Lirih pria itu lagi


Tak menunggu lama pria itu pun ikut menyusul Ririn ke alam mimpi.Mungkin karena sangat nyaman dengan posisi begini.Membuatnya mudah terlelap tanpa harus insomnia lagi.


Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi,Ririn mulai mengerjapkan matanya.Dan merasakan ada benda yang menindih tubuhnya.Ririn melirik benda itu,Ternyata sebuah tangan kekar yang melingkar dipinggnya.


Ririn terkejut dan mendongakkan kepalanya dilihatnya wajah seorang pria,sangat teduh dan tampan ada disampingnya.Ririn tak bergeming ketika menatap wajah pria itu.Namun sedetik kemudian baru sadar kalau dia bukan berada didalam kamarnya.


Ririn menyingkap kan selimut yang dipakainya bersama dengan pria itu.Dan alangkah terkejutnya Ririn ketika mendapati tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.


"Awww...Tidak...tidak...Apa yang sudah aku lakukan".Teriak Ririn sambil menggelengkan kepalanya


"Heyyy...Kau....Bangun...."Teriak Ririn sambil memukul dada pria itu dengan tangannya dan mulai menangis tersedu sedu.


"Berisik...Aku mau istirahat,ini masih pagi".Jawab pria itu santai


"Apa yang kau lakukan padaku????...Hiks....Hikss...."Lirih Ririn sambil menangis

__ADS_1


"Hey,gadis ceroboh.Aku tidak melakukan apa apa".Jawabnya singkat sambil membenarkan posisi tidurnya


"Kau telah merenggutnya dariku...Hiks...Hikss..."


"Hey ceroboh,aku tidak merenggutnya,aku cuma sekedar bermain sedikit dengan tubuhmu".Ucap pria itu sambil tersenyum penuh arti dan bangkit dari tidurnya.


"Kau harus tanggung jawab!!!...Hiks....Hikss...Aku sudah tidak perawan lagi sekarang..Dan itu karena kau...Hikss...Hiksas".Lirih Ririn sambil terisak


Mendengar itu Alex langsung sumringah dan tersenyum devil.


"Bagaimana kalau kita ulangi lagi saja dulu kegiatan kita semalam!!!".Goda Alex dengan menaik turunkan alisnya


"Dasar mesum,cabul,kau bahkan melakukannya disaat aku tidak sadar.Hiksss.Hikkss".Maki Ririn lagi


"Hahaha,Kau juga menikmatinya gadis ceroboh.Apa kau ingin melakukannya lagi saat kau sudah sadar seperti sekarang ini???.Supaya kau juga merasakan permainan ku di alam sadatmu juga".Bisik Alex sambil tersenyum


"Bule gila mesum.Kau harus tanggung jawab dan harus menikah denganku!!!".Ucap Ririn sambil menyeka air matanya


"Ah,baiklah jika itu yang kau inginkan.Aku akan menikahimu sekarang juga".Jawab Alex sambil tersenyum


Ririn yang mendengarnya nampak terkejut,sekaligus bingung kenapa pria ini tak menolaknya.


"Kamu serius.????.Hiks..hiks".Tanya Ririn sedikit tak percaya


"Yes.Aku tidak pernah main main dengan ucapanku".Jawab Alex lagi


"Karena kau sendiri Nona yang memintanya,dan kau sendiri yang datang padaku,Jadi sekarang aku tidak perlu susah susah untuk mencari cara agar kau mau menikah denganku.Ah,ternyata Tuhan memang baik kepadaku.Dan menjadikan Ririn milikku".Batin Alex bahagia


Bagaimana Alex tidak bahagia wanita yang di incarnya selama ini.Ternyata dengan sendirinya meminta di nikahi olehnya,Dan sebetulnya Alex juga sangat berterima kasih kepada Wiratama yang membuat Ririn salah masuk kamar karena pengaruh obat perangsang yang dia berikan semalam.Tapi Alex juga geram jika Ririn semalam tidak masuk ke kamarnya.Apa yang akan terjadi dengannya.Sedangkan Alex saja hampir tidak bisa menahan diri lagi,Mengingat betapa agresifnya Ririn,tapi untunglah Alex masih bisa berpikir jernih dan bisa membuat Ririn puas tanpa harus menyodorkan senjatanya kedalam Nyai Ririn.Walaupun si Adam sudah berontak ingin menemui Nyai Ririn.


🌿


🌿


🌿


#**TBC#


Ayo yang baca jangan pada halu ya,inget lagi puasa Lo🀭🀭🀭Bunda nulisnya sebelum sahur Loh ya😬😬😬

__ADS_1


Kalau yang mau halu halu Bandung nanti ya sesudah berbuka puasa.Kan bunda jadi ikutan Dosa kalau para Readers batal puasa gara gara baca novel nya bundaπŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ€£πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa terus tinggalkan jejak kalian gengsss 😘😘😘😘**


__ADS_2