
🌿
🌿
🌿
Setelah acara pertunangan Vanya dan Zinnio kemarin malam di hotel mewah xxx.Pagi ini Vanya meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk shoping sekaligus jalan jalan ke Singapore.Tentu saja Vanya mengajak Rania supaya Daddy Ricard dan Mommy Ghea percaya.Serta Vanya sengaja meminta kepada Daddy Ricard untuk menyuruh Om Doni ikut bersama mereka.Hal itu tentu menguntungkan bagi Rania namun,Vanya tak perduli sebab Om Doni dan Rania juga akan menikah satu bulan lagi.
Setelah mendapatkan izin dari Mommy dan Daddy nya Vanya juga tidak melupakan Zinnio yang sekarang sudah menjadi tunangan nya.Vanya akan terbang ke Singapore pada jam satu siang tentu saja dengan menggunakan jet pribadi milik Daddy Ricard.Jadi,Vanya juga masih sempat pamit dengan Nio yang saat ini masih dinas di polres.
Vanya sengaja tidak memberi tahukan kepada Zinnio jika ia datang ke polres dan akan berpamitan sebelum terbang ke Singapore.Disinilah Vanya saat ini tepat jam makan siang Vanya sudah sampai di parkiran polres tempat Zinnio bekerja.
Vanya turun dari mobilnya tentu saja dengan Om botak sebagai sopirnya.Vanya tersenyum sambil menenteng paperbag berisi kotak makan yang ia beli di restoran sebelum ia ke polres tadi.Vanya sengaja membawakan Nio makan siang dan berniat makan siang bersama sebelum ia pamit pergi.
Saat Vanya keluar mobil dan berjalan menuju depan penjagaan polres.Semua mata tertuju padanya, apalagi para polisi laki laki yang ada didepan penjagaan dan di parkiran yang kebetulan ada didepan.Mereka semua menatap Vanya dengan rasa kagum bercampur terpesona.
Namun Vanya tak menghiraukan tatapan semua mata yang mandangnya.Ia terus berjalan mendekati meja penjagaan.Setelah sampai Vanya pun langsung bertanya ingin bertemu dengan Zinnio.
"Maaf pak,ruangan Kak Zinnio dimana ya????".Tanya Vanya ramah pada polisi yang berjaga didepan.
"Oh,Brigadir Zinnio lagi diruangan Intelkam.Mungkin sebentar lagi keluar.Tunggu saja disini Mbak!!!".Jawab pak polisi ramah sambil mempersilahkan Vanya untuk duduk di kursi tunggu depan penjagaan.
Nampak semua orang berbisik kagum melihat kecantikan Vanya, Apalagi Vanya sangat modis dengan barang barang branded nya.
"Gila bro,itu manusia apa bidadari".
"Kayaknya bukan orang sembarangan men".
"Siapa cewek itu bro?????".
"Gue aja kagak kenal men,tapi kenapa dia cari Nio ya????".
Vanya hanya tersenyum ramah pada semua anggota polisi yang lewat dan menatap dirinya dengan penuh rasa kagum.Vanya malah sibuk menatap jam yang melingkar ditangannya.Dan fokus pada layar ponselnya.Vanya juga sudah mengirim chat dengan Zinnio namun masih saja belum dibaca oleh Nio.
"Mbak...Itu Brigadir Zinnio sudah keluar dari ruangan intelkamnya".Ucap seorang polisi yang terlihat lebih dewasa mungkin senior Zinnio.
Vanya langsung menoleh dan tersenyum lebar ketika melihat tunangan nya sedang bersenda gurau dengan temannya.Dan Zinnio masih belum menyadari jika ia sedang memandang kearahnya.
__ADS_1
"Sayang....".Seru Vanya ketika Zinnio sudah berjalan hampir mendekat ke arahnya.
Sontak membuat semua polisi yang ada di pos penjagaan terkejut bercampur bingung sama halnya dengan teman teman Zinnio.Namun,Vanya hanya mengembangkan senyumnya sambil terus menatap wajah tampang Nio.
Teman teman Zinnio nampak bingung dan sempat mengerutkan keningnya.Sedangkan Ivan dan Rendy sampai melongo.Mereka ingat jika Vanya adalah gadis yang pernah di tilang oleh Zinnio.Dan kini dengan tiba tiba memanggil Zinnio dengan sebutan sayang.
"Loh,kok kamu ada disini sayang????".Tanya Zinnio sambil menghampiri Vanya.
"Sengaja,mau ngajak makan siang bareng".Jawab Vanya sambil mengangkat paperbag ditangannya.
Zinnio hanya tersenyum".Kenapa mesti repot repot sih bawaain makan siang segala.Aku udah biasa makan dikantin sama yang lain".Kata Zinnio karena tidak enak jika harus merepotkan Vanya tunangan nya.
"Kata siap aku repot????.Cuma makan siang doang sayang".Ucap Vanya sambil merangkul mesra lengan Zinnio didepan semua anggota polisi yang ada disana.
"Ciee...yang udah jadian".ledek Ivan dan Rendi sambil terkekeh
"Cieee...cieee...yang punya pacar baru".Sambung yang lainnya sambil tertawa.
"Bukan pacar???.Tapi udah jadi tunangan.Iya kan sayang????".Jawab Vanya santai.
"Serius bro???.Loe beneran udah tunangan????".Tanya Ivan setengah tak percaya karena tidak ada satu pun anggota yang tahu jika Zinnio sudah bertunangan dengan Vanya.
"Busett dah,gercep amat lu men".Cibir Rendy lagi.
"Beneran tuh mbag bidadari tunangan Lu Nio????".Tanya salah satu team Anggota polisi yang lain
"Iya bang.Abang nggak lihat tuh dijari manis mereka ada cincin yang sama".Jawab Ivan sambil geleng geleng kepala.
"Zinnio...Mbak bidadari ada saudara kembar tidak????.Kalau ada boleh dong dijodohkan ke saya".Ucap salah satu Anggota polisi yang lain lagi.
"Siap senior,cuma satu... Limited edition".Jawab Zinnio sambil meraih tangan Vanya dan mengajaknya ke arah kantin.
"Bener kan kata gue,tuh cewek anak pejabat kali ya bening amat".Sambung Rendi lagi.
"Mana gue tahu men.Mending kita tanya langsung aja sama tunangannya".Jawab Ivan sekenanya dan langsung menyusul Zinnio ke arah kantin karena sudah waktunya jam makan siang.
Zinnio sudah sampai dikantin duluan dengan menggandeng tangan Vanya.Banyak pasang mata baik polwan maupun polisi senior junior yang menatap kearah mereka berdua saat ini.
__ADS_1
Namun,tiba tiba suara seorang Polwan paruh baya yaitu sudah memiliki jabatan tinggi di polres membuat semua Anggota menoleh.
"Nona muda sedang apa anda disini???.Sapa polwan paruh baya itu.
"Bu Dian".Seru Vanya sambil memeluk Dian yang pernah menjadi bodyguard Mommy nya dulu.
"Zinnio tunangan saya Bu".Ucap Vanya menjelaskan karena Dian nampak bingung melihat kedekatan Zinnio dan Vanya apalagi saat ini Zinnio masih menggenggam tangan Vanya.
"Tunangan".Dian nampak sedikit terkejut begitupun dengan anggota yang lainnya.
"Iya Bu Dian.Maaf tidak kasih undangan".Lirih Vanya lagi.Bukan hanya anggota yang lain Zinnio pun sempat melongo melihat interaksi Bu Dian dengan Vanya.
"Tidak papa Nona.Saya sudah paham akan hal itu".Ucap Dian yang sudah pernah bekerja pada keluarga Fernandez yang tidak mau di ekspose publik mengenai Masalah pribadi.
"Nona dan Brigadir Zinnio ingin makan siang????".Tanya Bu Dian memastikan dan dijawab anggukan kepala oleh keduanya.
"Makan siangnya Di ruangan saya saja Nona.Brigadir Zinnio slihakan bawa nona muda keruangan saya.Disini sempit terlalu banyak Anggota yang sedang makan siang juga".Lanjut Dian lagi.
Zinnio pun menurut dan membawa Vanya menuju ruangan Bu Dian.Sambil menunggu pesenannya Bu Dian pun duduk disamping polwan juniornya.
"Ting siapa tunangan Zinnio tadi sepertinya kamu sangat mengenalnya????".Tanya salah satu Anggota polisi yang seleting dengan Dian
"Putri bungsu tuan Ricard tempatku bekerja dulu".Jawab Dian menjelaskan
"Apa...???.Gila Brigadir Zinnio beruntung sekali bisa menjadi tunangan putri tuan Ricard yang kaya raya itu".Seru Anwar leting Dian.
"Mereka kenal dimana ya???".Sambung Anwar lagi
Dian hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.Dan ia pun masih bingung karena ia sama sekali tak tahu akan hal itu.Sebab ,sudah seminggu ini Dian berada di luar kota menjenguk ibunya yang sakit.
Dan Ghea pun sengaja tak memberitahu Dian sebab Ghea tahu jika Dian sedang mengurus ibunya.Karena Ghea dan Dian masih berkomunikasi dengan baik sampai sekarang.Bahkan rumah yang dulu sebagai fasilitas yang Ricard berikan untuk Dian sudah diberikan sepenuhnya oleh Ricard untuk menjadi hak milik Dian.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
TBC