Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Hilang selera makan


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Nio terkekeh mendengar penuturan sang istri yang masih saja ingat dengan lontong sayurnya.


"Iya iya bawel.Aku panggil bik Sri dulu buat suruh Pak tono beli lontong sayurnya".Vanya pun mengangguk cepat.Nio pun berlalu pergi keluar kamar untuk memanggil ART nya.


Sementara Vanya membuka tirai dan jendela kamarnya.Vanya berdiri di balkon kamarnya menatap sekeliling rumahnya dari atas.Tiba tiba lengan kekar Nio memeluk pinggangnya yang ramping dari belakang.


Vanya tak merasa kaget lagi karena ia sudah tahu siapa pemilik lengan kekar itu."Ayo katanya mau mandi bareng yank".Seru Nio sambil mengecup teluk leher istrinya.


Vanya membalikkan tubuhnya hingga kini mereka berdua saling berhadapan."I love you ".Ucap Vanya tulus.


"Love you more sayang".Sahut Zinnio sambil mengecup bibir ranum istrinya.


Zinnio menarik tangan istrinya menuju arah kamar mandi.Dan menanggalkan semua pakaian nya.Vanya hanya tersenyum menatap suaminya yang kini hanya mengenakan boxer saja.Tanpa menunggu lama Zinnio langsung menarik piyama tidur istrinya dan melahab benda kenyal merah muda milik Vanya.Semakin lama ciuman itu semakin dalam dan menuntut bahkan Vanya ikut hanyut didalam nya.Apalagi ketika berhasil menyentuh miliknya.


Suara desahan halus lolos begitu saja dari mulutnya.Di iringi gerakan tangan Nio yang berhasil memporak porandakan inti tubuh nya.Zinnio mendorong pelan tubuh istrinya kearah wastafel.Zinnio pun memposisikan diri Vanya hingga nyaman untuk memulai penyatuan.


Keduanya telah memulai penyatuan dengan diiringi kabut gairah satu sama lainnya.Bahkan Zinnio sudah merubah posisi dengan Vanya membelakanginya.


Suara erangan dan desahan membaur menjadi satu dalam kamar mandi itu.Hingga Akhirnya keduanya berhasil mencapai klimaksnya.Dengan deru nafas tersengal sengal dan ngos ngosan Nio mencium kening dan bibir istrinya secara bergantian.Bahkan tadi juga Nio sudah meninggalkan stempel kepemilikan nya di leher jenjang istrinya.


Vanya tersenyum menatap lekat wajah tampan suaminya.Dan begitupun Nio yang menatap lekat wajah cantik Vanya.Zinnio menarik kembali tangan Vanya untuk mandi dibawah guyuran air Shower.

__ADS_1


Setelah selesai makan seusai bergulat.Keduanya kini pun sudah rapi dengan baju santai rumahan.Vanya juga langsung mengajak Zinnio turun kebawah untuk makan lontong sayur yang sejak tadi sudah menggugah selera makan bagi Vanya.


"Bik minta tolong rebusin telur dong!!!".Seru Vanya pada ART nya yang memberikan mangkuk beserta sendok.


Nio tidak berkomentar sama sekali.Ia pun hanya tersenyum menatap wajah istrinya.Yang terlihat antusias untuk melahab lontong sayur yang ada dihadapannya.


"Bik sekalian minta tolong buatin jus mangga ya!!!!".Seru Vanya lagi.


Dan lagi lagi Nio dibuat terkejut karena Vanya selama ini tidak begitu menyukai buah mangga.Bahkan jus kesukaan Vanya hanya melon saja.


"Yank,Bukannya kamu kurang suka sama buah mangga".Tanya Nio mulai bingung.


"Em..Nggak tahu kenapa kayaknya pengen aja yank.Dan sepertinya seger".Jawab Vanya sambil makan kerupuk yang ada didepannya.


Nio pun tak mau ambil pusing atas perubahan istrinya.Asalkan istrinya bahagia Nio tidak akan banyak protes.Tak berselang lama pun telur rebus dan jus mangga yang sudah dibuatkan bik Sri selesai.Vanya langsung meminum jus mangganya sampai setengah gelas.


"Pelan pelan yank!!!!".Ucap Nio sambil membantu mengupas telur rebus yang diinginkan Vanya.


Nio yang ikut makan lontong sayur pun hanya tersenyum dan bahagia melihat orang yang dicintainya begitu bahagia.Sama seperti yang ia rasakan sampai detik ini.


Dan benar saja Vanya dengan cepat menghabiskan satu mangkuk lontong sayur dan dua telur rebus.Bahkan satu gelas jus mangga pun sudah tandas tak bersisa sama sekali.Nio sampai melotot tak percaya akan porsi makan Vanya beberapa hari ini.


Nio saja sampai tidak habis dengan porsi lontong sayur yang baginya terlalu banyak itu.Nio sudah meletakkan sendok nya dan memyingkirkan mangkoknya.Tanpa berniat untuk menghabiskannya.Karena Nio sudah merasa kenyang.Namun,berbeda dengan Vanya gadis itu nampak berbinar ketika melihat mangkok suaminya masih bersisa banyak.


"Sini yank aku yang habisin!!!.Mubazir kalo dibuang".Seru Vanya sambil menarik mangkok milik suaminya


"Yank,kamu yakin belum kenyang????".Tanya Zinnio masih sedikit terkejut dan tercengang akan porsi makan istrinya kali ini.

__ADS_1


"Jangan buang makanan yank!!!!".Ucap Vanya sambil menyuapkan satu sendok penuh lontong dan kuahnya.


Nio geleng geleng kepala saja melihat tingkah istrinya.Dan Nio juga mengelap sudut bibir Vanya karena istrinya itu sampai belepotan makannya.Saking semangatnya untuk menghabiskan lontong sayur Yang ada dihadapannya.


Selesai Nio masuk ke ruang kerjanya,dimana ia harus memeriksa beberapa berkas perusahaan yang dikirimkan sekretaris nya.Nio memang jarang datang keperusahaan,namun,ia terus memantau perkembangan perusahaan dibelakang layar.


Sedangkan Vanya duduk di ruang keluarga sambil nonton tv.Tentu saja Vanya tak lepas dari cemilan nya,Bahkan gadis itu sudah makan beberapa potong cake dan buah juga.


Tiba tiba matanya berbinar dan tak terasa ia menelan air liur nya sendiri.Pandangannya terus tertuju pada layar televisi yang berukuran besar di ruangan itu.


Vanya langsung pergi meninggalkan ruang keluarga dan segera menuju ruang kerja suaminya.Vanya nyelonong masuk dan langsung duduk di pangkuan Nio.Membuat Nio sedikit susah bergerak karena ia sedang membaca email yang dikirim sekretaris nya.


"Ada apa yank????".Tanya Zinnio yang sudah hafal betul gelagat istrinya kalo sudah begini.Apalagi memang beberapa hari ini Vanya terlihat lebih manja.Walaupun sebelumnya Vanya sudah sangat manja pada suaminya itu.


"Udah waktunya makan siang yank.Kamu daritadi kerja melulu".Ucapnya manja.


Nio melirik jam di pergelangan tangannya.Memang j sudah menunjukkan waktunya makan siang.Bahkan kini kumandang suara Adzan sholat Zuhur sudah terdengar.


"Yaudah,mau makan siang atau sholat Zuhur dulu yank????".Tanya Zinnio lagi.


"Sholat dulu aja yank".Sahut Vanya cepat dan sambil mengecup singkat bibir suaminya.


Zinnio pun manut dan mereka berdua segera bergegas menjalankan ibadah sholat Zuhur bersama.Setelah selesai sholat Zuhur keduanya turun ke lantai bawah untuk makan siang.Semua menu sudah disiapkan oleh Bik Sri dimeja makan.


Tapi,Vanya mendadak terlihat tidak berselera untuk makan siang.Gadis itu nampak lesu tak bersemangat seperti tadi pagi.Nio yang menyadari perubahan wajah sang istri langsung melontarkan pertanyaan.


"Kenapa yank????.Ayo makan,udah laper kan????".

__ADS_1


Vanya menganggukkan kepalanya tapi ia masih enggan untuk menyentuh masakan bik Sri.Yang moyaritasnya adalah makanan kesukaannya selama ini.


Nio yang masih bingung karena Vanya masih tak bergeming.Dengan cepat Nio mencicipi salah satu masakan bik Sri.Tapi Nio rasa tidak ada yang salah dengan rasa masakannya bahkan enak.


__ADS_2