Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Teka teki


__ADS_3

"Cih nona mudamu sangat sombong sayang".Cibir Rania bicara pada Doni sang kekasih.


"Sayang memang itu faktanya".Jawab Doni jujur.


"Ah,kau itu menyebalkan sayang.Kenapa aku bisa jatuh cinta pada orang yang sangat setia pada bosnya".Lirih Rania


"Aku mendengar apa yang kau katakan Rania".Sahut Vanya.


Rania hanya mendengus kesal lalu berjalan mendekati ranjang pasien dengan Vanya yang duduk di kursi disamping pasien.


"Hei...kenalkan Aku Rania.Sahabat nona Muda yang tak punya hati itu".Ucap Rania sambil mengulurkan tangannya pada gadis yang masih duduk di ranjang pasien.


Gadis itu pun menyambut uluran tangan Rania dengan hangat.


"Sepertinya usiamu lebih dewasa dari kami.Bolehkah jika aku memanggilmu kakak????".Lanjut Rania dan dijawab anggukan kepala oleh gadis itu.


"Vanya...Kalo aku lihat lihat wajah kakak ini kenapa hampir mirip dengan wajah tunangan mu yang ganteng itu ya"Celetuk Rania sambil memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama.


"Jangan Ngaco kamu Ran!!!.Ah,iya kenapa aku bisa lupa dengan calon suamiku sendiri.Mendengar kau membicarakannya aku jadi merindukannya saat ini".Sahut Vanya sambil merogoh ponsel didalam tasnya.


Dan benar saja Vanya langsung melakukan panggilan video dan berjalan keluar kamar karena ia tidak mau diganggu oleh Rania.


"Hallo sayang"...Seru Vanya ketika panggilan video nya sudah tersambung dengan Zinnio.


"Assalamualaikum dulu!!!!".Sahut Zinnio dari seberang sana.


"Ah iya, Assalamualaikum calon imanku".Jawab Vanya sambil tersenyum.


"Kenapa kok kayaknya bahagia banget????". Selidik Zinnio karena wajah Vanya terlihat sangat berbinar.


"Jelas bahagia lah,orang sedang berbicara dan melihat belahan jiwaku".Gombal Vanya sambil mengedipkan matanya.


"Sejak kapan kamu pinter gombalin cowok????".


"Sejak aku dijodohkan dengan polisi kaku".Goda Vanya lagi.


"Tapi berhasil bikin kamu tak berdaya kan????".Seru Zinnio yang sudah mulai ikut ketularan virus lebay nya Vanya.


"Iya.Apalagi dengan ciumannya.Aku malah semakin tak berdaya".Vanya mulai tak berfilter.


"Yaudah,kalo gitu setelah kamu pulang dari Singapore kita langsung nikah aja!!!".Celetuk Zinnio santai

__ADS_1


"Really????".Seru Vanya setengah tak percaya.Dan dijawab anggukan kepala oleh Zinnio.


"Ah,rasanya aku ingin pulang sekarang juga ke Jakarta".Sahut Vanya sambil menampakkan wajah menggemaskan.


"Yaudah,Pulang gih sekarang!!!.Batalin aja acara shoping nya!!!".Sahut Zinnio enteng dari seberang sana


"Ya nggak bisa gitu sayang.Soalnya disini aku lagi ada urusan penting juga sih.Bukan hanya sekedar shoping".Jelas Vanya sedih.


"Sepenting apa urusan kamu disana????. Kenapa kamu cuma izin buat liburan dan menghamburkan uang Daddy saja padaku tadi siang????".Cerocos Zinnio.


"Ya maaf...Nanti setelah urusan aku disini beres,dan setelah pulang bakal aku ceritain semuanya.Asal kamu janji jangan sampai Daddy tahu masalah ini!!!".Ucap Vanya


"Iya iya aku janji sayang.Asal kamu juga mau janji ,jangan ada yang kamu tutup tutupin lagi dari aku!!!".Sambung Zinnio


"Ah, baiklah Sayangku, cintaku,belahan jiwaku...Aku janji".Sahut Vanya lagi


"Yaudah,hati hati disana!!!.Aku mau siap siap kelapangan dulu.Ada penyelidikan kasus".Pamit Zinnio.


"Iya sayang...I love you...Emuaachhh".Vanya semakin berani saja.


"Love you more... Assalamualaikum".Jawab Zinnio


"Waalaikumsalam..."Panggilan pun berakhir Vanya semakin terlihat berbinar.Hingga suara Doni mengejutkan nya.


"Baiklah,kita pinjam ruangan dokter Hans saja!!!".Sahut Vanya yang tahu akan maksud arah perbincangan Om Doni.


Dan benar saja setelah anak buahnya berdiskusi dengan dokter Hans,Dokter yang menangani Wanita yang di selamat kan Vanya sekaligus teman Vanya sewaktu Kuliah di Amerika namun beda jurusan.Kini Vanya dan Om Doni sudah berada diruangan dokter Hans.


"Ada apa Om???.Katakanlah!!!".Ucap Vanya tak kalah serius dengan Om Doni.


"Begini Nona...Saran saya sebaiknya masalah ini kita bicarakan saja pada Tuan Ricard!!!.Sebab saat ini orang yang menginginkan wanita itu masih terus mengejarnya nona".Ucap Om Doni sedikit khawatir.


"Kenapa Om terlihat khawatir????.Apa lawan kita bukan orang sembarangan????".telisik Vanya sedikit curiga.


"Maaf nona,Bukan cuma itu.Tapi dia adalah seorang Mafia".Lirih Doni pelan.


"Mafia????.Kenapa wanita selembut dan secantik dia bisa berurusan dengan seorang mafia????".


"Itu yang akan kita selidiki lagi Nona.Tapi itu membutuhkan waktu yang mungkin akan sangat lama karena wanita itu saat ini Amnesia.Bahkan kita juga sulit menemukan identitasnya.Tapi...."Doni ragu meneruskan ucapannya.


"Katakan om!!!.Jangan buat aku penasaran????".Tegas Vanya lagi

__ADS_1


"Tapi orang kita sudah menangkap salah satu paparazi yang memata matai rumah sakit ini nona.Dan sayangnya mereka masih bungkam dan sulit mencari informasi dari paparazi itu.Sebab ia menutup rapat mulutnya.Paparazi itu hanya sepintas menyebut nama Nia".Jelas Doni lagi.


"Nia...Siapa Nia????.Apa nama wanita itu atau nama mafia itu????".Lirih Vanya lagi.


"Itu yang akan kita cari tahu lagi nona.Dan menurut om lebih baik untuk sementara waktu wanita itu kita bawa pulang ke Jakarta saja Nona.Sambil menunggu ingatannya pulih,agar anak buah kita bisa menjaga nya dengan mudah.Sebab,tempat ini sudah tidak aman baginya nona".Saran Om Doni yang khawatir.


"Jika itu yang terbaik menurut Om,Aku akan ikuti saran dari Om Don.Kita akan pulang ke Jakarta malam ini juga Om.Dan rahasiakan dulu kepulangan kita!!!.Jangan sampai Daddy tahu,Suruh anak buah kita di Jakarta untuk menyewa tempat persembunyian yang aman untuk kakak cantik itu.Dan tambah penjagaan!!!".Perintah Vanya lagi.


"Baik Nona".Jawab Doni paham.


"Sepertinya kita butuh bantuan Uncle Alex juga Om".Sambung Vanya sambil sedikit berpikir.


"Ide bagus nona muda.Tapi,Dan apa tidak sekalian kita minta bantuan tuan Alex untuk melacak identitas wanita itu nona???".Ucap Om Doni serius.


"Om benar,kenapa aku tidak kepikiran kesana ya Om???".Jawab Vanya lagi.


"Nona juga tidak kepikiran jika tunangan Nona juga mampu melakukannya nona.Tuan muda Zinnio kan seorang polisi.Malah Tuan Zinnio akan lebih mudah menemukan identitas orang.Apalagi sepertinya wanita itu adalah warga negara Indonesia".Celetuk Om Doni setengah meledek Nona mudanya.


"Ah iya,Om benar juga.Oh my God.Kenapa aku selalu melupakan pekerjaan calon suamiku sendiri".Ucap Vanya merutuki dirinya sendiri.


"Karena otak nona muda sekarang sedang dipenuhi wajah tampan tuan muda saja nona".Ledek Om Doni sambil terkekeh.


"Om Doni....".Teriak Vanya sambil menatap tajam Om Doni yang sekarang malah jadi tangan kanannya.


"Maaf nona muda!!!".Sahut Om Doni sambil menahan senyumnya.


"Persiapkan penerbangan kita ke Jakarta sekarang om!!!.Sebarkan seluruh anak buah kita disini untuk amankan Bandara!!!!.Jangan sampai kita kecolongan dan lengah!!!".Perintah Vanya tegas.


"Baik Nona.Kalau begitu saya permisi dulu".Ucap Doni lalu berlalu pergi meninggalkan Vanya yang masih duduk di sofa ruangan dokter Hans.


"Kenapa kakak cantik bisa berurusan dengan seorang mafia seperti itu????.Nia...Siapa Nia????.Tidak mungkin Rania mesum itu kan???.Tadi Rania bilang kakak cantik mirip dengan Kak Zinnio.Apa belahan jiwaku punya saudara perempuan???.Atau hanya kebetulan saja mirip ya???".Vanya terus bermonolog dalam hati


"Sebaiknya aku tanyakan saja langsung dengan kak Zinnio.Daripada aku mati penasaran.Masak iya aku tidak tahu tentang keluarga calon suamiku sendiri".Cerocos Vanya sambil merogoh ponselnya kembali.


"Kenapa tidak di angkat sih????.Kemana dia????".Oh astaga,tadi kan Kak Nio bilang jika ia sedang melakukan penyelidikan.Kenapa aku jadi pelupa begini sih????".Gerutu Vanya sendirian.


**🌿


🌿


🌿

__ADS_1


TBC**


__ADS_2