Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Membayangkan


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


"Honey are you Okay????".Seru Vano tidak percaya.


"Yes Brother...I'm fine".Bahkan aku sangat sadar dan sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan calon suamiku".Ucapnya berbinar tanpa beban.


"Hei Come on Honey...Kamu belum mengenalnya sama sekali.Gimana kalo laki laki itu jelek,burik,jorok atau hiperseks".Ucap Vano panjang lebar.


"Hahaha...Apa Abang sedang mencuci otakku????".Aku tahu selera Grandma dan Oma apalagi Daddy sama Mommy udah setuju.Pasti Daddy pun sudah menyelediki latar belakang pria itu bang.Apa calon suamiku Tampan Mom????".Vanya malah terlihat antusia bertanya tentang calon suaminya.


"Sangat tampan dan gagah sayang".Seru sang Mommy dan dijawab anggukan kepala oleh Grandma Diana.


"Apa Mommy sudah melihatnya secara langsung????.Atau jangan jangan cuma sekedar lihat fotonya aja".Cibir Vano lagi.


"No,sayang...Mommy sudah melihatnya secara langsung dan makan malam bersama dirumah ini".Jelas Ghea pada sang putra.


"Iya Vano,calon adik iparmu sudah pernah berkunjung kemari satu Minggu yang lalu".Sambung Grandfa Lucas yang sangat paham akan kekhawatiran Vano pada sang adiknya.


"Apa Vano boleh melihat foto pria itu Grandfa????".Tanya Vano sedikit penasaran dan ingin memastikan saja kebenaran dari pernyataan Mommy serta Grandfa dan Grandmanya.Bahkan Vanya saja tidak protes sama sekali.



Dengan senang hati Grandma Diana menyodorkan sebuah foto yang ada didalam ponselnya pada Vano.Namun,Vanya juga sedikit melirik kearah ponsel sang Grandma yang ada ditangan Vano.


"Apa dia seorang polisi Grandma????".Tanya Vano lagi.Dan dijawab anggukan kepala oleh Grandma Diana.

__ADS_1


Sontak membuat Vanya langsung merebut ponsel Grandma Diana dari tangan Vano.Dan betapa terkejutnya Vanya begitu melihat wajah calon suami nya yang ada dilayar ponsel Grandma nya adalah pria yang ia kenal.Bahkan seorang polisi yang berhasil ia kerjai dan ia cium didepan umum tadi siang.


"Biasa aja kali mukanya lihat cowok ganteng".Ledek Vano sambil mentoyor kening sang adik.


"Grandfa , Grandma, Mommy....Apa benar dia laki laki yang dijodohkan sama Vanya????".Tanyanya meyakinkan diri.


"Iya sayang...Namanya Zinnio Andrean putra,Bagaimana tampan dan gagah bukan????.Mana seorang polisi lagi".Puji sang Mommy


"Biasa aja Mom,Masih tampan dan gagah Abang Vano kemana mana".Elak Vanya dengan entengnya padahal didalam hatinya ia merasa bangga dan senang bahkan tidak menyesal telah menerima perjodohan ini.


"Oh jelas lah Abang kan tiada duanya, kegantengan Abang sudah bawaan lahir honey".Puji Vano membanggakan dirinya sendiri.Walaupun kebenaran nya memang sesuai fakta,Kalau Vano memang benar benar sangat tampan dan gagah.


Vanya hanya mencelos melihat gaya sombong kakak laki lakinya itu.Sedangkan Ghea dan Grandma serta Grandfa nya hanya bisa tersenyum sambil geleng geleng kepala saja.


"Baiklah jika Vanya sudah setuju dengan perjodohan ini.Gimana kalau kita percepat saja acara pertunangan nya".Ucap Grandfa Lucas


"Mami setuju seribu persen Pi".Sambung Grandma Diana.


"Boleh juga tuh,Sekarang papi hubungi saja dulu pak Hendranya.Kita adakan makan malam keluarga lagi,kita akan pesan restoran mewah dikota ini".Ujar Grandma Diana senang.


"Vanya ikut aja deh gimana baiknya.Lagian waktu liburan Vanya tinggal satu setengah bulan lagi di Jakarta".Sahut Vanya


"Loh bukannya waktu libur kamu tiga bulan sayang????".Sambung Mommy Ghea.


"Iya Mom,tapi Vanya harus kembali ke Amerika lagi sebelum waktu liburan Vanya habis.Soalnya Vanya juga harus mempersiapkan diri juga buat kompetisi acara kampus".Jelas Vanya.


Vanya memang mengambil jurusan Arsitektur jadi jangan kaget jika Vanya banyak mengikuti program kompetisi acara acara loka l maupun internasional.Sejak kuliah S1 Vanya juga sudah banyak memenangkan penghargaan acara bergengsi.Jadi, kemampuan yang dimiliki oleh Vanya banyak mengundang para pembisnis sukses untuk merekrutnya.Tapi Vanya selalu menolaknya,Sebab Vanya ingin ikut mengembangkan perusahaan Daddy nya dengan kemampuan yang ia miliki.


Bukannya Vanya tidak mau membuka bisnis sendiri ataupun mandiri.Semua itu Vanya lakukan untuk membantu Daddynya dan Vano fokus pada bisnis keluarga yang sudah Grandfa dan Daddy nya bangun sejak dulu.Dan hal itu juga sudah menjadi kesepakatan Vanya dengan sang Daddy.

__ADS_1


"Iya Mom,lagian bulan depan Vano juga kan wisuda".Sambung Vano lagi.


"Ah,iya kenapa Mommy bisa lupa begini jika putra Mommy yang tampan ini sudah menyelesaikan studi dengan baik.Dan sebentar lagi akan terjun keperusahaan bersama Daddy".Sahut Ghea sambil tersenyum bangga dan langsung memeluk Vano.


"Stop Mom...!!!Aku gerah nih".Cegah Vano sebelum Ghea benar benar membuatnya engap harus dipeluk erat oleh sang Mommy.


"Is kau ini,selalu saja menolak jika Mommy peluk".Cibir Ghea


"Mommy kalau peluk tidak bisa lembut.Pasti kasar".Ucap Vanya sambil terkekeh.


Ghea hanya bisa melotot dan menatap wajah sang putrinya dengan tatapan tajam.Sedangkan Vano sudah beranjak dari tempat duduknya dan langsung berlari menuju kamar nya setelah memberi isyarat kepada Grandma dan Grandfa nya untuk pamit.


Sedangkan Vanya yang mendapat tatapan tajam dari sang Mommy hanya bisa cengar cengir tak karuan.Dan tanpa menunggu lama Vanya pun langsung ngacir berlari meninggalkan ruangan keluarga itu dan langsung menuju kedalam kamar nya sendiri.


Sampai dikamar Vanya langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya.Dan sambil terus senyam senyum sendiri.


"Baiklah aku akan memberikan kejutan untuk polisi galak itu.Apa dia juga tidak tahu jika akulah wanita yang dijodohkan dengannya????.Kalau memang benar,jadi penasaran gimana ya reaksi tuh polisi galak jika tahu aku yang akan jadi istrinya....Hahaha...Pasti sangat lucu sekali.Dan aku jadi semakin ingin sering mengerjainya".Seru Vanya sambil terkekeh membayangkan pertemuan nya kelak dengan Zinnio.


"Ah,rasanya kenapa aku jadi ingin cepat cepat menikah dengannya sih".Ucap Vanya sambil tertawa geli.


Saat sedang asyik membayangkan dirinya dengan Zinnio,Tiba tiba mengingat sesuatu dan langsung meraih ponselnya yang ada didalam tasnya.Dan segera mendeal nomor Rania lalu langsung melakukan panggilan video.


🌿


🌿


🌿


**TBC

__ADS_1


HAYUKKK GENGSSS YANG BELUM KASIH VOTE BUAT BUNDA😬😬😬MONGGO BUNDA TUNGGU VOTE NYA YA READERS KESAYANGAN BUNDA DIMANAPUN BERADA!!!!


BUNDA SEMANGAT UP KARENA SEMUA DUKUNGAN DAN ANTUSIAS NYA KALIAN GENGSSS JADI TERUS DUKUNG KARYA BUNDA YA READERS 😘😘😘😘😘**


__ADS_2