
🌿
🌿
🌿
Tinggal seminggu lagi Vano berada dijakarta,sebelum ia akan kembali ke Amerika untuk acara wisuda gelar magister nya.Dan hari ini Vano manfaatkan untuk mengusik kehidupan seorang gadis yang bernama Calista alias tata.
Vano sengaja datang kerumah sakit tempat tata bekerja yang tak lain adalah rumah sakit milik keluarganya sendiri yaitu keluarga Fernandez.Tata yang berprofesi sebagai dokter ahli bedah saat ini sedang menangani pasien operasi.Vano yang datang kerumah sakit tanpa diketahui oleh para karyawan dan Direktur rumah sakit tersebut jika calon pewaris perusahaan LF global Group sedang berkunjung.
Tidak ada satupun karyawan yang mengenali Vano jika ia adalah putra pertama pemilik rumah sakit itu.Karena memang keluarga Fernandez sangat menyembunyikan identitas keluarganya terutama Daddy Ricard yang tak pernah mau mempublikasi wajah istri dan anak anaknya selama ini.Itulah sebabnya tidak ada yang tahu tentang Vano saat ini.
"Maaf sus,saya ingin test golongan darah saya".Ucap Vano mengada ada ketika ia sudah sampai didepan resepsionis rumah sakit tersebut.
"Oh,atas nama siapa mas????.Apa sebelumnya sudah pernah bikin janji terlebih dahulu dengan dokter yang bersangkutan????".Tanya suster itu polos.
"Belum sus,ini baru pertama kalinya".Sahut Vano santai.
Kemudian suster itu pun mengantarkan Vano menuju ke ruangan dokter Vina yang memang dokter spesialis khusus yang menangani pengecekan golongan darah jika ingin donor,check up,cuci darah dan test golongan darah.
"Permisi dokter Vina.Ada yang mau cek golongan darah".Ucap suster yang mengantar Vano tadi.
"Iya mari ssilahkan masuk !!!".Sahut dokter yang bertag name Vina R. tersebut.Dan betapa terkejutnya Vina ketika ia melihat siapa yang datang keruangan nya saat ini.
"Vano....".Seru Vina sambil sedikit berteriak.
"Kapan kau kembali dari Amerika????".Tanya Vina sambil berdiri menghampiri Vano yang masih didepan pintu.Sedangkan suster yang ikut masuk mengantarkan Vano tadi terlihat bingung dengan keakraban dokter Vina dan laki laki yang akan menjadi pasien sang dokter tersebut.
"Suster Rini.Kamu boleh pergi!!!!".Dokter Vina berbicara pada suster yang mengantarkan Vano tadi.
Vano dan Vina saling menyapa sambil berpelukan karena sudah lama mereka tak berjumpa.Semenjak mereka memtuskan untuk kuliah di Negara yang berbeda.Vina adalah sahabat Vano sejak SMA.
"Apa kabar bule lugu????".Ledek Vina.dari dulu Vina memang senang menggoda Vano yang mempunyai wajah tampan,sifat coolnya serta dingin namun sangat lugu dalam urusan percintaan.Bahkan Vano sampai saat ini masih setia melajang belum pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita.Dengan kata lain Vano belum sama sekali pernah mempunyai kekasih.
"Berhenti meledekku Vin!!!.Atau kau memang sudah bosan bekerja dirumah sakit ini".Ejek Vano sambil mendaratkan bokongnya di kursi yang ada didepan meja dokter Vina.
__ADS_1
"Kau mengancam ku Vano????.Ayolah aku hanya bercanda kenapa kau sekarang baperan????".Vina masih saja meledek Vano.
"Aku akan wisuda Minggu depan".Ucap Vano datar tanpa berniat menjawab ledekan Vina tadi.
"Baguslah.Akhirnya kau bisa menyelesaikan studi Magister mu juga.Selamat ya,semoga ilmunya bermanfaat".Seru Vina sambil tersenyum.
Vano hanya mengangguk kan kepalanya.Tanpa menjawab ucapan selamat dari Vina.
"Kau itu masih saja seperti dulu.Masih cuek,acuh tak acuh.Dan datar.Mana ada wanita yang mau sama kamu kalau kamu terus bersikap dingin seperti itu.Yang ada wanita malah takut dekat sama kamu".Cibir Vina sambil terkekeh.
"Terserah aku tidak perduli".Jawab Vano ketus."Karena aku punya cara tersendiri untuk menaklukkan hati wanita yang aku suka".Sambungnya sambil mengedipkan matanya kearah Vina.
"Waw...Sungguh tragis nasib gadis itu".Guman Vina
"Kenapa????".Tanya Vano sedikit tak terima
"Bagaimana tidak,ia harus dipaksa untuk menjadi kekasihmu yang datar itu tak ada romantis romantisnya sedikitpun.Kasar iya".Ledek Vina lagi sedangkan Vano hanya mencelos tak ingin membantah yang di ucapkan Vina sahabatnya itu.
Cukup Lama Vano dan Vina mengobrol didalam ruangan dokter cantik itu.Vano pun hampir melupakan tujuannya datang kerumah sakit tersebut.
"Aku ada urusan penting yang hampir aku lupakan.Dan sepertinya aku akan sering berkunjung kerumah sakit ini".Sahutnya sambil berdiri.
Vina pun ikut berdiri dari kursinya dan berniat mengantar Vano keluar.Tapi saat mereka berdua sudah keluar ruangan Vina.Vano melihat Om Doni menggandeng tangan Rania dengan sangat mesra.
"Om Doni".Panggil Vano sambil berjalan mendekati Doni dan Rania.
"Tuan muda.Anda sedang apa disini????".Tanya Om Doni gugup,tapi Rania masih saja bergelayut manja di lengan Om Doni tanpa terusik sedikitpun.
"Om Don sendiri lagi ngapain disini????".Apa Om Doni sedang hamil????".Ledek Vano sambil melirik pintu ruangan dokter yang akan dibuka oleh Doni.
"Aku yang hamil bang bukan Om Doni".Jawab Rania santai tanpa rasa malu sedikitpun.
"What's????.Jangan bilang Om Don dan Kamu udah ....".Vano sedikit terkejut sedangkan Vina hanya diam saja sambil berdiri disamping Vano.
Rania pun dengan cepat menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang akan di katakan oleh Vano.
__ADS_1
"MasyaAllah Om".Ucap Vano
"Salah Vano".Serkah Vina.
"Ah iya, Astaghfirullah maksudku".Sahut Vano sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
""Kami akan segera menikah bang".Ucap Rania lagi.
"Baru mau menikah tapi sudah nabung duluan".Ledek Vano sambil geleng geleng kepala.
"Maaf tuan Muda,saya bawa Rania masuk dulu soalnya sudah ada janji dengan dokternya".Ucap Om Doni menghindari Vano yang mungkin tak kalah jahilnya dengan Vanya.
"Om Don.Berapa kali masuknya om,kok bisa langsung jadi????".Teriak Vano ketika Om Doni sudah berada di ambang pintu.
Doni hanya tersenyum kikuk menanggapi pertanyaan konyol Vano sedangkan Vano malah terkekeh geli melihat Om Doni orang kepercayaan nomor dua Daddy nya.
"Vano...Kamu membuat mereka malu saja".Ucap Vina sambil geleng geleng kepala.
"Malu kamu bilang Vin???.Mereka sudah tidak malu lagi.Kau lihat saja Rania malah terlihat bangga dengan ulah Om Doni".Cibir Vano sambil terkekeh.
"Sudahlah aku pulang dulu.Silahkan lanjutkan kerajaanmu sana!!!!".Sambung Vano lagi.
Vina hanya bisa mendengus kesal dengan ulah Vano sahabat nya itu.Sambil melihat punggung Vano yang semakin menjauh dari hadapannya.
"Sial hari ini bahkan aku tidak sempat melihat wajahnya".Gerutu Vano dalam hati sambil melangkahkan kakinya keluar rumah sakit.
Sedangkan Gadis yang dicari Vano saat ini baru saja keluar dari dalam ruang operasi.Karena ia baru menyelesaikan operasi pada pasiennya.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1