
🌿
🌿
🌿
"Mas nanti jemputnya di rumah Vanya aja ya!!!.Soalnya pulang dari kampus Vanya mau ngajak ngerujak dirumahnya".Seru Rania ketika akan turun dari mobil Doni yang kini sudah berhenti di parkiran kampus xxx tempat Rania dan Vanya kuliah.
"Iya sayang.Tapi tumben nona Vanya mau ngerujak bareng kamu".Ucap Doni sedikit heran dengan nona mudanya itu.
"Tau ah mas,mungkin si Vanya lagi bunting juga sama kayak aku".Sahut Rania asal sambil terkekeh.
Si Doni hanya beroh ria sambil manggut manggut.Namun di detik selanjutnya Doni baru berpikir." Sayang Apa nona Vanya udah cerita kalau dia lagi hamil sama kamu ????".Tanya Doni.Rania hanya mengendurkan bahunya dan menggelengkan kepalanya.Karena memang dia tidak tahu dan memang Vanya juga tidak cerita apa apa padanya.
"Berarti nona Vanya dan Tuan muda Nio belum sadar sayang".Seru Doni lagi.",Dan itu tugas kamu buat ngajak Nona Vanya test dulu biar tahu hasilnya positif apa tidaknya!!!!".Saran Doni pada Istrinya.
"Bener sayang.Kalau dilihat lihat sih memang beberapa hari ini tiap ketemu Vanya sikapnya aneh mas.Masak Vanya sekarang hobby jajanan di pinggir jalan.Dan lebih parahnya lagi Vanya sekarang doyan ngemil sayang".Seru Rania sambil mengingat tingkah Vanya selama dikampus dan yang dia tahu akhir akhir ini.Bahkan Rania sampai bergidik ngeri dengan nafsu makan Vanya sekarang.
"Sepertinya memang nona Vanya lagi hamil sayang.Dan mereka belum menyadarinya.Jadi,kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan sayang????".
"Siap sayangku.Aku tahu karena aku lebih berpengalaman setingkat lebih maju dibandingkan Vanya".Jawab Rania sambil mengelus perutnya yang mulai buncit karena kini usia kandungan Rania sudah masuk bulan ke lima.
"Good girl".Ucap Doni sambil mengecup bibir istrinya.
"Kurang lama mas".Seru Rania ingin meminta lebih.Memang benar benar ya si Rania otaknya sangat mesum dan cabul kalau Masalah begituan.
"Kamu mau kita melakukannya disini sayang????".Goda Doni sambil menyentuh dan menyingkapkan dress yang dipakai oleh Rania.
"Buka saja mas!!!!".Celetuk Rania malah sambil mengarahkan tangan Doni agar semakin masuk dan menyentuh pangkal pahanya.
Doni tersenyum licik dan tak menolak yang dilakukan istrinya.Ia malah menuruti kemauan Rania.Dengan senang hati Doni mulai mengelus dan memainkan jarinya dibawah sana.
Membuat Rania mendesah pelan dan menggigit bibir bawahnya.Mendengar desahan Istrinya Doni mulai tak tahan,Dengan segera ia melahap bibir Rania dengan sangat rakus dan menuntut.Dan bahkan tak kunjung melepaskan kegiatan jarinya di tempat favoritnya.
__ADS_1
Saat keduanya sama sama sedang dilanda kabut gairah suara ketukan kaca mobil membuyarkan dan merusak konsentrasi mereka berdua.
"Ah,mas...Biarin aja!!!.Nanggung nih".Gerutu Rania tak terima berhenti ketika sedang enak enaknya.
"Nanti kita lanjut dirumah saja ya sayang!!!!".Bujuk Doni yang tahu gimana perasaan istrinya saat ini.Karena ia pun sama sudah pening karena acaranya di ganggu.
Di luar mobil Vanya masih saja mengetuk kaca mobil milik Doni.Karena Vanya tahu kalau Rania masih berada di dalam mobil bersama Doni.Karena mobil Doni masih dalam keadaan menyala.
Rania mendengus kesal.Dan mencebikkan bibirnya,Namun ia masih menuruti saran suaminya.Dan ia pun menurunkan kaca mobilnya sambil menahan kekesalan nya.
"Apaan????.Gedor gedor kaca mobil orang".Ucap Rania masih dengan rasa kesalnya.
"Dasar mesum akut.Nggak tahu tempat ya.Masih dikampus nih".Cibir Vanya karena ia sangat paham akan perbuatan sahabat yang bernama Rania itu bagaimana.Apalagi sejak tadi ia melihat Rania tak kunjung turun dari mobil Doni.
"Gangguin aja sih.Resek banget jadi orang ".Gerutu Rania sambil pamit dan mencium punggung tangan suaminya lalu turun dari mobil Doni.
"Masih nanggung ya????".Ledek Vanya sambil terkekeh.
"Perut udah buncit gitu masih aja terus disiram".Ledek Vanya sambil geleng geleng kepala.
"Halah...Kamu aja nggak mau berhenti kalau udah enak.Sampe sampe nggak mau punya asisten rumah tangga segala".Rania balik mencibir Vanya.
"Hhahaha...Biar enak main dimana aja.Lagian bosen kalo cuma dikamar doang".Jawab Vanya jujur.
"Idihhhh...Gitu pake ngatain orang mesum padahal kamu sendiri juga mesum".Rania tak mau kalah.
"Bodoh amat.Kantin yukk!!!!.Aku pengen sarapan mie Ayam".Seru Vanya lagi.
"Emangnya tadi kamu nggak sempet sarapan apa dirumah".Tanya Rania sambil mengikuti langkah Vanya menuju kantin.
"Sarapan sih tapi cuma makan nasi goreng doang sama buah.Sekarang aku udah laper lagi".Jawab Vanya santai.
"What????.Kamu beneran sarapan nasi goreng???".Tanya Rania heran sambil mendaratkan bokongnya di kursi kantin.Karena saat ini mereka sudah berada di kantin.
__ADS_1
"Iya,Kalau nggak sarapan pake nasi perutku bisa perih.Ini aja aku udah laper lagi".Jawab Vanya tenang.
"Sejak kapan kamu terakhir datang bulan????".Tanya Rania tiba tiba.
Membuat Vanya langsung mengerutkan keningnya."Ngapain kamu tanya hal begituan????".Vanya malah balik bertanya dan meminum jus mangga yang ia pesan tadi.
"Udah jawab aja!!!.Kapan terkahir kamu datang bulan????'.Rania mengulang kembali pertanyaan nya.
"Kenapa aku jadi lupa ya".Sahut Vanya sambil berpikir kapan ia terkahir datang bulan."Kayaknya sebelum acara pernikahan aku deh".Ucap Vanya sambil mengingat kembali.
"What???.Jadi pas malam pertama kamu baru selesai menstruasi Vanya????".Seru Rania sedikit berteriak.
"Nggak usah pake acara teriak teriak segala kali!!!.Iya kayaknya soalnya pas sidang pranikah aku baru kelar datang bulan tuh".Jawab Vanya sambil melabah mie Ayam pesenannya yang baru saja datang.
"Jadi selama ini kamu sama Kak Nio nggak pernah libur dong mainnya????".Rania sedikit berbisik.
"Ya nggak lah malah setiap ada kesempatan kami selalu ngelakuinnya.Lagian kan kamu sendiri yang bilang enak.Mana bisa nolak akunya".Celetuk Vanya santai tanpa Tedeng Aling Aling.
"Fix ini fix...".Lirih Rania yakin".Nanti pulang kuliah kita mampir ke Apotik ya Van!!!".Ajak Rania."Kan hari ini cuma satu mata kuliah doang.Jadi kita bisa pulang cepet".
"Hmmm".Sahut Vanya sambil terus menyantap Mie Ayam yang sudah ia racik bersama kecap dan sambel tentunya banyak sambelnya karena sekarang Vanya lebih suka makan pedas.
Sedangkan Rania hanya menatap sahabatnya dengan tatapan mengintimidasi.Karena Rania saja langsung merasa kenyang melihat Vanya makan mie Ayam satu mangkuk penuh.Sekarang malah sudah ngemil tempe mendoan dan donat.
Jika Vanya saat ini nafsu makannya malah bertambah.Berbeda dengan Rania yang tidak bisa makan sembarangan dan mencium bau bau makanan yang kadang bisa membuat ia mual.Karena Rania juga sedang tidak selera makan nasi ia hanya bisa ngemil Buah buahan segar saja.Oleh Karena itu Rania selalu bawa bekal potongan buah segar didalam tasnya.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1