
🌿
🌿
🌿
Hari ini dikediaman rumah mewah keluarga Fernandez nampak disibukkan oleh suara cempreng sang Mami Diana alias Grandma Vano dan Vanya.Baru satu jam yang lalu Grandma Diana menginjakkan kakinya dijakarta dan kini sudah berada di rumah utama sang anak semata wayangnya.Dan jangan lupakan juga Oma Sofi yang sudah sejak tadi pagi berada disana.
Ghea yang melihat mama serta mami mertuanya begitu antusias dan semangat empat lima,Memberikan instruksi pada sang pelayan dan chef untuk menyiapkan hidangan istimewa demi menyambut kedatangan tamu dan menjamu keluarga calon besannya nanti.Hanya bisa memandang tanpa ingin ikut berkomentar.
"Sedap...chef Bambang memang selalu bisa diandalkan".Puji Oma Sofi dan dijawab anggukan kepala oleh Grandma Diana tanda setuju dan sependapat dengan besannya itu.
"Ghe...Daritadi Mami tidak lihat Vanya???.Kemana cucu tercantik Grandma itu????.Apa ia masih tidur????".Tanya Mami Diana tiba tiba.
"Iya mama juga belum lihat cucu Oma yang paling cantik itu sedaritadi".Sambung mama Sofi
"Oh...em...Anu Ma...Mi...Vanya lagi...."Ghea nampak ragu memberitahu tentang keberadaan Vanya saat ini.
"A...iii...UU....Apaan sih Ghe????".Sahut mama Sofi sedikit bingung.
"Itu ma...Vanya lagi....".
"Vanya lagi ada di Bogor Ma ,Mi ".Bariton suara Ricard melanjutkan ucapan sang istri yang terlihat ragu dan gugup untuk mengatakannya.
"Loh...Kenapa cucuku kebogor????.Apa kalian belum memberitahukan kepada Vanya kalau malam ini calon suaminya akan datang bersama keluarganya Dan ingin menemuinya juga".Celoteh sang Grandma Diana panjang lebar.
"Mi...Mami tenang dulu.Ricard tahu soal itu.Tapi apa mami dan Mama tidak berpikir panjang dulu jika Vanya tahu ia sudah Oma dan grandma nya jodohkan dengan laki laki yang belum pernah ia kenal sebelumnya.Dan Apa Mami dan Mama tidak kepikiran bagaimana jika Vanya menolak secara kasar didepan keluarga laki laki itu????.Mau Tarok dimana muka keluarga Mi..Ma????.Bukannya Mami dan Mama paham sifat Vanya gimana???.Bahkan banyak pria yang berasal dari keluarga terpandang,terhormat, bahkan anak seorang menteri Thailand pun Vanya Tolak mentah mentah didepan umum".Ucap Ricard panjang lebar.
__ADS_1
"Iya betul yang dikatakan Ricard Di".Sambung Oma Sofi ikut membenarkan ucapan menantunya.
"Baiklah demi kelancaran perjodohan ini,Biar Mami yang menjelaskan dengan keluarga Pak Suhendra nanti malam". Grandma Diana menambahkan.Dan dijawab anggukan kepala oleh Ghea dan Oma Sofi.
"Good Mi".Sahut Ricard sambil mengacungkan jempolnya.
Ricard dan Ghea nampak tersenyum dan sedikit lega karena Grandma Diana tidak mempermasalahkan ketidak hadiran Vanya .Sebab bisa brabe urusannya jika tiba tiba Vanya tahu jika ada pertemuan keluarga demi membahas perjodohan dirinya dan sang calon suami pilihan para Oma dan Grandma nya.Menurut Ricard dan Ghea pastinya Vanya akan menolak dan hal yang pasti ditakutkan lagi apabila Vanya merasa kecewa kepada Daddy dan Mommy nya yang tak pernah bisa memahami perasaan sang anak.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Nyenyak amat tidurnya????".Ledek Vanya ketika melihat sahabatnya Rania yang baru saja menggeliat dan membuka matanya,sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 10.00 wib.
"Sejak kapan kamu disana Vanya????".Rania malah balik bertanya pada Vanya Karena Vanya sudah duduk santai di kursi meja rias yang berada dikamar Rania.
"Menurutmu????".Tanya balik Vanya sambil tersenyum penuh arti.
Rania yang tau akan sesuatu dibalik senyum Vanya.Langsung tersadar jika saat ini ia masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun yang melekat ditubuhnya.Rania langsung menyibak selimutnya dan mengintip dibalik selimut memastikan jika ia tidak sedang berhalusinasi.
"Kenapa????Aku sudah melihatnya Rani".Goda Vanya sambil berjalan mendekat kearah Rania.
"Melihat apa???. What's apa kamu juga....".Lirih Rania sambil menutup mulutnya
"Iya benar.Aku bahkan semalam menyaksikan sendiri jika ada sepasang manusia saling bercumbu mesra tanpa lihat situasi dan kondisi lagi".Ucap Vanya sambil terkekeh meledek Rania sahabat nya yang wajahnya sudah sangat menahan malu.
"Vanya....Please jangan bilang sama Papa dan mama ya kalau aku udah begituan sama Om Doni!!!!".Mohon Rania sambil menyatukan kedua tangannya didepan dadanya.
"Begituan apaan sih????.Yang jelas dong kalo ngomong!!!.Hahaha".Ledek Vanya lagi.
__ADS_1
"Aduh Vanya,Kamu pasti Taulah apa maksud dari omongan ku tadi".Jawab Rania sedikit sebal oleh ulah Vanya.
"Tidak...Aku sama sekali tidak tahu.Kamu aja belum kasih penjelasan sama aku".Goda Vanya sambil terkekeh puas melihat wajah melas Rania.
"Yaudah,kamu mau janji kan tidak memberitahu Mama sama Papa tentang masalah ini dan apa yang udah Om Doni serta aku lakukan semalam???".Ucap Rania lagi meyakinkan diri.
"Emmm...Nggak bisa janji deh kayaknya.Soalnya kamu tahu sendiri kalau aku ini tidak pandai berbohong".Seru Vanya sambil sedikit menampilkan wajah polosnya.
"Oke,kalau kamu tidak mau janji.Baiklah bagaimana kalau aku juga akan kasih tahu Daddy Ricard dan Mommy Ghea soal kamu....".Rania tidak bisa meneruskan ucapannya karena Vanya sudah membekap mulutnya dengan tangan nya.
"Iya...iya...Oke aku akan tutup mulut.Awas aja jika Daddy sama Mommy tahu apa yang akan aku lakukan ".Seru Vanya
"Aman...Dan kamu juga harus jaga rahasia ku ini.Sebelum om Doni sendiri yang datang pada kedua orang tua ku!!!".Sahut Rania senang.
"Oke...deal".Sahut Vanya setengah tak rela karena gagal mengerjai Rania yang ia sendiri pun lupa jika dirinya juga punya rahasia yang diketahui oleh Rania.
"Ayo kita jalan jalan!!!.Buruan mandi sana!!!.Calon laki mu udah mau sampe Jakarta,kamunya malah baru bangun".Cibir Vanya
"Apa badan tuh tidak lengket bekas pertempuran sengit semalam.Atau kamu sengaja juga kagak cebok biar adonannya jadi ya Ran????".Lanjut Vanya lagi sambil sedikit menelisik.
Rania hanya bisa mendengus kesal atas ucapan sahabat nya yang sedikit bar bar dan selalu blak blakan bila berbicara tanpa tiding Aling Aling lagi.
Rania pun langsung bangkit dari ranjangnya dan dengan Pedenya berjalan menuju kamar mandi masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.Malah sengaja melangkah dengan anggun.
"Rania....kamu benar benar gila ya???.Mata suciku sedikit ternodai nih".Teriak Vanya sambil menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tangan nya.
Sedangkan Rania malah tersenyum puas melihat Vanya kesal oleh ulahnya lagi.Namun setelah masuk kamar mandi Rania meringis.
__ADS_1
"Duh,perih banget sih rasanya".Lirih Rania sambil sedikit menunduk kan kepalanya melihat arah pangkal pahanya yang sedikit ngilu.
TBC